Al-Jannah (Surga) memuat 84 sub-bahasan dengan 919 hadits di dalamnya, dan berada di bawah Kiamat, Surga dan Neraka.
Riwayatnya bersumber dari Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad, dan 6 kitab lainnya. Tiap kutipan tampil lengkap — teks Arab beserta terjemahannya — disertai nama kitab dan nomor hadits agar dapat dicocokkan dengan kitab aslinya. Bahasan yang diriwayatkan lewat lebih dari satu jalur ditampilkan seluruhnya sebagai penguat, tidak diringkas menjadi satu.
Kerangka tema selengkapnya dapat dijelajahi lewat beranda.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid bin Habib bin Abu Al 'Isyrin] telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] telah menceritakan kepada kami [Hassan bin 'Athiyah] dari [Sa'id bin Al Musayyib] ia bertemu [Abu Hurairah] lalu Abu Hurairah berkata: Aku meminta kepada Allah semoga menyatukanku denganmu di pasar surga. Sa'id bertanya: Apa disana ada pasar? Abu Hurairah menjawab: Ya, telah menghabarkan kepadaku Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, bahwa penghuni surga bila masuk surga, mereka tinggal di sana karena keutamaan amal-amal mereka, kemudian diizinkan seukuran hari jum'at dari hari-hari dunia lalu mereka mengunjungi Rabb mereka kemudian Rabb menampakkan 'arsyNya pada mereka, salah satu taman surga nampak pada mereka kemudian mimbar-mimbar dari cahaya, mimbar-mimbar dari mutiara, mimbar-mimbar dari yaqut, mimbar-mimbar dari permata, mimbar-mimbar dari emas, mimbar-mimbar dari perak diletakkan untuk mereka, yang paling rendah di antara mereka beserta tingkat kerendahannya duduk di atas gundukan tanah kesturi dan kafur dan mereka beranggapan tempat duduk para pemilik kursi tidak lebih baik dari mereka." Abu Hurairah bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita? Beliau menjawab: "Ya." Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bertanya: "Apakah kalian kesulitan saat melihat matahari dan bulan di malam purnama?" Kami menjawab: Tidak. Beliau bersabda: "Seperti itu juga kalian tidak kesulitan dalam melihat Rabb kalian. Dan dimajlis itu tidaklah ada seorang pun melainkan Allah mendatanginya dengan sebenarnya hingga Ia bertanya kepada seseorang dari mereka: Hai fulan bin fulan, ingatkah kau saat berkata begini dan begini? Allah mengingatkan sebagian kemaksiatan-kemaksiatannya didunia. Orang itu berkata: Wahai Rabb, apa Kau tidak mengampuniku? Allah menjawab: Ya, luasnya ampunanku sampai pada tempatmu ini. Saat mereka seperti, mega menaungi mereka di atas mereka lalu turun hujan minyak wangi yang baunya sama sekali belum pernah mereka temukan, Rabb kita Tabaaraka wa Ta'ala berfirman: Berdirilah menuju kemuliaan yang telah Aku persiapkan untuk kalian lalu ambillah yang kalian inginkan. Lalu kami mendatangi pasar yang diliputi oleh malaikat, di dalamnya ada yang belum pernah dilihat mata sepertinya, belum pernah terdengar oleh telinga dan tidak terlintas dihati, lalu apa yang kami inginkan dibawakan untuk kami, di sana tidak dijual dan tidak dibeli. Di pasar itu, para penghuni surga saling bertemu satu sama lain." Beliau meneruskan: "Seseorang yang tinggal di flat (derajat tinggi) surga lantas datang lalu bertemu dengan orang yang tingkatnya berada dibawahnya beserta kerendahan yang ada padanya lalu ia kaget terhadap pakaian yang diperlihatkan padanya, akhir kata-katanya belum juga habis hingga ia menghayal yang lebih baik darinya, karenanya tidak layak bagi siapa pun untuk bersedih di surga. Setelah itu kami pulang ke rumah-rumah kami, kami disambut oleh istri-istri kami, mereka berkata: Selamat datang, kau datang dengan keindahan yang lebih baik dari saat kau tinggalkan kami. Ia berkata: Sesungguhnya kami menemani Rabb kami Al Jabbar hari ini, laik bagi kami untuk pulang seperti ini." Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib, kami hanya mengetahuinya dari jalur sanad ini. [Suwaid bin Amru] meriwayatkan sebagaian hadits ini dari [Al Auza'i].
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid bin Habib bin Abu Al 'Iysrin] telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin 'Amru Al Auza'i] telah menceritakan kepadaku [Hasan bin 'Athiyah] telah menceritakan kepadaku [Sa'id bin Al Musayyab] bawha dia bertemu dengan Abu Hurairah, maka [Abu Hurairah] berkata: Aku mengharap kepada Allah semoga menyatukanku denganmu di pasar surga." Sa'id bertanya: "Apakah disana ada pasar?" Abu Hurairah menjawab: Ya, telah mengkhabarkan kepadaku Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa penghuni surga bila masuk surga, mereka tinggal di sana karena keutamaan amal-amal mereka, kemudian diizinkan pada hari jum'at dari hari-hari dunia lalu mereka mengunjungi Allah 'azza wajalla, maka Dia menampakkan 'arsy-Nya pada mereka, dan menampakkannya kepada mereka di salah satu taman dari taman-taman surga, sedangkan mimbar-mimbar dari cahaya, mimbar-mimbar dari mutiara, mimbar-mimbar dari yaqut, mimbar-mimbar dari permata, mimbar-mimbar dari emas, mimbar-mimbar dari perak diletakkan untuk mereka, yang paling rendah di antara mereka beserta tingkat kerendahannya duduk di atas gundukan tanah kesturi dan kafur dan mereka tidak menilai tempat duduk para pemilik kursi lebih baik dari mereka." Abu Hurairah berkata; lalu saya bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita?" Beliau menjawab: "Ya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah kalian saling berbantahan saat melihat matahari dan bulan dimalam purnama?" Kami menjawab: "Tidak." Beliau bersabda: "Seperti itu juga kalian tidak berbantahan dalam melihat Rabb kalian. Dan dimajlis itu tidak ada seorang pun melainkan Allah akan mendatanginya dengan sebenarnya hingga Dia akan bertanya kepada salah seorang dari kalian: "Hai fulan, tidak ingatkah kau saat berkata begini dan begini?" Allah mengingatkan sebagian kemaksiatan-kemaksiatannya ketika di dunia. Orang itu menjawab: "Wahai Rabb, tidakkah Engkau mengampuniku?" Allah menjawab: "Ya, Demi luasnya ampunan-Ku sampai pada tempatmu ini." Saat mereka seperti itu, mega menaungi di atas mereka lalu turun hujan minyak wangi yang baunya sama sekali belum pernah mereka temukan, kemudian Dia berfirman: "Berdirilah menuju kemuliaan yang telah Aku persiapkan untuk kalian, lalu ambillah yang kalian inginkan." Beliau bersabda: "Lalu kami mendatangi pasar yang diliputi oleh Malaikat, di dalamnya ada yang belum pernah dilihat mata sama sekali, belum pernah terdengar oleh telinga dan tidak terlintas dihati." Beliau meneruskan: "Lalu apa yang kami inginkan dibawakan untuk kami, di sana tidak dijual dan tidak juga dibeli. Di pasar itu, para penghuni surga saling bertemu satu sama lain. Seseorang yang memiliki derajat tinggi datang lalu bertemu dengan orang yang tingkatnya berada dibawahnya beserta kerendahan yang ada padanya, lalu ia gentar pada pakaian yang diperlihatkan padanya, akhir kata-katanya belum juga habis hingga ia berhayal yang lebih baik darinya, itu karena tidak layak bagi siapa pun untuk bersedih di surga. Setelah itu kami pulang ke rumah-rumah kami, kami disambut oleh isteri-isteri kami, mereka berkata: "Selamat datang, kamu telah datang dengan keindahan yang lebih baik dari saat kamu meninggalkan kami. Kami menjawab: "Sesungguhnya hari ini kami menemani Rabb kami Al Jabbar 'azza wajalla, dan tak layak bagi kami untuk pulang seperti ini."
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid bin Habib bin Abu Al 'Iysrin] telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin 'Amru Al Auza'i] telah menceritakan kepadaku [Hasan bin 'Athiyah] telah menceritakan kepadaku [Sa'id bin Al Musayyab] bawha dia bertemu dengan Abu Hurairah, maka [Abu Hurairah] berkata: Aku mengharap kepada Allah semoga menyatukanku denganmu di pasar surga." Sa'id bertanya: "Apakah disana ada pasar?" Abu Hurairah menjawab: Ya, telah mengkhabarkan kepadaku Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa penghuni surga bila masuk surga, mereka tinggal di sana karena keutamaan amal-amal mereka, kemudian diizinkan pada hari jum'at dari hari-hari dunia lalu mereka mengunjungi Allah 'azza wajalla, maka Dia menampakkan 'arsy-Nya pada mereka, dan menampakkannya kepada mereka di salah satu taman dari taman-taman surga, sedangkan mimbar-mimbar dari cahaya, mimbar-mimbar dari mutiara, mimbar-mimbar dari yaqut, mimbar-mimbar dari permata, mimbar-mimbar dari emas, mimbar-mimbar dari perak diletakkan untuk mereka, yang paling rendah di antara mereka beserta tingkat kerendahannya duduk di atas gundukan tanah kesturi dan kafur dan mereka tidak menilai tempat duduk para pemilik kursi lebih baik dari mereka." Abu Hurairah berkata; lalu saya bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita?" Beliau menjawab: "Ya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah kalian saling berbantahan saat melihat matahari dan bulan dimalam purnama?" Kami menjawab: "Tidak." Beliau bersabda: "Seperti itu juga kalian tidak berbantahan dalam melihat Rabb kalian. Dan dimajlis itu tidak ada seorang pun melainkan Allah akan mendatanginya dengan sebenarnya hingga Dia akan bertanya kepada salah seorang dari kalian: "Hai fulan, tidak ingatkah kau saat berkata begini dan begini?" Allah mengingatkan sebagian kemaksiatan-kemaksiatannya ketika di dunia. Orang itu menjawab: "Wahai Rabb, tidakkah Engkau mengampuniku?" Allah menjawab: "Ya, Demi luasnya ampunan-Ku sampai pada tempatmu ini." Saat mereka seperti itu, mega menaungi di atas mereka lalu turun hujan minyak wangi yang baunya sama sekali belum pernah mereka temukan, kemudian Dia berfirman: "Berdirilah menuju kemuliaan yang telah Aku persiapkan untuk kalian, lalu ambillah yang kalian inginkan." Beliau bersabda: "Lalu kami mendatangi pasar yang diliputi oleh Malaikat, di dalamnya ada yang belum pernah dilihat mata sama sekali, belum pernah terdengar oleh telinga dan tidak terlintas dihati." Beliau meneruskan: "Lalu apa yang kami inginkan dibawakan untuk kami, di sana tidak dijual dan tidak juga dibeli. Di pasar itu, para penghuni surga saling bertemu satu sama lain. Seseorang yang memiliki derajat tinggi datang lalu bertemu dengan orang yang tingkatnya berada dibawahnya beserta kerendahan yang ada padanya, lalu ia gentar pada pakaian yang diperlihatkan padanya, akhir kata-katanya belum juga habis hingga ia berhayal yang lebih baik darinya, itu karena tidak layak bagi siapa pun untuk bersedih di surga. Setelah itu kami pulang ke rumah-rumah kami, kami disambut oleh isteri-isteri kami, mereka berkata: "Selamat datang, kamu telah datang dengan keindahan yang lebih baik dari saat kamu meninggalkan kami. Kami menjawab: "Sesungguhnya hari ini kami menemani Rabb kami Al Jabbar 'azza wajalla, dan tak layak bagi kami untuk pulang seperti ini."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid bin Habib bin Abu Al 'Isyrin] telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] telah menceritakan kepada kami [Hassan bin 'Athiyah] dari [Sa'id bin Al Musayyib] ia bertemu [Abu Hurairah] lalu Abu Hurairah berkata: Aku meminta kepada Allah semoga menyatukanku denganmu di pasar surga. Sa'id bertanya: Apa disana ada pasar? Abu Hurairah menjawab: Ya, telah menghabarkan kepadaku Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, bahwa penghuni surga bila masuk surga, mereka tinggal di sana karena keutamaan amal-amal mereka, kemudian diizinkan seukuran hari jum'at dari hari-hari dunia lalu mereka mengunjungi Rabb mereka kemudian Rabb menampakkan 'arsyNya pada mereka, salah satu taman surga nampak pada mereka kemudian mimbar-mimbar dari cahaya, mimbar-mimbar dari mutiara, mimbar-mimbar dari yaqut, mimbar-mimbar dari permata, mimbar-mimbar dari emas, mimbar-mimbar dari perak diletakkan untuk mereka, yang paling rendah di antara mereka beserta tingkat kerendahannya duduk di atas gundukan tanah kesturi dan kafur dan mereka beranggapan tempat duduk para pemilik kursi tidak lebih baik dari mereka." Abu Hurairah bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita? Beliau menjawab: "Ya." Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bertanya: "Apakah kalian kesulitan saat melihat matahari dan bulan di malam purnama?" Kami menjawab: Tidak. Beliau bersabda: "Seperti itu juga kalian tidak kesulitan dalam melihat Rabb kalian. Dan dimajlis itu tidaklah ada seorang pun melainkan Allah mendatanginya dengan sebenarnya hingga Ia bertanya kepada seseorang dari mereka: Hai fulan bin fulan, ingatkah kau saat berkata begini dan begini? Allah mengingatkan sebagian kemaksiatan-kemaksiatannya didunia. Orang itu berkata: Wahai Rabb, apa Kau tidak mengampuniku? Allah menjawab: Ya, luasnya ampunanku sampai pada tempatmu ini. Saat mereka seperti, mega menaungi mereka di atas mereka lalu turun hujan minyak wangi yang baunya sama sekali belum pernah mereka temukan, Rabb kita Tabaaraka wa Ta'ala berfirman: Berdirilah menuju kemuliaan yang telah Aku persiapkan untuk kalian lalu ambillah yang kalian inginkan. Lalu kami mendatangi pasar yang diliputi oleh malaikat, di dalamnya ada yang belum pernah dilihat mata sepertinya, belum pernah terdengar oleh telinga dan tidak terlintas dihati, lalu apa yang kami inginkan dibawakan untuk kami, di sana tidak dijual dan tidak dibeli. Di pasar itu, para penghuni surga saling bertemu satu sama lain." Beliau meneruskan: "Seseorang yang tinggal di flat (derajat tinggi) surga lantas datang lalu bertemu dengan orang yang tingkatnya berada dibawahnya beserta kerendahan yang ada padanya lalu ia kaget terhadap pakaian yang diperlihatkan padanya, akhir kata-katanya belum juga habis hingga ia menghayal yang lebih baik darinya, karenanya tidak layak bagi siapa pun untuk bersedih di surga. Setelah itu kami pulang ke rumah-rumah kami, kami disambut oleh istri-istri kami, mereka berkata: Selamat datang, kau datang dengan keindahan yang lebih baik dari saat kau tinggalkan kami. Ia berkata: Sesungguhnya kami menemani Rabb kami Al Jabbar hari ini, laik bagi kami untuk pulang seperti ini." Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib, kami hanya mengetahuinya dari jalur sanad ini. [Suwaid bin Amru] meriwayatkan sebagaian hadits ini dari [Al Auza'i].
