Kiamat, Surga dan Neraka memuat 12 sub-bahasan dengan 683 hadits di dalamnya, dan merupakan salah satu dari 54 tema pokok situs ini.
Riwayatnya bersumber dari Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, dan 6 kitab lainnya. Tiap kutipan tampil lengkap — teks Arab beserta terjemahannya — disertai nama kitab dan nomor hadits agar dapat dicocokkan dengan kitab aslinya. Bahasan yang diriwayatkan lewat lebih dari satu jalur ditampilkan seluruhnya sebagai penguat, tidak diringkas menjadi satu.
Kerangka tema selengkapnya dapat dijelajahi lewat beranda.
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya; dari [Abu Hurairah]; Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Tidak akan terjadi kiamat sehingga di antara kalian memiliki banyak harta yang berlimpah, sehingga pemilik harta tersebut bingung siapa yang menerima sedekahnya."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] dari [Suhail] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan datang hari kiamat sehingga harta melimpah, sehingga seorang laki-laki keluar dari rumahnya dengan membawa harta zakatnya namun tidak menemukan orang yang bersedia menerimanya, sehingga negeri Arab kembali menjadi negeri yang banyak tumbuhan dan sungainya, dan sehingga banyak terjadi harj, " para sahabat bertanya; "Wahai Rasulullah, apa itu harj?" beliau bersabda: "Pembunuhan, pembunuhan."
Telah menceritakan kepada kami [Ali] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Warqo`] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan terjadi hari kiamat hingga harta kalian melimpah ruah, sampai-sampai seseorang bingung siapa yang mau menerima hartanya ketika ia hendak mensedekahkannya, lalu ia akan berkata; 'Barang yang sudah aku keluarkan maka aku sudah tidak membutuhkannya.'"
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Al Qasim bin Al Fadhl Al Hudani] dari [Abu Nadhrah] dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; "Seekor serigala mengambil seekor domba, maka penggembala domba tersebut kemudian mencari dan merebutnya kembali, sehingga serigala tersebut terduduk di atas ekornya seraya berkata; "Tidakkah kamu takut kepada Allah, karena kamu telah merebut rezeki yang telah Allah berikan kepadaku?" Maka penggembala tersebut berkata; "Betapa anehnya, seekor serigala yang duduk di atas ekornya dapat berbicara kepadaku layaknya manusia!" Kemudian serigala tersebut berkata lagi, "Maukah aku beritahukan kepadamu sesuatu yang lebih menakjubkan dari itu semua? Sesungguhnya Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang berada di Yatsrib sedang mengabarkan kepada manusia tentang kabar-kabar yang telah berlalu." Abu Sa'id berkata; Kemudian penggembala tersebut segera menggiring domba-dombanya hingga sampai di Madinah. Lalu dia menelusuri sudut-sudut kota Madinah, kemudian ia menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya memberitahukan kejadian tersebut kepadanya. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan seseorang untuk mengumandangkan; 'Asshalaatul jaami'ah'. Maka orang-orang pun berkumpul, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan penggembala tersebut untuk memberitahukan kepada mereka apa yang telah ia alami, maka ia pun mengabarkan kepada mereka kejadian yang ia alami, setelah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kiamat belum akan terjadi sehingga binatang buas dapat berbicara kepada manusia, pecut serta tali sandal seseorang dapat berbicara kepada pemiliknya, dan pahanya dapat memberitahukannya apa yang telah diperbuat istrinya ketika ia tidak ada di rumah."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] berkata, telah mengabarkan kepadaku [Abdullah bin Abu Husain] berkata, telah menceritakan kepadaku [Syahr] bahwa [Abu Sa'id Al Khudri] menceritakan kepadanya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau menuturkan: "Ketika seorang arab badui sedang berada di pinggiran kota Madinah bersama kambing gembalaannya, lalu datanglah seekor serigala mencuri seekor kambing miliknya. Arab badui tersebut memergokinya, lalu iapun merampas dan menyelamatkan kambingnya dari serigala tersebut. Akhirnya serigala itu berjalan dan duduk iq'aa` (duduk di atas pantat) sambil menggerak-gerakkan ekornya, lalu ia berkata kepada sang penggembala; 'Engkau telah mengambil rezeki yang Allah berikan kepadaku, ' penggembala itu berkata; 'Sungguh aneh, ada seekor serigala yang duduk sambil menggerak-gerakkan ekornya dapat berbicara denganku, ' serigala itu berkata lagi; 'Demi Allah, sungguh engkau akan lebih heran lagi, ' penggembala itu berkata; 'Terhadap apa aku akan lebih heran lagi? ' serigala itu menjawab; 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sekarang berada di antara dua pohon kurma, antara dua tanah berbatu sedang menceritakan kepada manusia tentang berita-berita dimasa lampau dan apa-apa yang akan terjadi dimasa mendatang." Abu Sa'id berkata; Lalu arab badui tersebut menggiring kambingnya dengan cepat hingga ia tiba di kota Madinah, lalu ia mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan mengetuk rumah beliau. Maka ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selesai dari shalatnya beliau bersabda: "Mana arab badui sang pemilik kambing itu?" Arab badui itu berdiri, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Ceritakanlah apa yang telah engkau dengar dan engkau lihat kepada manusia, " lalu arab badui itupun menceritakan kepada orang-orang apa-apa yang telah ia lihat dan ia dengar. Maka saat itulah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dia benar, itu adalah tanda-tanda sebelum datangnya hari kiamat, demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, tidak akan terjadi hari kiamat hingga salah seorang dari kalian keluar dari rumahnya, lalu sandal, pecut, atau tongkatnya mengabarkan kepadanya tentang apa yang telah dilakukan oleh istrinya sepeninggal kepergiannya."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Syu'bah] dari [Qotadah] dari [Anas bin Malik] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Aku diutus dengan datangnya hari kiamat jaraknya seperti ini, " beliau memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] berkata; aku mendengar [Qotadah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Anas bin Malik] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku diutus dengan datangnya hari kiamat seperti ini, " Syu'bah berkata; Aku mendengar Qotadah menyebutkan dalam kisah-kisahnya; "Seperti kelebihan sebagian atas sebagian yang lain, " dan aku tidak tahu ia menyebutkan dari Anas atau memang itu perkataan Qotadah sendiri.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu At Tayyah] berkata; aku mendengar [Anas bin Malik] menceritakan, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Aku diutus dengan datangnya kiamat seperti ini." lalu beliau membentangkan jari telunjuk dan jari tengahnya."
Telah bercerita kepada kami [Bahz] telah bercerita kepada kami [Abban] telah bercerita kepada kami [Qatadah] dari [Anas Bin Malik], Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Aku diutus dan jarakku dengan kiamat sebagaimana jarak dua ini", sambil mengangkat dua jarinya yaitu telunjuk dan jari tengah, satunya lebih panjang dari yang lain.
Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Anas Bin Malik], Pernah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam mengangkat jari tengahnya dan telunjuknya kemudian berkata: antara saya diutus dan kiamat adalah sebagaimana dua jari ini, yaitu seperti halnya kelebihan panjang satunya dibanding yang lain (sangat dekat).
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Mush'ab] berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] dari [Yahya] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Aku adalah pemimpin anak Adam, orang yang pertama kali dibuka kuburnya, yang pertama kali memberi syafa'at dan diberi syafa'at."
Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ali bin Zaid] dari [Abu Nadhrah] dari [Abu Sa'id] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku adalah pemimpin anak Adam pada hari kiamat, dan ini bukannya aku sombong, aku adalah orang yang pertama kali dibuka kuburnya pada hari kiamat dan ini bukannya aku sombong, serta aku yang pertama kali yang memberi syafa'at dan ini bukannya aku sombong."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Isra`il] berkata; Berkata [Abu Ishaq] dari ['Abdullah bin Ghalib] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] berkata; Pemimpin keturunan Adam pada hari kiamat adalah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam.
Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah bercerita kepada kami [Syuraik] dari [Abu Ishaq] dari ['Abdullah bin Ghalib] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] berkata; Pemimpin keturunan Adam pada hari kiamat adalah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam.
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Muhammad] telah bercerita kepada kami [Syuraik] dari [Abu Ishaq] dari ['Abdullah bin Ghalib] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] berkata; Pemimpin keturunan Adam pada hari kiamat adalah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam.
Telah menceritakan kepada kami [Bahz] dan telah menceritakan kepada kami [Affan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammam] dari [Qatadah] dari [Al Hasan Al bashri] dari [Ali Radhiallah 'anhu] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Diangkat pena dari tiga: orang yang tidur hingga bangun, orang yang tertimpa ayan -atau beliau bersabda: - orang yang gila sampai sadar dan anak kecil sampai baligh."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] dari [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Al Hasan] bahwa Umar bin Khattab hendak merajam perempuan gila. Maka [Ali] bertanya kepadanya; Kenapa kamu hendak melakukan hal itu? saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Diangkat pena (tidak dianggap sebagai dosa) dari tiga orang: orang yang tidur hingga bangun, anak kecil sampai dia bermimpi dan orang gila sampai sadar atau dia berakal." Maka Umar meninggalkannya.
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari ['Atho` bin As Sa`ib] dari [Abu Dzabyan Al Jambi] bahwa didatangkan seorang wanita yang telah berbuat zina ke hadapan Umar bin Khattab, kemudian memerintahkan untuk merajamnya, maka orang-orang membawanya untuk merajamnya, tetapi (ditengah perjalanan) mereka bertemu dengan Ali Radhiallah 'anhu. Ali Radhiallah 'anhu bertanya; "Ada apa ini?" mereka menjawab; "Dia telah berzina dan Umar menyuruh merajamnya." Ali melepaskannya dari tangan mereka dan mencegah mereka, kemudian mereka kembali kepada [Umar], (Sesampainya disana) Umar bertanya; "Apa yang menyebabkan kalian kembali?" Mereka menjawab; "Ali Radhiallah 'anhu." Umar berkata; "Tidaklah Ali melakukan hal ini kecuali karena sesuatu yang dia ketahui?" maka diutuslah seseorang kepada Ali kemudian dia datang dengan agak marah, Umar bertanya; "Kenapa kamu mencegah mereka?" [Ali] menjawab; Tidakkah kamu mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Diangkat catatan amal dari tiga orang: orang yang tidur sehingga dia bangun, anak kecil sehingga dia menjadi dewasa dan orang gila sampai dia berakal?" Umar menjawab; "Ya." Ali Radhiallah 'anhu berkata; "Sesungguhnya wanita ini gila, dari Bani Fulan, kemungkinan ada orang yang memperkosanya saat dia gila." Umar berkata; "Aku tidak tahu." Ali berkata; "Saya juga tidak tahu." maka Umar tidak jadi merajamnya.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari ['Atho` bin As Sa`ib] dari [Abu Zhabyan] bahwa [Ali Radhiallah 'anhu] berkata kepada Umar; "Wahai Amirul Mukminin! Tidakkah kamu mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "pena diangkat dari tiga orang: dari orang yang tidur sehingga dia bangun, dari anak kecil sehingga dia menjadi dewasa dan orang gila sampai dia berakal'."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari ['Atho` bin As Sa`ib] dari [Abu Zhabyan] bahwa [Ali Radhiallah 'anhu] berkata kepada Umar; "Wahai Amirul Mukminin! Tidakkah kamu mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "pena diangkat dari tiga orang: dari orang yang tidur sehingga dia bangun, dari anak kecil sehingga dia menjadi dewasa dan dari orang gila sampai dia berakal'."
Telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Al Hubab] ia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abdurrahman bin Tsauban] ia berkata; Aku mendengar [Amru bin Dinar] berkata; telah mengabarkan kepadaku [orang] yang mendengar [Ibnu Abbas] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Agama itu nasihat." Mereka berkata; Untuk siapa? Beliau bersabda: "Untuk Allah, RasulNya dan pemimpin kaum mukminin."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah], dan [Yahya] dari [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Amru bin Maimun] dari [Abdullah], ia berkata; Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di Qubbah sekitar empat puluh orang, beliau bertanya: "Apakah kalian rela menjadi seperempat penghuni surga?" Ia berkata; Kami menjawab; Ya. Beliau bertanya lagi: "Apakah kalian rela menjadi sepertiga penghuni surga?" Kami menjawab; Ya. Beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya aku mengharapkan agar kalian menjadi setengah penghuni surga, hal itu karena surga tidak dimasuki kecuali jiwa muslim. Dan tidaklah kalian dalam kesyirikan kecuali seperti rambut putih berada di kulit kerbau hitam, atau rambut hitam di kulit seekor kerbau merah."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Isra`il] dari [Abu Ishaq] dari [Amru bin Maimun] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan kepada kami, saat itu beliau bersandar kepada Qubbah Hamra`, beliau bersabda: "Apakah kalian rela menjadi seperempat penghuni surga?" mereka menjawab; Tentu. Beliau bertanya lagi: "Apakah kalian rela menjadi sepertiga penghuni surga?" mereka menjawab; Tentu. Beliau bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya aku mengharapkan agar kalian menjadi setengah penghuni surga, dan aku akan menyampaikan kepada kalian tentang sedikitnya kaum muslimin pada saat itu. Dan tidaklah mereka pada hari itu kecuali seperti rambut putih berada di kulit kerbau hitam, atau rambut hitam di kulit seekor kerbau merah. Dan tidak akan masuk surga kecuali jiwa muslim."
Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Ghundar] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Amru bin Maimun] dari [Abdullah] menuturkan; 'Suatu saat kami bersama Nabi dalam sebuah hunian dari tanah liat, tiba-tiba Nabi berujar: "Puaskah kalian menjadi seperempat penghuni surga?" 'ya', Jawab kami. Nabi berujar lagi: "Puaskah kalian menjadi sepertiga penghuni surga?" 'ya, ' Jawab kami. Nabi berujar lagi: "Puaskah kalian menjadi separoh penghuni surga?" 'ya, ' Jawab kami. Nabi bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, sungguh aku berharap kalian menjadi separoh penghuni surga, dan surga tak dimasuki selain seorang muslim, dan perbandingan kalian diantara pemeluk kesyirikan tak lain hanyalah seperti rambut putih di kulit sapi hitam" atau dengan redaksi; "seperti sehelai rambut hitam di kulit sapi merah."
Telah menceritakan kepadaku [Ahmad bin Utsman] telah menceritakan kepada kami [Syuraih bin Maslamah] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim] dari [Ayahnya] dari [Abu Ishaq], aku mendengar ['Amru bin Maimun] mengatakan; telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Mas'ud] radliyallahu'anhu, menuturkan; ketika Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam membungkukkan punggungnya di sebuah kubah yang terbuat dari tanah liat Yaman, beliau berujar kepada sahabat-sahabatnya: "relakah kalian menjadi seperempat penghuni surga?" 'ya' Jawab mereka. Lanjut Nabi; "relakah kalian menjadi sepertiga penghuni surga?" 'ya' Jawab mereka. Lanjut Nabi: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku berharap agar kalian menjadi separoh penghuni surga."
Telah menceritakan kepada kami [Hannad bin as-Sari] telah menceritakan kepada kami [Abu al-Ahwash] dari [Abu Ishaq] dari [Amru bin Maimun] dari [Abdullah] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada kami: 'Tidakkah kamu suka menjadi seperempat ahli Surga'. Kata Abdullah, 'Kami pun bertakbir.' Beliau bersabda lagi: 'Tidakkah kamu suka seandainya menjadi sepertiga ahli Surga'. Kata Abdullah, 'Kami pun bertakbir'. Kemudian Beliau bersabda: "Sesungguhnya aku berharap semoga kalian menjadi separuh dari penduduk Surga. Aku akan memberitahu perkara itu kepada kalian tentang hal tersebut. Tidaklah keadaan orang-orang Islam yang berada di tengah-tengah orang Kafir melainkan seperti sehelai bulu putih pada lembu hitam atau seperti sehelai bulu hitam pada lembu putih'."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid bin Habib bin Abu Al 'Isyrin] telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] telah menceritakan kepada kami [Hassan bin 'Athiyah] dari [Sa'id bin Al Musayyib] ia bertemu [Abu Hurairah] lalu Abu Hurairah berkata: Aku meminta kepada Allah semoga menyatukanku denganmu di pasar surga. Sa'id bertanya: Apa disana ada pasar? Abu Hurairah menjawab: Ya, telah menghabarkan kepadaku Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, bahwa penghuni surga bila masuk surga, mereka tinggal di sana karena keutamaan amal-amal mereka, kemudian diizinkan seukuran hari jum'at dari hari-hari dunia lalu mereka mengunjungi Rabb mereka kemudian Rabb menampakkan 'arsyNya pada mereka, salah satu taman surga nampak pada mereka kemudian mimbar-mimbar dari cahaya, mimbar-mimbar dari mutiara, mimbar-mimbar dari yaqut, mimbar-mimbar dari permata, mimbar-mimbar dari emas, mimbar-mimbar dari perak diletakkan untuk mereka, yang paling rendah di antara mereka beserta tingkat kerendahannya duduk di atas gundukan tanah kesturi dan kafur dan mereka beranggapan tempat duduk para pemilik kursi tidak lebih baik dari mereka." Abu Hurairah bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita? Beliau menjawab: "Ya." Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bertanya: "Apakah kalian kesulitan saat melihat matahari dan bulan di malam purnama?" Kami menjawab: Tidak. Beliau bersabda: "Seperti itu juga kalian tidak kesulitan dalam melihat Rabb kalian. Dan dimajlis itu tidaklah ada seorang pun melainkan Allah mendatanginya dengan sebenarnya hingga Ia bertanya kepada seseorang dari mereka: Hai fulan bin fulan, ingatkah kau saat berkata begini dan begini? Allah mengingatkan sebagian kemaksiatan-kemaksiatannya didunia. Orang itu berkata: Wahai Rabb, apa Kau tidak mengampuniku? Allah menjawab: Ya, luasnya ampunanku sampai pada tempatmu ini. Saat mereka seperti, mega menaungi mereka di atas mereka lalu turun hujan minyak wangi yang baunya sama sekali belum pernah mereka temukan, Rabb kita Tabaaraka wa Ta'ala berfirman: Berdirilah menuju kemuliaan yang telah Aku persiapkan untuk kalian lalu ambillah yang kalian inginkan. Lalu kami mendatangi pasar yang diliputi oleh malaikat, di dalamnya ada yang belum pernah dilihat mata sepertinya, belum pernah terdengar oleh telinga dan tidak terlintas dihati, lalu apa yang kami inginkan dibawakan untuk kami, di sana tidak dijual dan tidak dibeli. Di pasar itu, para penghuni surga saling bertemu satu sama lain." Beliau meneruskan: "Seseorang yang tinggal di flat (derajat tinggi) surga lantas datang lalu bertemu dengan orang yang tingkatnya berada dibawahnya beserta kerendahan yang ada padanya lalu ia kaget terhadap pakaian yang diperlihatkan padanya, akhir kata-katanya belum juga habis hingga ia menghayal yang lebih baik darinya, karenanya tidak layak bagi siapa pun untuk bersedih di surga. Setelah itu kami pulang ke rumah-rumah kami, kami disambut oleh istri-istri kami, mereka berkata: Selamat datang, kau datang dengan keindahan yang lebih baik dari saat kau tinggalkan kami. Ia berkata: Sesungguhnya kami menemani Rabb kami Al Jabbar hari ini, laik bagi kami untuk pulang seperti ini." Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib, kami hanya mengetahuinya dari jalur sanad ini. [Suwaid bin Amru] meriwayatkan sebagaian hadits ini dari [Al Auza'i].
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid bin Habib bin Abu Al 'Iysrin] telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin 'Amru Al Auza'i] telah menceritakan kepadaku [Hasan bin 'Athiyah] telah menceritakan kepadaku [Sa'id bin Al Musayyab] bawha dia bertemu dengan Abu Hurairah, maka [Abu Hurairah] berkata: Aku mengharap kepada Allah semoga menyatukanku denganmu di pasar surga." Sa'id bertanya: "Apakah disana ada pasar?" Abu Hurairah menjawab: Ya, telah mengkhabarkan kepadaku Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa penghuni surga bila masuk surga, mereka tinggal di sana karena keutamaan amal-amal mereka, kemudian diizinkan pada hari jum'at dari hari-hari dunia lalu mereka mengunjungi Allah 'azza wajalla, maka Dia menampakkan 'arsy-Nya pada mereka, dan menampakkannya kepada mereka di salah satu taman dari taman-taman surga, sedangkan mimbar-mimbar dari cahaya, mimbar-mimbar dari mutiara, mimbar-mimbar dari yaqut, mimbar-mimbar dari permata, mimbar-mimbar dari emas, mimbar-mimbar dari perak diletakkan untuk mereka, yang paling rendah di antara mereka beserta tingkat kerendahannya duduk di atas gundukan tanah kesturi dan kafur dan mereka tidak menilai tempat duduk para pemilik kursi lebih baik dari mereka." Abu Hurairah berkata; lalu saya bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita?" Beliau menjawab: "Ya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah kalian saling berbantahan saat melihat matahari dan bulan dimalam purnama?" Kami menjawab: "Tidak." Beliau bersabda: "Seperti itu juga kalian tidak berbantahan dalam melihat Rabb kalian. Dan dimajlis itu tidak ada seorang pun melainkan Allah akan mendatanginya dengan sebenarnya hingga Dia akan bertanya kepada salah seorang dari kalian: "Hai fulan, tidak ingatkah kau saat berkata begini dan begini?" Allah mengingatkan sebagian kemaksiatan-kemaksiatannya ketika di dunia. Orang itu menjawab: "Wahai Rabb, tidakkah Engkau mengampuniku?" Allah menjawab: "Ya, Demi luasnya ampunan-Ku sampai pada tempatmu ini." Saat mereka seperti itu, mega menaungi di atas mereka lalu turun hujan minyak wangi yang baunya sama sekali belum pernah mereka temukan, kemudian Dia berfirman: "Berdirilah menuju kemuliaan yang telah Aku persiapkan untuk kalian, lalu ambillah yang kalian inginkan." Beliau bersabda: "Lalu kami mendatangi pasar yang diliputi oleh Malaikat, di dalamnya ada yang belum pernah dilihat mata sama sekali, belum pernah terdengar oleh telinga dan tidak terlintas dihati." Beliau meneruskan: "Lalu apa yang kami inginkan dibawakan untuk kami, di sana tidak dijual dan tidak juga dibeli. Di pasar itu, para penghuni surga saling bertemu satu sama lain. Seseorang yang memiliki derajat tinggi datang lalu bertemu dengan orang yang tingkatnya berada dibawahnya beserta kerendahan yang ada padanya, lalu ia gentar pada pakaian yang diperlihatkan padanya, akhir kata-katanya belum juga habis hingga ia berhayal yang lebih baik darinya, itu karena tidak layak bagi siapa pun untuk bersedih di surga. Setelah itu kami pulang ke rumah-rumah kami, kami disambut oleh isteri-isteri kami, mereka berkata: "Selamat datang, kamu telah datang dengan keindahan yang lebih baik dari saat kamu meninggalkan kami. Kami menjawab: "Sesungguhnya hari ini kami menemani Rabb kami Al Jabbar 'azza wajalla, dan tak layak bagi kami untuk pulang seperti ini."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Abu Dzi`b] dari [Al Harits bin Abdurrahman] dari [Abu Salamah] berkata; Marwan berkata; "Berangkatlah dan damaikan antara Sa'id bin Zaid dan Arwa binti Uwais." Kami pun mendatangi [Sa'id bin Zaid], dan dia berkata; "Apakah menurut kalian saya mengambil haknya. Saya bersaksi, sesungguhnya saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengambil sejengkal tanah bukan dengan haknya, niscaya akan dikalungkan kepadanya tujuh lapis bumi. Barangsiapa menyuruh budak suatu kaum tanpa izin dari mereka, maka dia mendapatkan laknat Allah. Barangsiapa merampas harta saudaranya dengan sumpahnya maka Allah tidak akan memberi berkah padanya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Qais bin Ar Rabi'] telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin 'Umair] dari ['Amru bin Huraits] berkata; Saya datang ke Madinah, tujuanku adalah untuk berbagi dengan saudara laki-lakiku, tetapi [Sa'id bin Zaid] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan mendapat berkah hasil penjualan tanah dan rumah yang tidak dijadikan pada tanah atau rumah."