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] tentang firman Allah: "Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya, " dari ['Atho` bin Yazid Al Laitsi] dari [Abu Hurairah], dia berkata; "para sahabat saling bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah pada hari kiamat kita akan dapat melihat Allah?" Lalu Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Apakah kalian merasa kesulitan ketika melihat matahari yang tidak tertutupi oleh awan?" mereka menjawab, "Tidak wahai Rasulullah, " beliau melanjutkan: "Apakah kalian merasa kesulitan ketika melihat rembulan di malam purnama yang tidak tertutupi oleh awan?" mereka menjawab, "Tidak wahai Rasulullah, " beliau bersabda: "Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian pada hari kiamat seperti itu. Dan Allah akan mengumpulkan manusia lalu berfirman: 'Barangsiapa menyembah sesuatu maka hendaklah ia mengikutinya, ' lalu mereka yang menyembah bulan mengikuti bulan, mereka yang menyembah matahari mengikuti matahari, mereka yang menyembah thagut mengikuti thaghut, dan tinggallah umat ini yang di dalamnya ada orang-orang munafik. Lalu Allah mendatangi mereka dengan bentuk yang mereka belum mengenalinya, kemudian berfirman; 'Aku adalah Rabb kalian, ' mereka berkata; 'Kami berlindung kepada Allah, ini adalah tempat kami menunggu hingga Rabb kami datang, jika Rabb kami datang maka kami pasti akan mengenalnya.' Lalu Allah 'azza wajalla mendatangi mereka dengan bentuk yang mereka kenali, kemudian berfirman; 'ku adalah Rabb kalian, " lalu mereka menjawab; 'Engkau adalah Rabb kami.' Lalu mereka pun mengikuti-Nya. Beliau bersabda: "Kemudian diletakkanlah jembatan di atas neraka Jahannam, " Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dan akulah yang pertama kali melewatinya, adapun doa-doa para Rasul pada hari itu adalah, 'Ya Allah selamatkan, selamatkan, ' dan di dalamnya ada cakar besi seperti duri yang besar." mereka bertanya; "Benarkah itu ya Rasulullah, " beliau bersabda: "Ia seperti duri yang besar, hanya saja tidak ada yang mengetahui seberapa besarnya kecuali Allah 'azza wajalla, lalu ia akan mencakar manusia sesuai amalan-amalan mereka, di antara mereka ada yang binasa karena amalan mereka, dan ada yang tercabik-cabik kemudian selamat, hingga ketika Allah selesai memutuskan perkara atas hamba-hamba-Nya dan hendak mengeluarkan siapa saja yang Dia kehendaki dari neraka dan merahmatinya, yaitu orang-orang yang bersaksi bahwa tiada Tuhan yang disembah kecuali hanya Allah, maka Allah memerintahkan kepada malaikat agar mengeluarkan mereka. Malaikat-malaikat itu dapat mengenali mereka dengan tanda bekas sujud mereka, dan Allah mengharamkan neraka untuk membakar tanda bekas sujud anak Adam. Maka merekapun mengeluarkan mereka dari neraka yang sudah menjadi arang. Setelah itu dituangkan kepada mereka air yang disebut dengan air kehidupan, mereka lalu tumbuh seperti tumbuhnya biji ditepi aliran sungai. Lalu tinggallah seorang lelaki yang wajahnya menghadap neraka, ia berkata; 'Ya Rabb, sesungguhnya baunya telah mengotoriku dan nyala baranya telah membakarku, maka palingkanlah wajahku dari neraka, " beliau bersabda: "Maka ia terus memohon kepada Allah, hingga akhirnya Allah berfirman; "bisa jadi, jika Aku kabulkan permohonanmu kamu akan meminta selainnya pada-Ku, " ia berkata; 'Demi kemuliaan-Mu, aku tidak akan meminta selainnya, ' maka Allah pun memalingkan wajahnya dari neraka. Kemudian ia berkata; Wahai Rabb, dekatkanlah aku dengan pintu surga, ' Allah berfirman; 'Bukankah kamu telah berjanji untuk tidak meminta selainnya dari-Ku, celaka kamu hai anak Adam, kamu memang banyak beralasan.' maka ia terus memohon hingga Allah berfirman; ' bisa jadi, jika Aku kabulkan permohonanmu kamu akan meminta selainnya pada-Ku, " ia menjawab; 'Demi kemuliaan-Mu, aku tidak akan meminta selainnya, ' kemudian Allah mengabulkannya dengan perjanjian bahwa ia tidak meminta selainnya, lalu Allah mendekatkannya ke pintu surga. Ketika ia telah dekat terhampar dihadapannya surga yang begitu luas, sehingga ketika ia melihat kesenangan dan kegembiraan yang ada di dalamnya, ia terdiam dengan sekehendak Allah berapa lama ia terdiam, kemudian ia berkata; 'Wahai Rabb, masukkan aku ke dalam surga, ' Allah berfirman; 'Bukankah kamu telah berniat untuk tidak meminta selainnya dari-Ku, " atau beliau mengatakan; "Allah berfirman; 'Bukankah kamu telah berjanji untuk tidak meminta selainnya dari-Ku! ' ia berkata; 'Wahai Rabb, janganlah Engkau jadikan aku orang yang paling sengsara dari hamba-Mu, ' maka ia pun terus memohon hingga Allah tertawa. Maka ketika Allah tertawa kepada orang itu, Allah mengizinkannya untuk memasuki surga. Dan ketika ia masuk, dikatakanlah kepadanya; 'angankalah seperti ini' lalu ia pun berangan-angan. Kemudian dikatakan lagi kepadanya; 'angankanlah sesuatu, ' lalu ia pun mengangankan sesuatu sampai ia tak mampu lagi untuk berangan-angan. Setelah itu dikatakanlah kepadanya; 'Semua yang engkau angankan adalah milikmu dan yang semisal dengannya." 'Atho menerangkan; Abu Sa'id duduk bersama Abu Hurairah, dan dia tidak menyelanya sama sekali, sehingga ketika sampai pada sabda Rasulullah Salallahu 'Alaihi wa sallam; "Dia milikmu dan apa yang semisal dengannya." Maka [Abu Sa'id] menyela; "Aku mendengar Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Ini semua untukmu dan juga sepuluh yang semisal dengannya." Tapi Abu Hurairah berkata; Yang aku hapal adalah; "dan apa yang semisal dengannya, " kemudian dia melanjutkan; "Dan dia adalah penduduk surga yang terakhir kali masuk ke dalamnya."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin 'Ayyasy] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Sa'id Al Khudri] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian 'azza wajalla, " para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, benarkah kami akan melihat Rabb kami!" Beliau bersabda: "Apakah kalian merasa kesulitan melihat matahari di tengah hari?" mereka menjawab, "Tidak, " beliau bersabda: "Apakah kalian merasa kesulitan melihat rembulan di malam purnama?" mereka menjawab; "tidak, " beliau bersabda: "Sungguh kalian tidak akan merasa kesulitan untuk melihat-Nya sebagaimana kalian tidak kesulitan untuk melihatnya (matahari dan bulan)." Al A'masy berkata; "Tidak menyulitkan, " ia berkata; "Tidak membingungkan."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammd bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Isma'il] ia berkata, saya mendengar [Qais bin Abu Hazim] menceritakan dari [Jarir] ia berkata; Kami berada di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada malam Badar. Beliau bersabda: "Kalian akan melihat Rabb kalian 'azza wajalla, sebagaimana kalian melihat bulan. Kalian tidak akan kesulitan saat melihat-Nya. Karena itu, jika kalian mampu, maka jangan sampai dua shalat ini terlalaikan oleh kalian, yakni sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenam." Kemudian beliau membaca ayat ini: "Bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)." (QS. Qaf 39). Syu'bah berkata; Saya tidak tahu, apakah beliau mengatakan, "Jika kalian mampu" ataukah tidak.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Isma'il] Telah menceritakan kepada kami [Qais] ia berkata, telah berkata kepadaku [Jarir bin Abdullah]; Kami pernah duduk di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Tiba-tiba beliau melihat ke arah bulan pada malam perang Badar seraya bersabda: "Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian 'azza wajalla, sebagaimana kalian melihat bulan ini dengan tanpa kesulitan -atau- dengan tanpa kesusahan -Isma'il ragu kepastian redaksinya- saat melihat-Nya. Maka jika kalian sanggup untuk tidak melalaikan Shalat saat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah." Kemudian beliau membaca ayat: "Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya." (QS. Toha 130).
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Abu Khalid] dari [Qais bin Abu Hazim] dari [Jarir bin Abdullah] ia berkata; Kami pernah duduk di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. kemudian beliau melihat bulan purnama saat malam Badar, lalu beliau bersabda: "Kalian benar-benar akan dipertemukan menghadap Allah, sehingga kalian melihat-Nya seperti kalian melihat bulan ini dengan tidak kesulitan. Maka jika kalian mampu untuk tidak melalaikan shalat sebelum terbitnya matahari, dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah." Kemudian beliau membaca ayat: "Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya." (QS. Qaf 39).
Telah menceritakan kepada kami [Wahb] -yaitu Ibnu Jarir- telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Mujahid] ia berkata; seorang laki-laki ingin agar ia dipanggil dengan sebutan Junaadah bin Abu Umayyah. Maka [Abdullah bin 'Amru] berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam telah bersabda: "Barangsiapa mengaku keturunan dari orang lain yang bukan ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau surga telah tercium pada jarak tujuh puluh tahun, atau tujuh puluh tahun perjalanan." Beliau bersabda; "barangsiapa berdusta mengatas namakan diriku, hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Muhammad] -yaitu Abu Ibrahim Al Mu`aqqob telah menceritakan kepada kami [Marwan] telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin 'Amru Al Fuqaimi] telah menceritakan kepada kami [Mujahid] dari [Junadah bin Abu Umayyah] dari [Abdullah bin 'Amru] dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Barangsiapa membunuh ahli dzimmah (orang kafir yang berada dalam perlindungan pemerintahan Islam) maka ia tidak akan mencium bau wanginya surga, padahal bau wanginya tersebut dapat tercium dari jarak empat puluh tahun perjalanan."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Mujahid] dari [Abdullah bin 'Amru] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa mengaku-ngaku bernasab kepada orang yang bukan ayahnya sendiri, maka dia tidak akan mendapatkan baunya surga, padahal bau surga telah tercium dari jarak tujuh puluh tahun perjalanan."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Manshur] dari [Hilal bin Yisaf] dari [Al Qasim bin Mukhaimirah] dari [seorang laki-laki] sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membunuh seorang laki-laki Ahlu Dzimmah, maka ia tidak akan mendapatkan wanginya surga. Padahal wanginya surga akan tercium dari jarak tujuh puluh tahun perjalanan."
Telah menceritakan kepada kami [Haudzah bin Khalifah], telah menceritakan kepada kami ['Auf] dari [Al Hasan] ia berkata; [Ma'qil bin Yasar] sakit keras, lalu Ibnu Ziyad datang menjenguknya seraya berkata; "Aku akan menceritakan satu hadis yang aku dengar dari Rasulullah Shallalahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa dipercaya memimpin suatu kaum lalu ia tidak menyuruh pada kebaikan (berkhianat) terhadap kaumnya, maka ia tidak akan mencium bau surga, padahal baunya dapat tercium antara jarak seratus tahun." Ibnu Ziyad berkata; "Bukankan engkau telah menyampaikannya kepadaku sebelum ini?." Ia menjawab; "Kalaulah bukan karenamu, niscaya tidak akan aku ceritakan."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid bin Habib bin Abu Al 'Isyrin] telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] telah menceritakan kepada kami [Hassan bin 'Athiyah] dari [Sa'id bin Al Musayyib] ia bertemu [Abu Hurairah] lalu Abu Hurairah berkata: Aku meminta kepada Allah semoga menyatukanku denganmu di pasar surga. Sa'id bertanya: Apa disana ada pasar? Abu Hurairah menjawab: Ya, telah menghabarkan kepadaku Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, bahwa penghuni surga bila masuk surga, mereka tinggal di sana karena keutamaan amal-amal mereka, kemudian diizinkan seukuran hari jum'at dari hari-hari dunia lalu mereka mengunjungi Rabb mereka kemudian Rabb menampakkan 'arsyNya pada mereka, salah satu taman surga nampak pada mereka kemudian mimbar-mimbar dari cahaya, mimbar-mimbar dari mutiara, mimbar-mimbar dari yaqut, mimbar-mimbar dari permata, mimbar-mimbar dari emas, mimbar-mimbar dari perak diletakkan untuk mereka, yang paling rendah di antara mereka beserta tingkat kerendahannya duduk di atas gundukan tanah kesturi dan kafur dan mereka beranggapan tempat duduk para pemilik kursi tidak lebih baik dari mereka." Abu Hurairah bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita? Beliau menjawab: "Ya." Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bertanya: "Apakah kalian kesulitan saat melihat matahari dan bulan di malam purnama?" Kami menjawab: Tidak. Beliau bersabda: "Seperti itu juga kalian tidak kesulitan dalam melihat Rabb kalian. Dan dimajlis itu tidaklah ada seorang pun melainkan Allah mendatanginya dengan sebenarnya hingga Ia bertanya kepada seseorang dari mereka: Hai fulan bin fulan, ingatkah kau saat berkata begini dan begini? Allah mengingatkan sebagian kemaksiatan-kemaksiatannya didunia. Orang itu berkata: Wahai Rabb, apa Kau tidak mengampuniku? Allah menjawab: Ya, luasnya ampunanku sampai pada tempatmu ini. Saat mereka seperti, mega menaungi mereka di atas mereka lalu turun hujan minyak wangi yang baunya sama sekali belum pernah mereka temukan, Rabb kita Tabaaraka wa Ta'ala berfirman: Berdirilah menuju kemuliaan yang telah Aku persiapkan untuk kalian lalu ambillah yang kalian inginkan. Lalu kami mendatangi pasar yang diliputi oleh malaikat, di dalamnya ada yang belum pernah dilihat mata sepertinya, belum pernah terdengar oleh telinga dan tidak terlintas dihati, lalu apa yang kami inginkan dibawakan untuk kami, di sana tidak dijual dan tidak dibeli. Di pasar itu, para penghuni surga saling bertemu satu sama lain." Beliau meneruskan: "Seseorang yang tinggal di flat (derajat tinggi) surga lantas datang lalu bertemu dengan orang yang tingkatnya berada dibawahnya beserta kerendahan yang ada padanya lalu ia kaget terhadap pakaian yang diperlihatkan padanya, akhir kata-katanya belum juga habis hingga ia menghayal yang lebih baik darinya, karenanya tidak layak bagi siapa pun untuk bersedih di surga. Setelah itu kami pulang ke rumah-rumah kami, kami disambut oleh istri-istri kami, mereka berkata: Selamat datang, kau datang dengan keindahan yang lebih baik dari saat kau tinggalkan kami. Ia berkata: Sesungguhnya kami menemani Rabb kami Al Jabbar hari ini, laik bagi kami untuk pulang seperti ini." Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib, kami hanya mengetahuinya dari jalur sanad ini. [Suwaid bin Amru] meriwayatkan sebagaian hadits ini dari [Al Auza'i].
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid bin Habib bin Abu Al 'Iysrin] telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin 'Amru Al Auza'i] telah menceritakan kepadaku [Hasan bin 'Athiyah] telah menceritakan kepadaku [Sa'id bin Al Musayyab] bawha dia bertemu dengan Abu Hurairah, maka [Abu Hurairah] berkata: Aku mengharap kepada Allah semoga menyatukanku denganmu di pasar surga." Sa'id bertanya: "Apakah disana ada pasar?" Abu Hurairah menjawab: Ya, telah mengkhabarkan kepadaku Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa penghuni surga bila masuk surga, mereka tinggal di sana karena keutamaan amal-amal mereka, kemudian diizinkan pada hari jum'at dari hari-hari dunia lalu mereka mengunjungi Allah 'azza wajalla, maka Dia menampakkan 'arsy-Nya pada mereka, dan menampakkannya kepada mereka di salah satu taman dari taman-taman surga, sedangkan mimbar-mimbar dari cahaya, mimbar-mimbar dari mutiara, mimbar-mimbar dari yaqut, mimbar-mimbar dari permata, mimbar-mimbar dari emas, mimbar-mimbar dari perak diletakkan untuk mereka, yang paling rendah di antara mereka beserta tingkat kerendahannya duduk di atas gundukan tanah kesturi dan kafur dan mereka tidak menilai tempat duduk para pemilik kursi lebih baik dari mereka." Abu Hurairah berkata; lalu saya bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita?" Beliau menjawab: "Ya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah kalian saling berbantahan saat melihat matahari dan bulan dimalam purnama?" Kami menjawab: "Tidak." Beliau bersabda: "Seperti itu juga kalian tidak berbantahan dalam melihat Rabb kalian. Dan dimajlis itu tidak ada seorang pun melainkan Allah akan mendatanginya dengan sebenarnya hingga Dia akan bertanya kepada salah seorang dari kalian: "Hai fulan, tidak ingatkah kau saat berkata begini dan begini?" Allah mengingatkan sebagian kemaksiatan-kemaksiatannya ketika di dunia. Orang itu menjawab: "Wahai Rabb, tidakkah Engkau mengampuniku?" Allah menjawab: "Ya, Demi luasnya ampunan-Ku sampai pada tempatmu ini." Saat mereka seperti itu, mega menaungi di atas mereka lalu turun hujan minyak wangi yang baunya sama sekali belum pernah mereka temukan, kemudian Dia berfirman: "Berdirilah menuju kemuliaan yang telah Aku persiapkan untuk kalian, lalu ambillah yang kalian inginkan." Beliau bersabda: "Lalu kami mendatangi pasar yang diliputi oleh Malaikat, di dalamnya ada yang belum pernah dilihat mata sama sekali, belum pernah terdengar oleh telinga dan tidak terlintas dihati." Beliau meneruskan: "Lalu apa yang kami inginkan dibawakan untuk kami, di sana tidak dijual dan tidak juga dibeli. Di pasar itu, para penghuni surga saling bertemu satu sama lain. Seseorang yang memiliki derajat tinggi datang lalu bertemu dengan orang yang tingkatnya berada dibawahnya beserta kerendahan yang ada padanya, lalu ia gentar pada pakaian yang diperlihatkan padanya, akhir kata-katanya belum juga habis hingga ia berhayal yang lebih baik darinya, itu karena tidak layak bagi siapa pun untuk bersedih di surga. Setelah itu kami pulang ke rumah-rumah kami, kami disambut oleh isteri-isteri kami, mereka berkata: "Selamat datang, kamu telah datang dengan keindahan yang lebih baik dari saat kamu meninggalkan kami. Kami menjawab: "Sesungguhnya hari ini kami menemani Rabb kami Al Jabbar 'azza wajalla, dan tak layak bagi kami untuk pulang seperti ini."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Ibnul 'Ala] dari [Ibnu Idris] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Hushain] dari [Hilal bin Yasaf] dari [Abdullah bin Zhalim] dan [Sufyan] dari [Manshur] dari [Hilal bin Yasaf] dari [Abdullah bin Zhalim Al Mazini] - [sufyan] menyebutkan [seorang laki-laki] yang berada antara dirinya dengan [Abdullah bin Zhalim Al Mazini] - ia berkata, "Aku mendengar [Sa'id bin Zaid bin Amru bin Nufail] ia berkata, "Ketika si fulan tiba di kota Kuffah, ia lalu berkhutbah. Maka Sa'id bin Zaid maraih tanganku dan berkata, "Tidakkah kamu lihat orang zhalim ini? Aku bersaksi bahwa kesembilan orang itu adalah ahli surga, dan jika aku bersaksi untuk orang yang kesepuluh, maka aku tidak akan berdosa." -Ibnu Idris (perawi) berkata, "Orang-orang Arab mengatakan, "aatsam (aku berdosa, dan ada juga yang membacanya dengan iitsam; aku berdosa). - Aku lalu bertanya, "Lantas siapa kesembilan orang itu?" Ia menjawab, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda saat berada di Qua Hira: "Diamlah wahai Hira! Sesungguhnya yang berada di dekatmu adalah seorang Nabi, shiddiq, dan syahid." Aku lalu bertanya lagi, "Siapa kesembilan orang itu?" ia menjawab, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Az Zubair, Sa'd bin Abu Waqash, dan 'Abdurrahman bin Auf." Aku bertanya lagi, "Siapa yang kesepuluh?" lalu ia merasa ragu-ragu, namun akhirnya ia berkata, "Itu adalah aku.", Abu Daud berkata; " [Al Asyja'ie] juga meriwayatkannya dari [Sufyan] dari [Mashur] dari [Hilal bin Yasaf] dari [Ibnu Hayyan] dari [Abdullah bin Zhalim] dengan sanadnya seperti Hadits tersebut."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah mengabarkan kepada kami [Hushain] dari [Hilal bin Yasaf] dari [Abdullah bin Dlalim Al Mazini] dari [Sa'id bin Zaid bin 'Amru bin Nufail] bahwa dia berkata; "Saya bersaksi terhadap sembilan orang yang mereka telah dijamin masuk surga dan sekiranya aku bersaksi terhadap sepuluh orang, maka aku tidak akan berdosa." Dikatakan; "Bagaimana bisa begitu?." Dia menjawab; "Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di (goa) Hira', lalu beliau bersabda: "Tenanglah wahai (goa) Hira', tidaklah orang yang ada di atasmu melainkan seorang Nabi, shiddiq (jujur) atau orang yang syahid." Dikatakan; "Siapakah mereka?" Dia menjawab; (mereka adalah) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Zubair, Sa'ad dan Abdurrahman bin 'Auf." Dikatakan; "Siapa yang kesepuluh?" Dia menjawab; "Saya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan shahih." Dan hadits ini telah diriwayatkan pula dari beberapa jalur dari Sa'id bin Zaid dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Al Hajjaj bin Muhammad] telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] dari [Al Hurr bin Ash Shayyah] dari [Abdurrahman bin Al Akhnas] dari [Sa'id bin Zaid] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti hadits di atas secara maknanya, dia berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan."
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus] berkata, telah menceritakan kepada kami [Shadaqah bin Mutsanna Abul Mutsanna An Nakha'i] dari kakeknya [Riyah bin Ibnul Harits] ia mendengar [Sa'id bin Zaid bin 'Amru bin Nufail] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah kesepuluh dari sepuluh orang." Sa'id berkata; "Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, Zubair di surga, Sa'd di surga dan Abdurrahman di surga." Lalu dikatakan kepadanya, "Siapa yang kesembilan?" ia menjawab: "Saya."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Humaid bin Abdurrahman] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Barangsiapa menginfaqkan Zaujain dari hartanya (sesuatu yang berpasangan seperti dua kuda, atau dua budak, pent) di jalan Allah, maka ia akan dipanggil dari setiap pintu-pintu surga. Sesungguhnya surga memiliki beberapa pintu, barangsiapa dari ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat, ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah, ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad dan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Royyan." Lalu Abu Bakar berkata; "Wahai Rasulullah, setiap dari mereka dipanggil dari pintu yang sesuai dengan keahliannya, lalu apakah ada orang yang akan dipanggil dari setiap pintu?" Beliau menjawab: "Ya, dan aku berharap engkau salah satu dari mereka."