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu abi 'Adiy] dari [Muhammad bin Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ibrahim] dari [Isa bin thalhah] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya bisa jadi seseorang mengucapkan suatu perkataan yang disangkanya tidak apa-apa, tapi dengannya justru tergelincir dalam api neraka selama tujuh puluh musim."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Ibnu Abi 'Adiy] dari [Muhammad bin Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ibrahim] dari [Isa bin Tholhah] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya ada seorang laki-laki mengucapkan suatu perkataan yang mengakibatkan ia masuk ke dalam neraka selama tujuh puluh musim karena suatu perkataan yang tidak dia sadari sama sekali."
Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadhr] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [bapaknya] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sungguh seorang hamba akan mengucapkan sebuah kalimat yang diridhai Allah 'azza wajalla, suatu kalimat yang ia tidak menggubrisnya, namun dengannya Allah mengangkatnya beberapa derajat. Dan sungguh, seorang hamba akan mengucapkan sebuah kalimat yang dibenci oleh Allah, suatu kalimat yang ia tidak menggubrisnya, namun dengannya Allah melemparkannya ke dalam neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Syu'bah] dari [Qotadah] dari [Anas bin Malik] dan ia telah memarfu'kan hadis tersebut, beliau bersabda: "Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga ilmu diangkat dan kebodohan merajalela, jumlah laki-laki sedikit sementara jumlah wanita banyak, bahkan seorang laki-laki akan sebanding dengan lima puluh orang wanita."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hisyam] berkata, telah menceritakan kepada kami [Qotadah] dari [Anas bin Malik] ia berkata; "Sungguh aku akan bacakan hadis yang pernah aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, yang tidak akan ada seorang pun yang membacakannya setelahku, aku mendengarnya bersabda: "Tidak akan datang hari kiamat hingga pada setiap lima puluh wanita terdapat satu orang laki-laki, wanita akan semakin banyak dan laki-laki akan semakin sedikit."
Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [Anas bin Malik] merafakkan hadis ini, berkata; "Tidak akan terjadi hari kiamat sampai ilmu diangkat, kebodohan mewabah, berkurangnya kaum laki-laki dan banyaknya para wanita sampai jika ada lima puluh wanita maka hanya satu laki-laki yang mengurusinya".
Telah menceritakan kepada kami [Bahz] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Qatadah] dari [Anas] Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " di antara tanda Hari Kiamat". Hammad berkata; atau bersabda: "Tidak akan terjadi Hari Kiamat". Hammam berkata; keduanya saya mendengarnya, "Diangkatnya ilmu, menyebarnya kebodohan, diminumnya arak, zina dilakukan dengan terang-terangan, sedikit kaum laki-laki dan wanita menjadi banyak sampai satu laki-laki berbanding dengan lima puluh wanita".
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al 'Alaa'] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Buraid] dari [Abu Burdah] dari [Abu Musa radliallahu 'anhu] dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Pasti akan datang pada manusia suatu zaman yang ketika seseorang berkeliling membawa shadaqah emas, lalu ia tidak mendapati seseorang yang mau menerimanya lagi. Lalu akan terlihat satu orang laki-laki akan diikuti oleh empat puluh orang wanita, yang mereka mencari kepuasan dengannya karena sedikitnya jumlah laki-laki dan banyaknya wanita."
Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] dan ['Affan] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qotadah] dari [Al Hasan] dari [Ziyad bin Riyah] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Bersegeralah beramal baik sebelum datang enam hal yaitu; terbitnya matahari dari barat, Dajjal, asap (menjelang kiamat), binatang tunggangan (dari perut bumi), dan kematian salah seorang dari kalian serta kehancuran total."
Telah menceritakan kepada kami [Manshur bin Salamah] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Sulaiman] -yaitu Ibnu Bilal, dari [Al 'Ala`] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Bersegeralah untuk beramal sebelum datangnya enam perkara; terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya, keluarnya Dajjal, keluarnya asap, keluarnya binatang melata, kematian salah seorang dari kalian serta kehancuran total."
Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah mengabarkan kepadaku [Al 'Ala`] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] berkata; Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersegeralah beramal sebelum datangnya enam perkara; terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, munculnya Dajjal, munculnya asap, munculnya binatang melata, kematian salah seorang kalian dan kehancuran total."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Al Hasan] dari [Ziyad bin Rayah] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersegeralah kalian beramal sebelum datangnya enam perkara; terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, munculnya Dajjal, munculnya asap, munculnya binatang melata, kematian salah seorang dari kalian dan perkara umum." Qatadah berkata; Jika beliau mengatakan: "dan perkara umum, " maksudnya yaitu perkara kiamat."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata; telah menceritakan kepada kami [Fudhail bin Ghazwan Adh dhabbi] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga hal yang jika ia keluar maka "Tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya"; terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, keluarnya asap dan keluarnya binatang melata bumi."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah bercerita kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Dajjal itu buta sebelah matanya, rambutnya ikal, surga dan neraka bersamanya, nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah bercerita kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Dajjal itu buta sebelah matanya, rambutnya ikal, surga dan neraka bersamanya, nerakanya adalah surga dan surgannya adalah neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Numair], [Muhammad bin Al Ala`] dan [Ishaq bin Ibrahim], berkata Ishaq: Telah mengkhabarkan kepada kami, sementara yang lain berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Hudzaifah] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Dajjal, buta mata sebelah kanan, berambut ikal, bersamanya ada surga dan neraka, nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Numair] dan [Ali bin Muhammad] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Hudzaifah] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dajjal itu buta mata kirinya, lebat rambutnya dan bersamanya terdapat surga dan neraka. Namun (pada hakikatnya) nerakanya adalah surga sedangkan surganya adalah neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Ammar bin Muhammad] anak saudarinya Sufyan Ats Tsauri dari [Ibrahim] dari [Abu Al Ahwash] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengutus pada hari kiamat seorang pemanggil yang memanggil; Wahai anak Adam, sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk mengirirm utusan dari keturunanmu ke neraka. Lalu Adam berkata; Wahai Rabb, dari berapa? Dia mengatakan kepadanya: Dari setiap seratus, sembilan puluh sembilan." Lalu ada seorang laki-laki dari suatu kaum berkata; Siapa yang selamat dari kami setelah ini wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "Apakah kalian tahu, dari manusiakah itu? kamu tidak lain hanyalah seperti tahi lalat yang ada di dada keledai." Telah menceritakan kepada kami [Ubaidah] dari [Ibrahim bin Muslim Abu Ishaq Al Hajari] lalu dia menyabutkan maknanya dan berkata; Adam berkata wahai Robbku berapa yang harus saya utus?.
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Abdul 'Aziz bin Muhammad] dari [Tsaur] dari [Abu Al Ghaits] dari [Abu Hurairah] berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang pertama kali dipanggil pada hari kiamat adalah Adam, maka dikatakan; 'Ini adalah Adam bapak kalian, ' ia berkata; 'Wahai Tuhanku, aku telah memenuhi panggilan-Mu dan berbahagia dengan panggilan-Mu, ' maka kemudian Rabb kita berfirman kepadanya: 'Ambillah bagian Jahannam dari keturunanmu, ' Adam berkata; 'Berapa wahai Tuhanku? ' Allah berfirman: 'Keluarkan sembilan puluh sembilan dari setiap seratus." maka kami bertanya; "Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika setiap seratus orang dari kami diambil sembilan puluh sembilan, maka apa lagi yang tersisa dari kita?." beliau bersabda: "Sesungguhnya umatku seperti bulu putih pada sapi yang berwarna hitam."
Telah menceritakan kepadaku [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [saudaraku] dari [Sulaiman] dari [Tsaur] dari [Abu Al Ghaits] dari [Abu Hurairah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Yang pertama-tama dipanggil pada hari kiamat adalah Adam, lantas anak cucu keturunannya kelihatan dan diperkenalkan kepada mereka; 'Ini ayah pertama-tama kalian, Adam.' Adam menjawab; 'Baik dan aku memenuhi panggilan-Mu.' Allah bertitah; 'Datangkanlah utusan-utusan Jahannam dari anak cucumu! ' Adam bertanya; 'Wahai Rabb, berapa aku datangkan? ' Allah menjawab; 'datangkanlah dari setiap seratus orang, Sembilan puluh Sembilan orang!" Para sahabat berujar; 'Wahai Rasulullah, jika setiap seratus dari kami diambil Sembilan sepuluh orang, kami tinggal berapa? ' Nabi menjawab: "Umatku dibandingkan umat-umat lainnya hanyalah bagaikan sehelai rambut putih di seekor sapi hitam."
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Abu syaibah al-'Absyi] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [al-A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Sa'id] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berfirman, "Wahai Adam! Lalu Adam menyahut, "Aku penuhi panggilan-Mu dengan senang hati, dan kebaikan ada di tangan-Mu." Allah berfirman: "Keluarkan orang yang dikirimkan ke Neraka." Adam bertanya, "Berapa orang yang dikirim ke Neraka itu?" Allah berfirman: "Dari setiap seribu orang, dikeluarkan sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semua itu terjadi ketika anak-anak beruban: '(Wanita yang hamil akan gugur kandungan dan manusia berada di dalam keadaan mabuk, sedangkan sebenarnya mereka tidak mabuk tetapi siksa Allah yang amat dahsyat) ' (Qs. Al Hajj: 2). Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tersebut membingungkan para Sahabat. Maka mereka bertanya, "Wahai Rasulullah. Siapakah lelaki itu di antara kami dari seribu orang ini?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bergembiralah kamu karena di antara seribu itu ialah Yakjuj dan Makjuj, sedangkan dari kamu hanya satu orang." Kemudian beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku mengharapkan kamu menjadi seperempat dari penduduk Surga". Maka kami (para Sahabat) memuji Allah dan bertakbir. Beliau bersabda lagi: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku mengharapkan kamu akan menjadi sepertiga dari penduduk Surga." Kami memuji Allah dan bertakbir. Kemudian beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku mengharapkan kamu menjadi setengah dari penduduk Surga. Perumpamaan kamu di tengah-tengah umat lain, bagaikan sehelai bulu putih pada lembu hitam atau seperti tanda di betis Keledai." Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Waki']. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Abu Muawiyah] keduanya meriwayatkan dari [al-A'masy] dengan sanad ini, hanya saja keduanya menyebutkan, "Tidaklah kalian berada pada manusia pada waktu itu meliankan seperti bula putih pada sapi hitam atau bulu hitam pada sapi putih." Dan keduanya tidak menyebutkan, "Seperti tanda di betis keledai."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Fadlal] telah menceritakan kepada kami [Ash Sh'q bin Hazn] dri [Ali bin Al Hakam] dari [Utsman bin Umair] dari [Abu Wa`il] dari [Ibnu Mas'ud] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia mengatakan; Dikatakan kepada beliau; Apa maksud tempat yang terpuji itu? Beliau menjawab: "Pada hari itu Allah turun ke kursiNya yang mengeluarkan suara seperti suara kendaraan yang baru karena sempitnya, padahal kursi itu seluas antara langit dan bumi. Kalian akan didatangkan dalam keadaan telanjang kaki, telanjang badan dan tidak berkhitan, orang pertama yang diberi pakaian adalah Ibrahim. Allah Ta'ala berfirman: Berikan pakaian untuk kekasihKu. Lalu ia diberi dua buah pakaian dari pakaian-pakaian surga yang sangat halus dan berwarna putih. Kemudian aku yang diberi pakaian setelahnya, lalu aku pun berdiri di sisi kanan Allah, sebuah tempat yang menyebabkan orang-orang terdahulu dan terakhir merasa iri terhadapku."
Telah menceritakan kepada kami [Haitsam] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Hafsh bin Maisarah] dari [Al 'Ala`]. Dan telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Abdul 'Aziz] dari [Al 'Ala`] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah], bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada hari kiamat manusia akan dikumpulkan di satu tempat, kemudian Rabb semesta alam muncul lalu dikatakan; 'Ketahuilah, setiap umat mengikuti apa saja yang telah mereka sembah? ' hingga penyembah salib mendapatkan salibnya, dan penyembah gambar (patung patung) mendapatkan gambar mereka, dan penyembah api mendapatkan api mereka, kemudian mereka mengikuti sesembahan mereka. Dan tinggallah orang-orang Islam, lalu Rabb semesta alam muncul kepada mereka dan berfirman; 'Kenapa kalian tidak mengikut orang-orang itu? ' mereka menjawab; 'Kami berlindung kepada Allah dari-Mu, Allah adalah Tuhan kami dan ini adalah tempat kami hingga kami dapat melihat Tuhan kami, ' padahal Dialah Allah yang memerintahkan dan menetapkan mereka atas demikian, kemudian Rabb semesta alam bersembunyi kemudian muncul lagi dan berfirman; 'Apakah kalian tidak mengikuti para manusia itu? ' mereka berkata; 'Kami berlindung kepada Allah dari-Mu, kami berlindung kepada Allah dari-Mu, Allah adalah Tuhan kami dan ini adalah tempat kami hingga kami dapat melihat Tuhan kami, ' padahal Dialah Allah yang memerintahkan dan menetapkan mereka atas demikian itu." Para sahabat bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah kita dapat melihat-Nya?" maka beliau bersabda: "Apakah kalian mendapatkan kesulitan ketika melihat bulan di malam purnama?" mereka menjawab; "Tidak" beliau bersabda: "Sesungguhnya kalian tidak akan mendapatkan kesulitan ketika melihat-Nya pada saat itu. Lalu Allah bersembunyi dan muncul kembali seraya mengenalkan Diri-Nya kepada mereka: 'Aku adalah Tuhan kalian ikutilah Aku, ' lalu orang-orang Islam berdiri dan diletakkanlah shirath, maka mereka berjalan di atasnya seperti pengendara kuda dan kendaraan lainnya, dan mereka berkata kepada Allah; 'Berilah kami keselamatan, berilah kami keselamatan, ' dan tinggalah penghuni neraka. Lalu sekumpulan dari mereka dimasukkan ke dalamnya dan dikatakan kepada neraka; 'Apakah kamu telah penuh? ' neraka menjawab; 'Apakah masih ada tambahan lagi? ' Kemudian dimasukkan lagi sekumpulan orang, lalu ditanyakan kepada neraka; 'Apakah kamu telah penuh? ' neraka berkata; 'Apakah masih ada tambahan lagi? ' Sehingga ketika mereka telah penuh di dalamnya, Allah 'azza wajalla meletakkan telapak kaki-Nya di dalam neraka dan menggulung sebagiannya ke sebagian yang lain, kemudian neraka berkata; "Cukup, cukup, cukup." Maka demikianlah, jika penghuni surga telah ditempatkan di dalam surga dan penghuni neraka juga telah ditempatkan di dalam neraka, maka didatangkan kematian dalam keadaan terbelenggu lalu ia ditempatkan di sebuah pembatas antara penduduk neraka dan penduduk surga, kemudian dikatakan kepada mereka; 'Wahai penghuni surga! ' maka merekapun melihatnya dengan rasa takut, kemudian dikatakan; 'Wahai penghuni neraka! ' maka merekapun melihatnya dengan penuh gembira, berharap akan datangnya syafa'at, lalu dikatakan kepada penghuni surga dan penghuni neraka; 'Apakah kalian mengenal dia? ' mereka sama-sama menjawab; 'Kami mengenalnya, dia adalah kematian yang dibebankan kepada kami.' Setelah itu dia dibaringkan lalu disembelih di atas pembatas, kemudian dikatakan; 'Wahai penghuni surga kalian kekal dan tidak mati, dan Wahai penghuni neraka kalian kekal dan tidak mati.'" Qutaibah menyebutkan dalam riwayat hadisnya; "Dan sebagian dari neraka digulung ke sebagian yang lain, kemudian Allah 'azza wajalla berfirman; 'Cukup? ' maka neraka menjawab; "Cukup, cukup!"
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad] dari [Al Ala bin Abdurrahman] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah mengumpulkan manusia pada hari kiamat di satu tanah lapang kemudian Ia mendatangi mereka, ia berfirman: Ingat, setiap manusia mengikuti apa yang pernah disembahnya. Lalu penyembah salib diperlihatkan penjelmaan salibnya, penyembah patung diperlihatkan penjelmaan patungnya dan penyembah api diperlihatkan penjelmaan apinya lalu mereka mereka mengikuti yang pernah mereka sembah dan kaum muslimin tetap tinggal, setelah itu Rabb semesta alam mendatangi mereka, Ia bertanya: Apa kau tidak mengikuti mereka? Mereka berkata: Kami berlindung diri kepada Allah darimu, kami berlindung diri kepada Allah darimu, Rabb kami ini adalah tempat kami hingga kami melihat Rabb kami. Ia memerintah mereka dan meneguhkan mereka kemudian bersembunyi, setelah itu datang dan bertanya: Apa kau tidak mengikuti mereka? Mereka berkata: Kami berlindung diri pada Allah darimu, kami berlindung diri pada Allah darimu, Rabb kami ini adalah tempat kami hingga kami melihat Rabb kami. Ia memerintah mereka dan meneguhkan mereka." Mereka bertanya: Apakah kita melihatNya, wahai Rasulullah? beliau balik bertanya: "Apakah kalian kesulitan saat melihat rembulan di malam purnama?" mereka menjawab: Tidak, wahai Rasulullah. beliau bersabda: "Sesungguhnya kalian tidaklah kesulitan melihatNya saat itu. Setelah itu Dia bersembunyi lalu muncul lalu Dia mengenalkan diriNya kepada mereka, IA berfirman: Aku Rabb kalian, ikutilah aku. Kaum muslimin berdiri, kemudian shirath di letakkan, mereka pun melintasinya seperti kuda-kuda terbaik dan pengendara, kata-kata mereka saat berada di atas shirat: Selamatkan, selamatkan. Setelah itu yang tersisa hanyalah penghuni neraka, di antara mereka ada segolongan besar dilemparkan ke neraka, setelah itu neraka di tanya: Apa kau sudah penuh? Neraka menjawab: Apa ada yang lain? Setelah itu yang tersisa penghuni neraka, di antara mereka ada segolongan besar di lemparkan ke neraka, setelah itu neraka ditanya: Apa kau sudah penuh? Neraka menjawab: Apa ada yang lain? Hingga setelah mereka semua di periksa, Allah Yang Maha Pemurah meletakkan kaki-Nya di neraka dan menghimpitkannya satu sama lain. Ia bertanya: Sudah Cukupkah? Neraka menjawab: Cukup, cukup. Setelah Allah memasukkan penghuni surga ke surga dan penghuni neraka ke neraka, kematian didatangkan dengan diseret kemudian didirikan di atas benteng antara penghuni surga dan penghuni neraka, setelah itu dikatakan kepada penghuni surga: Hai penghuni surga! Mereka melihat dalam keadaan takut. Dan dikatakan kepada penghuni neraka: Wahai penghuni neraka! Mereka melihat dalam keadaan senang, mereka berharap mendapatkan syafaat. Lalu dikatakan kepada penghuni surga dan penghuni neraka: Apa kalian mengetahui ini? mereka menjawab: Kami mengetahuinya, itu adalah kematian yang diserahi untuk (mencabut nyawa) kami. Ia dibaringkan lalu disembelih di atas benteng antara surga dan neraka, setelah itu dikatakan: Wahai penghuni surga, Sekarang tiba saatnya kekekalan, tiada lagi kematian dan wahai penghuni neraka, kalian juga kekal tiada kematian." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih. Dan banyak sekali riwayat serupa yang diriwayatkan dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam yang tidak menyebutkan bahwa manusia melihat Rabb mereka, tidak menyebut kedatangkan Rabb dan hal-hal serupa. Madzhab yang benar tentang hal ini menurut ahlul ilmi dari kalangan para imam serperti Sufyan Ats Tsauri, Malik bin Anas, Ibnu Al Mubarak, Ibnu Uyainah, Waki' dan lainnya bahwa mereka (di akhirat) melihat hal-hal tersebut. Mereka berkata: Hadits-hadits ini diriwayatkan dan kami mengimaninya, tidak ditanyakan bagaimananya (tekhnisnya). Inilah madzhab yang dipilih oleh ahli hadits; hal-hal itu akan terlihat seperti yang disebutkan dalam hadits dan seperti yang diimani, tidak ditafsirkan, diduga dan ditanyakan bagaimananya. Inilah pandangan ahlul ilmi yang mereka pilih dan kemukakan. Makna sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Lalu mengenalkan diriNya pada mereka" maksudnya menampakkan diri kepada mereka.
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid bin Habib bin Abu Al 'Iysrin] telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin 'Amru Al Auza'i] telah menceritakan kepadaku [Hasan bin 'Athiyah] telah menceritakan kepadaku [Sa'id bin Al Musayyab] bawha dia bertemu dengan Abu Hurairah, maka [Abu Hurairah] berkata: Aku mengharap kepada Allah semoga menyatukanku denganmu di pasar surga." Sa'id bertanya: "Apakah disana ada pasar?" Abu Hurairah menjawab: Ya, telah mengkhabarkan kepadaku Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa penghuni surga bila masuk surga, mereka tinggal di sana karena keutamaan amal-amal mereka, kemudian diizinkan pada hari jum'at dari hari-hari dunia lalu mereka mengunjungi Allah 'azza wajalla, maka Dia menampakkan 'arsy-Nya pada mereka, dan menampakkannya kepada mereka di salah satu taman dari taman-taman surga, sedangkan mimbar-mimbar dari cahaya, mimbar-mimbar dari mutiara, mimbar-mimbar dari yaqut, mimbar-mimbar dari permata, mimbar-mimbar dari emas, mimbar-mimbar dari perak diletakkan untuk mereka, yang paling rendah di antara mereka beserta tingkat kerendahannya duduk di atas gundukan tanah kesturi dan kafur dan mereka tidak menilai tempat duduk para pemilik kursi lebih baik dari mereka." Abu Hurairah berkata; lalu saya bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita?" Beliau menjawab: "Ya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah kalian saling berbantahan saat melihat matahari dan bulan dimalam purnama?" Kami menjawab: "Tidak." Beliau bersabda: "Seperti itu juga kalian tidak berbantahan dalam melihat Rabb kalian. Dan dimajlis itu tidak ada seorang pun melainkan Allah akan mendatanginya dengan sebenarnya hingga Dia akan bertanya kepada salah seorang dari kalian: "Hai fulan, tidak ingatkah kau saat berkata begini dan begini?" Allah mengingatkan sebagian kemaksiatan-kemaksiatannya ketika di dunia. Orang itu menjawab: "Wahai Rabb, tidakkah Engkau mengampuniku?" Allah menjawab: "Ya, Demi luasnya ampunan-Ku sampai pada tempatmu ini." Saat mereka seperti itu, mega menaungi di atas mereka lalu turun hujan minyak wangi yang baunya sama sekali belum pernah mereka temukan, kemudian Dia berfirman: "Berdirilah menuju kemuliaan yang telah Aku persiapkan untuk kalian, lalu ambillah yang kalian inginkan." Beliau bersabda: "Lalu kami mendatangi pasar yang diliputi oleh Malaikat, di dalamnya ada yang belum pernah dilihat mata sama sekali, belum pernah terdengar oleh telinga dan tidak terlintas dihati." Beliau meneruskan: "Lalu apa yang kami inginkan dibawakan untuk kami, di sana tidak dijual dan tidak juga dibeli. Di pasar itu, para penghuni surga saling bertemu satu sama lain. Seseorang yang memiliki derajat tinggi datang lalu bertemu dengan orang yang tingkatnya berada dibawahnya beserta kerendahan yang ada padanya, lalu ia gentar pada pakaian yang diperlihatkan padanya, akhir kata-katanya belum juga habis hingga ia berhayal yang lebih baik darinya, itu karena tidak layak bagi siapa pun untuk bersedih di surga. Setelah itu kami pulang ke rumah-rumah kami, kami disambut oleh isteri-isteri kami, mereka berkata: "Selamat datang, kamu telah datang dengan keindahan yang lebih baik dari saat kamu meninggalkan kami. Kami menjawab: "Sesungguhnya hari ini kami menemani Rabb kami Al Jabbar 'azza wajalla, dan tak layak bagi kami untuk pulang seperti ini."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid bin Habib bin Abu Al 'Isyrin] telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] telah menceritakan kepada kami [Hassan bin 'Athiyah] dari [Sa'id bin Al Musayyib] ia bertemu [Abu Hurairah] lalu Abu Hurairah berkata: Aku meminta kepada Allah semoga menyatukanku denganmu di pasar surga. Sa'id bertanya: Apa disana ada pasar? Abu Hurairah menjawab: Ya, telah menghabarkan kepadaku Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, bahwa penghuni surga bila masuk surga, mereka tinggal di sana karena keutamaan amal-amal mereka, kemudian diizinkan seukuran hari jum'at dari hari-hari dunia lalu mereka mengunjungi Rabb mereka kemudian Rabb menampakkan 'arsyNya pada mereka, salah satu taman surga nampak pada mereka kemudian mimbar-mimbar dari cahaya, mimbar-mimbar dari mutiara, mimbar-mimbar dari yaqut, mimbar-mimbar dari permata, mimbar-mimbar dari emas, mimbar-mimbar dari perak diletakkan untuk mereka, yang paling rendah di antara mereka beserta tingkat kerendahannya duduk di atas gundukan tanah kesturi dan kafur dan mereka beranggapan tempat duduk para pemilik kursi tidak lebih baik dari mereka." Abu Hurairah bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita? Beliau menjawab: "Ya." Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bertanya: "Apakah kalian kesulitan saat melihat matahari dan bulan di malam purnama?" Kami menjawab: Tidak. Beliau bersabda: "Seperti itu juga kalian tidak kesulitan dalam melihat Rabb kalian. Dan dimajlis itu tidaklah ada seorang pun melainkan Allah mendatanginya dengan sebenarnya hingga Ia bertanya kepada seseorang dari mereka: Hai fulan bin fulan, ingatkah kau saat berkata begini dan begini? Allah mengingatkan sebagian kemaksiatan-kemaksiatannya didunia. Orang itu berkata: Wahai Rabb, apa Kau tidak mengampuniku? Allah menjawab: Ya, luasnya ampunanku sampai pada tempatmu ini. Saat mereka seperti, mega menaungi mereka di atas mereka lalu turun hujan minyak wangi yang baunya sama sekali belum pernah mereka temukan, Rabb kita Tabaaraka wa Ta'ala berfirman: Berdirilah menuju kemuliaan yang telah Aku persiapkan untuk kalian lalu ambillah yang kalian inginkan. Lalu kami mendatangi pasar yang diliputi oleh malaikat, di dalamnya ada yang belum pernah dilihat mata sepertinya, belum pernah terdengar oleh telinga dan tidak terlintas dihati, lalu apa yang kami inginkan dibawakan untuk kami, di sana tidak dijual dan tidak dibeli. Di pasar itu, para penghuni surga saling bertemu satu sama lain." Beliau meneruskan: "Seseorang yang tinggal di flat (derajat tinggi) surga lantas datang lalu bertemu dengan orang yang tingkatnya berada dibawahnya beserta kerendahan yang ada padanya lalu ia kaget terhadap pakaian yang diperlihatkan padanya, akhir kata-katanya belum juga habis hingga ia menghayal yang lebih baik darinya, karenanya tidak layak bagi siapa pun untuk bersedih di surga. Setelah itu kami pulang ke rumah-rumah kami, kami disambut oleh istri-istri kami, mereka berkata: Selamat datang, kau datang dengan keindahan yang lebih baik dari saat kau tinggalkan kami. Ia berkata: Sesungguhnya kami menemani Rabb kami Al Jabbar hari ini, laik bagi kami untuk pulang seperti ini." Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib, kami hanya mengetahuinya dari jalur sanad ini. [Suwaid bin Amru] meriwayatkan sebagaian hadits ini dari [Al Auza'i].
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Suhail bin Abu Shalih] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Celakalah, celakah, celakah seorang laki-laki yang mendapati salah seorang dari kedua orang tuanya atau keduanya masuk usia renta, kemudian hal tersebut tidak menjadikannya masuk surga."
Telah menceritakan kepada kami [Syaiban bin Farrukh]; Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Suhail] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Dia celaka! Dia celaka! Dia celaka!" lalu beliau ditanya; "Siapakah yang celaka, ya Rasulullah?" Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Barang Siapa yang mendapati kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu dari keduanya, tetapi dia tidak berusaha masuk surga (dengan berusaha berbakti kepadanya dengan sebaik-baiknya)."
Telah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Harb]; Telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Suhail] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah] dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dia celaka! Dia celaka! Dia celaka!" lalu beliau ditanya; "Siapakah yang celaka, ya Rasulullah?" Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Barang Siapa yang mendapati kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu dari keduanya, tetapi dia tidak berusaha masuk surga (dengan berusaha berbakti kepadanya dengan sebaik-baiknya)." Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah]; Telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Makhlad] dari [Sulaiman bin Bilal]; Telah menceritakan kepadaku [Suhail] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Dia celaka, ' sebanyak tiga kali -kemudian disebutkan Hadis yang serupa.-
Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad Az Zubairi] telah menceritakan kepada kami [Basyir bin Sulaiman] dari [Sayyar] dari [Thariq bin Syihab] ia berkata; Kami pernah duduk di samping [Abdullah], lalu datanglah seorang laki-laki seraya berkata; Shalat telah didirikan. Ia berdiri kami pun berdiri bersamanya, ketika kami masuk masjid, kami melihat orang-orang sedang ruku', lalu ia bertakbir lalu ruku, kami pun ruku' kemudian kami berjalan dan mengerjakan seperti yang ia kerjakan. Maka seorang laki-laki mempercepat (jalannya) seraya mengucapkan; ALAIKASSALAM wahai Abu Abdurrahman. Ia pun menjawab; Maha benar Allah dan RasulNya telah menyampaikan. Ketika kami selesai shalat dan pulang, ia kembali kepada keluarganya, kami duduk lalu sebagian dari kami bertanya kepada sebagian lainnya; Tidakkah kalian dengar balasan darinya kepada orang itu; Maha benar Allah dan RasulNya telah menyampaikan? Siapakah yang akan menanyakan kepadanya? Lalu Thariq berkata; Aku akan menanyainya. Ia pun menanyakannya ketika keluar lalu ia menyebutkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Di antara tanda terjadinya kiamat adalah memberi salam kepada orang khusus, tersebarnya perdagangan hingga istri menolong suaminya untuk berdagang, memutus tali persaudaraan, saksi palsu, menyembunyikan persaksian yang benar dan munculnya Al Qalam."
Telah menceritakan kepada kami [Fadlal Bin Dukain] Telah menceritakan kepada kami [Yasin Al 'Ijli] dari [Ibrahim Bin Muhammad Bin Al Hanafiyah] dari [bapaknya] dari [Ali] radliallahu 'anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Al Mahdi adalah dari kami yaitu ahlul bait, Allah memperbaikinya dalam satu malam."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] berkata; aku mendengar [Zaid Abu Al Hawari] berkata; aku mendengar [Abu Ash Shiddiq] dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; "Kami takut akan terjadinya hal-hal baru setelah Nabi kami wafat, lalu kami bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau bersabda: "Al Mahdi keluar pada umatku selama lima, tujuh, atau sembilan, " Zaid (perawi) masih merasa ragu. Abu Sa'id berkata; Aku bertanya; "Apa maksudnya, " beliau menjawab, "Tahun." Lalu beliau bersabda: "Langit mencurahkan hujan dengan lebat dan bumi tidak kekeringan dari tumbuhannya, harta melimpah ruah, " beliau bersabda: "Lalu seseorang datang kepadanya dan berkata; 'Ya Mahdi berilah aku, berilah aku, ' kemudian ia menaruh pada pakaiannya apa mampu ia bawa."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata: Aku mendengar [Zaid Al 'Ammi] berkata: Aku mendengar [Abu Ash Shiddiq An Naji] menceritakan dari [Abu sa'id Al Khudri] dia berkata: Kami takut akan terjadi hal hal yang diada-adakan sepeninggal nabi kami, lalu kami bertanya kepada Nabi Allah, lalu beliau bersabda: "Dalam ummatku ini akan ada Al Mahdi yang muncul, ia hidup selama lima, tujuh atau sembilan -Zaid ragu- Abu Sa'id berkata: kami bertanya: yang benar lamanya berapa? beliau menjawab "Beberapa tahun, " beliau bersabda: "Seseorang datang kepadanya lalu berkata: Wahai Mahdi berilah aku, berilah aku." beliau bersabda: " Lalu Imam Mahdi memberinya dengan kedua telapak tangannya dibajunya sampai dia tidak mampu untuk membawanya." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan, dan telah diriwayatkan dari berbagai jalur sanad dari Abu Sa'id dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam adapun Abu Ash shiddiq An Naji namanya Bakar bin 'Amru dan dinamakan juga Bakar bin Qais.
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah bin Hisyam] telah menceritakan kepada kami [Ali bin Shalih] dari [Yazid bin Abu Ziyad] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dari [Abdullah] dia berkata, "Ketika kami berada di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba-tiba seorang pemuda dari Bani Hasyim datang, ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat mereka, maka kedua mata beliau terlihat berbinar-binar dan berubah wajahnya." Abdullah berkata, "Lalu saya bertanya, "Kenapa kami masih melihat di wajah anda ada sesuatu yang kami benci?" beliau menjawab: "Sesungguhnya kami adalah ahli bait yang Allah memilihkan akhirat buat kami atas dunia. Dan sungguh, sepeninggalku nanti ahli baitku akan menemui musibah, bencana dan pengusiran, sehingga suatu kaum dari timur datang dengan membawa bendera-bendera hitam, mereka meminta (diterapkannya) kebaikan namun ditolak. Kemudian mereka berperang dan mendapatkan kemenangan, akhirnya mereka diberi apa yang mereka minta, lalu kaum tersebut tidak mau menerima sehingga mereka menyerahkan urusan tersebut kepada seorang laki-laki dari ahli baitku, lantas ia memenuhinya dengan keadilan sebagaimana (sebelumnya) bumi dipenuhi dengan kejatahan. Barangsiapa dari kalian mendapatinya, maka berbaiatlah walau dalam keadaan merangkak di atas salju."
Telah menceritakan kepada kami [Nashr bin Ali Al Jahdlami] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Marwan Al 'Uqaili] telah menceritakan kepada kami ['Umarah bin Abu Hafshah] dari [Zaid Al 'Ammi] dari [Abu Shidiq An Naji] dari [Abu Sa'id Al Khudri], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Akan ada pada ummatku Al Mahdi, jika dipendekkan (hidupnya bersama kalian) maka menjadi tujuh (tahun), dan jika tidak maka menjadi sembilan (Tahun). Lantas ummatku akan mendapatkan kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan sama sekali (sebelumnya). Akan diberikan makanannya, maka janganlah kalian menyimpannya sedikitpun. Dan harta benda pada hari itu begitu melimpah, lalu ada seorang laki-laki berdiri sambil berkata, 'Wahai Al Mahdi, berilah aku.' Ia menjawab, 'Ambillah'."
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [Ashim bin Muhammad] dari saudaranya [Umar bin Muhammad] dari [Muhammad bin Zaid yakni Abu Umar bin Muhammad] dia berkata, [Abdullah bin Umar] berkata; Kami diceritai tentang Haji Wada' namun kami tidak mengetahui hal itu adalah wada' (haji perpisahan) Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam. Pada saat Haji Wada' Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berkhutbah, beliau menyebut-nyebut Masih Ad Dajjal kemudian beliau terus menyebutnya berulang kali hingga beliau bersabda: "Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi kecuali dia mengingatkan umatnya (dari bahaya Dajjal), Nuh telah mengingatkan umatnya dan juga para Nabi yang datang setelahnya. Ketahuilah bahwa dajjal tidaklah tersembunyi, dan jangan sekali-kali tersembunyi dari kalian. Dan Rabb kalian tidaklah buta sebelah. Ketahuilah bahwa Dajjal tidak tersembunyi dari kalian, dan jangan sekali-kali tersembunyi dari kalian, dan Rabb kalian tidaklah buta sebelah."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Zuhri] dari [Salim] dari [Ibu Umar] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berdiri di hadapan manusia, kemudian beliau memuji Allah Ta'ala dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Lalu beliau menyebutkan Dajjal seraya bersabda: " Saya benar-benar mengingatkan kalian dari Dajjal. Dan tidaklah seorang Nabi (diutus) kecuali ia mengingatkan kaumnya, Nuh Shallallahu'alaihi wasallam telah mengingatkan kaumnya dari Dajjal. Akan tetapi, saya beritakan kepada kalian sebuah berita yang belum pernah diberitakan oleh seorang Nabi pun kepada kaumnya. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sebelah dan Allah Tabaraka Wa Ta'ala tidaklah buta sebelah."
Telah menceritakan kepada kami ['Amru Ibnul Al Haitsam] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qotadah] dari [Anas bin Malik] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada seorang Nabi pun yang diutus kecuali dia telah mengingatkan umatnya akan Dajjal sang pendusta yang juling. Ketahuilah, sesungguhnya Dajjal itu adalah seorang yang juling sedang Rabb kalian tidak juling, tertulis di antara dua matanya kafir."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Hajjaj] berkata, telah memberitakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] berkata, saya telah mendengar [Anas Bin Malik] menceritakan (hadis), berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Tidak ada satu nabipun kecuali mengingatkan umatnya mengenai yang buta sebelah lagi pendusta (Dajjal), ketahulilah dia itu buta sebelah sedang RABB kalian tidaklah buta sebelah. Tertulis di matanya KAFARA". Hajjaj berkata, alias "KAFIR".
Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] berkata; saya telah mendengar [Anas bin Malik] menceritakan dengan berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada satu nabi pun kecuali telah mengingatkan umatnya dari yang juling lagi kafir, ketahulilah dia itu juling sedang Rabb kalian tidaklah juling. Tertulis diantara kedua matanya KAFARA".
Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Sawwar] telah menceritakan kepada kami [Laits bin Sa'ad] dari [Mu'awiyah bin Shalih] bahwa [Abu 'Abdur Rahman] menceritakan kepadanya dari [Abu Umamah] bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Pada hari kiamat matahari mendekat seukuran satu mil, panasnya ditambahkan sekian dan sekian, serangga-serangga akan mendidih layaknya tungku, mereka mengeluarkan keringat berdasarkan kesalahan-kesalahan mereka, diantara mereka ada yang mencapai dua mata kaki, ada yang mencapai dua betis, ada yang mencapai pertengahannya dan ada yang dikekang keringat."
Telah bercerita kepada kami ['Ali bin Ishaq] telah bercerita kepada kami [Ibnu Al Mubarak] dari ['Abdur Rahman bin Yazid bin Jabir] telah bercerita kepadaku [Sulaim bin 'Amir] telah bercerita kepadaku [Al Miqdad, sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam] berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda: " "Ketika hari kiamat kelak, matahari akan didekatkan kepada manusia hingga seukuran satu atau dua mil, mereka disengat oleh matahari hingga mereka kebanjiran keringat menurut kadar amal mereka, diantara mereka ada yang dibanjiri keringat hingga dua mata kakinya, diantara mereka ada yang dibanjiri keringat hingga kedua lututnya, dan diantara mereka ada yang dibanjiri keringat hingga lehernya dan bahkan ada diantara mereka yang benar-benar ditenggelamkan."
Telah menceritakan kepada kami [Al Hakam bin Musa Abu Shalih] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Hamzah] dari [Abdurrahman bin Jabir] telah menceritakan kepadaku [Sulaim bin Amir] telah menceritakan kepadaku [Al Miqdad bin Al Aswad] berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: " Pada hari kiamat, matahari di dekatkan ke manusia hingga sebatas satu mil -berkata Sulaim bin Amir: Demi Allah, aku tidak tahu apakah beliau memaksudkan jarak bumi ataukah mil yang dipakai bercalak mata- lalu mereka berada dalam keringat sesuai amal perbuatan mereka, di antara mereka ada yang berkeringat hingga tumitnya, ada yang berkeringat hingga lututnya, ada yang berkeringat hingga pinggang dan ada yang benar-benar tenggelam oleh keringat." Al Miqdad berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam menunjuk dengan tangan ke mulut beliau.
Telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin Nashr] telah mengkhabarkan kepada kami [Ibnu Al Mubarak] telah mengkhabarkan kepada kami [Abdurrahman bin Yazid bin Jabir] telah menceritakan kepadaku [Sulaim bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Al Miqdad] sahabat Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam, berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Pada hari kiamat, matahari di dekatkan ke manusia hingga sebatas satu atau dua mil -berkata Sulam: Aku tidak tahu apakah maksud dua mil itu jarak bumi ataukah mil yang dipakai bercalak mata- lalu matahari melehkan mereka, lalu mereka berada dalam keringat sesuai amal perbuatan mereka, di antara mereka ada yang berkeringat hingga tumitnya, ada yang berkeringat hingga lututnya, ada yang berkeringat hingga pinggang dan ada yang benar-benar tenggelam oleh keringat." Aku melihat Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam menunjukkan tangan ke mulut, maksudnya benar-benar tenggelam. Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih dan dalam hal ini ada hadits serupa dari Abu Sa'id dan Ibnu Umar.
Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abdu Rabbih] ia berkata, Telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] dari [Muhammad bin Muhajir] dari [Walid bin Abdurrahman Al Jurasyi] dari [Jubair bin Nufair] ia berkata, aku mendengar [Nawwas bin Sam'an Al Kilabi] berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Al Qur`an akan didatangkan pada hari kiamat bersama ahlinya, yaitu mereka yang beramal dengannya. Dan yang akan didahulukan dari mereka adalah surat Al Baqarah dan Ali Imran." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan tiga permisalan terhadap keduanya, yang tidak pernah melupakannya setelah itu. Beliau mengatakan: "Kedua surat itu seperti awan kelabu yang menaungi atau mendung yang di antara keduanya terdapat cahaya, keduanya laksana dua kelompok burung yang membentangkan sayapnya membela orang yang membacanya."
Telah menceritakan kepada kami ['Abdul Malik bin 'Amr] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Zaid] dari [Abu Sallam] dari [Abu Umamah] telah menceritakan padanya, ia berkata; Saya mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Bacalah Al Quran karena ia memberi syafaat pada para pembacanya pada hari kiamat, bacalah zahrawain; Albaqarah dan Ali 'Imran, karena keduanya datang pada hari kiamat seperti dua awan, naungan atau seperti dua kumpulan burung yang berjajar berhujjah untuk membela para pemiliknya." Selanjutnya Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Bacalah Albaqarah karena mengambilnya berkah dan meninggalkannya rugi dan tidak bisa dikalahkan oleh tukang-tukang sihir." Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Aban], telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Katsir] dari [Zaid] dari [Abu Sallam] dari [Abu Umamah] bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; ia (Abu Umamah) menyebutkan hadis serupa.