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin 'Abdul Malik] telah bercerita kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Abu Hazim] dari [Sahal bin Sa'ad] dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Surga memiliki sebuah pintu bernama Ar Rayyan. Pada hari kiamat ada suara memanggil-manggil: Mana orang-orang yang puasa? kemarilah ke Ar Rayyan, bila yang terakhir dari mereka masuk, pintu ditutup."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah bercerita kepada kami [Bisyr bin Al Mufadhdhal] telah bercerita kepada kami ['Abdur Rahman bin Ishaq] dari [Abu Hazim] dari [Sahal bin Sa'ad] berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Surga memiliki sebuah pintu bernama Ar Rayyan, pada hari kiamat ada suara memanggil-manggil: Mana orang-orang yang puasa? Bila mereka semua telah memasukinya, pintu pun ditutup dan tidak ada selain mereka yang memasukinya." Aku menemui Abu Hazim lalu bertanya padanya, ia menceritakan hadis itu padaku hanya saja saya lebih hafal hadis 'Abdur Rahman.
Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Dawud Al Hasyimi] dan [Ishaq bin 'Isa] keduanya berkata: telah bercerita kepada kami [Sa'id bin 'Abdur Rahman] dari [Abu Hazim] dari [Sahal bin Sa'ad] berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Orang yang berpuasa memiliki sebuah pintu disurga bernama Ar Rayyan, tidak ada selain mereka yang memasukinya, bila yang terakhir masuk, pintu kontan ditutup, bagi yang memasukinya akan minum dan bagi yang minum tidak haus selamanya."
Telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Mukhallad] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Bilal] berkata, telah menceritakan kepada saya [Abu Hazim] dari [Sahal radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayyan, yang pada hari qiyamat tidak akan ada orang yang masuk ke surga melewati pintu itu kecuali para shaimun (orang-orang yang berpuasa). Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Lalu dikatakan kepada mereka; Mana para shaimun, maka para shaimun berdiri menghadap. Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Apabila mereka telah masuk semuanya, maka pintu itu ditutup dan tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut".
telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Amru] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang-orang fakir dari kauam mukminin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya dari mereka dengan selisih lima ratus tahun."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Muhammad bin 'Amru] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Bahwasannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Orang-orang miskin dari kaum muslimin masuk ke dalam surga lebih dahulu ketimbang orang-orang kaya dari mereka dengan selisih setengah hari, yaitu lima ratus tahun."
Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Dawud], dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Sa'id] dari [Al Jurairi] berkata; aku mendengar [Abu Nadhrah] menceritakan dari [Syutair bin Nahar] dari [Abu Hurairah], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang-orang miskin dari umatku akan masuk surga lebih awal ketimbang orang-orang kaya dari mereka dengan selisih waktu setengah hari, " Abu Hurairah berkata; Lalu beliau membaca: "Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Zaid Abu Al Hawari] dari [Abu Ash Shiddiq] dari [sahabat-sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: "Orang-orang fakir mu`min masuk surga empat ratus tahun terlebih dahulu sebelum orang-orang kaya mu`min." aku Abu Ash Shiddiq berkata; Al Hasan menyebut empat puluh tahun, ia berkata; Dari sahabat-sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: Empat ratus tahun. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hingga orang kaya berkata; 'Ohh,, Andai saja aku dulu orang miskin." Kami berkata; Wahai Rasulullah! Sebutkan nama-nama mereka untuk kami? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mereka adalah orang-orang yang bila ada sesuatu yang tidak disukai mereka diutus untuknya dan bila ada sesuatu yang disukai diutuslah selain mereka padanya, mereka adalah orang-orang yang terhalang dari pintu-pintu (rumah)."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Al Muharibi] dari [Muhammad bin 'Amru] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Orang-orang miskin masuk surga setengah hari terlebih dahulu sebelum orang-orang kaya, lamanya limaratus tahun." Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Al Fadlal bin Ash Shabbah Al Baghdadi] telah bercerita kepada kami [Ma'an bin 'Isa Al Fazari] dari [Khalid bin Abu Bakar] dari [Salim bin Abdullah] dari [bapaknya] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Pintu masuk masuk surga ummatku luasnya seperti perjalanan seorang penunggang kuda yang cakap selama tiga, kemudian mereka akan berdesak desakan memasukinya sampai hampir hampir punggung mereka hilang." Abu Isa berkata: Hadits ini gharib, dia berkata: Aku bertanya kepada Muhammad tentang hadits ini namun dia tidak mengetahuinya dan berkata: Khalid bin Abu Bakar mempunyai hadits-hadits munkar yang dia riwayatkan dari Salim bin Abdullah.
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim Ar Razi] saudara Salamah Al Abrasy berkata; telah menceritakan kepada kami [Salamah bin Al Fadhl] berkata; telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ishaq] dari pamannya [Musa bin Yasar] dari [Abu Hurairah], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian mengharap bertemu musuh karena sesungguhnya kalian tidak tahu apa yang terjadi di dalamnya."
Telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin 'Amru], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Mughirah] dari [Abu Az Zanad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian berharap bertemu dengan musuh, maka jika kalian berjumpa dengan mereka hendaklah kalian bersabar."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] ia adalah Ibnu Ibrahim, Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Hayyan] ia berkata, saya mendengar [seorang Syaikh] di Madinah yang menceritakan bahwa [Abdullah bin Abu Aufa] menulis surat kepada Ubaidullah ketika ia akan memerangi Al Haruriyyah. Maka saya pun berkata kepada juru tulisnya -yang ia juga temanku-, "Tuliskanlah untukku." Maka ia pun melakukannya. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Janganlah kalian berangan-angan untuk bertemu dengan musuh, dan mohon keselamatanlah kepada Allah. Jika kalian menghadapi mereka, maka bersabarlah. Dan ketahuilah, bahwa surga itu berada di bawah naungan pedang." Kemudian Beliau mencermati, jika matahari telah terbenam, maka beliau pun menyongsong untuk melawan musuh. Kemudian beliau membaca: "ALLAHUMMA MUNZILAL KITAAB, WA MUJRIYAS SAHAAB, WA HAAZIMAL AHZAAB, IHZIMHUM WAN SHURNAA 'ALAIHIM (Ya Allah, Yang telah menurunkan kitab, Yang menggerakkan awan, pemusnah Ahzab, binasakanlah mereka dan menangkanlah kami atas mereka)."
Telah menceritakan kepada kami [Bahz] Telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin Sulaiman] Telah menceritakan kepada kami [Abu Imran Al Jauni] dari [Abu Bakr bin Abdullah bin Qais] ia berkata; saya mendengar [bapakku] berkata saat ia menghadapi pasukan musuh, "Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Sesungguhnya pintu-pintu surga itu dibawah kilatan pedang.'" Lalu seorang laki-laki dengan penampilan yang kusut berdiri dan berkata, "Wahai Abu Musa, apakah kamu mendengar itu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Ia menjawab, "Ya." Orang itu pun kembali kepada rombongannya dan berkata, "Aku bacakan untuk kalian salam keselamatan." Kemudian dia menghunuskan pedangnya kemudian berjalan dengan membawa pedangnya dan berperang hingga ia terbunuh.
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] dan [Abdush Shamad] keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami [Ja'far] secara makna -Affan berkata di dalam hadisnya- saya mendengar [Abu Imran Al Jauni] berkata, Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abdullah bin Qais] ia berkata; Saya mendengar [bapakku] berkata saat ia menghadapi pasukan musuh, Ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya pintu-pintu surga itu dibawah kilatan pedang." Lalu seorang laki-laki dengan penampilan yang kusut berdiri dan berkata, "Wahai Abu Musa, apakah kamu mendengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda seperti ini?" Ia menjawab, "Ya." Orang itu pun kembali kepada rombongannya dan berkata, "Aku bacakan untuk kalian salam keselamatan." Kemudian dia menghunuskan pedangnya dan berjalan dengan membawa pedangnya, ia pun berperang hingga ia terbunuh.
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub], [bapakku] telah menceritakan kepada kami dari [Shalih], [Ibnu Syihab] berkata; telah menceritakan kepadaku [Ibnul Musayyab] bahwa [Abu Hurairah] berkata; Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Ketika aku tidur aku bermimpi sedang berada di dalam surga, maka tiba-tiba ada seorang wanita yang berwudhu di samping istana, lalu aku bertanya, 'Istana siapakah ini? ' mereka menjawab; 'Ini adalah istana Umar, ' lalu aku ingat kecemburuanmu kemudian aku berlalu kebelakang." Dan ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda semacam itu Umar sedang duduk di samping beliau bersama orang-orang, maka ia menangis setelah mendengar hal itu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata; "Wahai Rasulullah, demi bapakku sebagai tebusannya, apakah aku cemburu karenamu?."
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Adi] dari [Humaid] dari [Anas] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku masuki surga, ternyata aku berada di dalam istana yang terbuat dari emas. Lalu aku bertanya: 'Milik siapa istana ini? ' mereka menjawab; 'Milik seorang laki-laki dari Quraisy.' Aku bertanya lagi: 'Siapakah dia? ' mereka menjawab; 'Dia adalah Umar bin Khaththab.'" Beliau bersabda: "Sekiranya aku tidak mengetahui sebesar apa rasa cemburumu, sungguh aku akan memasukinya." Lalu Umar berkata; "Aku justru cemburu kepadamu ya Rasulullah."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Humaid] dari [Anas] dari Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Ketika saya masuk surga, aku melihat istana emas, aku bertanya, untuk siapakah istana ini. (para malaikat) menjawab untuk seorang pemuda Quraisy, aku mengira bahwa itu adalah aku. Mereka katakan, untuk Umar bin Khattab".
Telah bercerita kepada kami [Bahz] telah bercerita kepada kami [Hammad bin Salamah] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Abu 'Imron al-Jauni] dan [Humaid] dari [Anas], Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Saya masuk syurga, maka kulihat istana dari emas. Maka aku (Anas) tanyakan, untuk siapakah ini? Para sahabat menjawab, 'untuk seorang pemuda dari Quraisy', aku mengira adalah untukku, ternyata untuk 'Umar bin al-Khottob". (Anas bin Malik radhiyallahu'anhu) berkata, lalu Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berkata, tidak ada yang menghalangiku wahai Abu Hafs untuk memasukinya selain aku sadar engkau cemburu. (Anas bin Malik radhiyallahu'anhu) berkata, lantas 'Umar berkata, wahai Rosulullah, siapa yang saya cemburui, sungguh aku tidak cemburu terhadap anda.
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Bakr] telah menceritakan kepada kami [Humaid] dari [Anas] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Saya masuk surga, dan saya melihat di dalamnya ada sebuah istana emas, saya bertanya, 'untuk siapakah istana ini? '. Mereka (para Malaikat) menjawab, 'untuk seorang pemuda dari Quraisy'. Saya menyangka itu adalah saya, lalu saya bertanya, 'siapakah dia? '. Mereka menjawab, 'Umar bin Khattab'".
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah] dari [Khubaib bin Abdurrahman] dari [Hafsh bin 'Ashim] dari [Abu Hurairah], dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sungai Saihan, Jaihan, Nil dan eufrat adalah sungai-sungai yang berasal dari surga."
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dan [Abu Usamah] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah] dari [Khubaib bin Abdurrahman] dari [Hafsh bin 'Ashim] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saihan, Jaihan, Nil dan eufrat adalah sungai-sungai yang berasal dari surga." Abu Usamah berkata; "Semuanya dari sungai surga."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah], [Abdullah bin Numair] dan [Ali bin Mushir] dari [Ubaidulah bin Umar]. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Numair] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bisyr] telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah] dari [Khabab bin Abdurrahman] dari [Hafsh bin Ashim] dari [Abu Hurairah] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Saihan, Jaihan, Furat dan Nil semuanya termasuk sungai-sungai surga."
Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab bin Abdul Majid Ats Tsaqafi Abu Muhammad] Telah menceritakan kepada kami [Khalid Al Hadzdza`] dari [Abu Utsman An Nahd] dari [Abu Musa Al Asy'ari] ia berkata; Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu peperangan. Dan tidaklah kami mendaki dan menaiki tempat yang tinggi dan tidak pula saat menuruni suatu lembah, kecuali kami mengangkat suara dengan takbir. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun mendekat ke arah kami dan bersabda: "Wahai sekalian manusia, pelankanlah suara kalian saat (berdo'a dan) bertakbir, karena kalian tidaklah menyeru yang buta dan tidak pula ghaib. Sesungguhnya kalian hanya berdo'a kepada Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. Sesungguhnya Dzat yang kalian berdo'a kepada-Nyaa adalah lebih dekat daripada dekatnya seorang dari kalian terhadap leher hewan tunggangannya. Wahai Abdullah bin Qais, maukah aku ajarkan padamu satu simpanan dari simpanan-simpanan surga? (yaitu), LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH (Tidak ada daya dan upada kecuali dari Allah)."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [At Taimi] dari [Abu Utsman] dari [Abu Musa] ia berkata; Para sahabat melewati jalan ke arah bukit. Maka setiap kali seorang dari mereka menaikinya, maka ia menyerukan, "LAA ILAAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah)." Sementara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang berada di atas Baghalnya bersabda: "Wahai sekalian manusia, kalian tidak berdo'a kepada Tuhan yang tuli dan ghaib." Kemudian beliau bersabda: "Wahai wahai Abu Musa atau Abdullah bin Qais, maukah kamu aku tunjukkan satu simpanan dari simpanan-simpanan surga?" Abu Musa berkata; saya menjawab, "Tentu saja." Beliau bersabda: "Yaitu, 'LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH (Tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah)."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah], telah menceritakan kepada kami ['Ashim Al `Ahwal] dari [Abu Utsman An-Nahdy] dari [Abu Musa] berkata; Suatu ketika kami bersama nabi dalam satu perjalanan, lalu ia melanjutkan; "Lalu kami berhenti di satu lembah, kemudian manusia meneriakkan takbir dengan keras dan Rasulullah bersabda: "Kecilkanlah volume suara kalian, karena kalian tidak memohon pada yang tuli lagi jauh, tapi kalian memohon kepada Dzat Yang Maha mendengar lagi Maha dekat." Kemudian ia melanjutkan; lalu beliau memanggilku dan waktu itu posisiku dekat dengan beliau dan bersabda: "Wahai 'Abdullah bin Qais maukah aku tunjukkan padamu suatu kalimat yang menjadi tabungan besar di surga?." Ia berkata; "aku jawab; ya." Maka beliau bersabda: "Laa haula walaa Quwwata illa billahi (Tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dari Allah)."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengkabarlan pada kami [Al Jurairy] dari [Abu Utsman An-Nahdy] dari [Abu Musa Al 'Asy'ari], ia berkata; "Kami bersama nabi Shallallahu'alaihiwasallam dalam suatu peperangan lalu kami mempercepat untuk kembali dan mengemasi ghanimah (rampasan perang), hingga ketika kami sampai di penduduk kampung, salah seorang diantara kami bertakbir." Ia melanjutkan; "Aku mengira orang tersebut meninggikan suaranya." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai sekalian manusia, (beliau bersabda dan menunjukkan jarinya seperti ini, Yazid menirukannya seakan ia menunjukkan jari).Wahai sekalian manusia, sungguh tidaklah kalian memanggil Dzat Yang tuli dan jauh, sesungguhnya yang kalian panggil adalah tidak jauh dari ujung pelana kalian." Kemudian beliau melanjutkan, "Wahai Abdullah bin Qais atau Abu Musa, Maukah kalian aku tunjukkan satu kalimat dari simpanan surga?." Maka aku berkata; "Ya, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Katakanlah Laa Haula Wala Quwwata Illa Billahi (Tiada daya kekuatan dan upaya kecuali dari Allah"
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami ['Abdul Wahid] dari ['Ashim] dari [Abu 'Utsman] dari [Abu Musa Al Asy'ari radliallahu 'anhu] ia berkata; Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam perang melawan (penduduk) Khaibar, -atau dia berkata- Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat orang-orang menuruni lembah sambil meninggikan suara dengan bertakbir, Allahu Akbar, Allahu Akbar laa ilaaha illallah (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah), maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Rendahkanlah, karena kalian tidak menyeru kepada Dzat yang tuli dan Dzat yang ghaib. Sesungguhnya kalian menyeru Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dia selalu bersama kalian". Saat itu aku berada di belakang hewan tunggangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan beliau mendengar apa yang aku ucapkan. Saat itu aku membaca; "laa hawla wa laa quwwata illa billah (Tidak ada daya dan upaya melainkan dari Allah) ", maka beliau berkata kepadaku: "Wahai Abdullah bin Qais". Aku jawab; "Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah." Beliau melanjutkan: "Maukah aku tunjukkan kepadamu satu kalimat yang termasuk perbendaharaan surga?". Aku jawab; "Tentu wahai Rasulullah, demi bapak ibuku sebagai tebusan tuan." Beliau bersabda: "laa hawla wa laa quwwata illa billah."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Abdurrahman] dari ['Amru bin Abu 'Amru] dari [Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah] berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah 'azza wajalla berfirman: 'Tidak ada balasan yang sesuai disisi-Ku bagi hamba-Ku yang beriman, jika aku mencabut nyawa orang yang dicintainya di dunia, kemudian rela dan bersabar kecuali surga."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Abdurrahman] dari ['Amru] dari [Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: 'Tidak ada balasan yang sesuai di sisi-Ku bagi hamba-Ku yang beriman, jika aku mencabut nyawa orang yang dicintainya di dunia, kemudian ia rela dan bersabar kecuali surga.'"
Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Fulaih] dari [Hilal bin 'Ali] dari [Abdurrahman bin Abi 'Amrah] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menegakkan shalat dan puasa di bulan ramadhan, maka telah menjadi hak Allah untuk memasukkannya ke dalam surga, baik ia berhijrah di jalan Allah atau ia hanya diam di tanah tempat ia dilahirkan, " para sahabat berkata; "Wahai Rasulullah, tidak bolehkah jika kami kabarkan kepada manusia?" beliau bersabda: "Sesungguhnya di dalam surga ada seratus derajat yang Allah 'azza wajalla siapkan untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya, antara derajat satu dengan yang lainnya seperti jarak langit dan bumi. Maka jika salah seorang dari kalian meminta kepada Allah 'azza wajalla, maka mintalah kepada-Nya surga Firdaus, sebab ia adalah pertengahan surga, surga yang paling tinggi dan di atasnya 'Arsy Ar Rahman 'azza wajalla. Darinya memancar atau mengalir sungai-sungai surga, " Abu 'Amir masih merasa ragu." telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Fulaih] dari [Hilal bin 'Ali] dari ['Atha` bin Yasar] atau Ibnu Abi 'Amrah -Fulaih berkata; dan aku tidak mengetahuinya kecuali dari Ibnu Abi 'Amrah, - lalu ia menyebutkan hadis tersebut, kecuali perkataannya; "darinya sungai-sungai surga mengalir, " dan ia berkata; "Tidakkah kami kabarkan kepada manusia dengan hal itu?" Riwayat ini ia sebutkan sendirian. Lalu ia ceritakan kepada kami dan ia tidak merasa ragu dengan riwayat tersebut -yaitu [fulaih] -. 'Atha` bin Yasar berkata; lalu [Suraij] menceritakannya kepada kami, ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Fulaih] dari [Hilal bin 'Ali] dari [Atha` bin Yasar] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda. lalu ia menyebutkan hadis tersebut diatas, ia menyebutkan, "dan di atasnya ada 'Arsy Ar Rahman, darinya terpancar sungi-sungai surga."