Berkata 'Abdullah; Saya menemukan hadis ini dalam buku ayahku dengan tulisan tangannya yang telah diberi cap, saya mengiranya memberi cap karena itu salah karena hadis ini dari Zaid dari Abu Sallam dari Abu Umamah. Telah menceritakan kepada kami ['Abdur Razaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Salamah] dari [Abu Umamah] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Palajarilah Al Quran karena ia memberi syafaat pada hari kiamat. Pelajarilah Albaqarah dan Ali 'Imron, pelajarilah Az zZahrawain karena keduanya akan datang pada hari kaimat seperti dua awan, dua naungan atau seperti dua kelompok burung berbaris yang berhujjah untuk membela para pembacanya. Pelajarilah Albaqarah karena mengajarannya berkah, meninggalkannya rugi dan tidak bisa dikalahkan oleh tukang-tukang sihir."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Aban] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Katsir] dari [Zaid] dari [Abu Sallam] dari [Abu Umamah Al Bahili] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Bacalah Al Quran karena ia datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada pemiliknya. Bacalah zahrawain; Albaqarah dan Ali 'Imran, karena keduanya datang pada hari kiamat seolah-olah naungan, seolah-olah awan atau seolah-olah dua kelompok burung berbaris berhujah membela para pemiliknya. Bacalah surat Albaqarah karena mengambilnya berkah, meninggalkannya rugi dan tidak bisa dikalahkan oleh tukang-tukang sihir."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Hisyam] dari [Yahya] dari [Zaid bin Sallam] dari [Abu Sallam] bahwa ia mendengar [Abu Umamah] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; " Bacalah Al Quran karena ia datang pada hari kiamat memberi syafaat pada pembacanya. Bacalah zahrawain; Albaqarah dan Ali 'Imran, karena keduanya datang pada hari kiamat seolah-olah naungan, seolah-olah awan atau seolah-olah dua kelompok burung berbaris, berhujah untuk membela para pembacanya. Bacalah surat Albaqarah karena mengambilnya berkah, meninggalkannya rugi dan tidak bisa dikalahkan oleh tukang-tukang sihir." Berkata 'Abdullah; Hadis ini diimlakkan oleh Yazid bin Harun di Wasith.
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Al Mubarak] dari [Umar bin Muhammad bin Zaid] telah menceritakan kepadaku [bapakku], dari [Ibnu Umar] dia berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Jika para penghuni surga telah memasuki surga, dan penghuni neraka telah memasuki neraka, kematian didatangkan, hingga ditempatkan antara surga dan neraka, kemudian disembelih. Setelah itu ada suara yang menggema; 'Wahai penghuni surga, kekallah kalian dan tidak ada kematian. Wahai penghuni neraka, kekallah kalian dan tidak ada lagi kematian.' Kegembiraan penghuni surga pun semakin berlipat-lipat dan kesedihan penghuni neraka juga semakin berlipat."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Ishaq] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Umar bin Muhammad bin Zaid] telah mengabarkan kepadaku [bapakku], dari [Ibnu Umar] dia berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Jika para penghuni surga telah memasuki surga, dan penghuni neraka telah memasuki neraka, didatangkanlah kematian hingga ia dantara surga dan neraka, kemudian disembelih. Setelah itu ada suara yang menggema; 'Wahai penghuni surga, kekallah kalian di tempatmu dan tidak ada kematian. Wahai penghuni neraka, kekallah kalian di tempatmu dan tidak ada kematian.' Kegembiraan penghuni surga pun semakin berlipat-lipat dan demikian pula kesedihan penghuni neraka." Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami ['Ashim bin Muhammad] dari saudaranya [Umar bin Muhammad] dari [Muhammad bin Zaid] dari [Ibnu Umar] dia berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Jika penghuni neraka telah memasuki neraka..." Maka dia menuturkan hadis semisal).
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepadaku [bapakku], dari [Shalih] telah menceritakan kepada kami [Nafi'] bahwa [Abdullah bin Umar] berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Penduduk surga masuk ke dalam Surga.." bapakku berkata, telah menceritakannya kepada kami [Sa'd] bahwa beliau berkata: "Ketika Allah memasukkan penghuni Surga ke dalam Surga dan penghuni neraka ke dalam neraka, kemudian berdirilah seorang juru seru yang berada di antara mereka seraya berkata, 'Wahai penduduk surga, tidak ada lagi kematian dan wahai penduduk neraka tidak ada lagi kematian, setiap orang kekal ditempat tinggalnya."
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Dawud] telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Muhammad bin 'Ajlan] dari [Abu Az Zinad] dari [Ibnu Hurmuz] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwasannya beliau bersabda: "Jika penduduk surga telah masuk surga dan penduduk neraka telah masuk neraka, maka akan ada penyeru yang menyeru; 'Wahai penduduk surga, kalian kekal dan tidak ada kematian di dalamnya, dan Wahai penduduk neraka, kalian kekal dan tidak akan ada kematian di dalamnya." Abu Hurairah berkata. [Khalid bin Zaid] menyebutkan untukku bahwa ia mendengar [Abu Az Zubair] menyebutkan semisal hadis tersebut dari [Jabir] dan ['Ubaid bin 'Umair], kecuali bahwa ia menceritakan dari keduanya; bahwa hal itu terjadi setelah syafaat diberikan dan orang-orang yang dikeluarkan dari neraka telah selesai."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Ibnu 'Ajlan] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika penduduk surga telah masuk surga dan penduduk neraka telah masuk neraka, maka akan berserulah penyeru; 'Wahai penghuni surga, kalian kekal dan tidak ada kematian di dalamnya. Wahai penghuni neraka kalian kekal dan tidak ada kematian di dalamnya.'"
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] tentang firman Allah: "Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya, " dari ['Atho` bin Yazid Al Laitsi] dari [Abu Hurairah], dia berkata; "para sahabat saling bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah pada hari kiamat kita akan dapat melihat Allah?" Lalu Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Apakah kalian merasa kesulitan ketika melihat matahari yang tidak tertutupi oleh awan?" mereka menjawab, "Tidak wahai Rasulullah, " beliau melanjutkan: "Apakah kalian merasa kesulitan ketika melihat rembulan di malam purnama yang tidak tertutupi oleh awan?" mereka menjawab, "Tidak wahai Rasulullah, " beliau bersabda: "Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian pada hari kiamat seperti itu. Dan Allah akan mengumpulkan manusia lalu berfirman: 'Barangsiapa menyembah sesuatu maka hendaklah ia mengikutinya, ' lalu mereka yang menyembah bulan mengikuti bulan, mereka yang menyembah matahari mengikuti matahari, mereka yang menyembah thagut mengikuti thaghut, dan tinggallah umat ini yang di dalamnya ada orang-orang munafik. Lalu Allah mendatangi mereka dengan bentuk yang mereka belum mengenalinya, kemudian berfirman; 'Aku adalah Rabb kalian, ' mereka berkata; 'Kami berlindung kepada Allah, ini adalah tempat kami menunggu hingga Rabb kami datang, jika Rabb kami datang maka kami pasti akan mengenalnya.' Lalu Allah 'azza wajalla mendatangi mereka dengan bentuk yang mereka kenali, kemudian berfirman; 'ku adalah Rabb kalian, " lalu mereka menjawab; 'Engkau adalah Rabb kami.' Lalu mereka pun mengikuti-Nya. Beliau bersabda: "Kemudian diletakkanlah jembatan di atas neraka Jahannam, " Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dan akulah yang pertama kali melewatinya, adapun doa-doa para Rasul pada hari itu adalah, 'Ya Allah selamatkan, selamatkan, ' dan di dalamnya ada cakar besi seperti duri yang besar." mereka bertanya; "Benarkah itu ya Rasulullah, " beliau bersabda: "Ia seperti duri yang besar, hanya saja tidak ada yang mengetahui seberapa besarnya kecuali Allah 'azza wajalla, lalu ia akan mencakar manusia sesuai amalan-amalan mereka, di antara mereka ada yang binasa karena amalan mereka, dan ada yang tercabik-cabik kemudian selamat, hingga ketika Allah selesai memutuskan perkara atas hamba-hamba-Nya dan hendak mengeluarkan siapa saja yang Dia kehendaki dari neraka dan merahmatinya, yaitu orang-orang yang bersaksi bahwa tiada Tuhan yang disembah kecuali hanya Allah, maka Allah memerintahkan kepada malaikat agar mengeluarkan mereka. Malaikat-malaikat itu dapat mengenali mereka dengan tanda bekas sujud mereka, dan Allah mengharamkan neraka untuk membakar tanda bekas sujud anak Adam. Maka merekapun mengeluarkan mereka dari neraka yang sudah menjadi arang. Setelah itu dituangkan kepada mereka air yang disebut dengan air kehidupan, mereka lalu tumbuh seperti tumbuhnya biji ditepi aliran sungai. Lalu tinggallah seorang lelaki yang wajahnya menghadap neraka, ia berkata; 'Ya Rabb, sesungguhnya baunya telah mengotoriku dan nyala baranya telah membakarku, maka palingkanlah wajahku dari neraka, " beliau bersabda: "Maka ia terus memohon kepada Allah, hingga akhirnya Allah berfirman; "bisa jadi, jika Aku kabulkan permohonanmu kamu akan meminta selainnya pada-Ku, " ia berkata; 'Demi kemuliaan-Mu, aku tidak akan meminta selainnya, ' maka Allah pun memalingkan wajahnya dari neraka. Kemudian ia berkata; Wahai Rabb, dekatkanlah aku dengan pintu surga, ' Allah berfirman; 'Bukankah kamu telah berjanji untuk tidak meminta selainnya dari-Ku, celaka kamu hai anak Adam, kamu memang banyak beralasan.' maka ia terus memohon hingga Allah berfirman; ' bisa jadi, jika Aku kabulkan permohonanmu kamu akan meminta selainnya pada-Ku, " ia menjawab; 'Demi kemuliaan-Mu, aku tidak akan meminta selainnya, ' kemudian Allah mengabulkannya dengan perjanjian bahwa ia tidak meminta selainnya, lalu Allah mendekatkannya ke pintu surga. Ketika ia telah dekat terhampar dihadapannya surga yang begitu luas, sehingga ketika ia melihat kesenangan dan kegembiraan yang ada di dalamnya, ia terdiam dengan sekehendak Allah berapa lama ia terdiam, kemudian ia berkata; 'Wahai Rabb, masukkan aku ke dalam surga, ' Allah berfirman; 'Bukankah kamu telah berniat untuk tidak meminta selainnya dari-Ku, " atau beliau mengatakan; "Allah berfirman; 'Bukankah kamu telah berjanji untuk tidak meminta selainnya dari-Ku! ' ia berkata; 'Wahai Rabb, janganlah Engkau jadikan aku orang yang paling sengsara dari hamba-Mu, ' maka ia pun terus memohon hingga Allah tertawa. Maka ketika Allah tertawa kepada orang itu, Allah mengizinkannya untuk memasuki surga. Dan ketika ia masuk, dikatakanlah kepadanya; 'angankalah seperti ini' lalu ia pun berangan-angan. Kemudian dikatakan lagi kepadanya; 'angankanlah sesuatu, ' lalu ia pun mengangankan sesuatu sampai ia tak mampu lagi untuk berangan-angan. Setelah itu dikatakanlah kepadanya; 'Semua yang engkau angankan adalah milikmu dan yang semisal dengannya." 'Atho menerangkan; Abu Sa'id duduk bersama Abu Hurairah, dan dia tidak menyelanya sama sekali, sehingga ketika sampai pada sabda Rasulullah Salallahu 'Alaihi wa sallam; "Dia milikmu dan apa yang semisal dengannya." Maka [Abu Sa'id] menyela; "Aku mendengar Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Ini semua untukmu dan juga sepuluh yang semisal dengannya." Tapi Abu Hurairah berkata; Yang aku hapal adalah; "dan apa yang semisal dengannya, " kemudian dia melanjutkan; "Dan dia adalah penduduk surga yang terakhir kali masuk ke dalamnya."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin 'Ayyasy] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Sa'id Al Khudri] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian 'azza wajalla, " para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, benarkah kami akan melihat Rabb kami!" Beliau bersabda: "Apakah kalian merasa kesulitan melihat matahari di tengah hari?" mereka menjawab, "Tidak, " beliau bersabda: "Apakah kalian merasa kesulitan melihat rembulan di malam purnama?" mereka menjawab; "tidak, " beliau bersabda: "Sungguh kalian tidak akan merasa kesulitan untuk melihat-Nya sebagaimana kalian tidak kesulitan untuk melihatnya (matahari dan bulan)." Al A'masy berkata; "Tidak menyulitkan, " ia berkata; "Tidak membingungkan."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammd bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Isma'il] ia berkata, saya mendengar [Qais bin Abu Hazim] menceritakan dari [Jarir] ia berkata; Kami berada di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada malam Badar. Beliau bersabda: "Kalian akan melihat Rabb kalian 'azza wajalla, sebagaimana kalian melihat bulan. Kalian tidak akan kesulitan saat melihat-Nya. Karena itu, jika kalian mampu, maka jangan sampai dua shalat ini terlalaikan oleh kalian, yakni sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenam." Kemudian beliau membaca ayat ini: "Bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)." (QS. Qaf 39). Syu'bah berkata; Saya tidak tahu, apakah beliau mengatakan, "Jika kalian mampu" ataukah tidak.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Isma'il] Telah menceritakan kepada kami [Qais] ia berkata, telah berkata kepadaku [Jarir bin Abdullah]; Kami pernah duduk di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Tiba-tiba beliau melihat ke arah bulan pada malam perang Badar seraya bersabda: "Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian 'azza wajalla, sebagaimana kalian melihat bulan ini dengan tanpa kesulitan -atau- dengan tanpa kesusahan -Isma'il ragu kepastian redaksinya- saat melihat-Nya. Maka jika kalian sanggup untuk tidak melalaikan Shalat saat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah." Kemudian beliau membaca ayat: "Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya." (QS. Toha 130).
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Abu Khalid] dari [Qais bin Abu Hazim] dari [Jarir bin Abdullah] ia berkata; Kami pernah duduk di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. kemudian beliau melihat bulan purnama saat malam Badar, lalu beliau bersabda: "Kalian benar-benar akan dipertemukan menghadap Allah, sehingga kalian melihat-Nya seperti kalian melihat bulan ini dengan tidak kesulitan. Maka jika kalian mampu untuk tidak melalaikan shalat sebelum terbitnya matahari, dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah." Kemudian beliau membaca ayat: "Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya." (QS. Qaf 39).
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [Bapaknya] dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang memutus shilaturrahim."
(Ahmad bin Hanbal radliyallahu'anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami ['Affan] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Syu'bah] berkata; telah memberitakan kepada kami [Sufyan] yaitu Ibnu Husain, berkata; saya telah mendengar [Az Zuhri] menceritakan dari [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [Bapaknya] sesungguhnya telah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Tidak bakalan masuk surga orang yang memutus shilatu rahim."
(Ahmad bin Hanbal radliyallahu'anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [Bapaknya] berkata; saya telah mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang memutus shilatu rahim."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] bahwa [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] berkata; bahwa [Jubair bin Muth'im] telah mengabarkan kepadanya bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturrahmi."
Telah menceritakan kepadaku [Zuhair bin Harb] dan [Ibnu Abu 'Umar] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [Bapaknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak masuk surga orang yang memutuskan." Ibnu Abu Umar berkata; Sufyan berkata; 'Yaitu yang memutuskan silaturrahmi.'
Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Syu'bah] dari [Qotadah] dari [Anas bin Malik] dan ia telah memarfu'kan hadis tersebut, beliau bersabda: "Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga ilmu diangkat dan kebodohan merajalela, jumlah laki-laki sedikit sementara jumlah wanita banyak, bahkan seorang laki-laki akan sebanding dengan lima puluh orang wanita."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hisyam] berkata, telah menceritakan kepada kami [Qotadah] dari [Anas bin Malik] ia berkata; "Sungguh aku akan bacakan hadis yang pernah aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, yang tidak akan ada seorang pun yang membacakannya setelahku, aku mendengarnya bersabda: "Tidak akan datang hari kiamat hingga pada setiap lima puluh wanita terdapat satu orang laki-laki, wanita akan semakin banyak dan laki-laki akan semakin sedikit."
Telah menceritakan kepada kami [Abdus Shomad] telah menceritakan kepada kami [bapakku] telah menceritakan kepada kami [Abu at-Tayyah] telah menceritakan kepada kami [Anas bin Malik] berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda, "Diantara syarat terjadinya hari kiamat yaitu: ilmu diangkat, kebodohan merajalela, arak diminum dan zina dilakukan dengan terang-terangan."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Yazid bin Harun] telah mengabarkan pada kami [Syu'bah] berkata, saya telah mendengar [Qatadah] menceritakan dari [Anas Bin Malik] berkata, maukah aku ceritakan hadis yang telah kudengar dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, yang tidak seorangpun menceritakan pada kalian setelahku?, " termasuk tanda-tanda kiamat yaitu ilmu menghilang, kebodohan merajalela, zina betebaran, diminumnya arak, sedikitnya laki-laki dan tersisanya banyak wanita sampai jika jumlah wanita lima puluh, hanya ada satu laki-laki yang bisa mengurus". Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] berkata, saya telah mendengar [Qatadah] menceritakan dari [Anas Bin Malik] berkata, sungguh akan kuceritakan satu hadis yang telah kudengar dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam lalu menyebutkan redaksi sama kecuali perkataan, "Hilang kaum laki-laki dan yang tersisa para wanita".
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [Anas Bin Malik] berkata, saya akan menyampaikan hadis pada kalian yang kudengar langsung dari rasulullah dan tidak seorangpun menyampaikannya lagi setelahku. Beliau bersabda, "Diantara tanda terjadinya hari kiamat yaitu: ilmu dicabut, kebodohan merajalela, arak diminum, zina dilakukan terang-terangan, dan jumlah laki-laki sangat sedikit sementara wanita sangat banyak sampai satu laki-laki berbanding dengan lima puluh wanita".
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ibrahim] -yaitu Ibnu Ulayyah- berkata; telah mengkhabarkan kepada kami [Abu Hayyan] dari [Abu Zur`ah bin 'Amru bin Jarir] dia berkata; ada tiga orang laki-laki dari kaum muslimin duduk bermajlis di hadapan Marwan di kota Madinah, mereka bertiga mendengarkannya menceritakan tentang tanda-tanda (kiamat), bahwa yang pertama kali muncul adalah keluarnya Dajjal. Dia berkata; maka mereka keluar menuju Abdullah bin 'Amru, dan menceritakan kepadanya tentang tanda-tanda kiamat tersebut yang telah mereka dengar dari Marwan. Maka [Abdullah] berkata; Sesungguhnya Marwan belum mengatakan sesuatu yang pernah aku hafalkan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam tentang tanda-tanda kiamat. Yaitu sebuah hadis yang tidak pernah aku lupakan semenjak aku menghafalnya. Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya tanda pertama yang akan muncul adalah terbitnya matahari dari arah barat, dan dajjal keluar diwaktu dluha, maka manapun dari keduanya yang keluar sebelum yang lainya maka ia pasti akan menyusul keluar setelahnya." Kemudian Abdullah berkata; dan ketika itu ia sedang membaca kitab: aku menyangka bahwa pertama kali yang akan keluar adalah munculnya matahari dari sebelah barat, sebab setiap kali ia terbenam, ia datang di bawah `Arsy, kemudian sujud dan meminta izin untuk kembali lagi, kemudian ia diberi izin untuk kembali. Sehingga jika Allah telah memandang saatnya terbit dari arah terbenamnya, maka ia akan melakukan sebagaimana yang telah ia lakukan. Dia datang di bawah 'Arys kemudian sujud dan meminta izin untuk kembali, namun ia tidak mendapatkan jawaban apapun. Kemudian ia meminta izin lagi untuk kembali, namun tidak ada jawaban apapun. Kemudian ia meminta izin lagi dan tidak ada jawaban apapun. Maka ketika malam telah berlalu dan atas kehendak Allah malam berlalu, dan dia paham bahwa seandainya Allah memberinya izin untuk kembali, ia tidak akan mendapatkan. Dia berkata; Wahai Rabb, …..maka dikatakan kepadanya: dari tempatmu itu maka terbitlah. Maka matahari pun terbit kepada manusia dari arah barat. Lalu Abdullah pun membaca ayat: "Pada hari datangnya tanda dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya."
Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] dan ['Affan] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qotadah] dari [Al Hasan] dari [Ziyad bin Riyah] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Bersegeralah beramal baik sebelum datang enam hal yaitu; terbitnya matahari dari barat, Dajjal, asap (menjelang kiamat), binatang tunggangan (dari perut bumi), dan kematian salah seorang dari kalian serta kehancuran total."
Telah menceritakan kepada kami [Manshur bin Salamah] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Sulaiman] -yaitu Ibnu Bilal, dari [Al 'Ala`] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Bersegeralah untuk beramal sebelum datangnya enam perkara; terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya, keluarnya Dajjal, keluarnya asap, keluarnya binatang melata, kematian salah seorang dari kalian serta kehancuran total."
Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah mengabarkan kepadaku [Al 'Ala`] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] berkata; Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersegeralah beramal sebelum datangnya enam perkara; terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, munculnya Dajjal, munculnya asap, munculnya binatang melata, kematian salah seorang kalian dan kehancuran total."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Al Hasan] dari [Ziyad bin Rayah] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersegeralah kalian beramal sebelum datangnya enam perkara; terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, munculnya Dajjal, munculnya asap, munculnya binatang melata, kematian salah seorang dari kalian dan perkara umum." Qatadah berkata; Jika beliau mengatakan: "dan perkara umum, " maksudnya yaitu perkara kiamat."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ubaidullah] telah menceritakan kepadaku [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, firman Allah: ' ((yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam) ' (Qs. Al Muthaffifiin: 6), beliau mengatakan: " (Yaitu) pada hari itu manusia berdiri di atas keringatnya hingga sebatas pertengahan daun telinganya."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ubaidullah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang firman-Nya: ' ((yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?) ' (Qs. Al Mutahffifiin: 6), beliau bersabda: "Ia berdiri di atas keringatnya hingga mencapai sebatas kedua telinganya."
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Ayyub] dari [Nafi'] dari [Abdullah bin Umar] radliyallahu Ta'ala 'anhuma, ia memarfu'kan hadis dalam firman-Nya Ta'ala: ' (Hari dimana semua manusia dibangkitkan menghadap Rabb semesta alam) ' (Qs Al Muthaffifiin: 6), beliau bersabda: "Mereka berdiri pada hari kiamat dalam genangan air keringat hingga sebatas pertengahan telinga mereka."
Telah menceritakan kepada kami [Hasan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Ayyub] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca ayat ini: YAUMA YAQUMUN NASU LI RABBIL ALAMIN (Ketika Manusia bangkit menuju Rabb semesta Alam) beliau bersabda: "Mereka bangkit sehingga keringat mereka mencapai telinga mereka."
Telah menceritakan kepada kami [Affan] telah menceritakan kepada kami [Shakhr bin Juwairiyah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata, Pernah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam membaca ayat "YAUMA YAQUUMUN NAASU LIROBBIL'AALAMIIN' (pada hari dimana manusia berdiri untuk menghadap Allah), tiba-tiba salah seorang dari mereka tenggelam dalam cucuran keringatnya yang mencapai setengah kedua telinganya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] dari [Umaraoh] dari [Abu Zur'ah] dari [Abi Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Ada dua kalimat yang ringan diucapkan dengan lisan, berat di timbangan dan amat dicintai oleh Ar Rahman (Allah): SUBHAANALLAH WABIHAMDIH SUBHAANALLAHIL 'ADZIM."