Telah menceritakan kepada kami [Fazarah bin 'Amru] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Fulaih] dari [Hilal bin 'Ali] dari [Abdurrahman bin Abu 'Amrah] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menegakkan shalat dan puasa di bulan ramadhan, maka telah menjadi hak Allah 'azza wajalla untuk memasukkannya ke dalam surga, baik ia berhijrah di jalan Allah atau ia hanya diam di tanah tempat ia dilahirkan, " para sahabat berkata; "Wahai Rasulullah, tidak bolehkah jika kami kabarkan kepada manusia?" Beliau bersabda: "Sesungguhnya di dalam surga ada seratus derajat yang Allah 'azza wajalla siapkan untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya, antara derajat satu dengan yang lainnya seperti jarak langit dan bumi. Maka jika kalian meminta kepada Allah 'azza wajalla, maka mintalah kepada-Nya surga Firdaus, sebab ia adalah surga yang paling tengah, paling tinggi dan ada di atasnya terdapat 'Arsy Ar Rahman 'azza wajalla. Darinya memancar sungai-sungai surga."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit Al Bunani] dari [Anas bin Malik] berkata; Bahwasanya Haritsah keluar sebagai mata-mata, kemudian sebatang tombak mengenainya hingga membunuhnya. Lalu ibunya berkata; "Wahai Rasulullah, engkau telah mengetahui keberadaan Haritsah di sisiku, jika dia berada di surga maka aku akan sabar, tapi kalau tidak maka engkau akan melihat apa yang akan aku perbuat!" Beliau bersabda: "Wahai Ummu Haritsah, sesungguhnya surga itu tidak hanya satu tingkatan saja, tetapi surga itu banyak sekali jumlahnya, dan sungguh, Haritsah berada di surga yang paling utama, atau beliau mengatakan, "Di surga Firdaus yang paling tinggi." Yazid merasa ragu.
Telah bercerita kepada kami ['Abdurrazaq] telah bercerita kepada kami [Ma'mar] dari [Tsabit al-Bunani] dari [Anas Bin Malik], Fathimah menangisi kematian Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, lalu berkata; wahai ayah, alangkah dekatnya engkau dengan Robbimu, wahai ayah, sampai kepada Jibril berita kematianmu, wahai ayah, surga firdaus tempat tinggalmu.
Telah menceritakan kepada kami [Abdush-Shomad] telah menceritakan kepada kami [Abu Hilal] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Anas], Ummu Haritsah berkata, wahai Rasulullah, aku berharap Haritsah mendapatkan kebaikan, jika tidak maka saya akan banyak menangis. Beliau bersabda, " Wahai umu Haristah! sesungguhnya di sana ada banyak taman, dan ia berada di surga firdaus yang paling tinggi."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit Al Banani] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Shuhaib] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika penghuni surga telah memasuki surga, maka mereka akan diseru, 'Wahai penduduk surga, sesungguhnya kalian masih memiliki janji di sisi Allah yang belum kalian lihat.' Mereka bertanya, 'Janji apakah itu? bukankah wajah kami telah diberi cahanya, kami dibebaskan dari api nereka dan dimasukkan ke dalam surga? ' kemudian hijab pun disingkap hingga mereka pun melihat (wajah-Nya). Maka Demi Allah, tidak sesuatu pun yang telah diberikan Allah kepada mereka yang lebih mereka cintai dari pada hal itu." kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca ayat: "Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah mengabarkan kepada kami [Hammad] telah mengabarkan kepada kami [Tsabit] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Shuhaib] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca ayat ini: "Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya." (Kemudian beliau melanjutkan sabdanya): "Jika penghuni surga telah memasuki surga, dan penghuni neraka telah memasuki neraka, maka sang penyeru pun akan menyerukan, 'Wahai penduduk surga, sesungguhnya kalian masih memiliki janji di sisi Allah, dan Dia ingin memenuhinya untuk kalian.' Mereka bertanya, 'Janji apakah itu? bukankah timbangan kami telah diberatkan, memberi cahaya pada wajah-wajah kami? Bukankah kami telah dimasukkan ke dalam surga dan dibebaskan dari api nereka? ' kemudian hijab pun disingkap hingga mereka pun melihat (wajah-Nya). Maka Demi Allah, tidak sesuatu pun yang telah diberikan Allah kepada mereka yang lebih mereka cintai dari pada (kenikmatan) melihat wajah-Nya."
Telah bercerita kepada kami [Yazid] telah bercerita kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit Al Bannanni] dari ['Abdur Rahman bin Abu Laila] dari [Shuhaib] berkata: Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bila para penghuni surga masuk surga, mereka dipanggil: Wahai penghuni surga, sesungguhnya kalian memiliki janji di sisi Allah yang belum kalian lihat. Mereka bertanya: Apa itu, bukankah Ia telah memperseri wajah kami, menyelematkan kami dari neraka dan memasukkan kami ke surga?" Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hijab pun di buka lalu mereka melihatNya. Demi Allah, tidak ada sesuatu pun yang diberikan Allah kepada mereka yang lebih mereka senangi melebihi hal itu (melihat Allah, pent.)." lalu beliau membaca: "Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya." (Yuunus: 26)
Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Maisarah] dia berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit al-Bunani] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Shuhaib] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Bila penduduk surga telah masuk ke surga, maka Allah berfirman: 'Apakah kalian ingin sesuatu yang perlu Aku tambahkan kepada kalian? ' Mereka menjawab, 'Bukankah Engkau telah membuat wajah-wajah kami putih? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka? ' Beliau bersabda: "Lalu Allah membukakan hijab pembatas, lalu tidak ada satu pun yang dianugerahkan kepada mereka yang lebih dicintai daripada anugrah (dapat) memandang Rabb mereka." Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] dari [Hammad bin Salamah] dengan sanad ini, dan dia menambahkan, 'Kemudian beliau membaca Firman Allah: '(Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya) ' (Qs.Yunus: 26)
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit Al Bunani] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Shuhaib] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam tentang firmanNya: "Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya." (Yuunus: 26) beliau bersabda: "Bila penghuni surga masuk surga, ada yang menyeru: Sesungguhnya kalian memiliki janji disisi Allah. Mereka berkata: Bukankah Ia telah memutihkan wajah-wajah kami, menyelamatkan kami dari neraka dan memasukkan kami ke surga? Mereka menjawab: Benar. Lalu hijab di buka." Beliau bersabda: "Demi Allah, Ia tidak memberi sesuatu pun kepada mereka yang lebih mereka sukai daripada pemberian-Nya agar mereka bisa melihat-Nya." Abu Isa berkata: Hadits ini diisnadkan dan dimarfu'kan oleh Hammad bin Salamah. Sulaiman bin Al Mughirah dan Hammad bin Zaid meriwayatkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits ini dari Tsabit Al Bannani dari Abdurrahman bin Abu Laila.
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] Telah menceritakan kepada kami [Abu Imran Al Jauni] dari [Abu Bakr bin Abdullah bin Qais Al Asy'ari] dari [bapaknya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "(Di dalam surga terdapat) Kemah mutiara yang panjangnya di langit mencapai enam puluh mil. Di setiap sudutnya terdapat keluarga bagi setiap mukmin yang tidak terlihat oleh yang lain." Dan sepertinya Affan berkata; "Untuk setiap sudutnya."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Abdullah] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Abdush Shamad Al 'Amiy] Telah menceritakan kepada kami [Abu Imaran Al Jauni] dari [Abu Bakr bin Abdullah bin Qais] dari [bapaknya] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Di dalam surga terdapat kemah terbuat dari mutiara cekung. Lebarnya sejauh enam puluh mil. Pada setiap sudutnya terdapat penghuni yang tidak terlihat oleh yang lain. Namun seorang mukmin mengelilingi mereka."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] ia berkata, telah mengabarkan kepada kami [Hammam bin Yahya] dari [Abu Imran Al Jauni] dari [Abu Bakr bin Abu Musa] dari [bapaknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "(Di dalam surga terdapat) Kemah mutiara yang panjangnya di langit mencapai enam puluh mil. Di setiap sudutnya terdapat keluarga bagi setiap mukmin yang tidak terlihat oleh yang lain."
Telah mengkabarkan kepada kami [Abdushomad] dan ['Affan], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammam], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu 'Imron Al Jauny], ia berkata; Sesungguhnya Abu Bakar, dan katanya 'Affan dari [Abu Bakar bin Abdullah bin Qais Al 'Asy'ary] mengkabarkan dari [Bapaknya] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "(Di surga) ada kemah (istana) rumah cekung yang tingginya mencapai enam puluh mil menjulang ke angkasa. Di setiap pojoknya ada keluarga mukmin yang tiada saling melihat satu dengan yang lain." Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dan ia menyebutkan yang sama dengan hadis lain dari [Abu Musa Al 'Asy'ary] Radhiyallahu'anhu dan dialah musnad orang-orang Kufah terakhir.
Telah bercerita kepada kami [Hajjaj bin Minhal] telah bercerita kepada kami [Hammam] berkata aku mendengar [Abu 'Imran Al Iawniy] dia bercerita dari [Abu Bakr bin 'Abdullah bin Qais Al Asy'ariy] dari [bapaknya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "(Di surga) ada kemah bundar melengkung terbuat dari mutiara yang menjulang ke langit sepanjang tiga puluh mil pada setiap sisinya di sediakan untuk orang beriman sebagai penghuninya, orang yang lain tidak dapat melihat mereka". [Abu 'Abdush Shamad] dan [Al Harits bin 'Ubaid] berkata dari [Abu 'Imran]: "Panjangnya enam puluh mil".
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Syarik bin Abdullah] dari [Muhammad bin Juhadah] dari ['Atho`] dari [Abu Hurairah], dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Syurga itu ada seratus derajat, antara dua derajat ditempuh dengan perjalanan selama seratus tahun."
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya dari [Abu Sa'id] dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya surga memiliki seratus derajat, sekiranya seluruh penghuni alam berkumpul di salah satu derajat itu, pasti dapat menampung mereka semua."
Telah menceritakan kepada kami [Abbas Al Anbari] telah bercerita kepada kami [Yazid bin Harun] telah bercerita kepada kami [Syarik] dari [Muhammad bin Juhadah] dari ['Atho'] dari [Abu Hurairah] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Di dalam syurga ada seratus tingkatan, jarak di antara satu tingkatan dengan yang lain adalah seratus tahun." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan gharib.
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] dan [Ahmad bin 'Abdah Adl Dlabyi Al Bashri] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atho` bin Yasar] dari [Mu'adz bin Jabal], Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Barangsiapa puasa ramadlon, shalat lima waktu, haji ke baitullah -aku tidak tahu apakah beliau menyebut zakat atau tidak- kecuali laik bagi Allah untuk mengampuninya bila ia berhijrah di jalan Allah atau tinggal di kawasan tempat tinggalnya." Berkata Mu'adz: Bolehkah aku memberitahukannya kepada orang-orang? Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Biarkan mereka beramal karena sesungguhnya di surga ada seratus tingkat, masing-masing tingkat jaraknya antara langit dan bumi, dan Firdaus adalah surga tertinggi, tengah-tengahnya dan diatasnya 'arsy Ar Rahman, darinya sungai-sungai surga memancar. Bila kalian meminta pada Allah, mintalah Firdaus." Berkata Abu Isa: Seperti itulah hadits ini diriwayatkan dari Hisyam bin Sa'ad dari Zaid bin Aslam dari 'Atho bin Yasar dari Mu'adz bin Jabal dan menurutku ini lebih shahih dari hadits Hammam dari Zaid bin Aslam dari Atho bin Yasar dari Ubadah bin Ash Shamit. 'Atho` tidak bertemu Mu'adz bin Jabal, Mu'adz lebih dahulu meninggal dimasa khilafah Umar.
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman] telah mengkhabarkan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengkhabarkan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Aslam] dari ['Atho` bin Yasar] dari ['Ubadah bin Ash Shamit] Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Di surga ada seratus tingkat, jarak antara masing-masing tingkat seperti antara bumi dan langit dan Firdaus adalah surga tertinggi, darinya empat sungai surga memancar, di atasnya 'arsy, bila kalian meminta kepada Allah, mintalah Firdaus." Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah menceritakan kepada kami [Hammam] dari [Zaid bin Aslam] sepertinya.
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya dari [Abu Sa'id] Dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda dalam mentafsirkan firman Allah: "dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk" Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh tingginya itu setinggi jarak antara langit dan bumi, sedang jarak antara langit dan bumi adalah lima ratus tahun perjalanan."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Risydin bin Sa'ad] dari [Amru bin Al Harits] dari [Darraj Abu As Samah] dari [Abu Al Haitsam] dari [Abu Sa'id] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam tentang firman Allah: "Dan hamparan-hamparan (permadani-permadani) yang ditinggikan." (QS. Alwaqi'ah 64), Beliau bersabda: "Tingginya sama seperti antara langit dan bumi, perjalanan limaratus tahun." Berkata Abu Isa: Hadits ini gharib, kami hanya mengetahuinya dari hadits Risydin bin Sa'ad. Sebagaian ahlul ilmi berkata tentang penafsiran hadits ini, maknanya tingkatan hamparan-hamparan dan jarak masing-masing tingkatan itu seperti antara langit dan bumi.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Risydin bin Sa'd] dari ['Amr bin Al Harits] dari [Darraj] dari [Abu Al Haitsam] dari [Abu Sa'id Al Khudri radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengenai firmanNya: "Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk."(QS. Alwaqi'ah 34), Beliau berkata: "Tingginya seperti antara langit dan bumi, dan perjalanan antara keduanya selama lima ratus tahun." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Risydin. Dan sebagian ahli ilmu berkata; makna hadits ini adalah tingginya seperti jarak antara langit dan bumi. Beliau bersabda: "Tinggi kasur-kasur yang tebal dan empuk di dalam beberapa tingkat dan jarak antara setiap dua tingkat seperti antara langit dan bumi."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id Al Asyaj] telah bercerita kepada kami [Ziyad bin Al Hasan bin Al Furath Al Qazzaz] dari [bapaknya] dari [kakeknya] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah] berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Tidak ada pohon di surga kecuali dahannya terbuat dari emas." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan gharib.
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengkabarkan kepada kami [Muhammad] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Di dalam surga ada satu pohon yang jika seorang pengendara berjalan di bawah naungannya tidak akan terputus meskipun perjalanan seratus tahun."
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Dawud] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Abi Yunus] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya di surga ada sebuah pohon yang seorang pengendara berkuda harus berjalan selama seratus tahun dibawah bayangannya, dan sungguh daunnya dapat menaungi surga."
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya dari [Abu Hurairah] Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara kuda akan tetap berada di bawah naungannya meskipun ia berjalan selama seratus tahun."
Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah menceritakan kepada kami [laits bin Sa'd] telah menceritakan kepada kami [Sa'id Ibnu Abi Sa'id Al Maqburi] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah, beliau bersabda: "Di surga ada sebuah pohon, yang seorang pengendara kuda harus berjalan seratus tahun di bawah naungannya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] dan [Hajjaj] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] aku mendengar [Abu Adh Dhahhak] menceritakan dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya di dalam surga ada sebatang pohon, seorang pengendara kuda harus berjalan di bawah naungannya selama tujuh puluh, -atau beliau menyebutkan; - seratus tahun, dan itu adalah pohon khuldi." Hajjaj menyebutkan; "atau selama seratus tahun pohon khuldi, " aku bertanya kepada Syu'bah; "apakah itu pohon khuldi?" maka ia menjawab; " di dalamnya tidak ada pohon kecuali pohon itu."
Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Dawud] -yaitu Abu Dawud Ath Thoyalisi berkata; telah menceritakan kepada kami ['Imron] dari [Qatadah] dari [Al 'Ala` bin Ziyad Al 'Adawi] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Bangunan surga, batu batanya dari emas dan perak."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata; telah menceritakan kepada kami [Sa'dan Al Juhanni] dari [Abu Mujahid Ath Tha`i] dari [Abu Mudillah] dari [Abu Hurairah] berkata; Kami bertanya; "Wahai Rasulullah, beritakanlah kepada kami tentang surga, bagaimana bangunannya?" beliau bersabda: "Batu batanya dari emas dan perak, adukan semennya adalah minyak misik adzfar, kerikilnya adalah intan dan permata, lalu debunya adalah waros (semacam tumbuhan yang harum) dan za`faron, barangsiapa masuk ke dalamnya maka dia akan kekal dan tidak mati, merasakan nikmat yang kontinu dan tidak merasa bosan, masa muda mereka tidak pernah hilang dan pakaian mereka tidak pernah usang."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] dari [Hamzah Az Zayyat] dari [Ziyad Ath Tho`i] dari [Abu Hurairah] berkata: Kami berkata: Wahai Rasulullah, kenapa kami bila berada di dekat baginda, hati kami melunak, kami zuhud di dunia dan kami termasuk ahli akhirat, tapi bila kami bergegas meninggalkan baginda lalu kami bergaul dengan keluargaku, mencium anak-anak kami, kami mengingkari diri kami sendiri (maksudnya agamis seperti semula). Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Andai kalian bila pergi meninggalkanku berada dalam kondisi kalian seperti itu, niscaya para malaikat mengunjungi kalian di rumah-rumah kalian dan seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah menciptakan makhluk baru agar mereka berbuat dosa lalu Allah akan mengampuni mereka." Berkata Abu Hurairah: Aku berkata: Wahai Rasulullah, dari apa makhluk diciptakan? Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam menjawab: "Dari air." Kami bertanya: Surga, apa bangunanya? Beliau menjawab: Bata dari perak dan bata dari emas, semennya minyak kesturi yang harum, tanahnya mutiara dan permata, debunya za'faran, barangsiapa memasukinya, ia bersenang-senang dengan tidak jemu, kekal, tidak mati, baju mereka tidak usang, kemudaan mereka tidak lenyap." Setelah itu beliau bersabda: "Tiga orang yang doanya tidak tertolak; imam adil, orang puasa saat berbuka dan doa orang yang terzhalimi, doanya diangkat diatas awan dan pintu-pintu langit dibukakan, Rabb 'azza wajalla berfirman: Demi keperkasaanKu, aku akan menolongmu meski setelah selang berapa lama." Berkata Abu Isa: Hadits ini sanadnya tidak kuat dan menurutku tidak tersambung. Hadits ini diriwayatkan dengan sanad lain dari [Abu Mudillah] dari [Abu Hurairah] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam.