Telah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Fudlail] dari ['Umarah] dari [Abu Zur'ah] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Dua kalimat ringan dilisan, berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu Subhaanallahul'azhiim dan Subhanallah wabihamdihi."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudhail] telah menceritakan kepada kami ['Umarah bin Qa'qa'] dari [Abu Zur'ah] dari [Abu Hurairah] menuturkan; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan disukai Arrahman, Subhanallah wabihamdihi dan Subhaanallahul 'azhiim."
Telah menceritakan kepadaku [Ahmad bin Isykab] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] dari ['Umarah bin Alqa'qa'] dari [Abu Zur'ah] dari [Abu Hurairah] radliyallahu'anhu, ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada dua kalimat yang disukai Ar Rahman, ringan di lisan dan berat di timbangan, yaitu SUBHANALLAH WABIHAMDIHI dan SUBHAANALLAAHIL'AZHIIM."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Numair] dan [Zuhair bin Harb] dan [Abu Kuraib] dan [Muhammad bin Tharif Al Bajali] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Fudhail] dari ['Umarah bin Al Qa'qa'] dari [Abu Zur'ah] dari [Abu Hurairah] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Dua kalimat yang ringan diucapkan tetapi berat timbangannya dan disenangi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala Yang Maha Pengasih yaitu, Subhanallah wa bihamdihi subhaanallaahil azhim (Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung)."
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya; dari [Abu Hurairah]; Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Surga dan neraka saling berdebat, neraka berkata; 'Yang memasukiku hanya orang-orang yang angkuh dan sombong? ' surga berkata; 'tidak ada yang memasukiku kecuali orang-orang miskin, dan orang-orang rendahan dari kalangan manusia? ' Maka Allah 'azza wajalla berfirman kepada surga; 'Engkau adalah rahmat-Ku, denganmu Aku sayangi orang-orang yang Aku kehendaki dari hamba-hamba-Ku, ' dan berfirman kepada neraka; 'Engkau adalah siksa-Ku, denganmu Aku siksa orang-orang yang Aku kehendaki dari hamba-hamba-Ku, dan setiap dari kalian akan mendapatkan isiannya.' Adapun neraka tidak penuh sehingga Allah meletakkan kaki-Nya, sehingga neraka berkata; 'Sudah, sudah, sudah' -yaitu cukup bagiku-, maka pada setiap sisi dalam neraka penuh sesak dan saling berhimpit antara satu dengan yang lainnya, dan Allah tidak menzhalimi seorangpun dari hamba-Nya. Adapun surga, maka sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluq untuknya."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Al Barro` bin Abdullah] dari [Abdullah bin Syaqiq] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Maukah kalian aku kabarkan tentang penghuni syurga?, mereka adalah orang-orang lemah dan terzhalimi, maukah kalian aku kabarkan tentang penghuni neraka?, mereka adalah setiap orang yang keras lagi sombong."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid], dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Al Baro` bin Yazid] dari [Abdullah bin Syaqiq] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Maukah jika aku kabarkan kepada kalian tentang penduduk surga?" para sahabat menjawab; "Tentu, wahai Rasulullah" beliau bersabda: "Mereka adalah orang-orang lemah dan terzhalimi." Beliau lalu bersabda lagi; "Maukah jika aku kabarkan kepada kalian tentang penduduk neraka?" para sahabat menjawab; "Tentu, wahai Rasulullah, " beliau bersabda: "Mereka adalah orang-orang yang keras perangainya dan berlaku sombong, kepala mereka tidak pernah merasakan sakit."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] berkata; telah mengabarkan kepada kami ['Atho` bin As Sa`ib] dari [Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah] dari [Abu Sa'id Al Khudri] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Surga dan neraka saling membanggakan diri, neraka berkata; 'Wahai Rabb, yang memasukiku adalah orang-orang sombong, para raja, para pembesar dan orang-orang terpandang, ' dan surga berkata; 'Wahai Rabb, yang memasukiku adalah orang-orang fakir, orang lemah dan orang-orang miskin.' Maka Tabaaraka wa Ta'ala berfirman kepada neraka: 'Engkau adalah siksa-Ku, denganmu Aku siksa siapa saja yang Aku kehendaki, ' dan berfirman kepada surga: 'Engkau adalah rahmat-Ku yang mencakup segala sesuatu, dan setiap dari kalian berdua akan mendapatkan isiannya.' Adapun neraka, ketika dimasuk para penghuninya ke dalamnya, ia berkata; 'Apakah masih ada tambahan, ' hal itu hingga Allah mendatanginya seraya meletakkan kaki-Nya di dalamnya sehingga menjadi penuh sesak, lalu neraka berkata; 'Cukup, cukup.' Adapun surga, maka ia tetap sisa (lapang) sekehendak Allah, lalu Ia menciptakan mahluk baru untuk menghuni surga dengan sekehendak-Nya pula." Hasan Al Asyyab menyebutkan, "Adapun surga, maka ia akan tetap sisa (lapang) sekehendak Allah."
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Muhammad], Abdullah berkata; aku mendengarnya dari Utsman berkata; telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Surga dan neraka saling beradu argumen, neraka berkata; 'Yang memasukiku adalah orang-orang yang sombong dan takabur, ' dan surga berkata; 'Yang memasukiku adalah orang-orang lemah dan miskin dari kalangan manusia.'" Beliau bersabda: "Kemudian Allah memutuskan antara keduanya; 'sesungguhnya surga, engkau adalah rahmat-Ku, denganmu Aku sayangi orang-orang yang Aku kehendaki. Dan neraka, sesungguhnya engkau adalah siksa-Ku, denganmu Aku siksa siapa saja yang Aku kehendaki, dan penghuni untuk kalian berdua adalah menjadi tanggungan-Ku."
Telah menceritakan kepada kami [Wahb] -yaitu Ibnu Jarir- telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Mujahid] ia berkata; seorang laki-laki ingin agar ia dipanggil dengan sebutan Junaadah bin Abu Umayyah. Maka [Abdullah bin 'Amru] berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam telah bersabda: "Barangsiapa mengaku keturunan dari orang lain yang bukan ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau surga telah tercium pada jarak tujuh puluh tahun, atau tujuh puluh tahun perjalanan." Beliau bersabda; "barangsiapa berdusta mengatas namakan diriku, hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Muhammad] -yaitu Abu Ibrahim Al Mu`aqqob telah menceritakan kepada kami [Marwan] telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin 'Amru Al Fuqaimi] telah menceritakan kepada kami [Mujahid] dari [Junadah bin Abu Umayyah] dari [Abdullah bin 'Amru] dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Barangsiapa membunuh ahli dzimmah (orang kafir yang berada dalam perlindungan pemerintahan Islam) maka ia tidak akan mencium bau wanginya surga, padahal bau wanginya tersebut dapat tercium dari jarak empat puluh tahun perjalanan."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Mujahid] dari [Abdullah bin 'Amru] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa mengaku-ngaku bernasab kepada orang yang bukan ayahnya sendiri, maka dia tidak akan mendapatkan baunya surga, padahal bau surga telah tercium dari jarak tujuh puluh tahun perjalanan."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Manshur] dari [Hilal bin Yisaf] dari [Al Qasim bin Mukhaimirah] dari [seorang laki-laki] sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membunuh seorang laki-laki Ahlu Dzimmah, maka ia tidak akan mendapatkan wanginya surga. Padahal wanginya surga akan tercium dari jarak tujuh puluh tahun perjalanan."
Telah menceritakan kepada kami [Haudzah bin Khalifah], telah menceritakan kepada kami ['Auf] dari [Al Hasan] ia berkata; [Ma'qil bin Yasar] sakit keras, lalu Ibnu Ziyad datang menjenguknya seraya berkata; "Aku akan menceritakan satu hadis yang aku dengar dari Rasulullah Shallalahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa dipercaya memimpin suatu kaum lalu ia tidak menyuruh pada kebaikan (berkhianat) terhadap kaumnya, maka ia tidak akan mencium bau surga, padahal baunya dapat tercium antara jarak seratus tahun." Ibnu Ziyad berkata; "Bukankan engkau telah menyampaikannya kepadaku sebelum ini?." Ia menjawab; "Kalaulah bukan karenamu, niscaya tidak akan aku ceritakan."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Umar] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Dzi`b] dari [Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah], dia berkata; bahwa Rasulullah SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM bersabda: "Demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman, " mereka berkata; "Apa itu wahai Rasulullah?" Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Yaitu seseorang yang tetangganya tidak bisa aman dari bawa`iqnya", mereka bertanya, "Wahai Rasulullah apa itu bawa`iqnya?" Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Kejelekannya."
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Umar] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Abi Dzi`b] dari [Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Tidak, demi Allah tidak beriman, tidak, demi Allah tidak beriman, tidak, demi Allah tidak beriman, " para sahabat bertanya; "Siapakah itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Seorang tetangga, yang tetangga lainnya tidak merasa aman dari gangguannya, " ditanya, "Apa itu gangguannya?" beliau bersabda: "Keburukannya."
Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman] telah mengabarkan kepadaku [Isma'il] telah mengabarkan kepadaku [Al 'Ala`] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidak akan masuk surga seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya."
Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dan [Rauh] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Dzi`b] dari [Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Syuraih Al Ka'b'i] dan [Rauh] berkata, dari [Abu Hurairah] Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Demi Allah tidaklah beriman seseorang, Demi Allah tidaklah beriman seseorang, Demi Allah tidaklah beriman seseorang" beliau mengulanginya tiga kali. Mereka bertanya, "Apakah hal tersebut wahai Rasulullah?" (Rasulullahi Shallallahu'alaihiwasallam) menjawab, "Yaitu seorang tetangga yang tidak merasa nyaman dengan tetangganya karena cobaan yang dia terima", lalu mereka berkata, Apakah cobaan tersebut? Beliau bersabda: "Keburukannya".
Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] berkata, Telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Abu Dzi'b] dari [Maqburi] dari [Abu Syuraih Al Ka'bi] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman." Para sahabat bertanya, "Apa itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "Seseorang yang tetangganya tidak pernah meras aman dari gangguannya?" mereka bertanya lagi, "Apa yang dimaksud dengan gangguannya?" Beliau menjawab: "Keburukannya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] dan [Affan] mereka berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Suhail]. [Affan] berkata dalam hadisnya; Telah mengabarkan kepada kami [Suhail bin Abi Shalih] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah], ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kiamat tidak akan terjadi sampai manusia di hujani oleh air hujan yang tidak akan merendam rumah-rumah yan gterbuat dari tanah liat dan tidak akan merendam kecuali rumah-rumah yang terbuat dari serabut."
Telah menceritakan kepada kami [Zaid Ibnul Hubab] berkata; telah menceritakan kepadaku [Husain bin Waqid] berkata, telah menceritakan kepadaku [Mu'adz bin Harmalah Al Azdi] berkata; aku mendengar [Anas] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan datang hari kiamat hingga manusia mendapatkan hujan selama setahun, namun bumi tidak menumbuhkan sesuatu pun."
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dari [Furat] dari [Abu Thufail] dari [Hudaifah bin Asid] Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam menemui kita dan kita sedang membicarakan tentang Hari Kiamat, lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Apa yang kalian bincangkan" Kami menjawab, kami sedang membincangkan Hari Kiamat. (Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam) bersabda: "Kalian tidak akan menemui Hari Kiamat sampai kalian melihat sepuluh tandanya: keluarnya asap, Dajjal, binatang melata, keluarnya matahari dari sebelah barat, turunnya 'Isa bin Maryam, keluarnya bangsa Yajuj dan ma'juj, dan berkobarnya api di tiga tempat, yaitu di sebelah timur, barat dan di Jazirah Arab dan pemungkasnya adalah api yang menggiring mereka menuju ke tempat berkumpul"Abu Abdurrohman berkata; kalimatnya ada yang hilang.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Furat] dari [Abu Thufail] dari [Abu Sarihah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang berada di kamar dan kami berada di tengahnya kami berbincang-bincang. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendekati kami dan bertanya, "Apakah yang kalian sebutkan tadi?" Mereka menjawab, Hari Kiamat. Beliau bersabda: "Sesungguhnya Hari Kiamat tidak akan terjadi sampai ada sepuluh tanda. Terjadinya kerusakan di timur, kerusakan di barat, kerusakan di negeri Arab, asap, Dajjal, dabbah (munculnya hewan melata), terbitnya matahari dari arah barat, Ya'juj dan Ma'juj dan api yang keluar dari ujung tanah Adan yang mengiring manusia. Lalu Syu'bah berkata; saya telah mendengarnya dan saya menyangka dia berkata; akan turun bersama mereka sebagaimana mereka turun dan akan beristirahat bersama mereka sebagaimana mereka berkata. Syu'bah berkata; dan telah menceritakan kepadaku dengan hadis ini seorang laki-laki dari Abu Ath-Thufail dari Abu Sarihah dengan tidak memarfukkan kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam, maka salah seorang dari keduanya berkata; turunnya Isa bin Maryam dan yang satunya berkata; angin yang melemparkan mereka ke laut.
(Ahmad bin hanbal) berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Furat] dari [Abu Ath-Thufail] dari [Hudzaifah bin Asid Al Ghifari] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mendekati kami dari kamar dan kami sedang memperbincangkan Hari Kiamat. Lalu beliau bersabda: "Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga kalian melihat sepuluh tanda: Terbitnya matahari dari arah barat, munculnya asap, dabbah (munculnya hewan melata),, Ya'juj dan Ma'juj, keluarnya 'Isa bin Maryam, Dajjal, terjadinya kerusakan di tiga tempat: di barat, di timur dan di negeri Arab, dan api yang keluar dari ujung tanah Adan yang mengiring manusia, dan api tersebut turun bersama mereka dimana mereka turun dan akan beristirahat bersama mereka sebagaimana mereka berkata.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Khaitsamah Zuhair bin Harb], [Ishaq bin Ibrahim] dan [Ibnu Abi Umar Al Makki] teks milik Zuhair, berkata Ishaq: telah mengkhabarkan kepada kami, sedangkan yang lain berkata: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] dari [Furat Al Qazzaz] dari [Abu Ath Thufail] dari [Hudzaifah bin Asid Al Ghifari] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu, beliau bertanya: "Apa yang kalian bicarakan?" Kami menjawab: Kami membicarakan kiamat. Beliau bersabda: "Kiamat tidaklah terjadi hingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya." Beliau menyebut kabut, Dajjal, binatang, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam Shallallahu 'alaihi wa Salam, ya'juj dan ma'juj, tiga longsor; longsor di timur, longsor di barat dan longsor di jazirah arab dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka.
Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Mu'adz Al Ambari] telah menceritakan kepada kami [ayahku] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Furat Al Qazzaz] dari [Abu Ath Thufail] dari [Abu Sarihah Hudzaifah bin Usaid] berkata: Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam berada di kamar sementara kami berada dibawah, beliau melihat kami dari atas lalu bertanya: "Apa yang kalian bicarakan?" Kami menjawab: Kiamat. Beliau bersabda: "Kiamat tidaklah terjadi hingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda; longsor di timur, longsor di barat dan longsor di jazirah arab, kabut, Dajjal, binatang bumi, Ya'juj dan Ma'juj, terbitnya matahari dari barat dan api muncul dari dasar lembah Aden yang menggiring manusia." Syu'bah berkata: Telah menceritakan kepadaku [Abdulaziz bin Rufai'] dari [Abu Ath Thufail] dari [Abu Sarihah] seperti itu, ia tidak menyebut nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam. Salah satu dari keduanya berkata tentang tanda-tanda yang kesepuluh: Turunnya Isa bin Maryam Shallallahu 'alaihi wa Salam. Yang lain menyebut: Angin yang melemparkan manusia ke lautan. Telah menceritakannya kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Furat] berkata: Aku mendengar [Abu Ath Thufail] menceritakan dari [Abu Sarihah] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam berada di kamar sementara kami ada dibawahnya, kami tengah berbincang-bincang, ia menyebut hadis serupa. Syu'bah berkata: Aku kira beliau bersabda: "(Api) menempati dimana pun mereka berada dan bersama mereka saat tidur siang." Syu'bah berkata: Telah menceritakan kepadaku [seseorang] hadis ini dari [Abu Ath Thufail] dari [Abu Sarihah] dan ia tidak memarfu'kannya. Salah satu dari kedua orang ini berkata: Turunnya Isa bin Maryam. Yang lain menyebut: Angin yang melemparkan mereka ke laut. Telah menceritakannya kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Abu An Nu'man Al Hakim bin Abdullah Al Ijli] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Furat] berkata: Aku mendengar [Abu Ath Thufail] menceritakan dari [Abu Sarihah], ia berkata: Kami tengah berbincang-bincang lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam melihat kami dari atas, seperti hadis Mu'adz dan Ibnu Ja'far. Ibnu Mutsanna berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu An Nu'man Al Hakam bin Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abdulaziz bin Rufai'] dari [Abu Ath Thufail] dari [Abu Sarihah] sepertinya, ia berkata: Dan (tanda-tanda) yang kesepuluh adalah turunnya Isa bin Maryam. Syu'bah berkata: Abdulaziz tidak memarfu'kannya.
Telah menceritakan kepada kami [Yazid], telah menceritakan kepada kami [Hammam bin Yahya] dari [Qatadah] dari [Salim bin Abu Ja'd] dari [Ma'dan bin Abu Thalhah] dari [Abu Darda`] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Barangsiapa hafal sepuluh ayat dari awal surat al kahfi, maka ia akan aman dari bahaya Dajjal."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] dan [Hajjaj] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah], [Hajjaj] menyebutkan dalam hadisnya; aku mendengar [Salim bin Abu Al Ja'd] menceritakan dari [Ma'dan] dari [Abu Darda'] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al Kahfi, maka ia terlindung dari fitnah Dajjal." [Hajjaj] menyebutkan, "Barangsiapa membaca sepuluh terakhir dari surat Al Kahfi."
Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] telah menceritakan kepada kami [Salim bin Abu Al ja'd Al Ghathafani] dari [Ma'dan bin Abu Thalhah Al Ya'mari] dari [Abu Darda'] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa hafal sepuluh ayat dari awal surat Al Kahfi, maka ia akan terlindung dari fitnah Dajjal." Telah menceritakan kepada kami [Husain] dalam tafsirnya [Syaiban], dari [Qatadah] dia berkata, telah menceritakan kepada kami [Salim bin Abu Al Ja'd] dari [Ma'dan bin Abu Thalhah] dari [Abu Darda'] kemudian dia menyebutkan semisalnya." Telah menceritakan kepada kami [Abdus Shamad] dan [Affan] keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammam], [Affan] menyebutkan dalam hadisnya; telah menceritakan kepada kami [Hammam] dia berkata; [Qatadah] menceritakan hal itu kepada kami, dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Salim bin Abu Al Ja'd Al Ghathafani] dari hadisnya [Ma'dan bin Abu Thalhah Al Ya'mari] dari hadisnya [Abu Darda'] yang dia riwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia menyebutkan semisalnya. Kemudian dia kembali ke hadis [Abdus Shamad] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Salim] dari hadisnya [Ma'dan] dari [Abu Darda'] dia meriwayatkannya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa hafal sepuluh ayat dari surat Al Kahfi."
Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Hisyam] telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [Qatadah] dari [Salim bin Abul Ja'd Al Ghathafani] dari [Ma'dan bin Abu Thalhah Al Ya'mari] dari [Abu Darda`] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal surat Al Kahfi, maka ia akan terpelihara dari (kejahatan) Dajjall." Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dan [Ibnu Basysyar] keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepadaku [Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Hammam] semuanya dari [Qatadah] dengan isnad ini. Syu'bah berkata; "Dari akhir surat Al Kahfi." Hammam berkata; "Dari awal surat Al Kahfi." Sebagaimana yang dikatakan Hisyam.
Telah menceritakan kepada kami [Hafsh bin Umar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammam] berkata, telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Salim bin Abu Al Ja'd] dari [Ma'dan bin Abu Thalhah] dari hadits [Abu Darda] yang ia riwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa menghafal sepuluh ayat awal dari surat Al Kahfi, maka ia akan dijaga dari fitnah Dajjal." Abu Dawud berkata, "Seperti ini pula yang dikatakan oleh [Hisyam Ad Dustuwa`i] dari [Qatadah], hanya saja (dalam hadits itu) Rasulullah bersabda: "Barangsiapa menghafal akhir-akhir dari surat Al kahfi, " [Syu'bah] menyebutkan dari [Qatadah], "Akhir dari surat Al Kahfi."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Maryam] Telah mengabarkan kepada kami [Al Mughirah bin 'Abdur Rahman] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh pada hari kiamat akan datang seseorang yang berbadan gemuk namun di sisi Allah timbangannya tidak dapat melebihi berat sayap seekor nyamuk. Bacalah ayat; …dan kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari kiamat, (Al Kahfi: 105). Dan dari [Yahya bin Bukair] dari [Al Mughirah bin Abdurrahman] dari [Abu Az Zinad] dengan Hadits yang serupa.
Telah menceritakan kepadaku [Abu Bakr bin Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] telah menceritakan kepadaku [Al Mughirah Al Hizami] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: Sungguh pada hari kiamat akan datang seseorang yang berbadan gemuk namun di sisi Allah timbangannya tidak dapat melebihi berat sayap seekor nyamuk. Bacalah ayat; …dan kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari kiamat (Al Kahfi: 105).
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Qatadah] dari [Mutharrif bin Abdullah bin Asy Syikhkhir] dari [Iyadl bin Himar Al Mujasyi'i] ia memarfu'kan hadis, ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah 'azza wajalla memerintahkan kepadaku untuk mengajari kalian apa yang belum kalian ketahui dari apa-apa yang telah diajarkan kepadaku pada hari ini. Allah berfirman: 'Sesungguhnya harta yang Aku berikan kepada hamba-Ku, maka itu halal bagi mereka'." Lalu ia menyebutkan semisal hadis Hisyam dari Qatadah. Dan beliau bersabda: "Penghuni neraka itu ada lima; orang lemah yang tidak memiliki akal untuk mencegahkan dari perbuatan yang tidak selayaknya dilakukan. Mereka mempunyai pengikut di antara kalian, dan mereka tidak mencari banyaknya pengikut dan harta."
Telah menceritakan kepada kami [Rauh] Telah menceritakan kepada kami [Auf] dari [Hakim Al Atsram] dari [Al Hasan] ia berkata, telah menceritakan kepadaku [Mutharrif bin Abdullah] telah menceritakan kepadaku [Iyadl bin Himar Al Mujasyi'i] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda di dalam khutbahnya: "Sesungguhnya Allah 'azza wajalla telah memerintahkan kepadaku untuk mengajari kalian apa yang telah diajarkan-Nya padaku di hari ini, sesuatu yang belum kalian ketahui. Dia berfirman: 'Sesungguhnya setiap harta yang Aku karuniakan kepada hamba-Ku, maka harta itu bagi mereka adalah halal.'" Lalu ia pun menyebutkan hadis.
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] Telah menceritakan kepada kami [Al 'Ala` bin Ziyad Al Adawi], dan telah menceritakan kepadaku [Yazid] -saudaranya Mutharrif- ia berkata, [Uqbah] menceritakan kepadaku -setiap mereka- berkata, telah menceritakan kepadaku [Mutharrif] bahwa [Iyadl bin Himar] menceritakan kepadanya, bahwa ia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam khutbahnya: "Sesungguhnya Allah 'azza wajalla telah memerintahkanku untuk mengajari kalian apa yang tidak kalian ketahui… lalu ia menyebutkan hadis tersebut." Dan beliau bersabda: "Orang lemah yang tidak memiliki akal untuk mencegahkan dari perbuatan yang tidak selayaknya dilakukan. Mereka mempunyai pengikut di antara kalian, dan mereka tidak mencari banyaknya pengikut dan harta." Seorang laki-laki bertanya kepada Mutharrif, "Wahai Abu Abdullah apakah dari kalangan Mawaali ataukah dari Arab."
Telah menceritakan kepadaku [Abu Ghassan Al Misma'i], [Muhammad bin Al Mutsanna] dan [Muhammad bin Basyar bin Utsman], teks milik Ghassan dan Ibnu Al Mutsanna, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Hisyam] telah menceritakan kepadaku [ayahku] dari [Qatadah] dari [Mutharrif bin Abdullah bin Asy Syakhir] dari [Iyadh bin Himar Al Mujasyi'i] Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda pada suatu hari dalam khutbah beliau: "Sesungguhnya Rabbku memerintahkanku untuk mengajarkan yang tidak kalian ketahui yang Ia ajarkan padaku pada hari ini: 'Semua harta yang Aku berikan pada hamba itu halal, sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hambaKu dalam keadaan lurus semuanya, mereka didatangi oleh setan lalu dijauhkan dari agama mereka, setan mengharamkan yang Aku halalkan pada mereka dan memerintahkan mereka agar menyekutukanKu yang tidak Aku turunkan kuasanya.' Sesungguhnya Allah memandang penduduk bumi lalu Allah membenci mereka, arab maupun ajam, kecuali sisa-sisa dari ahli kitab, Ia berfirman: 'Sesungguhnya aku mengutusmu untuk mengujiMu dan denganMu Aku menguji, Aku menurunkan kitab padamu yang tidak basah oleh air, kau membacanya dalam keadaan tidur dan terjaga.' Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membakar kaum Quraisy lalu aku berkata: 'Wahai Rabb, kalau begitu mereka akan memecahkan kepalaku lalu mereka membiarkannya menjamur.' Ia berfirman: 'Usirlah mereka sebagaimana mereka mengusirmu, perangilah mereka niscaya Kami akan membantumu, berinfaklah niscaya Kami akan menggantinya, utuslah bala tentara niscaya Kami akan mengirim lima kali sepertinya, perangilah orang yang mendurhakaimu bersama orang yang menaatimu." Beliau meneruskan: "Penghuni surga itu ada tiga; pemilik kekuasaan yang sederhana, derma dan penolong, seorang yang berbelas kasih, berhati lunak kepada setiap kerabat dan orang muslim yang sangat menjaga diri dan memiliki tanggungan." Beliau meneruskan: "Penghuni neraka ada lima; orang lemah yang tidak memiliki kekuatan, yaitu para pengikut ditengah-tengah kalian, mereka tidak mencari keluarga dan juga harta, pengkhianat yang tidak samar baginya ketamakan meski tidak jelas kecuali ia pasti mengkhianatinya, orang yang dipagi dan disore harinya selalu menipumu pada keluarga dan hartamu." Beliau menyebut kebakhilan, kedustaan dan akhlak yang buruk. Abu Ghassan dalam hadisnya tidak menyebut: Berinfaklah niscaya Aku ganti. Telah menceritakannya kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna Al Anazi] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu Adi] dari [Sa'id] dari [Qatadah] dengan sanad ini, dalam hadisnya ia tidak menyebut: "Semua harta yang Aku berikan pada hamba itu halal." Telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin Bisyr Al Abdi] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Hisyam], teman Ad Dastuwa'I, telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Mutharrif] dari [Iyadh bin Himar] para suatu hari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam berkhutbah, ia menyebutkan hadis dan diakhirnya ia menyebutkan: Yahya berkata: Syu'bah berkata: Dari Qatadah berkata: Aku mendengar Mutharrif dalam hadis ini. telah menceritakan kepadaku [Abu Ammar Husain bin Huraits] telah menceritakan kepada kami [Al Fadhl bin Musa] dari [Al Husain] dari [Mathar] telah menceritakan kepadaku [Qatadah] dari [Mutharrif bin Abdullah bin Asy Syakhir] dari [Iyadh bin Himar] dari bani Mujasyi', ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam berdiri berkhutbah pada suatu hari ditengah-tengah kami lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah memerintahkanku" ia menyebut hadis seperti hadis Hisyam dari Qadatah, dalam hadisnya ia menambah: "Dan Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlalu lalim pada yang lain." Ia (Iyadh) menyebutkan dalam hadisnya: Dan mereka adalah para pengikut ditengah-tengah kalian, mereka tidak mencari keluarga atau harta." aku bertanya: Seperti itukah wahai Abu Abdullah? Ia menjawab: Ya, demi Allah, aku menjumpai mereka dimasa jahiliyah, seseorang menggembala di suatu perkampungan, disana tidak ada seorang pun selain budak wanitanya, ia menggaulinya.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid bin Habib bin Abu Al 'Isyrin] telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] telah menceritakan kepada kami [Hassan bin 'Athiyah] dari [Sa'id bin Al Musayyib] ia bertemu [Abu Hurairah] lalu Abu Hurairah berkata: Aku meminta kepada Allah semoga menyatukanku denganmu di pasar surga. Sa'id bertanya: Apa disana ada pasar? Abu Hurairah menjawab: Ya, telah menghabarkan kepadaku Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, bahwa penghuni surga bila masuk surga, mereka tinggal di sana karena keutamaan amal-amal mereka, kemudian diizinkan seukuran hari jum'at dari hari-hari dunia lalu mereka mengunjungi Rabb mereka kemudian Rabb menampakkan 'arsyNya pada mereka, salah satu taman surga nampak pada mereka kemudian mimbar-mimbar dari cahaya, mimbar-mimbar dari mutiara, mimbar-mimbar dari yaqut, mimbar-mimbar dari permata, mimbar-mimbar dari emas, mimbar-mimbar dari perak diletakkan untuk mereka, yang paling rendah di antara mereka beserta tingkat kerendahannya duduk di atas gundukan tanah kesturi dan kafur dan mereka beranggapan tempat duduk para pemilik kursi tidak lebih baik dari mereka." Abu Hurairah bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita? Beliau menjawab: "Ya." Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bertanya: "Apakah kalian kesulitan saat melihat matahari dan bulan di malam purnama?" Kami menjawab: Tidak. Beliau bersabda: "Seperti itu juga kalian tidak kesulitan dalam melihat Rabb kalian. Dan dimajlis itu tidaklah ada seorang pun melainkan Allah mendatanginya dengan sebenarnya hingga Ia bertanya kepada seseorang dari mereka: Hai fulan bin fulan, ingatkah kau saat berkata begini dan begini? Allah mengingatkan sebagian kemaksiatan-kemaksiatannya didunia. Orang itu berkata: Wahai Rabb, apa Kau tidak mengampuniku? Allah menjawab: Ya, luasnya ampunanku sampai pada tempatmu ini. Saat mereka seperti, mega menaungi mereka di atas mereka lalu turun hujan minyak wangi yang baunya sama sekali belum pernah mereka temukan, Rabb kita Tabaaraka wa Ta'ala berfirman: Berdirilah menuju kemuliaan yang telah Aku persiapkan untuk kalian lalu ambillah yang kalian inginkan. Lalu kami mendatangi pasar yang diliputi oleh malaikat, di dalamnya ada yang belum pernah dilihat mata sepertinya, belum pernah terdengar oleh telinga dan tidak terlintas dihati, lalu apa yang kami inginkan dibawakan untuk kami, di sana tidak dijual dan tidak dibeli. Di pasar itu, para penghuni surga saling bertemu satu sama lain." Beliau meneruskan: "Seseorang yang tinggal di flat (derajat tinggi) surga lantas datang lalu bertemu dengan orang yang tingkatnya berada dibawahnya beserta kerendahan yang ada padanya lalu ia kaget terhadap pakaian yang diperlihatkan padanya, akhir kata-katanya belum juga habis hingga ia menghayal yang lebih baik darinya, karenanya tidak layak bagi siapa pun untuk bersedih di surga. Setelah itu kami pulang ke rumah-rumah kami, kami disambut oleh istri-istri kami, mereka berkata: Selamat datang, kau datang dengan keindahan yang lebih baik dari saat kau tinggalkan kami. Ia berkata: Sesungguhnya kami menemani Rabb kami Al Jabbar hari ini, laik bagi kami untuk pulang seperti ini." Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib, kami hanya mengetahuinya dari jalur sanad ini. [Suwaid bin Amru] meriwayatkan sebagaian hadits ini dari [Al Auza'i].
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid bin Habib bin Abu Al 'Iysrin] telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin 'Amru Al Auza'i] telah menceritakan kepadaku [Hasan bin 'Athiyah] telah menceritakan kepadaku [Sa'id bin Al Musayyab] bawha dia bertemu dengan Abu Hurairah, maka [Abu Hurairah] berkata: Aku mengharap kepada Allah semoga menyatukanku denganmu di pasar surga." Sa'id bertanya: "Apakah disana ada pasar?" Abu Hurairah menjawab: Ya, telah mengkhabarkan kepadaku Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa penghuni surga bila masuk surga, mereka tinggal di sana karena keutamaan amal-amal mereka, kemudian diizinkan pada hari jum'at dari hari-hari dunia lalu mereka mengunjungi Allah 'azza wajalla, maka Dia menampakkan 'arsy-Nya pada mereka, dan menampakkannya kepada mereka di salah satu taman dari taman-taman surga, sedangkan mimbar-mimbar dari cahaya, mimbar-mimbar dari mutiara, mimbar-mimbar dari yaqut, mimbar-mimbar dari permata, mimbar-mimbar dari emas, mimbar-mimbar dari perak diletakkan untuk mereka, yang paling rendah di antara mereka beserta tingkat kerendahannya duduk di atas gundukan tanah kesturi dan kafur dan mereka tidak menilai tempat duduk para pemilik kursi lebih baik dari mereka." Abu Hurairah berkata; lalu saya bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita?" Beliau menjawab: "Ya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah kalian saling berbantahan saat melihat matahari dan bulan dimalam purnama?" Kami menjawab: "Tidak." Beliau bersabda: "Seperti itu juga kalian tidak berbantahan dalam melihat Rabb kalian. Dan dimajlis itu tidak ada seorang pun melainkan Allah akan mendatanginya dengan sebenarnya hingga Dia akan bertanya kepada salah seorang dari kalian: "Hai fulan, tidak ingatkah kau saat berkata begini dan begini?" Allah mengingatkan sebagian kemaksiatan-kemaksiatannya ketika di dunia. Orang itu menjawab: "Wahai Rabb, tidakkah Engkau mengampuniku?" Allah menjawab: "Ya, Demi luasnya ampunan-Ku sampai pada tempatmu ini." Saat mereka seperti itu, mega menaungi di atas mereka lalu turun hujan minyak wangi yang baunya sama sekali belum pernah mereka temukan, kemudian Dia berfirman: "Berdirilah menuju kemuliaan yang telah Aku persiapkan untuk kalian, lalu ambillah yang kalian inginkan." Beliau bersabda: "Lalu kami mendatangi pasar yang diliputi oleh Malaikat, di dalamnya ada yang belum pernah dilihat mata sama sekali, belum pernah terdengar oleh telinga dan tidak terlintas dihati." Beliau meneruskan: "Lalu apa yang kami inginkan dibawakan untuk kami, di sana tidak dijual dan tidak juga dibeli. Di pasar itu, para penghuni surga saling bertemu satu sama lain. Seseorang yang memiliki derajat tinggi datang lalu bertemu dengan orang yang tingkatnya berada dibawahnya beserta kerendahan yang ada padanya, lalu ia gentar pada pakaian yang diperlihatkan padanya, akhir kata-katanya belum juga habis hingga ia berhayal yang lebih baik darinya, itu karena tidak layak bagi siapa pun untuk bersedih di surga. Setelah itu kami pulang ke rumah-rumah kami, kami disambut oleh isteri-isteri kami, mereka berkata: "Selamat datang, kamu telah datang dengan keindahan yang lebih baik dari saat kamu meninggalkan kami. Kami menjawab: "Sesungguhnya hari ini kami menemani Rabb kami Al Jabbar 'azza wajalla, dan tak layak bagi kami untuk pulang seperti ini."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Habib bin Asy Syahid] berkata; saya telah mendengar [Abu Mijlaz] berkata; [Mu'awiyah] menemui Abdullah bin Az Zubair dan Abu 'Amir. Dia berkata; lalu Abu 'Amir berdiri dan Abu Az Zubair tidak melakukannya dan dia adalah seorang syaikh yang paling bijak. Dia berkata; "Tahan". Lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa yang suka jika hamba Allah berdiri baginya, bersiap-siaplah ia menempati neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Habib bin Asy Syahid] dari [Abu Mijlaz] sesungguhnya [Mu'awiyah] pernah memasuki suatu rumah yang di rumah itu Ibnu 'Amir dan Ibnu Az Zubair sedang berdiam, lalu Ibnu 'Amir berdiri dan Ibnu Az Zubair tetap duduk. lalu Mu'awiyah berkata kepadanya, "Duduklah, sesungguhnya saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: 'Barangsiapa yang dia senang jika ada seorang hamba berdiri karenanya maka bersiaplah menempati rumahnya di neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Marwan bin Mu'awiyah Al Fazari] telah menceritakan kepada kami [Habib bin Asy Syahid] dari [Abu Mijlaz] berkata; [Mu'awiyah] datang lantas orang-orang berdiri karenanya, lalu dia berkata; saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa yang senang jika orang-orang berdiri karenanya, maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya dari neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Habib bin Asy Syahid] dari [Abu Miljaz] ia berkata, "Mu'awiyah pergi menemui Ibnu Az Zubair dan Ibnu Amir, Ibnu Amir lalu berdiri sementara Ibnu Az Zubair tetap duduk. [Mu'awiyah] lalu berkata kepada Ibnu Amir, "Duduklah, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa senang melihat orang lain berdiri karenanya, maka hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Qibishah] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Habib bin Asy Syahid] dari [Abu Mijlaz] ia berkata; "Suatu ketika Mu'awiyah keluar, ketika melihatnya, Abdullah bin Zubair dan Ibnu Safwan langsung berdiri, [Mu'awiyah] berkata; "Duduklah kalian, aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa senang menjadikan orang-orang berdiri untuknya, maka bersiap-siaplah menempati tempatnya di neraka." Dan dalam bab ini, ada hadits dari Abu Umamah. Abu Isa berkata; Hadits ini hasan. Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Habib bin Asy Syahid] dari [Abu Mijlaz] dari [Mu'awiyah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti hadits diatas.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Sinan] berkata, telah menceritakan kepada kami [Fulaih]. Dan telah diriwayatkan pula hadits serupa dari jalan lain, yaitu Telah menceritakan kepadaku [Ibrahim bin Al Mundzir] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fulaih] berkata, telah menceritakan kepadaku [bapakku] berkata, telah menceritakan kepadaku [Hilal bin Ali] dari [Atho' bin Yasar] dari [Abu Hurairah] berkata: Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berada dalam suatu majelis membicarakan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui lalu bertanya: "Kapan datangnya hari kiamat?" Namun Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tetap melanjutkan pembicaraannya. Sementara itu sebagian kaum ada yang berkata; "beliau mendengar perkataannya akan tetapi beliau tidak menyukai apa yang dikatakannya itu, " dan ada pula sebagian yang mengatakan; "bahwa beliau tidak mendengar perkataannya." Hingga akhirnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyelesaikan pembicaraannya, seraya berkata: "Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?" Orang itu berkata: "saya wahai Rasulullah!". Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila sudah hilang amanah maka tunggulah terjadinya kiamat". Orang itu bertanya: "Bagaimana hilangnya amanat itu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka akan tunggulah terjadinya kiamat".
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Sinan] telah menceritakan kepada kami [Fulaih bin Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Hilal bin Ali] dari ['Atho' bin yasar] dari [Abu Hurairah] radhilayyahu'anhu mengatakan; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi." Ada seorang sahabat bertanya; 'bagaimana maksud amanat disia-siakan? ' Nabi menjawab; "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ibrahim] -yaitu Ibnu Ulayyah- berkata; telah mengkhabarkan kepada kami [Abu Hayyan] dari [Abu Zur`ah bin 'Amru bin Jarir] dia berkata; ada tiga orang laki-laki dari kaum muslimin duduk bermajlis di hadapan Marwan di kota Madinah, mereka bertiga mendengarkannya menceritakan tentang tanda-tanda (kiamat), bahwa yang pertama kali muncul adalah keluarnya Dajjal. Dia berkata; maka mereka keluar menuju Abdullah bin 'Amru, dan menceritakan kepadanya tentang tanda-tanda kiamat tersebut yang telah mereka dengar dari Marwan. Maka [Abdullah] berkata; Sesungguhnya Marwan belum mengatakan sesuatu yang pernah aku hafalkan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam tentang tanda-tanda kiamat. Yaitu sebuah hadis yang tidak pernah aku lupakan semenjak aku menghafalnya. Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya tanda pertama yang akan muncul adalah terbitnya matahari dari arah barat, dan dajjal keluar diwaktu dluha, maka manapun dari keduanya yang keluar sebelum yang lainya maka ia pasti akan menyusul keluar setelahnya." Kemudian Abdullah berkata; dan ketika itu ia sedang membaca kitab: aku menyangka bahwa pertama kali yang akan keluar adalah munculnya matahari dari sebelah barat, sebab setiap kali ia terbenam, ia datang di bawah `Arsy, kemudian sujud dan meminta izin untuk kembali lagi, kemudian ia diberi izin untuk kembali. Sehingga jika Allah telah memandang saatnya terbit dari arah terbenamnya, maka ia akan melakukan sebagaimana yang telah ia lakukan. Dia datang di bawah 'Arys kemudian sujud dan meminta izin untuk kembali, namun ia tidak mendapatkan jawaban apapun. Kemudian ia meminta izin lagi untuk kembali, namun tidak ada jawaban apapun. Kemudian ia meminta izin lagi dan tidak ada jawaban apapun. Maka ketika malam telah berlalu dan atas kehendak Allah malam berlalu, dan dia paham bahwa seandainya Allah memberinya izin untuk kembali, ia tidak akan mendapatkan. Dia berkata; Wahai Rabb, …..maka dikatakan kepadanya: dari tempatmu itu maka terbitlah. Maka matahari pun terbit kepada manusia dari arah barat. Lalu Abdullah pun membaca ayat: "Pada hari datangnya tanda dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] telah menceritakan kepada kami [Umaroh] dari [Abu Zur'ah] dari [Abu Hurairah], dia berkata; aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Tidak akan terjadi hari kiamat hingga matahari terbit dari barat. Dan jika matahari telah terbit dari barat dan semua manusia yang berada di atas bumi melihatnya, merekapun akan beriman. Dan pada saat itu "Tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya."
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya; dari [Abu Hurairah]; Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Kiamat tidak akan terjadi sehingga matahari terbit dari arah terbenamnya, maka jika manusia telah melihatnya mereka akan beriman semua, dan itu adalah saat yang; "tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya"."
Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] dan ['Affan] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qotadah] dari [Al Hasan] dari [Ziyad bin Riyah] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Bersegeralah beramal baik sebelum datang enam hal yaitu; terbitnya matahari dari barat, Dajjal, asap (menjelang kiamat), binatang tunggangan (dari perut bumi), dan kematian salah seorang dari kalian serta kehancuran total."
Telah menceritakan kepada kami [Manshur bin Salamah] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Sulaiman] -yaitu Ibnu Bilal, dari [Al 'Ala`] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Bersegeralah untuk beramal sebelum datangnya enam perkara; terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya, keluarnya Dajjal, keluarnya asap, keluarnya binatang melata, kematian salah seorang dari kalian serta kehancuran total."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu 'Adi] dari [Ibnu 'Aun] dari [Mujahid], ia berkata; Kami pernah bersama [Ibnu Abbas], lalu mereka menyebutkan tentang Dajjal, mereka berkata; "Sesungguhnya di antara kedua matanya tertulis Kaaf Faa' Raa'." Dia berkata; "Apa yang kalian katakan?" Mujahid berkata; "Mereka mengatakan bahwa di antara kedua matanya tertulis Kaaf faa' Raa'." Mujahid berkata; Maka Ibnu Abbas berkata; "Aku tidak pernah mendengar beliau mengatakan itu, tetapi beliau mengatakan: "Adapun Ibrahim 'Alaihis Salam, maka lihatlah pada teman kalian, sedangkan Musa 'Alaihis Salam, ia adalah seorang laki-laki (berkulit) kecoklatan dan bertubuh kekar yang sedang (menunggang) unta merah yang kendalinya terbuat dari sabut kurma, seolah-olah aku melihat kepadanya ketika menuruni lembah sambil bertalbiyah."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu 'Aun] dari [Mujahid] berkata; Mereka membicarakannya yakni tentang Dajjal. Ia mengatakan; "Tertulis di antara kedua matanya Kaaf fa` Ra`." Lalu [Ibnu Abbas] berkata; Aku belum pernah mendengar beliau mengatakan itu, akan tetapi beliau mengatakan: "Adapun Ibrahim 'alaihis salam, maka lihatlah kepada teman kalian." Yazid mengatakan; Maksudnya adalah diri beliau Salallahu 'Alaihi wa sallam."Sedangkan Musa 'alaihis salam adalah seorang laki-laki (berkulit) kecoklatan dan bertubuh tinggi serta kekar yang sedang (menunggang) unta merah yang tali kendalinya terbuat dari sabut kurma, seolah-olah aku melihat kepadanya ketika menuruni lembah sambil bertalbiyah." (Abdullah bin Ahmad) berkata; Ayahku berkata; Husyaim berkata; "Tali yang terbuat dari sabut kurma."