Telah mengabarkan kepada kami [Abu 'Ashim] dari [Sa'dan Al Juhani] dari [Abu Mujahid] telah menceritakan kepada kami [Abu Mudillah] bahwa ia mendengar [Abu Hurairah] berkata; Kami bertanya; Wahai Rasulullah, dibangun dari apakah surga itu? Beliau menjawab: "Batu bata emas, batu bata perak dan adukannya adalah minyak misik yang harum baunya. Barangsiapa yang memasukinya, maka ia akan kekal di dalamnya, bergelimang kenikmatan, tidak akan sengsara, masa mudanya tidak akan pernah pudar, dan pakaiannya tidak akan pernah usang."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Tsumamah bin Uqbah] dari [Zaid bin Arqam] ia berkata; Seorang Yahudi mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya, "Wahai Abu Qasim, bukankah Anda telah berdalih bahwa penghuni surga makan dan minum di dalamnya?" Kemudian laki-laki itu berkata kepada temannya, "Jika ia menetapkan hal ini, maka saya akan membantahnya." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Ya, demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, salah seorang dari mereka benar-benar akan diberi kekuatan seratus laki-laki, yakni dalam makanan, minuman, syahwat dan jima'." Orang Yahudi itu bertanya, "Maka yang makan dan minum, mestinya akan memiliki hajat (buang air)." maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hajat salah seorang dari mereka adalah keringat yang keluar dari kulit-kulit mereka yang wanginya seharum Misk, dan perut pun mengecil kembali."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Tsumamah bin Uqbah Al Muhallimi] ia berkata, saya mendengar [Zaid bin Arqam] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadaku: " Penghuni surga diberi kekuatan seratus orang dalam hal, makan, minum, syahwat dan jima'." Kemudian berkatalah seorang laki-laki dari Yahudi, "Sesungguhnya orang yang makan dan minum, berati akan memiliki hajat (buang kotoran)." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda padanya: "Hajat (buang air) salah seorang dari mereka adalah keluarnya keringat dari kulit-kulit mereka. sehingga perutnya pun kembali mengecil."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] dan [Mahmud bin Ghailan] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Daud Ath Thayalisi] dari ['Imran Al Qattan] dari [Qatadah] dari [Anas] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam beliau bersabda: "Orang beriman kelak di syurga diberi kekuatan bersetubuh seperti ini dan seperti ini, " ada yang bertanya: Wahai Rasulullah apakah mampu seperti itu? beliau menjawab: "Mereka diberi kekuatan jima' sampai seratus kali lipat." Dan dalam bab ini ada hadits dari Zaid bin Arqam, Abu Isa berkata: Hadits ini shahih gharib, kami tidak mengetahuinya dari hadits Qotadah dari Anas kecuali dari hadits Imran Al Qattan.
Telah mengabarkan kepada kami [Ja'far bin 'Aun] dari [Al A'masy] dari [Tsumamah bin Uqbah Al Muhallimi] ia berkata; Aku mendengar [Zaid bin Arqam] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya seorang penghuni surga akan diberikan kekuatan seratus orang laki-laki dalam hal makan, minum, hubungan badan dan syahwat." Lalu ada seorang yahudi berkata; Sesungguhnya orang yang makan dan minum itu akan kencing dan buang hajat. Beliau bersabda: "(kotoran itu) akan keluar dari kulitnya melalui keringat dan perutnya telah menyatu (tidak berfungsi lagi)."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami ['Abdul 'Aziz bin Muslim] berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Sinan] dari [Muharib bin Ditsar] dari [Ibnu Buraidah] dari [ayahnya] berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Penghuni surga ada seratus duapuluh baris, delapanpuluh diantaranya dari ummat ini. Dan 'Affan berkata: Kalian berjumlah delapanpuluh baris dari mereka."
Telah bercerita kepada kami ['Abdush Shamad] telah bercerita kepada kami ['Abdul 'Aziz bin Muslim] telah bercerita kepada kami [Dlirar bin Murrah Abu Sinan Asy Syaibani] dari [Muharib bin Ditsar] dari [Ibnu Buraidah] dari [ayahnya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Penghuni surga sebanyak seratus duapuluh baris, ummat ini berbaris sebanyak delapan puluh baris darinya." Berkata Abu 'Abdur Rahman: Bisyr bin Al Harits, Abu Al Ahwash dan Al Haitsam bin Kharijah meninggal pada tahun duapuluh tujuh hijriyah.
Telah menceritakan kepada kami ['Abdush Shamad] telah menceritakan kepada kami ['Abdul 'Aziz bin Muslim] telah menceritakan kepada kami [Dlirar Abu Sinan] dari ['Abdullah bin Buraidah] dari [ayahnya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Penduduk surga ada seratus duapuluh baris dan ummat ini (memperoleh bagian) delapan puluh barisnya."
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Yazid Ath Thahhan Al Kufi] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] dari [Dlirar bin Murrah] dari [Muharib bin Ditsar] dari [Ibnu Buraidah] dari [ayahnya] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Penghuni surga itu sebanyak seratus duapuluh baris, delapan puluh diantaranya dari ummat ini dan empatpuluhnya dari seluruh ummat." Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan. Hadits ini diriwayatkan dari ['Alqamah bin Murtsid] dari [Sulaiman bin Buraidah] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam secara mursal. Diantara mereka ada yang berkata: Dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya dan hadits Abu Sinan bin Ditsar adalah hadits hasan, namanya Dlirar bin Murrah dan Abu Sinan Asy Syaibani namanya Sa'id bin Sinan, ia orang Bashrah, Abu Sinan Asy Syami namanya 'Isa bin Sinan adalah orang Qasmali.
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Ishaq Al Jauhari] telah menceritakan kepada kami [Husain bin Haffh Al Ashbahani] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Alqamah bin Martsad] dari [Sulaiman bin Buraidah] dari [ayahnya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Penduduk surga berjumlah seratus dua puluh baris, sembilan puluh baris terdiri dari ummat ini dan yang empat puluh dari berbagai ummat."
Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Yunus bin 'Ubaid] dari [Muhammad bin Sirin] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wanita penduduk surga tulang betisnya bisa dilihat dari balik dagingnya."
Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Yunus bin 'Ubaid] dari [Muhammad bin Sirin] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wanita penduduk surga tulang betisnya bisa dilihat dari balik dagingnya."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman] telah bercerita kepada kami [Farwah bin Abul Maghra'] telah bercerita kepada kami ['Abidah bin Humaid] dari ['Atho' bin As Sa'ib] dari [Amru bin Maimun] dari [Abdullah bin Mas'ud] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam beliau bersabda: "Sesungguhnya putih betisnya seorang wanita penghuni syurga akan tampak kelihatan dari balik tujuh puluh kalin sampai terlihat tulangnya yang jernih, yang demikian itu karena Allah telah berfirman "Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan." (Ar-Rahmaan: 58) adapun permata yaqutnya terbuat dari batu yang jika di masukkan kabel ke dalamnya kemudian kamu bersihkan, niscaya kamu akan dapat melihat dari belakangnya." Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah bercerita kepada kami ['Abidah bin Humaid] dari ['Atho` bin As Sa'ib] dari [Amru bin Maimun] dari [Abdullah bin Mas'ud] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam dengan hadits yang semakna. Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah bercerita kepada kami [Abu Al Ahwas] dari [Atho' bin As Sa'ib] dari [Amru bin Maimun] dari [Abdullah bin Mas'ud] dengan hadits yang semakna dengannya namun tidak memarfu'kanya dan ini lebih shahih dari hadits 'Abidah bin Humaid, demikianlah Jarir dan yang lainnya meriwayatkan dari 'Atho` bin As Sa'ib dan mereka tidak memarfu'kannya. Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah bercerita kepada kami [Jarir] dari ['Atho` bin As Sa'ib] yang semakna dengan hadits Abul Ahwas namun sahabat 'Atho' tidak memarfu'kannya dan ini yang lebih shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Hasan] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abu Habib] dari [Daud bin 'Amir bin Sa'd bin Abu Waqqash] dari [bapaknya] dari [kakeknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Seandainya secuil kuku saja dari keindahan yang ada di Syurga muncul, niscaya akan menghiasi ruang yang ada antara langit dan bumi. Seandainya seorang lelaki dari ahli syurga muncul kemudian tampak gelangnya, niscaya cahayanya akan menghapus cahaya matahari sebagaimana cahaya matahari menghapus cahaya bintang."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Ishaq] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Daud bin 'Amir bin Sa'd bin Abu Waqash] dari [Bapaknya] dari [kakeknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Seandainya sesuatu yang lebih kecil dari kuku dari keindahan yang ada di Syurga tampak, niscaya akan menghiasi apa yang ada di sisi-sisi langit dan bumi. Seandainya seorang lelaki dari penduduk syurga muncul kemudian tampak gelangnya, niscaya cahayanya akan menghapus cahaya matahari seperti cahaya matahari menghapus cahaya bintang."
Telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin Nashr] telah mengkhabarkan kepada kami [Ibnu Al Mubarak] telah mengkhabarkan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Dawud bin 'Amir bin Sa'ad bin Abi Waqqash] dari [ayahnya] dari [kakeknya] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Andai yang dibawa kuku dalam surga terlihat niscaya antara sisi-sisi langit dan bumi akan terhiasi karenanya, andai seorang penghuni surga muncul lalu gelang-gelangnya terlihat niscaya padamlah matahari seperti matahari melenyapkan cahaya bintang-bintang. Berkata Abu Isa: Hadits ini gharib, kami hanya mengetahui sanad ini dari hadits Ibnu Lahi'ah. [Yahya bin Ayyub] meriwayatkan hadits ini dari [Yazid bin Abu Habib] dan berkata: Dari [Umar bin Sa'ad bin Abi Waqqash] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam.
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Ali bin Zaid] dari [Sa'id Ibnul Musayyab] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Penduduk surga akan masuk surga dalam keadaan tidak berbulu badan dan tidak berjenggot, wajah mereka putih berseri-seri, kepala mereka berambut pendek serta mata mereka bercelak, mereka seperti anak muda yang berumur tiga puluh tiga tahun, ukuran tubuh mereka sebagaimana penciptaan Adam dengan tinggi enam puluh hasta dan lebar tujuh hasta."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad] -yaitu Ibnu Salamah- berkata; telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Zaid] dari [Sa'id Ibnul Musayyab] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Penduduk surga akan masuk surga sebagai seorang anak remaja yang tampan belum tumbuh janggut, rambut indah dan bercelak, umur mereka sekitar tiga puluh tiga tahun dan postur mereka sebagaimana Adam, tujuh puluh hasta."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Zaid] dari [Sa'id Ibnul Musayyab] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Penduduk surga akan masuk surga dalam keadaan tidak berjenggot, wajah mereka putih berseri-seri, kepala mereka berambut pendek serta mata mereka bercelak, mereka seperti anak muda yang berumur tiga puluh tiga tahun, ukuran tubuh mereka sebagaimana penciptaan Adam dengan tinggi tujuh puluh hasta dan lebar tujuh hasta."
Telah bercerita kepada kami 'Abdullah telah bercerita kepadaku ayahku. telah bercerita kepada kami [Sulaiman bin Dawud] telah bercerita kepada kami ['Imron] dari [Qatadah] dari [Syahr bin Hausyab] dari ['Abdur Rahman bin Ghanm] dari [Mu'adz bin Jabal], bahwa ia bertanya kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam atau mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda; "Penghuni surga masuk surga dalam keadaan telanjang, muda, bercelak mata, dalam usia tigapuluh atau tigapuluh tiga tahun."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] dan [Abu Hisyam Ar Rifa'i] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Hisyam] dari [ayahnya] dari ['Amir Al Ahwal] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Abu Hurairah] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Penghuni surga itu tidak berbulu, tidak berjenggot, mengenakan calak mata, kemudaan mereka tidak hilang dan baju mereka tidak pernah usang." Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib.
Telah bercerita kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah bercerita kepada kami [Al 'A'masy] dari [Abu Sufyan] dari [Jabir] berkata; Rasulullah ShallallahuAalaihiWasallam bersabda: "Para penghuni syurga di dalamnya makan dan minum. Mereka tidak buang air besar, tidak kencing, tidak beringus dan tidak meludah. Makanan mereka keluar cukup dengan sendawa dan keringat yang baunya kasturi"
Telah bercerita kepada kami [Musa] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] sesungguhnya telah mendengar Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Para penghuni surga makan dan minum, namun mereka tidak mengeluarkan ingus, tidak buang air besar dan tidak kencing. Makanan mereka adalah tarikan napas yang berbau harum seperti kasturi. Mereka menelan tasbih dan tahmid sebagaimana menelan udara."
Telah bercerita kepada kami [Al Hakam bin Nafi'] telah bercerita kepada kami [Shofwan Bin 'Amr] dari [Ma'iz At-Tamimi] dari [Jabir bin Abdullah] berkata; Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam pernah ditanya apakah penghuni surga juga makan? Beliau menjawab, ya, mereka minum namun tidak kencing, tidak buang air besar dan tidak beringus. Bahkan (makanan dan minuman) tersebut menjadi keringat dan uap yang baunya seharum kasturi. Mereka menelan (kalimat) tasbih dan tahmid sebagaimana mereka menelan nafas.
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid] Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Mihron, Al 'A'masy] berkata; saya telah mendengar [Abu Sufyan] berkata; saya telah mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata; saya telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Para penghuni surga makan di dalamnya, minum namun mereka tidak kencing, tidak buang air besar, tidak meludah dan tidak mengeluarkan ingus. Makanan mereka adalah uap keringat yang berbau harum seperti kasturi.
Telah bercerita kepada kami [Rauh] telah bercerita kepada kami [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepadaku [Abu Az-Zubair] telah mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata; saya telah mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Para penghuni surga makan di dalamnya, minum namun mereka tidak mengeluarkan ingus, tidak buang air besar dan tidak kencing. Makanan mereka adalah uap keringat yang berbau harum. Mereka menelan tasbih dan tahmid sebagaimana menelan udara."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Ayub] dari [Muhammad] dia berkata; Berbanggalah kalian dan ingat-ingatlah, jumlah kaum lelaki (di surga) lebih banyak daripada jumlah kaum wanita. Lalu [Abu Hurairah] berkata: bukankah Abul Qosim (Muhammad Shallallahu 'Aliahi Wasallam) pernah bersabda: "Sesungguhnya rombongan yang paling pertama masuk surga itu seperti bulan di malam purnama, dan rombongan setelah itu seperti bintang yang paling terang di langit. Bagi tiap orang dari mereka dua orang isteri yang tulang sumsum betisnya terlihat dari balik daging. Dan di surga itu tidak ada bujangan."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] dari [Umaroh] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya jama'ah yang pertama kali masuk surga adalah seperti rembulan di malam purnama, kemudian setelah mereka seperti cahaya bintang yang cahayanya paling terang di langit. Mereka tidak buang air kecil dan juga tidak buang air besar, tidak meludah, dan tidak mengeluarkan ingus. Sisir mereka terbuat dari emas, keringat mereka seperti wangi misik, wewangian mereka dari kayu cendana, istri-istri mereka bidadari surga, ukuran tubuh mereka sama yakni seperti ukuran bapak mereka Adam Alaihis Salam, enam puluh hasta."
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ayub] dari [Muhammad], kaum laki-laki berselisih dengan kaum wanita siapakah dari mereka yang paling banyak di surga, maka [Abu Hurairah] berkata: Abul Qosim Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda, "Yang pertama kali masuk surga seperti rembulan pada malam purnama, kemudian setelah mereka seperti bintang yang terang benderang, setiap laki-laki dari mereka akan diberi dua istri, tulang sumsum kedua betis mereka bisa dilihat dari balik daging, dan di surga tidak ada bujang."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Rombongan pertama yang akan masuk surga dari umatku seperti rembulan pada malam purnama, kemudian setelah mereka seperti bintang yang paling terang cahayanya di langit, kemudian mereka akan menempati surga sesuai dengan tingkatannya masing-masing. Mereka tidak buang air besar, tidak juga buang air kecil, tidak mengeluarkan ingus, dan tidak meludah. Sisir mereka dari emas, keringat mereka seharum misik, wewangian mereka dari kayu cendana, serta ukuran tubuh mereka sama yakni seperti ukuran bapak mereka Adam Alaihis Salam, enam puluh hasta."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengkabarkan kepada kami [Muhammad] dari ['Iyadl bin Dinar] dari [bapaknya], bahwa ia mendengar [Abu Hurairah] berkata: Abul Qosim Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Rombongan yang pertama kali masuk surga dari umatku seperti rembulan pada malam purnama, kemudian setelah mereka seperti bintang yang paling terang cahanyanya di langit."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abu Al Aswad] Telah menceritakan kepada kami [Abdul 'Aziz bin Abdus Shamad Al 'Ammi] Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Imran Al Jauni] dari [Abu Bakr bin Abdullah bin Qais] dari [Bapaknya] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata; "Dua bagian dari surga yang perabotnya dan segala isi di dalamnya terbuat dari perak. Dan dua bagian dari surga yang perabotnya serta segala isi di dalamnya terbuat dari emas. Tidak ada yang menghalangi suatu kaum untuk melihat Rabb mereka selain selendang keagungan yang ada di wajah-Nya di surga 'Adn."
Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Abd shamad] dari [Abu Imran] dari [Abu Bakar bin Abdullah bin Qais] dari [Ayahnya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Ada dua surga dari perak, baik bejananya maupun isinya, dan ada dua surga terbuat dari emas, baik bejananya maupun isinya, dan tidak ada yang menghalangi sebuah kaum untuk melihat Rabb mereka selain selendang kesombongan di wajahnya di surga Adn."
Telah menceritakan kepada kami [Abdul Qudus bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Tsabit Al Bunani] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Shuhaib] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca ayat ini: "Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya, " beliau bersabda: "Apabila penghuni surga telah mesuk ke dalam surga dan penghuni neraka telah masuk ke dalam neraka, berserulah seorang penyeru: 'Hai penduduk surga, sesungguhnya bagi kalian terdapat janji yang akan Allah tepati untuk kalian, ' mereka bertanya; 'Apakah itu? Bukankah Allah telah memberatkan timbangan kami, memutihkan wajah-wajah kami, memasukakan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari api neraka? '" beliau bersabda: "Maka tersingkaplah hijab, sehingga mereka dapat melihat kepada-Nya. Demi Allah, tidak ada sesuatu yang diberikan Allah yang lebih mereka sukai dan lebih menyejukkan pandangan mata selain melihat-Nya."
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Tsuwair] dari [Ibnu Umar] ia memarfu'kannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya kedudukan penduduk surga yang paling rendah adalah yang diberi kenikmatan dapat melihat baju kebesaran Allah, nikmat-Nya, telapak kaki-Nya dan melihat singgasana-Nya dari jarak perjalanan seribu tahun. Dan orang yang paling mulia di antara mereka adalah yang dapat melihat wajah Allah di waktu pagi dan petang." Kemudian beliau membaca ayat: ' (Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat) ' (Qs. Qs. Al Qiyaamah: 22-23).
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Ishaq] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atho` bin Yasar] dari [Abu Sa'id Al Khudri], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berkata kepada penduduk surga; 'Wahai penduduk surga! ' Mereka menjawab; 'Kami penuhi panggilan-Mu ya Rabb kami, ' Allah berkata; 'Apakah kalian sudah ridha? ' Mereka menjawab; 'Bagaimana kami tidak ridha, padahal Engkau telah memberikan kami apa-apa yang tidak pernah Engkau berikan kepada seorang pun dari hamba-Mu, ' Allah berkata; 'Aku akan memberikan kepada kalian sesuatu yang lebih utama dari itu semua, ' Mereka bertanya; 'Wahai Rabb, apakah sesuatu yang lebih utama tersebut? ' Allah menjawab; 'Aku halalkan untuk kalian keridhaan-Ku, maka Aku tidak akan marah sedikitpun kepada kalian setelah ini.'"
Telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Asad] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atho' bin yasar] dari [Abu Said Al Khudzri] mengatakan, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasalalm bersabda: "Allah tabaraka wata'ala berfirman kepada penghuni surga; 'Wahai penghuni surga! ' 'Baik, dan kami penuhi panggilan-Mu, ' Jawab penghuni surga. Allah berfirman; 'telah puaskah kalian? ' mereka menjawab; 'Bagaimana mungkin kami tidak puas, sementara Engkau telah memberi kami yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu.' Maka Allah berrfirman; 'Sekarang Aku beri kalian suatu yang lebih utama daripada itu.' Penghuni surga bertanya; 'Wahai rabbi, apa yang lebih utama dari kesemuanya? ' Allah berfirman; 'Kuhalalkan keridhaan-Ku untuk kalian, dan Aku tidak murka kepada kalian selama-lamanya.'"
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sulaiman] telah menceritakan kepadaku [Ibn Wahb] berkata, telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atha' bin Yasar] dari [Abu Sa'id Al Khudzri] radliyallahu'anhu berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah memanggil penduduk surga, 'Hai penduduk surga! ' Mereka menjawab, 'Baik, kami penuhi panggilan-Mu, dan seluruh kebaikan berada di tangan-Mu! Allah meneruskan, 'Apakah kalian telah puas! ' Mereka menjawab, 'Bagaimanakah kami tidak puas wahai Rabb, sedang telah Engkau beri kami sesuatu yang belum pernah Engkau berikan kepada satu pun dari makhluk-Mu! Allah kembali berkata, 'Maukah Aku beri kalian suatu yang lebih utama daripada itu semua? ' Mereka balik bertanya, 'Ya Rabb, apalagi yang lebih utama daripada itu semua? ' Allah menjawab, 'Sekarang Aku halalkan untuk kalian keredlaan-Ku, sehingga Aku tidak marah terhadap kalian selama-lamanya! '
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdurrahman bin Sahm] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Al Mubarak] telah mengkhabarkan kepada kami [Malik bin Anas]. Telah menceritakan kepada kami [Harun bin Sa'id Al Aili], teks hadis miliknya, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Wahb] telah menceritakan kepadaku [Malik bin Anas] dari [Zaid bin Aslam] dari [Atha` bin Yasar] dari [Abu Sa'id Al Khudri] nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya Allah bertanya kepada penduduk surga: 'Hai penduduk surga? ' mereka menjawab: Baik Rabb kami dan kebaikan ada ditanganMu.' Allah bertanya: 'Apa kalian ridha? ' mereka menjawab: 'Kenapa kami tidak ridha wahai Rabb, Kau telah memberi kami sesuatu yang tidak Kau berikan pada seorangpun dari makhlukMu.' Allah berfirman: 'Maukan kalian Aku beri yang lebih baik darinya? ' mereka bertanya: 'Wahai Rabb, apa yang lebih darinya? ' Allah berfirman: 'Aku halalkan keridhaanKu untuk kalian, Aku tidak akan murka pada kalian setelah itu selamanya'."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abu Bakar As Sahmi] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Al Qasim bin Mihran] dari [Musa bin 'Ubaid] dari [Maimun bin Mihran] dari [Abdurrahman bin Abu Bakar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Rabbku memberikan padaku tujuhpuluh ribu orang dari umatku yang masuk syurga tanpa hisab." Lalu Umar bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah anda tidak meminta tambahan?" Beliau berkata: "Aku meminta agar ditambah, lalu Dia memberiku setiap satu orang dari itu membawa tujuh puluh ribu orang." Umar bertanya lagi: "Apakah anda tidak meminta tambahan lagi?" beliau menjawab: "Aku telah meminta-Nya, dan Dia memberiku sama seperti itu juga." Abdullah bin Bakar membentangkan kedua tangannya, kemudian berkata; "Beliau membentangkan kedua tangannya" dan Abdullah mempraktekkannya. Dan Hisyam berkata; "Ini merupakan karunia dari Allah yang tidak diketahui berapa jumlahnya."
Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Bin Al Qasim] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Al Mas'udi] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Bukair Bin Al Akhnas] dari [seorang lelaki] dari [Abu Bakar Ash Shiddiq] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "aku diberi tujuh puluh ribu orang, mereka semua masuk syurga tanpa hisab, wajah mereka bagaikan rembulan dimalam bulan purnama dan hati mereka di atas hati satu orang, kemudian aku memohon tambahan dari Rabbku, maka Dia menambahkan, pada setiap seorang tujuh puluh ribu orang."Abu Bakar berkata; "lalu aku melihat bahwa itu datang pada penduduk desa dan mengenai pinggiran lembah-lembah."
Telah menceritakan kepada kami [Suraij] telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah mengabarkan kepada kami [Hushain bin Abdurrahman], ia berkata; Aku pernah bersama [Sa'id bin Jubair], ia bertanya; "Siapakah di antara kalian yang melihat bintang yang jatuh tadi malam?" Aku menjawab; "Aku." Kemudian aku berkata; "Saat itu aku tidak sedang mengerjakan shalat karena aku tersengat." Ia bertanya; "Lalu apa yang engkau lakukan?" Aku menjawab; "Aku meminta agar diruqyah." Ia bertanya lagi, "Apa yang mendorongmu melakukan itu?" Aku menjawab; "Telah menceritakan kepadaku [Asy Sya'bi] sebuah hadis dari [Buraidah Al Aslami] bahwa ia berkata; "Tidak ada ruqyah kecuali karena 'ain (pandangan jahat/hasad) atau bisa (sengatan hewan berbisa)." Maka Sa'id, maksudnya Ibnu Jubair berkata; "Bagus sekali orang yang telah melakukan apa yang didengar." Kemudian ia berkata; "Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abbas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Telah dinampakkan kepadaku umat-umat, maka aku melihat seorang Nabi bersama beberapa orang, seorang Nabi bersama satu orang saja dan seorang Nabi tanpa seorang pun bersamanya. Lalu tiba-tiba dinampakkan kepadaku kumpulan hitam yang besar, lalu aku bertanya: 'Apakah ini umatku? ' dikatakan padaku; 'Ini adalah Musa dan kaumnya, tapi lihatlah di ujung sebelah sana.' Ternyata aku melihat ada kumpulan hitam yang besar, kemudian dikatakan lagi padaku; 'Lihat juga yang sebelah sana.' Ternyata aku juga melihat ada kumpulan hitam yang besar, lalu dikatakan padaku; 'Ini adalah umatmu, dan bersama mereka ada tujuh puluh ribu orang yang akan masuk surga tanpa hisab juga tanpa adzab." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dan masuk (ke rumahnya). Maka orang-orang pun membicarakan hal tersebut, mereka bertanya; "Siapakah mereka yang akan masuk surga tanpa hisab dan juga tanpa adzab?" Sebagian mereka berkata; "Mungkin mereka adalah orang-orang yang menemani Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Sebagian lagi berkata; "Mungkin mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam keadaan Islam dan tidak pernah menyekutukan Allah sedikit pun." Dan mereka pun menyebutkan berbagai macam hal, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam keluar menemui mereka dan bertanya: "Apa yang sedang kalian perbincangkan?" mereka pun menyampaikan pendapat-pendapat mereka, maka beliau bersabda: "Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah menggunakan Kay (pengobatan dengan besi panas), tidak pernah meminta untuk diruqyah, tidak pernah bertathayyur, dan kepada Tuhan merekalah mereka bertawakkal." Lalu Ukasyah bin Mihshan Al Asadi berdiri dan berkata; "Apakah aku termasuk di antara mereka, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Engkau termasuk di antara mereka." Kemudian yang lainnya berdiri lalu bertanya; "Apakah aku juga termasuk di antara mereka, wahai Rasulullah?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Ukasyah telah mendahuluimu dalam hal ini." Telah menceritakan kepada kami [Syuja'] telah menceritakan kepada kami [Husyaim], seperti itu.
Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah], ia berkata; aku mendengar [Hushain] berkata; Ketika aku di tempat [Sa'id bin Jubair], ia berkata; dari [Ibnu Abbas]; bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Akan masuk ke dalam surga tanpa hisab dari umatku sebanyak tujuh puluh ribu." Maka aku bertanya; "Siapakah mereka itu?" beliau menjawab; "Mereka yang tidak minta diruqyah, tidak pernah bertathayyur, tidak ber'iyafah (meramal alamat baik) dan kepada Rabb merekalah, mereka bertawakal"
Telah meneritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Qatadah] dari [Al Hasan] dari [Imran bin Hushain] dari [Ibnu Mas'ud] ia berkata; Suatu malam kami berbincang-bincang lama bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian kami mendatanginya pada pagi hari, lalu beliau bersabda: "Tadi malam seluruh Nabi ditampakkan kepadaku beserta ummat mereka, ketika itu lewat seorang Nabi beserta tiga orang lalu lewat seorang Nabi bersama sekelompok orang dan seorang Nabi bersama beberapa orang dan lewat juga seorang Nabi sendirian hingga lewat di depanku Musa bersama sejumlah besar dari Bani Israail dan mereka membuatku takjub lantas aku bertanya: siapakah mereka? Dikatakan kepadaku: mereka adalah saudaramu Musa bersamanya Bani Israail, Nabi berkata: lalu dimanakah umatku? Lalu dikatakan kepadaku: lihatlah ke sebelah kananmu, lalu aku melihat dan ternyata satu lembah telah dipenuhi oleh banyak lelaki, kemudian dikatakan kepadaku: lihatlah kesebelah kirimu, lalu aku menoleh dan ternyata sejauh ufuk telah dipenuhi oleh banyak lelaki, kemudian dikatakan kepadaku: apakah engkau sudah ridho? Aku menjawab: aku telah ridho wahai Robb, aku telah ridho wahai Robb. Nabi berkata: Lalu dikatakan kepadaku: Sesungguhnya diantara mereka ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa hisab. Lantas Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam berkata: Jika kalian mampu jadilah termasuk dari yang tujuh puluh ribu dan jika tidak mampu jadilah termasuk dari orang-orang yang memenuhi lembah namun jika tidak maka jadilah orang-orang yang memenuhi ufuk, sungguh aku melihat di sana ada orang-orang yang bercampur baur. Lalu berdirilah Ukasyah bin Mihshon dan berkata: Berdoalah untukku Wahai Rosulullah agar menjadikanku termasuk dari yang tujuh puluh ribu! Lalu Nabi berdoa untuknya. Kemudian seorang lelaki berkata: Berdoalah untukku Wahai Rosulullah agar menjadikanku termasuk dari yang tujuh puluh ribu! Nabi menjawab: Ukasyah telah mendahuluimu, Ibnu Mas'ud berkata: kemudian kami memperbincangkan siapakah orang-orang yang termasuk dari tujuh puluh ribu, kami katakan mereka adalah orang-orang yang lahir pada masa Islam dan tidak pernah menyekutukan Allah hingga mereka meninggal, dan perbincangan kami terdengar oleh Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam lantas beliau berkata: mereka adalah orang-orang yang tidak berobat dengan memakai api, tidak juga melakukan ruqyah, serta tidak melakukan thiyaroh dan mereka bertawakal kepada Robbnya.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah], dan [Yahya] dari [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Amru bin Maimun] dari [Abdullah], ia berkata; Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di Qubbah sekitar empat puluh orang, beliau bertanya: "Apakah kalian rela menjadi seperempat penghuni surga?" Ia berkata; Kami menjawab; Ya. Beliau bertanya lagi: "Apakah kalian rela menjadi sepertiga penghuni surga?" Kami menjawab; Ya. Beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya aku mengharapkan agar kalian menjadi setengah penghuni surga, hal itu karena surga tidak dimasuki kecuali jiwa muslim. Dan tidaklah kalian dalam kesyirikan kecuali seperti rambut putih berada di kulit kerbau hitam, atau rambut hitam di kulit seekor kerbau merah."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Isra`il] dari [Abu Ishaq] dari [Amru bin Maimun] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan kepada kami, saat itu beliau bersandar kepada Qubbah Hamra`, beliau bersabda: "Apakah kalian rela menjadi seperempat penghuni surga?" mereka menjawab; Tentu. Beliau bertanya lagi: "Apakah kalian rela menjadi sepertiga penghuni surga?" mereka menjawab; Tentu. Beliau bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya aku mengharapkan agar kalian menjadi setengah penghuni surga, dan aku akan menyampaikan kepada kalian tentang sedikitnya kaum muslimin pada saat itu. Dan tidaklah mereka pada hari itu kecuali seperti rambut putih berada di kulit kerbau hitam, atau rambut hitam di kulit seekor kerbau merah. Dan tidak akan masuk surga kecuali jiwa muslim."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata; telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Azza Wa Jalla pada hari kiamat berfirman: 'Wahai Adam, bangun dan carilah mereka di neraka, ' lalu Adam berkata; 'Aku penuhi panggilan-Mu dan kebaikan ada di tangan-Mu wahai Rabb, berapa yang harus aku keluarkan? ' Allah berfirman: 'Setiap seribu ambillah sembilan ratus sembilan puluh sembilan.'" Beliau bersabda: "Maka pada saat itu anak kecil akan beruban, semua wanita yang hamil gugur kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya." Abu Sa'id berkata; para sahabat bertanya; "Wahai Rasulullah, dimanakah kedudukan seorang dari kita dalam bilangan itu?" Abu Sa'id berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sembilan ratus sembilan puluh sembilan itu adalah dari Ya'juj dan Ma'juj dan satu orangnya dari kalian." Abu Sa'id berkata; para sahabat pun bertakbir, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Tidak ridlakah kalian jika kalian adalah seperempat dari penduduk surga? demi Allah, sungguh aku berharap kalian adalah sepertiga dari penduduk surga, demi Allah, sungguh aku berharap kalian adalah setengah dari penduduk surga." Abu Sa'id berkata; para sahabat pun bertakbir kembali. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Adapun kalian pada hari kiamat dalam bandingan seluruh manusia adalah seperti selembar bulu putih pada kulit sapi yang berwarna hitam, atau beliau mengatakan, "seperti bulu hitam pada kulit sapi yang berwarna putih."
Telah bercerita kepadaku [Ishaq bin Nashr] telah bercerita kepada kami [Abu Usamah] dari [Al A'masy] telah bercerita kepada kami [Abu Shalih] dari [Abu Sa'id Al Khudriy radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: "Wahai Adam, ". Nabi Adam 'Alaihissalam menjawab: "Labbaika, kemuliaan milik-Mu dan segala kebaikan berada di tangan-Mu". Kemudian Allah berfirman: "Keluarkanlah utusan neraka". Adam bertanya; "Apa yang dimaksud dengan utusan neraka? (berapa jumlahnya?) ". Allah berfirman: "Dari setiap seribu, sembilan ratus sembilan puluh Sembilan dijebloskan neraka!, Ketika perintah ini diputuskan, maka anak-anak belia menjadi beruban, dan setiap wanita hamil kandungannya berguguran dan kamu lihat manusia mabuk padahal mereka tidaklah mabuk akan tetapi (mereka melihat) siksa Allah yang sangat keras". (QS. Alhajj 2), Para shahabat bertanya; "Wahai Rasulullah, adakah diantara kami seseorang yang selamat?". Beliau bersabda: "Bergembiralah, karena setiap seribu yang dimasukkan neraka, dari kalian cuma satu, sedang Sembilan ratus sembilan puluh sembilannya dari Ya'juj dan ma'juj". Kemudian Beliau bersabda: "Dan demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, aku berharap kalian menjadi di antara seperempat ahlu surga". Maka kami bertakbir. Kemudian Beliau bersabda lagi: "Aku berharap kalian menjadi di antara sepertiga ahlu surga". Maka kami bertakbir lagi. Kemudian Beliau bersabda lagi: "Aku berharap kalian menjadi di antara setengah ahlu surga". Maka kami bertakbir sekali lagi. Lalu Beliau bersabda: "Tidaklah keberadan kalian di hadapan manusia melainkan bagaikan bulu hitam pada kulit sapi jantan putih atau bagaikan bulu putih yang ada pada kulit sapi jantan hitam".
Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Ghundar] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Amru bin Maimun] dari [Abdullah] menuturkan; 'Suatu saat kami bersama Nabi dalam sebuah hunian dari tanah liat, tiba-tiba Nabi berujar: "Puaskah kalian menjadi seperempat penghuni surga?" 'ya', Jawab kami. Nabi berujar lagi: "Puaskah kalian menjadi sepertiga penghuni surga?" 'ya, ' Jawab kami. Nabi berujar lagi: "Puaskah kalian menjadi separoh penghuni surga?" 'ya, ' Jawab kami. Nabi bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, sungguh aku berharap kalian menjadi separoh penghuni surga, dan surga tak dimasuki selain seorang muslim, dan perbandingan kalian diantara pemeluk kesyirikan tak lain hanyalah seperti rambut putih di kulit sapi hitam" atau dengan redaksi; "seperti sehelai rambut hitam di kulit sapi merah."
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Muhammad], Abdullah bin Ahmad berkata; aku telah mendengarnya dari [Jarir] dari [Laits bin Abu Sulaim] dari [Abdul Malik bin Sa'id] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas], ia berkata; Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku yang mendahului kalian ke telaga, barangsiapa mendatanginya maka ia beruntung. Dan didatangkan orang-orang lalu diletakkan di sebelah kiri, maka aku berkata; 'Wahai Rabbku.' Lalu dikatakan; "Mereka murtad, kembali kepada (kepercayaan) lama mereka setelah ketiadaanmu."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Abdullah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku mendahului kalian sampai di telaga, sungguh aku akan dipertentangkan oleh banyak kaum kemudian aku dimenangkan atas mereka, aku pun bertanya: Wahai Rabbku, sahabatku. Lalu Dia berfirman: Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang telah mereka perbuat sepeninggalmu."