Telah menceritakan kepada kami ['Amru Ibnul Al Haitsam] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qotadah] dari [Anas bin Malik] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada seorang Nabi pun yang diutus kecuali dia telah mengingatkan umatnya akan Dajjal sang pendusta yang juling. Ketahuilah, sesungguhnya Dajjal itu adalah seorang yang juling sedang Rabb kalian tidak juling, tertulis di antara dua matanya kafir."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Hajjaj] berkata, telah memberitakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] berkata, saya telah mendengar [Anas Bin Malik] menceritakan (hadis), berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Tidak ada satu nabipun kecuali mengingatkan umatnya mengenai yang buta sebelah lagi pendusta (Dajjal), ketahulilah dia itu buta sebelah sedang RABB kalian tidaklah buta sebelah. Tertulis di matanya KAFARA". Hajjaj berkata, alias "KAFIR".
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Humaid] dari [Anas] sesungguhnya Nabi shallahu'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya dajjal mata kirinya buta karena tertutup kulit, ada tulisan diantara kedua matanya K A F I R."
Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman], telah memberitakan kepada kami [Syu'aib] telah menceritakan kepada kami [Abu Az Zanad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] radliyallahu'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Dihari kiamat Allah menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya seraya mengatakan; 'Akulah Sang Raja, mana yang mendakwakan diri raja-raja bumi?"
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Hasan Al Asyqar] telah menceritakan kepada kami [Abu Kudainah] dari ['Atho`] dari [Abu Adl Dluha] dari [Ibnu Abbas], ia berkata; "Seorang Yahudi lewat di depan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang sedang duduk, lalu berkata; "Wahai Abul Qasim bagaimana menurutmu ketika Allah menciptakan langit seperti itu." Seraya menunjuk dengan telunjuknya."Bumi seperti ini, air seperti ini, gunung-gunung seperti ini dan semua makhluk seperti itu?" semuanya ditunjuk dengan jari telunjuknya. Maka Allah menurunkan ayat: (Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya.)
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Hasan Al Asyqar] telah menceritakan kepada kami [Abu Kudainah] dari ['Atha`] dari [Abu Adl Dluha] dari [Ibnu Abbas] ia berkata; Seorang yahudi lewat di depan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, saat itu beliau sedang duduk, lalu ia berkata; Wahai Abu Al Qosim, bagaimana menurutmu ketika Allah menciptakan langit seperti ini, sambil menunjuk dengan telunjuknya, bumi seperti ini, air seperti ini, gunung-gunung seperti ini, dan semua makhluk seperti ini? ---Semuanya ia isyaratkan dengan jari-jarinya---, ia [Ibnu Abbas] berkata; maka Allah Tabaraka wa Ta'ala menurunkan ayat, 'Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya.' (QS. Azzumar; 67).
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dari [Abdullah] ia berkata; Seorang laki-laki dari Ahlu Kitab datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu ia berkata; Wahai Abu Al Qosim, apakah telah sampai kepada engkau, bahwa Allah Azza wa Jalla membawa para makhlukNya pada satu jari, langit pada satu jari, bumi pada satu jari, pepohonan pada satu jari dan tanah pada satu jari. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tertawa hingga terlihat gerahamnya, maka Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat: (Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya.).
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Sufyan] telah menceritakan kepadaku [Manshur] dan [Sulaiman] dari [Ibrahim] dari [Abidah] dari [Abdullah] bahwa seorang yahudi mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata; Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah memegang langit di atas satu jari, bumi di atas satu jari, gunung di atas satu jari, para makhlukNya pada satu jari dan pepohonan pada satu jari. Kemudian ia berkata; Aku adalah malaikat. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tertawa hingga terlihat gerahamnya dan Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat: (Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya). Yahya berkata; berkata [Fudlail yaitu Ibnu Iyadl] merasa ta'jub dan membenarkannya.
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hafsh] telah mengkabarkan kepada kami [Warqo`] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Neraka dikelilingi dengan syahwat sedangkan surga dikelilingi dengan sesuatu yang tidak disukai."
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya, dan dengan sanadnya, dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Ketika Allah menciptakan surga dan neraka, Allah mengutus Jibril seraya berfirman; 'Lihatlah kepadanya dan apa-apa yang telah Aku persiapkan untuk penghuninya.' Maka datanglah Jibril untuk melihat ke dalamnya dan apa-apa yang telah Allah persiapkan untuk calon penghuninya, lalu ia kembali dan berkata; 'Demi kemuliaan-Mu, tidaklah seseorang yang mendengar tentangnya kecuali ingin memasukinya, ' lalu Allah memerintahkan dengannya dan menutupinya dengan hal hal yang dibenci. Allah berfirman: 'Sekarang pulanglah ke sana dan lihat apa yang telah Aku persiapkan untuk para penghuninya, " Rasulullah Bersabda: "Lalu Jibril kembali melihat surga, dan sungguh surga telah dikelilingi dengan sesuatu yang dibenci, lalu ia kembali kepada Allah dan berkata; 'Dan demi kemuliaan-Mu, sungguh aku kuatir tidak ada yang bisa masuk ke dalamnya.' Allah berfirman: 'Sekarang pergilah melihat neraka dan apa-apa yang telah Aku persiapkan untuk penghuninya, ' dan sungguh di dalamnya antara satu dengan yang lainnya saling bertumpuk-tumpuk, lalu ia kembali dan berkata; 'Sungguh aku takut, tiada seorang pun yang mendengar tentangnya lalu berkeinginan untuk memasukinya, ' lalu Allah memerintahkan dengannya dan menutupinya dengan hal hal yang disukai oleh syahwat. Lalu Jibril berkata; 'Dan demi kemuliaan-Mu, sungguh aku kuatir tidak seorangpun yang selamat darinya, kecuali ia pasti akan masuk ke dalamnya.'"
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Abu Al Aswad] dari [Yahya bin An Nadhr] dari [Abu Hurairah] berkata; Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Surga dikemas dengan hal hal yang dibenci dan neraka dikemas dengan hal hal yang disukai syahwat."
Telah menceritakan kepada kami [Hasan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit al-Bunani] dari [Anas bin Malik], Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda, "Surga dilingkupi oleh hal-hal yang tidak menyenangkan (ujian di dunia), sedangkan neraka dilingkupi dengan syahwat (kesenangan-kesenangan)."
Telah menceritakan kepada kami [Ghossan bin ar-RABB i'] telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Tsabit] dan [Humaid] dari [Anas] berkata; Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: " surga dikelilingi dengan hAl hal yang tidak menyenangkan dan neraka di kelilingi dengan hAl hal yang menyenangkan".
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Ibnul 'Ala] dari [Ibnu Idris] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Hushain] dari [Hilal bin Yasaf] dari [Abdullah bin Zhalim] dan [Sufyan] dari [Manshur] dari [Hilal bin Yasaf] dari [Abdullah bin Zhalim Al Mazini] - [sufyan] menyebutkan [seorang laki-laki] yang berada antara dirinya dengan [Abdullah bin Zhalim Al Mazini] - ia berkata, "Aku mendengar [Sa'id bin Zaid bin Amru bin Nufail] ia berkata, "Ketika si fulan tiba di kota Kuffah, ia lalu berkhutbah. Maka Sa'id bin Zaid maraih tanganku dan berkata, "Tidakkah kamu lihat orang zhalim ini? Aku bersaksi bahwa kesembilan orang itu adalah ahli surga, dan jika aku bersaksi untuk orang yang kesepuluh, maka aku tidak akan berdosa." -Ibnu Idris (perawi) berkata, "Orang-orang Arab mengatakan, "aatsam (aku berdosa, dan ada juga yang membacanya dengan iitsam; aku berdosa). - Aku lalu bertanya, "Lantas siapa kesembilan orang itu?" Ia menjawab, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda saat berada di Qua Hira: "Diamlah wahai Hira! Sesungguhnya yang berada di dekatmu adalah seorang Nabi, shiddiq, dan syahid." Aku lalu bertanya lagi, "Siapa kesembilan orang itu?" ia menjawab, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Az Zubair, Sa'd bin Abu Waqash, dan 'Abdurrahman bin Auf." Aku bertanya lagi, "Siapa yang kesepuluh?" lalu ia merasa ragu-ragu, namun akhirnya ia berkata, "Itu adalah aku.", Abu Daud berkata; " [Al Asyja'ie] juga meriwayatkannya dari [Sufyan] dari [Mashur] dari [Hilal bin Yasaf] dari [Ibnu Hayyan] dari [Abdullah bin Zhalim] dengan sanadnya seperti Hadits tersebut."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah mengabarkan kepada kami [Hushain] dari [Hilal bin Yasaf] dari [Abdullah bin Dlalim Al Mazini] dari [Sa'id bin Zaid bin 'Amru bin Nufail] bahwa dia berkata; "Saya bersaksi terhadap sembilan orang yang mereka telah dijamin masuk surga dan sekiranya aku bersaksi terhadap sepuluh orang, maka aku tidak akan berdosa." Dikatakan; "Bagaimana bisa begitu?." Dia menjawab; "Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di (goa) Hira', lalu beliau bersabda: "Tenanglah wahai (goa) Hira', tidaklah orang yang ada di atasmu melainkan seorang Nabi, shiddiq (jujur) atau orang yang syahid." Dikatakan; "Siapakah mereka?" Dia menjawab; (mereka adalah) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Zubair, Sa'ad dan Abdurrahman bin 'Auf." Dikatakan; "Siapa yang kesepuluh?" Dia menjawab; "Saya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih." Dan hadits ini telah diriwayatkan pula dari beberapa jalur dari Sa'id bin Zaid dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Al Hajjaj bin Muhammad] telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] dari [Al Hurr bin Ash Shayyah] dari [Abdurrahman bin Al Akhnas] dari [Sa'id bin Zaid] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti hadits di atas secara maknanya, dia berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan."
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus] berkata, telah menceritakan kepada kami [Shadaqah bin Mutsanna Abul Mutsanna An Nakha'i] dari kakeknya [Riyah bin Ibnul Harits] ia mendengar [Sa'id bin Zaid bin 'Amru bin Nufail] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah kesepuluh dari sepuluh orang." Sa'id berkata; "Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, Zubair di surga, Sa'd di surga dan Abdurrahman di surga." Lalu dikatakan kepadanya, "Siapa yang kesembilan?" ia menjawab: "Saya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah bercerita kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari [Hammam] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Tidak masuk surga orang yang suka mengadu domba."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id Al Qaththan Abu Sa'id Al Ahwal] dari [Al A'masy] telah bercerita kepadaku [Ibrahim] sejak sekitar enampuluh tahun dari [Hammam bin Al Harits] berkata; Seseorang melewati [Hudzaifah bin Al Yaman] lalu dikatakan; Orang itu melaporkan pembicaraan kepada para pemimpin, Hudzaifah bin Al Yaman berkata; Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda - atau Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Tidaklah masuk surga orang yang suka mengadu domba."
Telah menceritakan kepada kami ['Abdur Razzaq] telah mengkhabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Ibrahim] dari [Hammam] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] berkata; Seseorang melaporkan pembicaraan-pembicaraan Hudzaifah bin Al Yaman kepada 'Utsman, berkata Hudzaifah bin Al Yaman: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Tidak masuk surga orang yang suka mengadu domba."
Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] telah bercerita kepada kami [Mahdi] dari [Washil Al Ahdab] dari [Abu Wa`il] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] telah terdengar olehnya bahwa seseorang mengadu domba lalu Hudzaifah bin Al Yaman berkata; Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Tidaklah masuk surga orang yang suka mengadu domba."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Qathan] telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Ibrahim] dari [Hammam bin Al Harits] berkata; Seseorang lewat lalu mereka berkata; Orang itu suka melapor kepada para pemimpin. berkata [Hudzaifah bin Al Yaman]: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Tidaklah masuk surga orang yang mengadu domba."
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Ibnul Mubarak] dari [Yunus] dari [Ibnu Syihab] telah mengabarkan kepadanya [Hamzah bin Abdillah bin Umar], dia mendengar [Ibnu Umar] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda: "Jika Allah Shallallahu'alaihi wa Sallam menurunkan azab kepada suatu kaum, azab itu menimpa siapapun yang bersama mereka, kemudian mereka dibangkitkan sesuai dengan amalan mereka."
Telah menceritakan kepada kami ['Attab] telah menceritakan kepada kami [Abdullah] dan [Ali bin Ishaq] berkata; Telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri] dari [Hamzah bin Abdullah] dari [Ibnu Umar] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika Allah hendak menyiksa suatu kaum, maka Dia akan menyiksa semua yang ada di dalamnya, kemudian mereka akan dibangkitkan kembali sesuai dengan amal perbuatan mereka." Dan [Ali] menyebutkan dalam hadisnya, ia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Hamzah bin Abdullah bin Umar] bahwa ia mendengar [Ibnu Umar] mengatakannya."
Telah menceritakan kepada kami [Suraij bin Nu'man] telah menceritakan kepada kami [Abu Syihab] dari [Hajjaj] dari [Zuhri] dari [Abdurrahman bin Hunaidah] dari [Ibnu Umar] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Jika Allah hendak menurunkan adzab pada suatu kaum maka adzab itu akan menimpa siapa saja yang bersama dengan mereka lalu Allah akan membangkitkan mereka sesuai dengan amalannya masing-masing." Demikian pula yang terdapat dalam Al Kitab.
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Utsman], Telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri] telah mengabarkan kepada kami [Hamzah bin Abdullah bin Umar], ia mendengar [Ibnu Umar] radliallahu 'anhuma mengatakan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika Allah menurunkan adzab, maka adzab itu akan mengenai siapa saja yang berada ditengah-tengah mereka, lantas mereka dihisab sesuai amalan mereka."
Telah menceritakan kepadaku [Harmalah bin Yahya At Tujini] telah mengkhabarkan kepada kami [Ibnu Wahb] telah mengkhabarkan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] telah mengkhabarkan kepadaku [Hamzah bin Abdullah bin Umar] bahwa [Abdullah bin Umar] berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Bila Allah hendak mengadzab suatu kaum, adzab menimpa orang yang ada ditengah-tengah mereka lalu mereka dibangkitkan berdasarkan amal-amal mereka."
Telah menceritakan kepada kami [Rauh] berkata; telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qotadah] dari [Abu Al Mutawakkil An Naji] dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang-orang yang beriman pada hari Kiamat selamat dari neraka, lalu mereka ditahan di jembatan antara surga dan neraka, lalu sebagian akan diqishas atas sebagian yang lain karena kezhaliman mereka waktu di dunia, sehingga setelah mereka dibersihkan dan telah suci, mereka diizinkan memasuki surga. Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, seseorang di antara mereka lebih mengetahui rumahnya di surga dari pada rumahnya di dunia."
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim] berkata; telah menceritakan kepada kami [Robah] dari [Ma'mar] dari [Qotadah] tentang firman Allah: "Dan Kami cabut segala macam dendam yang ada di dalam dada mereka.." berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Al Mutawakkil] dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang-orang yang beriman selamat dari neraka, kemudian mereka tertahan di atas jembatan antara surga dan neraka, lalu mereka diqishas sebagian atas sebagian yang lain."
Telah menceritakan kepada kami [Rauh] berkata; telah menceritakan kepada kami [Sa'id] berkata; [Qotadah] dari [Abu Al Mutawakkil An Naji] dan [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang-orang yang beriman pada hari Kiamat selamat dari neraka, lalu mereka ditahan di jembatan antara surga dan neraka, maka sebagian akan diqishas atas sebagian yang lain karena kezhaliman mereka waktu di dunia, sehingga setelah mereka dibersihkan dan telah suci, mereka diizinkan memasuki surga. Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, seseorang di antara mereka lebih mengetahui rumahnya di surga dari pada rumahnya di dunia."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai'] berkata; telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Arubah] tentang ayat ini: "Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka.." ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Qotadah] bahwa [Abu Al mutawakkil An Naji] menceritakan kepada mereka, bahwa [Abu Sa'id Al Khudri] menceritakan kepadanya, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang-orang yang beriman pada hari Kiamat selamat dari neraka, lalu mereka ditahan di jembatan antara surga dan neraka, lalu sebagian akan diqishas atas sebagian yang lain karena kezhaliman mereka waktu di dunia, sehingga setelah mereka dibersihkan dan telah suci, mereka diizinkan memasuki surga." Beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, seseorang di antara mereka lebih mengetahui rumahnya di surga dari pada rumahnya di dunia."
Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Sa'id bin Abu Burdah] dari [bapaknya] dari [Abu Musa Al Asy'ari] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang mukmin meninggal kecuali Allah 'azza wajalla akan menggantikan tempatnya di neraka dengan orang Yahudi atau Nasrani." Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] dari [Qatadah] dari [Sa'id bin Abu Burdah] dan ['Aun bin Utbah] bahwa keduanya telah menyaksikan [Abu Burdah] menceritakan hadis ini kepada Umar bin Abdul Aziz, 'Aun berkata; Kemudian Abu burdah bersumpah dengan nama Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Dia, bahwasanya [bapaknya] telah berkata kepadanya bahwasanya ia medengarnya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Said tidak mengingkari 'Aun bahwa ia bersumpah.
Telah menceritakan kepada kami [Islamil] berkata; Telah mengabarkan kepada kami [Ayyub] dari [Abdullah bin Abi Mulaikah] dari [Aisyah] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa yang dihisab pada hari kiamat maka ia akan mendapatkan adzab." (Aisyah) Berkata; saya berkata; "Bukankah Allah Azzawajalla telah berfirman: 'Maka orang-orang yang diberi catatan amalannya dengan tangan kanannya akan dihisab dengan hisab yang mudah', Rasulullah bersabda: "Ayat itu maksudnya bukan hisab akan tetapi hal itu adalah pemaparan (amal), barangsiapa yang didiskusikan hisabnya pada hari kiamat maka ia akan diadzab ".
Telah menceritakan kepada kami [Yunus], telah menceritakan kepada kami [Nafi', yaitu Ibnu Umar], dari [Abi Mulaikah], dari [Aisyah] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa yang pada hari itu (hari kiamat) dihisab, pasti disiksa." Saya berkata; "Wahai Rasulullah, bukankah Allah berfirman YUHAASABU HISAABAY YASIIRA (Akan dihisab dengan hisab yang mudah)?. Beliau bersabda: "Yang dimaksud ayat itu adalah penampakan amal, sungguh bahwa orang yang dihisab pada hari itu, pasti akan disiksa."
Telah menceritakan kepada kami [Suraij], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Nafi'] dari [Abi Mulaikah] dari [Aisyah] bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa yang dihisab maka pasti akan disiksa."
Ahmad bin Hambal berkata; telah menceritakan kepada kami [Waqi'] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdul Jabbar bin Ward] dari [Ibnu Abi Mulaikah] dari [Aisyah] berkata; Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang dihisab maka akan binasa." Dia berkata; saya bertanya; Wahai Rasulullah, bukankah Allah Azzawajalla telah berfirman "Dia akan dihisab dengan hisab yang ringan" beliau bersabda: "Wahai Aisyah, sesungguhnya hal itu adalah ardh (penampakan amal perbuatan), barang siapa dihisab maka akan binasa."
Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Maryam] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Nafi' bin Umar] berkata, telah menceritakan kepadaku [Ibnu Abu Mulaikah] bahwa [Aisyah] istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidaklah mendengar sesuatu yang tidak dia mengerti kecuali menanyakannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sampai dia mengerti, dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Siapa yang dihisab berarti dia disiksa" Aisyah berkata: maka aku bertanya kepada Nabi: "Bukankah Allah Ta'ala berfirman: "Kelak dia akan dihisab dengan hisab yang ringan" Aisyah berkata: Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya yang dimaksud itu adalah pemaparan (amalan). Akan tetapi barangsiapa yang didebat hisabnya pasti celaka".
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Wa`il] ia berkata; Aku pernah duduk-duduk bersama [Abdullah] dan [Abu Musa] lalu keduanya berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya menjelang hari kiamat ada hari-hari di mana kebodohan merajalela, ilmu diangkat dan banyak terjadi Al Harj." Ia berkata; Kami bertanya; Apa itu Al Harj? Beliau menjawab: "Pembunuhan."
Telah meneritakan kepada kami [Abu An Nadlr] telah menceritakan kepada kami [Al Asyja'i] dari [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] dan [Abu Musa Al As'ari] keduanya berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya hari-hari terjadinya kiamat adalah ilmu akan diangkat, kebodohan akan merajalela dan banyak terjadi Al Haraj (kekacauan)." Beliau bersabda: "Al Haraj adalah pembunuhan."
Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah bin Amru] telah menceritakan kepada kami [Za`idah] dari [Al A'masy] dari [Syaqiq] ia berkata; Aku pernah duduk bersama [Abdullah] dan [Abu Musa], mereka berdua menceritakan seraya berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Menjelang kiamat ada hari-hari, diangkatnya ilmu-ilmu, tersebarnya kebodohan dan terjadinya kekacauan, kekacauan adalah pembunuhan."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Washil] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] ia berkata; Aku kira ia memarfu'kannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: "Di antara dekatnya hari kiamat adalah hari-hari penuh kegoncangan, hari hilangnya ilmu dan tersebarnya kebodohan." [Abu Musa] berkata; Al Haraj dengan lisan Habasyah artinya pembunuhan.
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Ali] dari [Za`idah] dari [Sulaiman] dari [Syaqiq] ia berkata; Aku pernah bersama [Abdullah] dan [Abu Musa] yang sedang bercerita, keduanya menyebutkan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sebelum terjadi hari kiamat, akan datang hari-hari di mana ilmu akan diangkat, kebodohan merajalela dan banyaknya Al Haraj (kegoncangan)." Ia mengatakan; Keduanya berkata; Al Haraj adalah pembunuhan.
Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] telah mengabarkan kepadaku [Salim bin Abdillah], [Abdullah bin Umar] pernah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Orang-orang Yahudi akan memerangi kalian sehingga kalian dapat mengalahkannya, sampai batu berbicara, 'Wahai orang muslim, ini seorang yahudi di belakangku, bunuhlah dia.'"
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepadaku anak saudaraku [Ibnu Syihab] dari [pamannya], telah mengabarkan kepadaku [Salim bin Abdillah] bahwa [Abdullah bin Umar] telah mengabarkan kepadanya, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Orang-orang Yahudi akan memerangi kalian, kemudian kalian mengalahkan mereka sehingga batu berkata, 'Wahai Muslim, ini orang Yahudi ada di belakangku maka bunuhlah dia.'"
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Shalih] telah berkata, [Ibnu Syihab] telah mengabarkan kepadaku [Salim bin Abdillah] bahwa [Abdullah bin Umar] berkata; Saya mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Orang-orang Yahudi akan memerangi kalian, dan kalian mengalahkan mereka sehingga batu berkata, 'Wahai orang muslim, ini orang Yahudi di belakangku, bunuhlah dia.'"
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Zuhri] dari [Salim] dari [Ibnu Umar] bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Orang-orang Yahudi akan memerangi kalian, dan kalian mengalahkan mereka hingga batu berkata, 'Wahai Muslim, ini orang Yahudi di belakangku, bunuhlah ia.'"