Telah menceritakan kepada kami ['Arim bin Al Fadlal] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Zaid] telah menceritakan kepada kami [Ali bin Al Hakam Al Bunani] dari [Utsman] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dan [Al Aswad] dari [Ibnu Mas'ud] ia berkata; Kedua anak Mulaikah datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata; Sesungguhnya ibu kami suka memuliakan suami dan berlemah lembut kepada anak. Ia berkata hingga menyebutkan tentang sikapnya kepada tamu. Namun ibu itu melakukannya ketika masa jahiliyah. Nabi bersabda, "Ibu kalian berdu di dalam neraka." Seketika keduanya berbalik badan dan tampak jelas kekecewaan di raut wajah keduanya. Keduanya lalu diperintahkan untuk kembali dan nampak jelas kegembiran di raut wajah keduanya. Keduanya berharap telah terjadi sesuatu. Nabi bersabda, "Ibuku bersama ibu kalian berdua." Seorang dari orang munafik berkata, 'Apa pengaruhnya ini terhadap ibunya dan kami menginjak kedua bahunya. ' Seorang dari kaum Anshar berkata dan tiada seorang pun yang aku lihat lebih banyak bertanya darinya, 'Wahai Rasulullah adakah Rabbmu memberkan jaminan padanya atau pada keduanya. Ia berkata dan menyangka bahwa itu dari sesuatu yang pernah didengarnya. Nabi bersabda, 'Apa yang aku mohon dan apa yang yang diberkan kepadaku dalam hal itu sesungguhnya aku akan menempati satu tempat yang terpuji pada hari iamat." Orang Anshar itu kembali bertanya, 'Apakah tempat yang terpuji itu? ' nabi menjawab, "Itu tatkala kalian didatangkan dalam keadaan telanjang, tenpa alas kaki dan belum disunat maka yang pertama kali diberikan pakaian adalah Ibrahim 'alaihissalam. Allah berfirman, 'Berilah pakaian kepada kekasihku! ' lalu diberikanlah kepada nya dua helai pakaian halus. Lalu dipakailah kedua helai pakaian itu kemudian ia duduk menghadap 'arsy. Lalu diberikanlah pakaian kepadaku dan aku pakai. Aku berdi di sebelah kanan Ibrahim, satu tempat yang tidak akan menempatinya kecuali aku seorang, semua orang dari generasi pertamanya dan yang terakhir menginginkannya. Ia berkata' Lalu dibukalah sungai Al-Kautsar pada satu telaga.' Orang-orang munafik berkata, 'Sesungguhnya tidak ada air pun yang mengalir kecuali di atas tanah atau bebatuan kecil, ia berkata, 'Wahai Rasulullah seperti apakah tanahnya atau bebatuan kecilnya? ' beliau bersabda, 'Tanahnya berupa misk dan bebatuan kecilnya berupa mutiara.' Orang munafik itu bertanya kembali, 'Belum pernah aku mendengar hingga hari ini bahwa air yang mengalir di atas tanah dan bebatuan kecuali kecuali pasti ada tetumbuhannya.' Seorang Anshar itu pun bertanya, 'Wahai Rasulullah lalu adakah tetumbuhannya? ' beliau menjawab, 'Ya, tettumbuhannya adalah batangan-batangan emas.' Orang munafik itu kembali berceloteh, 'Aku tidak pernah mendengar hingga hari ini bahwa setiap yang tumbuh kecuali pasti berdaun atau berbuah.' Seorang Anshar itu pun kembali bertanya, 'Wahai Rasulullah adakah buahnya? ' beliau menjawab, 'Ya ada berupa gemerlapan warna-warni mutiara, airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, siapa pun yang meminumnya seteguk saja tak kan pernah kehausan selamanya dan yang diharamkan mendapatkannya tak kan pernah melihatnya.'
Telah meneritakan kepada kami [Aswad bin Amir] telah memberitakan kepada kami [Abu Bakr] dari ['Ashim] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku mendahului kalian sampai di telaga, sungguh aku akan dipertentangkan oleh banyak orang kemudian aku dimenangkan atas mereka, aku pun bertanya: Wahai Rabbku, sahabatku. Lalu dikatakan; Engkau tidak mengetahui apa yang telah mereka perbuat sepeninggalmu."
Telah meneritakan kepada kami [Hasyim] dan [Hasan bin Musa] keduanya berkata; Telah meneritakan kepada kami [Syaiban] dari ['Ashim] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku mendahului kalian sampai di telaga, sungguh aku akan dipertentangkan oleh banyak orang kemudian aku dimenangkan atas mereka, kemudian dikatakan kepadaku; Engkau tidak mengetahui apa yang telah mereka perbuat sepeninggalmu."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ubaidullah] telah mengabarkan kepadaku [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya di depan kalian ada telaga yang luasnya antara Jarba` dan Adzruh."
Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Hammad yakni Ibnu Zaid] dari [Ayub] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Di depan kalian terdapat sebuah telaga yang jarak antara kedua sisinya seperti jarak antara Jarba` dan Adzrah."
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [Ashim bin Muhammad] dari saudaranya [Umar bin Muhammad] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhkan di hadapan kalian terdapat sebuah telaga yang luasnya sebagaimana jarak antara Jarba` dan Adzruh. Di situ terdapat gelas yang banyaknya laksana bintang di langit. Siapa mendapatinya dan meminumnya, ia tidak kehausan selamanya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir] dan [Azhar Ibnul Qasim] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Qatadah] dari [Anas] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jarak antara kedua ujung telagaku seperti jarak antara Madinah dengan Shan'a`, atau seperti antara Madinah dengan Oman." Azhar menyebutkan, "Seperti Oman."
Telah menceritakan kepada kami [Azhar bin Al-Qosim] dan [Abdul wahhab] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Qatadah] dari [Anas] Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Permisalan antara dua tepi telagaku adalah seperti jarak antara Shan'a dan Madinah, atau antara Madinah dan 'Amman". Abdul Wahhab berkata, --Hisyam ragu-ragu perihal permisalan itu--.
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [Ashim bin Muhammad] dari saudaranya [Umar bin Muhammad] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhkan di hadapan kalian terdapat sebuah telaga yang luasnya sebagaimana jarak antara Jarba` dan Adzruh. Di situ terdapat gelas yang banyaknya laksana bintang di langit. Siapa mendapatinya dan meminumnya, ia tidak kehausan selamanya."
Telah menceritakan kepada kami [Bisyr Bin Syu'aib] berkata, telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [Az-Zuhri] berkata, telah mengabarkan kepadaku [Anas Bin Malik], Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Dalam telagaku nanti ada cerek-cerek sejumlah bintang di langit".
Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Syaiban bin Abdurrahman] dari [Qatadah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Anas bin Malik], Nabi Shallallahu'alaihi wasallam pernah bersabda: "Pernah diperlihatkan telagaku, disana berisikan cerek-cerek emas dan perak yang jumlahnya seperti jumlah gugusan bintang di langit, atau lebih dari jumlah gugugan bintang di langit."
Telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Abdu Ash Shamad] telah menceritakan kepada kami [Abu Imran Al Jauni] dari [Abdullah bin Shamait] dari [Abu Dzar] dia berkata, "Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimana bejana telaga itu?" Beliau menjawab: "Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, bejana telaga itu lebih banyak jumlahnya dari bintang-bintang yang ada di langit dan planet-planetnya yang terang di malam hari yang gelap gulita. Barangsiapa meminum darinya maka dia tidak akan merasa haus. Orang yang terakhir mendatanginya, akan di tuangkan di dalamnya parit dari Surga. Barangsiapa meminum darinya maka dia tidak akan merasa haus, lebarnya seperti panjangnya; yaitu antara Amman sampai Ailah, airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu."
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ubaidullah] telah menceritakan kepadaku [Nafi'] dari [Ibnu Umar] radliyallahu'anhuma, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Di hadapan kalian ada telaga sebagaimana jarak antara Jarba' dan Adzruh."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hafsh] telah mengabarkan kepada kami [Warqa`] berkata, [Atha`] berkata, dari [Muharib bin Ditsar] dari [Ibnu Umar] dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Al Kautsar adalah nama satu sungai di surga yang kedua sisinya terbuat dari emas, di dalamnya ada air mengalir diatas mutiara, warna airnya lebih putih daripada susu, dan rasanya lebih manis daripada madu".
Telah menceritakan kepada kami [Muammal] telah menceritakan kepada kami [Hammad yakni Ibnu Zaid] telah menceritakan kepada kami [Athaa` bin Sa`ib] dia berkata, [Muharib bin Ditsar] bertanya kepadaku, Apa yang kamu dengar dari [Sa'id bin Jubair] saat menyebutkan hadis dari Ibnu Abbas mengenai Al-Kautsar? Saya menjawab, saya telah mendengarnya berkata, [Ibnu Abbas] berkata; Itu adalah kebaikan yang banyak. Muharib kontan berkomentar, Subhanallah! Alangkah sedikit periwayatan yang turun kepada kepada Ibnu Abbas, saya mendengar [Ibnu Umar] berkata, "Ketika turun ayat ini "Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang banyak" (QS. Alkautsar; 1) Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda: 'Alkautsar adalah sebuah sungai yang berada di Surga, kedua tepinya terbuat dari emas, mengalir di atas mutiara dan Yaqut, minumannya lebih manis dari madu, lebih putih dari susu, lebih sejuk daripada salju, dan bau wanginya lebih harum dari Misk.' Muharib berkata; Ibnu Abbas telah berkata benar. Demi Allah ini adalah kebaikan yang banyak."
Telah menceritakan kepada kami Abdullah dia berkata, saya mendapatkan hadis ini di dalam kitab bapakku dengan tulisan tangannya: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hafsh] telah menceritakan kepada kami [Warqa`] dari [Atha` yakni Ibnu Sa`ib] dari Ibnu Jubair: "INNAA A'THAINAAKAL KAUTSAR" maknanya adalah kebaikan yang banyak. Sedang telah berkata [Atha`] dari [Muharib bin Ditsar] dari [Ibnu Umar] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda kepada kami: "Al Kautsar adalah sungai di Surga, kedua tepinya terbuat dari emas sedangkan airnya mengalir di atas mutiara dan airnya lebih putih dari susu, lebih manis daripada madu." Ini adalah akhir dari Musnad Abdullah bin Umar Radliyallahu'anhuma.
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan pada kami [Ma'mar] dari [Qatadah] dari [Anas] tentang firman Allah 'azza wajalla, INNA 'ATHOINAKA AL-KAUTSAR, Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda, "Yaitu sungai di surga." Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda, "Saya melihat sungai di surga kedua tepinya terdiri dari batu permata, maka aku berkata, "Wahai Jibril, apakah ini?." (Dia) menjawab, "Ini adalah al-kautsar yang Allah 'azza wajalla berikan padamu."
Telah bercerita kepada kami [Bahz] dan [Affan] berkata, telah bercerita kepada kami [Hammam] telah bercerita kepada kami [Qatadah] dari [Anas], Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Ketika saya berjalan di surga maka aku melewati sungai yang kedua tepinya dari kubah mutiara cekung". Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam lalu bersabda, "Aku bertanya, apa ini wahai Jibril?". Dia menjawab, "Ini al-kautsar yang RabMu 'azza wajalla berikan kepada mu". Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Maka kusentuhkan tanganku, tak tahunya tanahnya dari misk yang sangat harum baunya". Sedang Affan berkata, misik yang berongga.
Telah menceritakan kepada kami ['Arim bin Al Fadlal] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Zaid] telah menceritakan kepada kami [Ali bin Al Hakam Al Bunani] dari [Utsman] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dan [Al Aswad] dari [Ibnu Mas'ud] ia berkata; Kedua anak Mulaikah datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata; Sesungguhnya ibu kami suka memuliakan suami dan berlemah lembut kepada anak. Ia berkata hingga menyebutkan tentang sikapnya kepada tamu. Namun ibu itu melakukannya ketika masa jahiliyah. Nabi bersabda, "Ibu kalian berdu di dalam neraka." Seketika keduanya berbalik badan dan tampak jelas kekecewaan di raut wajah keduanya. Keduanya lalu diperintahkan untuk kembali dan nampak jelas kegembiran di raut wajah keduanya. Keduanya berharap telah terjadi sesuatu. Nabi bersabda, "Ibuku bersama ibu kalian berdua." Seorang dari orang munafik berkata, 'Apa pengaruhnya ini terhadap ibunya dan kami menginjak kedua bahunya. ' Seorang dari kaum Anshar berkata dan tiada seorang pun yang aku lihat lebih banyak bertanya darinya, 'Wahai Rasulullah adakah Rabbmu memberkan jaminan padanya atau pada keduanya. Ia berkata dan menyangka bahwa itu dari sesuatu yang pernah didengarnya. Nabi bersabda, 'Apa yang aku mohon dan apa yang yang diberkan kepadaku dalam hal itu sesungguhnya aku akan menempati satu tempat yang terpuji pada hari iamat." Orang Anshar itu kembali bertanya, 'Apakah tempat yang terpuji itu? ' nabi menjawab, "Itu tatkala kalian didatangkan dalam keadaan telanjang, tenpa alas kaki dan belum disunat maka yang pertama kali diberikan pakaian adalah Ibrahim 'alaihissalam. Allah berfirman, 'Berilah pakaian kepada kekasihku! ' lalu diberikanlah kepada nya dua helai pakaian halus. Lalu dipakailah kedua helai pakaian itu kemudian ia duduk menghadap 'arsy. Lalu diberikanlah pakaian kepadaku dan aku pakai. Aku berdi di sebelah kanan Ibrahim, satu tempat yang tidak akan menempatinya kecuali aku seorang, semua orang dari generasi pertamanya dan yang terakhir menginginkannya. Ia berkata' Lalu dibukalah sungai Al-Kautsar pada satu telaga.' Orang-orang munafik berkata, 'Sesungguhnya tidak ada air pun yang mengalir kecuali di atas tanah atau bebatuan kecil, ia berkata, 'Wahai Rasulullah seperti apakah tanahnya atau bebatuan kecilnya? ' beliau bersabda, 'Tanahnya berupa misk dan bebatuan kecilnya berupa mutiara.' Orang munafik itu bertanya kembali, 'Belum pernah aku mendengar hingga hari ini bahwa air yang mengalir di atas tanah dan bebatuan kecuali kecuali pasti ada tetumbuhannya.' Seorang Anshar itu pun bertanya, 'Wahai Rasulullah lalu adakah tetumbuhannya? ' beliau menjawab, 'Ya, tettumbuhannya adalah batangan-batangan emas.' Orang munafik itu kembali berceloteh, 'Aku tidak pernah mendengar hingga hari ini bahwa setiap yang tumbuh kecuali pasti berdaun atau berbuah.' Seorang Anshar itu pun kembali bertanya, 'Wahai Rasulullah adakah buahnya? ' beliau menjawab, 'Ya ada berupa gemerlapan warna-warni mutiara, airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, siapa pun yang meminumnya seteguk saja tak kan pernah kehausan selamanya dan yang diharamkan mendapatkannya tak kan pernah melihatnya.'
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hafsh] telah mengabarkan kepada kami [Warqa`] berkata, [Atha`] berkata, dari [Muharib bin Ditsar] dari [Ibnu Umar] dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Al Kautsar adalah nama satu sungai di surga yang kedua sisinya terbuat dari emas, di dalamnya ada air mengalir diatas mutiara, warna airnya lebih putih daripada susu, dan rasanya lebih manis daripada madu".
Telah menceritakan kepada kami [Muammal] telah menceritakan kepada kami [Hammad yakni Ibnu Zaid] telah menceritakan kepada kami [Athaa` bin Sa`ib] dia berkata, [Muharib bin Ditsar] bertanya kepadaku, Apa yang kamu dengar dari [Sa'id bin Jubair] saat menyebutkan hadis dari Ibnu Abbas mengenai Al-Kautsar? Saya menjawab, saya telah mendengarnya berkata, [Ibnu Abbas] berkata; Itu adalah kebaikan yang banyak. Muharib kontan berkomentar, Subhanallah! Alangkah sedikit periwayatan yang turun kepada kepada Ibnu Abbas, saya mendengar [Ibnu Umar] berkata, "Ketika turun ayat ini "Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang banyak" (QS. Alkautsar; 1) Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda: 'Alkautsar adalah sebuah sungai yang berada di Surga, kedua tepinya terbuat dari emas, mengalir di atas mutiara dan Yaqut, minumannya lebih manis dari madu, lebih putih dari susu, lebih sejuk daripada salju, dan bau wanginya lebih harum dari Misk.' Muharib berkata; Ibnu Abbas telah berkata benar. Demi Allah ini adalah kebaikan yang banyak."
Telah menceritakan kepada kami Abdullah dia berkata, saya mendapatkan hadis ini di dalam kitab bapakku dengan tulisan tangannya: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hafsh] telah menceritakan kepada kami [Warqa`] dari [Atha` yakni Ibnu Sa`ib] dari Ibnu Jubair: "INNAA A'THAINAAKAL KAUTSAR" maknanya adalah kebaikan yang banyak. Sedang telah berkata [Atha`] dari [Muharib bin Ditsar] dari [Ibnu Umar] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda kepada kami: "Al Kautsar adalah sungai di Surga, kedua tepinya terbuat dari emas sedangkan airnya mengalir di atas mutiara dan airnya lebih putih dari susu, lebih manis daripada madu." Ini adalah akhir dari Musnad Abdullah bin Umar Radliyallahu'anhuma.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudhail] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Mukhtar bin Al Fulful] dari [Anas bin Malik] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Al Kautsar adalah sebuah sungai di surga yang dijanjikan Rabb 'azza wajalla untukku."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Amru bin Murrah] dari [Thalhah] bekas budak Qarazhah, dari [Zaid bin Arqam] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jumlah kalian sekarang belum mencapai satu bagian dari pada seratus ribu bagian dari mereka yang akan memasuki Haudl (telaga) kelak pada hari kiamat." Kami pun bertanya kepada Yazid, "Dan berapa jumlah kalian pada hari itu?" ia menjawab, "Antara sembilan ratus hingga tujuh ratus bagian."
Telah menceritakan kepada kami [Hasyim bin Qasim] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Amru bin Murrah] ia berkata, saya mendengar [Abu Hamzah] bekas budak Anshar, ia berkata, saya mendengar [Zaid bin Arqam] ia berkata; Kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu rumah yang kami singgahi dalam sebuah perjalanan, kemudian beliau bersabda: "Tidaklah jumlah kalian mencapai satu bagian, dari pada seratus ribu bagian dari umatku yang akan memasuki Haudl (telaga)." Saya pun bertanya kepada Yazid, "Dan berapa jumlah kalian pada hari itu?" ia menjawab, "Jumlah kami saat itu tujuh ratus atau delapan ratus orang."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] ia berkata, [Amru bin Murrah] telah mengabarkan kepadaku, ia berkata, saya mendengar [Abu Hamzah] bahwa ia mendengar [Zaid bin Arqam] berkata; Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan. Lalu kami singgah di suatu rumah. Kemudian saya mendengar beliau bersabda: "Jumlah kalian belum mencapai satu bagian dari seratus ribu bagian dari umatku yang akan memasuki Haudl (telaga)." Saya pun bertanya kepada Yazid, "Dan berapa jumlah kalian pada hari itu?" ia menjawab, "Jumlah kami saat itu tujuh ratus atau delapan ratus orang."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Amru bin Murrah] dari [Abu Hamzah] dari [Zaid bin Arqam] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jumlah kalian belum mencapai satu bagian dari seratus ribu bagian atau tujuh puluh ribu bagian dari umatku yang akan memasuki Haudl (telaga)." Mereka pun bertanya, "Berapa jumlah kalian pada hari itu?" ia menjawab, "Jumlah kami saat itu delapan ratus atau tujuh ratus orang."
Telah menceritakan kepada kami [Hafsh bin Umar An Namari] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Amru bin Murrah] dari [Abu Hamzah] dari [Zaid bin Arqam] ia berkata, "Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam singgah pada suatu tempat, beliau lalu bersabda: "Kalian tidak sampai satu bagian dari seratus ribu bagian orang yang datang untuk minum di telagaku." Perawi berkata, "Berapa jumlah kalian waktu itu?" Ia menjawab, "Tujuh ratus atau delapan ratus orang."