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya dari [Abu Hurairah] Dan beliau bersabda: "Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga kalian memerangi orang-orang Yahudi, kaum muslimin akan memerangi mereka sehingga ada seorang yahudi bersembunyi di balik batu atau pohon, lalu batu atau pohon tersebut berkata; 'Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini ada seorang yahudi bersembunyi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia, ' kecuali pohon gharqad, karena ia adalah pohon yahudi."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Khalid] dari [Sa'id bin Abu Hilal] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atho' bin yasar] dari [Abu Sa'id Al Khudzri], Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada hari kiamat bumi bagaikan sekeping roti, Allah Al Jabbar memutar-mutarnya dengan tangan-Nya sebagaimana salah seorang diantara kalian bisa memutar-mutar rotinya dalam perjalanan sebagai kabar gembira penghuni surga." Selanjutnya ada seorang yahudi dan berujar; 'Kiranya Allah Arrahman memberkatimu wahai Abul Qasim, maukah kamu kuberitahu kabar gembira penghuni surga dihari kiamat nanti? ' "baik" Jawab Nabi. Lanjut si yahudi; 'Bumi ketika itu bagaikan sekeping roti' sebagaimana disabdakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Lantas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memandang kami dan tertawa hingga terlihat gigi serinya, kemudian Nabi berujar; "Maukah kamu kuberitahu lauk penghuni surga?" Lanjut beliau; "lauk mereka adalah sapi dan ikan paus." Mereka bertanya; 'Apa keistimewaan daging ini? ' Nabi menjawab: "sobekan hati ikan paus dan sapi itu, bisa disantap untuk tujuh puluh ribu orang."
Telah menceritakan kepada kami ['Abdul Malik bin Syu'aib bin Al Laits] telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [kakekku] telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Yazid] dari [Sa'id bin Abu Hilal] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atha bin Yasar] dari [Abu Sa'id Al Khudri] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Pada hari kiamat bumi itu akan seperti satu potong roti yang akan di ratakan oleh Allah dengan tangan-Nya hingga menjadi seimbang. Sebagaimana roti yang diratakan oleh salah seorang dari kalian diperjalanannya. sebagai hidangan bagi penghuni surga. Kemudian seorang laki-laki dari yahudi datang, ia berkata kepada beliau; "semoga Allah memberkahi kepadamu wahai Abu Qasim, beliau berkata kepadanya; maukah kamu kuberitahu tentang hidangan penghuni surga pada hari kiamat? Dia menjawab; 'Ya.' Beliau bersabda: bumi akan menjadi satu potong roti -sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tadi.- maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat kepada kami dan tertawa hingga terlihat gigi serinya. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bertanya; maukah kuberitahukan kepadamu tentang lauk pauk mereka. Dia menjawab; lauknya adalah balaam (bahasa Ibarahin) dan nun. Para sahabat bertanya; apakah itu? Beliau menjawab; yaitu seekor sapi, sedangkan nun adalah daging yang paling baik dari hatinya yang akan dimakan oleh tujuh puluh ribu penghuni surga yang masuk tanpa hisab.
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dari [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Surga itu lebih dekat kepada salah seorang dari kalian dari tali sandalnya dan neraka pun demikian."
Telah menceritakan kepada kami [Mu'ammal] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah bin Mas'ud] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Surga itu lebih dekat dari pada tali sandalnya, demikian pula dengan neraka."
Telah menceritakan kepadaku [Musa bin Mas'ud] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dan [Al A'masy] dari [Abu Wail] dari [Abdullah] radliallahu 'anhu menuturkan, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya, neraka juga seperti itu."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Humaid bin Abdurrahman] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Barangsiapa menginfaqkan Zaujain dari hartanya (sesuatu yang berpasangan seperti dua kuda, atau dua budak, pent) di jalan Allah, maka ia akan dipanggil dari setiap pintu-pintu surga. Sesungguhnya surga memiliki beberapa pintu, barangsiapa dari ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat, ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah, ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad dan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Royyan." Lalu Abu Bakar berkata; "Wahai Rasulullah, setiap dari mereka dipanggil dari pintu yang sesuai dengan keahliannya, lalu apakah ada orang yang akan dipanggil dari setiap pintu?" Beliau menjawab: "Ya, dan aku berharap engkau salah satu dari mereka."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin 'Abdul Malik] telah bercerita kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Abu Hazim] dari [Sahal bin Sa'ad] dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Surga memiliki sebuah pintu bernama Ar Rayyan. Pada hari kiamat ada suara memanggil-manggil: Mana orang-orang yang puasa? kemarilah ke Ar Rayyan, bila yang terakhir dari mereka masuk, pintu ditutup."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah bercerita kepada kami [Bisyr bin Al Mufadhdhal] telah bercerita kepada kami ['Abdur Rahman bin Ishaq] dari [Abu Hazim] dari [Sahal bin Sa'ad] berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Surga memiliki sebuah pintu bernama Ar Rayyan, pada hari kiamat ada suara memanggil-manggil: Mana orang-orang yang puasa? Bila mereka semua telah memasukinya, pintu pun ditutup dan tidak ada selain mereka yang memasukinya." Aku menemui Abu Hazim lalu bertanya padanya, ia menceritakan hadis itu padaku hanya saja saya lebih hafal hadis 'Abdur Rahman.
Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Dawud Al Hasyimi] dan [Ishaq bin 'Isa] keduanya berkata: telah bercerita kepada kami [Sa'id bin 'Abdur Rahman] dari [Abu Hazim] dari [Sahal bin Sa'ad] berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Orang yang berpuasa memiliki sebuah pintu disurga bernama Ar Rayyan, tidak ada selain mereka yang memasukinya, bila yang terakhir masuk, pintu kontan ditutup, bagi yang memasukinya akan minum dan bagi yang minum tidak haus selamanya."
Telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Mukhallad] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Bilal] berkata, telah menceritakan kepada saya [Abu Hazim] dari [Sahal radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayyan, yang pada hari qiyamat tidak akan ada orang yang masuk ke surga melewati pintu itu kecuali para shaimun (orang-orang yang berpuasa). Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Lalu dikatakan kepada mereka; Mana para shaimun, maka para shaimun berdiri menghadap. Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Apabila mereka telah masuk semuanya, maka pintu itu ditutup dan tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut".
Telah menceritakan kepada kami [Zakariya bin Adi] telah mengabarkan kepada kami [Ubaidullah bin Amr] dari [Abdullah bin Muhammad bin Aqil] dari [Ibnu Umar] dia berkata, Pernah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam memberiku kain bergaris bersulam sutera, bekas pemberian Fairuz untuk nabi. Kain itu aku gunakan untuk sarung. Namun terlalu panjang dan lebar. Dengan terpaksa kain saya seret. Kemudian saya memakai sorban, kujadikan sebagai penutup kepala. Kontan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam memegang pundakku seraya bersabda: "Wahai Abdullah, angkatlah kain itu. Karena segala kain yang menyentuh tanah hingga bawah kedua mata kaki akan dijebloskan dalam neraka." Abdullah bin Muhammad berkata, "Semenjak itu saya tidak pernah melihat seorangpun manusia yang lebih menyingsingkan kain sarungnya daripada Abdullah bin Umar.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] aku mendengar [Sa'id bin Abi Sa'id Al Maqburi] menceritakan dari [Abu Hurairah], berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "kain yang di bawah mata kaki adalah di neraka, yaitu kain sarung."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] [Syu'bah] aku mendengar [Sa'id bin Abi Sa'id Al Maqburi] yaitu ketika ia telah berumur senja, ia berkata; Aku mendengar [Abu Hurairah] menuturkan; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apa yang ada di bawah dua mata kaki adalah di neraka."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan], telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] dan [Yazid bin Zura'i] keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami [Dawud] dari [Abu Qaza'ah] dari [Al Asqa' bin Al `Asla'] Dari [Samurah bin Jundub] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Bagian sarung yang berada di bawah mata kaki, maka (tempatnya) di Neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Adam] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah] radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Barangsiapa menjulurkan kain sarungnya hingga dibawah mata kaki, maka tempatnya adalah neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Maryam] Telah mengabarkan kepada kami [Al Mughirah bin 'Abdur Rahman] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh pada hari kiamat akan datang seseorang yang berbadan gemuk namun di sisi Allah timbangannya tidak dapat melebihi berat sayap seekor nyamuk. Bacalah ayat; …dan kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari kiamat, (Al Kahfi: 105). Dan dari [Yahya bin Bukair] dari [Al Mughirah bin Abdurrahman] dari [Abu Az Zinad] dengan Hadits yang serupa.
Telah menceritakan kepadaku [Abu Bakr bin Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] telah menceritakan kepadaku [Al Mughirah Al Hizami] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: Sungguh pada hari kiamat akan datang seseorang yang berbadan gemuk namun di sisi Allah timbangannya tidak dapat melebihi berat sayap seekor nyamuk. Bacalah ayat; …dan kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari kiamat (Al Kahfi: 105).
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Umar] telah menceritakan kepada kami [Usamah] yaitu Ibnu Zaid, telah menceritakan kepada kami [Abu Abdullah Al Qarrazh] bahwa dia mendengar [Sa'd bin Malik] dan [Abu Hurairah] keduanya berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ya Allah berikanlah keberkahan kepada penduduk Madinah di kota mereka dan berkahilah mereka dalam setiap sha' mereka dan berkahilah dalam setiap Mud mereka. Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim adalah hambaMu dan kekasihMu dan aku juga hamba dan utusanMu. Ibrahim telah memohon kepadaMu untuk penduduk Makkah dan aku memohon kepadaMu untuk penduduk Madinah sebagaimana Ibrahim memohon kepadaMU untuk penduduk Makkah dan semisalnya bersamanya. Sesungguhnya Madinah itu dijaga oleh para Malaikat, yang di setiap jalannya ada dua Malaikat yang menjaganya, tidak akan dimasuki oleh wabah lepra dan Dajjal. Barangsiapa hendak melakukan keburukan di dalamnya, maka Allah akan menjadikannya meleleh sebagaimana melelehnya garam di dalam air."
Telah menceritakan kepada kami ['Abdul 'Aziz bin 'Abdullah] berkata, telah menceritakan kepada saya [Ibrahim bin Sa'ad] dari [bapaknya] dari [kakeknya] dari [Abu Bakrah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Al Masihud-Dajjal yang ditakuti tidak akan dapat memasuki kota Madinah. Pada hari itu Madinah memiliki tujuh pintu yang setiap pintunya akan ada dua malaikat (yang menjaganya) ".
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Malik] dari [Nu'aim bin Abdullah], bahwa ia mendengar [Abu Hurairah] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Pada jalan-jalan perbukitan di Madinah terdapat para malaikat sehingga Dajjal dan penyakit tho'un tidak akan bisa memasukinya."
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Umar] berkata; telah menceritakan kepada kami [Usamah bin Zaid] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Abdullah Al Qarrazh] bahwa ia mendengar [Sa'd bin Malik] dan [Abu Hurairah] mengatakan; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Ya Allah berkahilah penduduk Madinah di madinah mereka, berkahilah mereka dalam sha` mereka, berkahilah mereka dalam mud mereka. Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim adalah hamba-Mu dan kekasih-Mu, dan aku juga hamba-Mu dan Rasul-Mu, sesungguhnya Ibrahim telah memohon kepada-Mu untuk kebaikan penduduk Makkah, dan aku memohon kepada-Mu untuk kebaikan penduduk Madinah sebagaimana Ibrahim telah memohon kepada-Mu untuk kebaikan penduduk Makkah dan semisalnya bersamanya. Sesunguhnya Madinah diliputi oleh para Malaikat, pada setiap jalan bukitnya ada dua malaikat yang menjaganya, maka madinah tidak akan dimasuki oleh wabah tha'un dan tidak pula Dajjal, dan siapa saja yang hendak berbuat buruk kepada Madinah maka Allah akan mencairkannya sebagaimana garam yang mencair di dalam air."
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isa] telah mengabarkan kepadaku [Malik] dari [Nu'aim bin Abdullah] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada setiap sisi kota Madinah ada malaikat, Dajjal dan Tha'un tidak akan dapat masuk ke dalamnya."
Telah menceritakan kepada kami [Mu'alla bin Asad] telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] dari [Ibnu Thawus] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] radliallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda: "Manusia dikumpulkan di hari kiamat dengan tiga jalan, untuk manusia yang harap-harap cemas, dua jalan untuk mereka yang menunggang unta, tiga jalan lagi untuk mereka yang menunggang unta, empat jalan lagi untuk mereka yang menunggang unta, dan sepuluh jalan lagi untuk mereka yang menunggang unta, sedang sisanya disatukan oleh neraka, neraka itu selalu menyertai mereka ketika mereka tidur siang, tidur malam, berpagi hari, dan bersore hari."
Telah menceritakan kepadaku [Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Ishaq]. Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Hatim] telah menceritakan kepada kami [Bahz] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Thawus] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Manusia dibangkitkan atas tiga kelompok, ada yang dalam keadaan senang ada pula yang merasa ketakutan. Ada dua orang yang menunggangi satu onta, ada tiga orang yang menunggangi satu onta, ada empat orang yang menunggangi satu onta bahkan ada sepuluh orang yang menunggangi satu onta, lalu sisanya dikumpulkan oleh api yang selalu menyertai mereka pada malam dan siang." Mereka berkata: "Pada pagi dan sore hari."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Al Mubarak] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Hisyam] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Wuhaib bin Khalid Abu Bakr] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Thawus] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Manusia akan dihimpun pada hari kiamat berdasarkan tiga kelompok: Mereka dalam keadaan berharap serta takut, dua orang di atas unta, tiga orang di atas unta, empat orang di atas unta, sepuluh orang di atas unta dan selebihnya dihimpun oleh api, api itu tidur siang bersama mereka ketika mereka tidur siang, bermalam bersama mereka ketika mereka bermalam, berada di pagi hari bersama mereka ketika mereka di pagi hari, dan api itu berada di sore hari ketika mereka di sore hari."
Telah menceritakan kepada kami [Ismail] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Daud] dari [Asysya'bi] berkata; [Aisyah] berkata; "Wahai Rasulullah! Bagaimana menurutmu ketika 'Bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.' lalu dimana manusia pada hari itu?" beliau menjawab; "Manusia ketika itu berada di atas shirat."
Telah menceritakan kepada kami [al-Hasan bin Ali al-Hulwani] telah menceritakan kepada kami [Abu Taubah, yaitu ar-Rabi' bin Nafi'] telah menceritakan kepada kami [Mua'wiyah, yaitu Ibnu Sallam] dari [Zaid, yaitu saudaranya] bahwa dia mendengar [Abu Sallam] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Asma' ar-Rahabi] bahwa [Tsauban, budak Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam] bercerita kepadanya, dia berkata, "Aku pernah berdiri di dekat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, tiba-tiba datanglah salah seorang rahib dari orang-orang Yahudi seraya berkata, 'Semoga keselamatan tercurah atasmu wahai Muhammad. Maka akupun mendorongnya dengan keras hingga dia hampir saja terjungkal karenanya.' Lantas dia bertanya, 'Kenapa kamu mendorongku? ' Aku menjawab, 'Tidak bisakah kamu memanggilnya dengan panggilan "Rasulullah"? ' Rahib Yahudi itu menjawab, 'Cukuplah kami memanggilnya dengan nama yang diberikan keluarganya kepadanya.' Lantas Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, ' namaku ialah Muhammad, nama yang diberikan keluargaku kepadaku.' Yahudi itu berkata, 'Aku datang untuk bertanya beberapa pertanyaan kepadamu.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam balik bertanya, 'Adakah sesuatu yang bermanfaat bagimu jika aku berbicara denganmu.' Dia menjawab, 'Aku akan mendengarkan dengan kedua telingaku ini'. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membuat garis-garis ke tanah dengan tongkat yang ada di tangan beliau seraya berkata, 'Bertanyalah! ' Yahudi itu berucap, '(Hari ketika bumi diganti dengan bumi dan langit yang lain…) (QS. Ibrahim 48), kala itu manusia berada di mana? ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Mereka berada dalam kegelapan di bawah shirath (jembatan).' Dia bertanya, 'Lalu siapakah orang yang paling pertama diizinkan untuk menyeberangi jembatan itu? ' Beliau menjawab, 'Orang-orang fakir dari kaum Muhajirin'. Yahudi itu bertanya lagi, 'Apa hidangan spesial bagi mereka ketika memasuki surga? ' Beliau menjawab, 'Organ yang paling bagus dari hati ikan hiu'. Dia bertanya lagi, 'Setelah itu hidangan apa lagi yang disuguhkan untuk mereka? ' Beliau menjawab, 'Mereka disembelihkan sapi surga yang dimakan dari sisi-sisinya'. Dia bertanya lagi, 'Apa minuman mereka? ' Beliau menjawab, 'Minuman yang diambil dari mata air yang bernama Salsabila'. Dia berkata, 'Kamu benar'. Kemudian dia melanjutkan ucapannya, 'Aku juga datang untuk mengajukan beberapa pertanyaan yang jawabannya tidak diketahui seorang pun di muka bumi ini kecuali seorang Nabi atau seorang atau dua orang lelaki saja'. Beliau berkata, 'Apakah akan memberikan manfaat kepadamu jika aku menjawabnya? ' Dia menjawab, 'Aku akan mendengarkannya dengan kedua telingaku'. Dia berkata, 'Aku datang dengan sebuah pertanyaan mengenai anak'. Beliau menjawab, 'Air mani seorang lelaki berwarna putih dan air mani seorang wanita berwarna kuning, jika keduanya menyatu lalu air mani si lelaki lebih dominan atas air mani wanita maka janin itu akan berkelamin laki-laki dengan izin Allah. Namun jika air mani wanita lebih dominan atas air mani si lelaki maka janin itu akan berkelamin wanita dengan izin Allah.' Yahudi itu berkata, 'Kamu benar, dan kamu memang benar-benar seorang Nabi'. Lalu lelaki Yahudi itupun beranjak pergi. Setelah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Sungguh aku pernah ditanya seseorang tentang pertanyaan yang dia juga menanyakannya kepadaku, dan aku sama sekali tidak tahu jawabannya sampai Allah memberitahukannya kepadaku'. [Abdullah bin Abdurrahman ad-Darimi] memberitahukan hadis ini kepadaku, [Yahya bin Hassan] mengkabarkan kepada kami, [Mu'awiyah bin Sallam] menceritakan seperti itu kepada kami dengan sanad yang sama, tapi bedanya; ia mengatakan: aku pernah duduk di dekat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Dan perbedaan lafadz; "Zaidatu kabidin nun" (hati ikan hiu), "adzkara" dan "ânatsa" (dengan bentuk mufrad/tunggal), dan bukan "adzkarâ" dan "ânatsâ" (dengan bentuk mutsanna).
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Mushir] dari [Dawud] dari [Asy Sya'bi] dari [Masruq] dari ['Aisyah] dia berkata; Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang firman Allah Azza Wa Jalla: 'Pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan begitu pula langit……' (QS. Ibrahim (14): 48), maka dimanakah umat manusia ketika itu, ya Rasulullah?" Jawab beliau: 'Di Titian (shirath)! '
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Dawud bin Abu Hind] dari [Asy Sya'bi] dari [Masruq] berkata: [Aisyah] membaca (ayat): "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain. (Ibrahiim: 48) ia berkata: Wahai Rasulullah dimanakah gerangan manusia (saat itu)? beliau menjawab: "Di atas Shirath." Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Juga diriwayatkan melalui sanad lain dari Aisyah.
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Dawud bin Abu Hind] dari [Asy Sya'bi] dari [Masruq] dari [Aisyah] ia berkata: Wahai Rasulullah, "Padahal bumi seluruhnya dalam genggamanNya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kananNya." (Az Zumar: 67) Saat itu orang-orang mu`min dimana? beliau menjawab: "Di atas jembatan wahai Aisyah." Hadits ini hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman] telah memberitakan kepada kami [Isma'il] telah mengabarkan kepadaku ['Amru] dari [Sa'id] dari [Abu Hurairah] berkata; Aku bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafa'atmu pada hari kiamat?" maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Abu Hurairah, sungguh aku telah mengira bahwa tidak ada orang yang bertanya tentang hal ini lebih awal dari kamu, karena aku tahu kegigihan kamu dalam mendapatkan hadis, maka orang yang paling berbahagia dengan syafa'atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan LAA ILAAHA ILLAALLAH murni dari hatinya."
Telah menceritakan kepada kami [Abdul 'Aziz bin Abdullah] berkata, telah menceritakan kepadaku [Sulaiman] dari ['Amru bin Abu 'Amru] dari [Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah], bahwa dia berkata: ditanyakan (kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Wahai Rasulullah siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafa'atmu pada hari kiamat?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Aku telah menduga wahai Abu Hurairah, bahwa tidak ada orang yang mendahuluimu dalam menanyakan masalah ini, karena aku lihat betapa perhatian dirimu terhadap hadits. Orang yang paling berbahagia dengan syafa'atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlas dari hatinya atau jiwanya".
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin ja'far] dari ['Amru] dari [Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah] Radliyallahu'anhu menuturkan; saya bertanya; 'wahai Rasulullah, siapa manusia yang paling beruntung dengan syafaatmu padahari kiamat? ' Nabi menjawab: "Hai Abu Hurairah, saya sudah beranggapan bahwa tak seorangpun lebih dahulu menanyakan masalah ini kepadaku daripada dirimu, dikarenakan kulihat semangatmu mencari hadits, Manusia yang paling beruntung dengan syafaatku pada hari kiamat adalah yang mengucapkan laa-ilaaha-illa-llaah, dengan tulus dari lubuk hatinya."
Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad] -yaitu Ibnu Salamah- dari [Ayyub] dari [Abu Qilabah] dari [Anas] bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan datang hari kiamat hingga manusia berbangga-bangga dengan masjid."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Said] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Ayyub] dari [Abu Qilabah] dari [Anas bin Malik] berkata, Rasulullah bersabda, "Tidak terjadi hari kiamat sehingga orang-orang saling membanggakan diri di masjid."
Telah menceritakan kepada kami [Abdus Shomad] dan [Affan] berkata, Telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Ayyub] dari [Abi Qilabah] dari [Anas] sesungguhnya Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda, "Tidak terjadi hari kiamat sehingga orang membanggakan diri di masjid."
Telah menceritakan kepada kami [Yunus] dan [Hasan bin Musa] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Ayyub As-Sakhtiyani] dari [Abu Qilabah] dari [Anas bin Malik], Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Tidak terjadi hari kiamat sehingga orang-orang berbangga diri di masjid."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] Telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Abu Qilabah] dari [Anas Bin Malik] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga orang-orang berbangga diri di masjid".
Situs ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda dan menayangkan iklan. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kebijakan Privasi