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Muhammad], Abdullah bin Ahmad berkata; aku telah mendengarnya dari [Jarir] dari [Laits bin Abu Sulaim] dari [Abdul Malik bin Sa'id] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas], ia berkata; Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku yang mendahului kalian ke telaga, barangsiapa mendatanginya maka ia beruntung. Dan didatangkan orang-orang lalu diletakkan di sebelah kiri, maka aku berkata; 'Wahai Rabbku.' Lalu dikatakan; "Mereka murtad, kembali kepada (kepercayaan) lama mereka setelah ketiadaanmu."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Abdullah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku mendahului kalian sampai di telaga, sungguh aku akan dipertentangkan oleh banyak kaum kemudian aku dimenangkan atas mereka, aku pun bertanya: Wahai Rabbku, sahabatku. Lalu Dia berfirman: Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang telah mereka perbuat sepeninggalmu."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku mendahului kalian sampai di telaga, sungguh aku akan dipertentangkan oleh banyak orang kemudian aku dimenangkan atas mereka, aku pun bertanya: Wahai Rabbku, sahabatku. Lalu dikatakan; Engkau tidak mengetahui apa yang telah mereka perbuat sepeninggalmu."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Mughirah] ia berkata; Aku mendengar [Abu Wa`il] menceritakan dari [Abdullah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Aku mendahului kalian sampai di telaga, sungguh akan di angkat kepadaku beberapa orang dari kalian kemudian mereka disibukkan selainku, aku pun bertanya: Wahai Rabbku, (mereka adalah) sahabatku. Lalu dikatakan; Engkau tidak mengetahui apa yang telah mereka perbuat sepeninggalmu."
Telah bercerita kepada kami ['Affan] telah menghabarkan kepada kami [Wuhaib] telah bercerita kepada kami [Abdul Aziz bin Shuhaib] dari [Anas bin Malik] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " ada orang yang di tolak telaga, sampai jika saya melihat mereka diangkat kepadaku maka mereka tertolak lalu saya berkata Wahai Robku sahabatku, sahabatku maka ada yang berkata; kamu tidak tahu apa yang mereka lakukan sepeninggalmu"
Telah menceritakan kepada kami [Muslim bin Ibrahim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdussalam bin Abu Hazim Abu Thalut] ia berkata; Aku melihat [Abu Barzah] masuk menemui Ubaidullah bin Ziyad, lalu ada seseorang dalam sebuah rombongan bernama Muslim bercerita kepadaku. Ketika Ubaidullah melihatnya, ia berkata, "Sesungguhnya salah satu dari kelompok Muhammad adalah orang yang gemuk dan pendek." Maka Abu Barzah pun mengerti apa yang dikatakan oleh Ubaidullah tersebut. Lantas Abu Barzah berkata, "Aku tidak menyangka bisa hidup bersama orang-orang yang mencelaku karena aku berkumpul dengan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam." Ubaidullah balik berkata, "Sesungguhnya persahabatanmu dengan Muhammad adalah perhiasan dan tidak ada celanya." Ia melanjutkan lagi kata-katanya, "Dan aku datang kepadamu untuk bertanya perihal telaga, aku pernah mendengar Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam menyebut-nyebut tentang itu?" Abu Barzah menjawab, "Benar. Tidak hanya satu kali, dua kali, tiga kali, empat kali atau lima kali (beliau sebutkan itu). Maka siapa saja yang mendustainya Allah tidak akan memberinya minum darinya." Lalu ia keluar dengan marah."
Aku mendengar [Yahya] berkata; Aku mendengar [Sulaiman] berkata; Aku mendengar [Zaid bin Wahb] berkata; Aku mendengar [Abdullah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan kepada kami: "Sesungguhnya kalian akan melihat setelahku orang-orang yang mengutamakan kepentingan sendiri dan perkara yang kalian ingkari." Ia berkata; Kami berkata; Apa yang engkau perintahkan kepada kami? Beliau bersabda: "Tunaikanlah hak mereka dan mohonlah kepada Allah hak kalian."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Zaid bin Wahb] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda. Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman] berkata; Aku mendengar [Zaid bin Wahb] berkata; Aku mendengar [Abdullah bin Mas'ud] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya kalian akan melihat sepeninggalku, sikap mengutamakan diri sendiri, fitnah dan perkara-perkara yang kalian ingkari." Kami bertanya; Wahai Rasulullah, lalu apa yang engkau perintahkan kepada orang yang menjumpainya dari kami? Beliau bersabda: "Tunaikanlah hak atas kalian dan mohonlah kepada Allah hak kalian."
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Yahya] dikatakan kepada Sufyan bahwa ia mendengar dari [Anas] ia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memanggil sahabat anshar untuk membagi-bagikan tanah Bahrain, namun mereka berkata; "Jangan wahai Rasulullah, hingga engkau membagi-bagi juga kepada saudara kami dari muhajirin sebagaimana engkau membagi untuk kami." Kemudian beliau bersabda: "Sesungguhnya kalian akan mendapatkan kekacauan setelahku, maka bersabarlah kalian sehingga kalian bertemu denganku."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Anas bin Malik] berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam mengajak kami agar berwasiat pada sekelompok orang dari Kharaj di Bahrain. (Anas bin Malik) berkata, maka kami berkata, "Tidak, kecuali anda berwasiat pada saudara-saudara kami juga dari kalangan Muhajirin yang semisalnya." Maka (Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam) bersabda, "Sesungguhnya kalian setelahku akan mendapatkan atsarah (orang yang sangat mementingkan dirinya) maka bersabarlah sampai kalian menjumpaiku." Mereka berkata, maka kami akan bersabar.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah bercerita kepadaku [Syu'bah] dari [Hisyam bin Zaid] berkata, saya telah mendengar [Anas bin Malik] berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda kepada orang anshar, sepeninggalku kalian akan menjumpai atsarah (sikap mengutamakan diri sendiri saja) sampai kalian bertemu denganku dan janji untuk kalian adalah telaga.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ubaidullah] telah mengabarkan kepadaku [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya di depan kalian ada telaga yang luasnya antara Jarba` dan Adzruh."
Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Hammad yakni Ibnu Zaid] dari [Ayub] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Di depan kalian terdapat sebuah telaga yang jarak antara kedua sisinya seperti jarak antara Jarba` dan Adzrah."
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [Ashim bin Muhammad] dari saudaranya [Umar bin Muhammad] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhkan di hadapan kalian terdapat sebuah telaga yang luasnya sebagaimana jarak antara Jarba` dan Adzruh. Di situ terdapat gelas yang banyaknya laksana bintang di langit. Siapa mendapatinya dan meminumnya, ia tidak kehausan selamanya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir] dan [Azhar Ibnul Qasim] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Qatadah] dari [Anas] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jarak antara kedua ujung telagaku seperti jarak antara Madinah dengan Shan'a`, atau seperti antara Madinah dengan Oman." Azhar menyebutkan, "Seperti Oman."
Telah menceritakan kepada kami [Azhar bin Al-Qosim] dan [Abdul wahhab] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Qatadah] dari [Anas] Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Permisalan antara dua tepi telagaku adalah seperti jarak antara Shan'a dan Madinah, atau antara Madinah dan 'Amman". Abdul Wahhab berkata, --Hisyam ragu-ragu perihal permisalan itu--.
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [Ashim bin Muhammad] dari saudaranya [Umar bin Muhammad] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhkan di hadapan kalian terdapat sebuah telaga yang luasnya sebagaimana jarak antara Jarba` dan Adzruh. Di situ terdapat gelas yang banyaknya laksana bintang di langit. Siapa mendapatinya dan meminumnya, ia tidak kehausan selamanya."
Telah menceritakan kepada kami [Bisyr Bin Syu'aib] berkata, telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [Az-Zuhri] berkata, telah mengabarkan kepadaku [Anas Bin Malik], Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Dalam telagaku nanti ada cerek-cerek sejumlah bintang di langit".
Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Syaiban bin Abdurrahman] dari [Qatadah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Anas bin Malik], Nabi Shallallahu'alaihi wasallam pernah bersabda: "Pernah diperlihatkan telagaku, disana berisikan cerek-cerek emas dan perak yang jumlahnya seperti jumlah gugusan bintang di langit, atau lebih dari jumlah gugugan bintang di langit."
Telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Abdu Ash Shamad] telah menceritakan kepada kami [Abu Imran Al Jauni] dari [Abdullah bin Shamait] dari [Abu Dzar] dia berkata, "Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimana bejana telaga itu?" Beliau menjawab: "Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, bejana telaga itu lebih banyak jumlahnya dari bintang-bintang yang ada di langit dan planet-planetnya yang terang di malam hari yang gelap gulita. Barangsiapa meminum darinya maka dia tidak akan merasa haus. Orang yang terakhir mendatanginya, akan di tuangkan di dalamnya parit dari Surga. Barangsiapa meminum darinya maka dia tidak akan merasa haus, lebarnya seperti panjangnya; yaitu antara Amman sampai Ailah, airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu."
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ubaidullah] telah menceritakan kepadaku [Nafi'] dari [Ibnu Umar] radliyallahu'anhuma, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Di hadapan kalian ada telaga sebagaimana jarak antara Jarba' dan Adzruh."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hafsh] telah mengabarkan kepada kami [Warqa`] berkata, [Atha`] berkata, dari [Muharib bin Ditsar] dari [Ibnu Umar] dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Al Kautsar adalah nama satu sungai di surga yang kedua sisinya terbuat dari emas, di dalamnya ada air mengalir diatas mutiara, warna airnya lebih putih daripada susu, dan rasanya lebih manis daripada madu".
Telah menceritakan kepada kami [Muammal] telah menceritakan kepada kami [Hammad yakni Ibnu Zaid] telah menceritakan kepada kami [Athaa` bin Sa`ib] dia berkata, [Muharib bin Ditsar] bertanya kepadaku, Apa yang kamu dengar dari [Sa'id bin Jubair] saat menyebutkan hadis dari Ibnu Abbas mengenai Al-Kautsar? Saya menjawab, saya telah mendengarnya berkata, [Ibnu Abbas] berkata; Itu adalah kebaikan yang banyak. Muharib kontan berkomentar, Subhanallah! Alangkah sedikit periwayatan yang turun kepada kepada Ibnu Abbas, saya mendengar [Ibnu Umar] berkata, "Ketika turun ayat ini "Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang banyak" (QS. Alkautsar; 1) Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda: 'Alkautsar adalah sebuah sungai yang berada di Surga, kedua tepinya terbuat dari emas, mengalir di atas mutiara dan Yaqut, minumannya lebih manis dari madu, lebih putih dari susu, lebih sejuk daripada salju, dan bau wanginya lebih harum dari Misk.' Muharib berkata; Ibnu Abbas telah berkata benar. Demi Allah ini adalah kebaikan yang banyak."
Telah menceritakan kepada kami Abdullah dia berkata, saya mendapatkan hadis ini di dalam kitab bapakku dengan tulisan tangannya: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hafsh] telah menceritakan kepada kami [Warqa`] dari [Atha` yakni Ibnu Sa`ib] dari Ibnu Jubair: "INNAA A'THAINAAKAL KAUTSAR" maknanya adalah kebaikan yang banyak. Sedang telah berkata [Atha`] dari [Muharib bin Ditsar] dari [Ibnu Umar] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda kepada kami: "Al Kautsar adalah sungai di Surga, kedua tepinya terbuat dari emas sedangkan airnya mengalir di atas mutiara dan airnya lebih putih dari susu, lebih manis daripada madu." Ini adalah akhir dari Musnad Abdullah bin Umar Radliyallahu'anhuma.
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan pada kami [Ma'mar] dari [Qatadah] dari [Anas] tentang firman Allah 'azza wajalla, INNA 'ATHOINAKA AL-KAUTSAR, Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda, "Yaitu sungai di surga." Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda, "Saya melihat sungai di surga kedua tepinya terdiri dari batu permata, maka aku berkata, "Wahai Jibril, apakah ini?." (Dia) menjawab, "Ini adalah al-kautsar yang Allah 'azza wajalla berikan padamu."
Telah bercerita kepada kami [Bahz] dan [Affan] berkata, telah bercerita kepada kami [Hammam] telah bercerita kepada kami [Qatadah] dari [Anas], Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Ketika saya berjalan di surga maka aku melewati sungai yang kedua tepinya dari kubah mutiara cekung". Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam lalu bersabda, "Aku bertanya, apa ini wahai Jibril?". Dia menjawab, "Ini al-kautsar yang RabMu 'azza wajalla berikan kepada mu". Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Maka kusentuhkan tanganku, tak tahunya tanahnya dari misk yang sangat harum baunya". Sedang Affan berkata, misik yang berongga.
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Tsuwair] dari [Ibnu Umar] ia memarfu'kannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya kedudukan penduduk surga yang paling rendah adalah yang diberi kenikmatan dapat melihat baju kebesaran Allah, nikmat-Nya, telapak kaki-Nya dan melihat singgasana-Nya dari jarak perjalanan seribu tahun. Dan orang yang paling mulia di antara mereka adalah yang dapat melihat wajah Allah di waktu pagi dan petang." Kemudian beliau membaca ayat: ' (Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat) ' (Qs. Qs. Al Qiyaamah: 22-23).
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Ishaq] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atho` bin Yasar] dari [Abu Sa'id Al Khudri], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berkata kepada penduduk surga; 'Wahai penduduk surga! ' Mereka menjawab; 'Kami penuhi panggilan-Mu ya Rabb kami, ' Allah berkata; 'Apakah kalian sudah ridha? ' Mereka menjawab; 'Bagaimana kami tidak ridha, padahal Engkau telah memberikan kami apa-apa yang tidak pernah Engkau berikan kepada seorang pun dari hamba-Mu, ' Allah berkata; 'Aku akan memberikan kepada kalian sesuatu yang lebih utama dari itu semua, ' Mereka bertanya; 'Wahai Rabb, apakah sesuatu yang lebih utama tersebut? ' Allah menjawab; 'Aku halalkan untuk kalian keridhaan-Ku, maka Aku tidak akan marah sedikitpun kepada kalian setelah ini.'"
Telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Asad] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atho' bin yasar] dari [Abu Said Al Khudzri] mengatakan, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasalalm bersabda: "Allah tabaraka wata'ala berfirman kepada penghuni surga; 'Wahai penghuni surga! ' 'Baik, dan kami penuhi panggilan-Mu, ' Jawab penghuni surga. Allah berfirman; 'telah puaskah kalian? ' mereka menjawab; 'Bagaimana mungkin kami tidak puas, sementara Engkau telah memberi kami yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu.' Maka Allah berrfirman; 'Sekarang Aku beri kalian suatu yang lebih utama daripada itu.' Penghuni surga bertanya; 'Wahai rabbi, apa yang lebih utama dari kesemuanya? ' Allah berfirman; 'Kuhalalkan keridhaan-Ku untuk kalian, dan Aku tidak murka kepada kalian selama-lamanya.'"
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sulaiman] telah menceritakan kepadaku [Ibn Wahb] berkata, telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atha' bin Yasar] dari [Abu Sa'id Al Khudzri] radliyallahu'anhu berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah memanggil penduduk surga, 'Hai penduduk surga! ' Mereka menjawab, 'Baik, kami penuhi panggilan-Mu, dan seluruh kebaikan berada di tangan-Mu! Allah meneruskan, 'Apakah kalian telah puas! ' Mereka menjawab, 'Bagaimanakah kami tidak puas wahai Rabb, sedang telah Engkau beri kami sesuatu yang belum pernah Engkau berikan kepada satu pun dari makhluk-Mu! Allah kembali berkata, 'Maukah Aku beri kalian suatu yang lebih utama daripada itu semua? ' Mereka balik bertanya, 'Ya Rabb, apalagi yang lebih utama daripada itu semua? ' Allah menjawab, 'Sekarang Aku halalkan untuk kalian keredlaan-Ku, sehingga Aku tidak marah terhadap kalian selama-lamanya! '
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Abu syaibah al-'Absyi] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [al-A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Sa'id] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berfirman, "Wahai Adam! Lalu Adam menyahut, "Aku penuhi panggilan-Mu dengan senang hati, dan kebaikan ada di tangan-Mu." Allah berfirman: "Keluarkan orang yang dikirimkan ke Neraka." Adam bertanya, "Berapa orang yang dikirim ke Neraka itu?" Allah berfirman: "Dari setiap seribu orang, dikeluarkan sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semua itu terjadi ketika anak-anak beruban: '(Wanita yang hamil akan gugur kandungan dan manusia berada di dalam keadaan mabuk, sedangkan sebenarnya mereka tidak mabuk tetapi siksa Allah yang amat dahsyat) ' (Qs. Al Hajj: 2). Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tersebut membingungkan para Sahabat. Maka mereka bertanya, "Wahai Rasulullah. Siapakah lelaki itu di antara kami dari seribu orang ini?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bergembiralah kamu karena di antara seribu itu ialah Yakjuj dan Makjuj, sedangkan dari kamu hanya satu orang." Kemudian beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku mengharapkan kamu menjadi seperempat dari penduduk Surga". Maka kami (para Sahabat) memuji Allah dan bertakbir. Beliau bersabda lagi: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku mengharapkan kamu akan menjadi sepertiga dari penduduk Surga." Kami memuji Allah dan bertakbir. Kemudian beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku mengharapkan kamu menjadi setengah dari penduduk Surga. Perumpamaan kamu di tengah-tengah umat lain, bagaikan sehelai bulu putih pada lembu hitam atau seperti tanda di betis Keledai." Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Waki']. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Abu Muawiyah] keduanya meriwayatkan dari [al-A'masy] dengan sanad ini, hanya saja keduanya menyebutkan, "Tidaklah kalian berada pada manusia pada waktu itu meliankan seperti bula putih pada sapi hitam atau bulu hitam pada sapi putih." Dan keduanya tidak menyebutkan, "Seperti tanda di betis keledai."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] telah menceritakan kepada kami [Hamzah] -yaitu Az Zayyat- berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Al Aghor Abu Muslim] dari [Abu Hurairah] dan [Abu Sa'id Al Khudri] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Maka pada waktu itu ada yang berseru; 'sesungguhnya kalian akan selalu hidup dan tidak mati selamanya, kalian akan selalu sehat dan tidak sakit selamanya, kalian akan selalu muda dan tidak akan tua selamanya, dan kalian akan selalu dalam kenikmatan dan tidak sengsara selama-lamanya, '" Rasulullah Bersabda: "Lalu para penduduk surga saling berseru dengan empat hal ini."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ishaq] telah memberitakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit] dari [Abu Rafi'] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa masuk ke dalam surga maka ia akan mendapatkan nikmat yang tidak membosankan, pakaiannya tidak usang dan tidak hilang masa mudanya. Dan di dalam surga terdapat sesuatu yang mata tidak pernah melihatnya, telinga tidak mendengarnya dan tidak terdetik dalam hati manusia."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Tsabit] dari [Abu Rafi'] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yang menurut perkiraan Hammad bahwasanya beliau bersabda: "Sesungguhnya orang yang masuk surga akan merasakan nikmat dan tidak pernah berputus asa, baju mereka tidak lusuh dan tidak akan hilang masa mudanya. Dan di dalam surga terdapat sesuatu yang mata belum melihatnya, telinga belum mendengarnya dan belum terbetik di hati manusia."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Tsabit] dari [Abu Rafi'] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yang menurut Hammad beliau bersabda: "Orang yang masuk surga akan merasakan kenikmatan dan tidak merasa bosan, baju mereka tidak usang dan masa mudanya tidak hilang, dan di surga terdapat sesuatu yang mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar dan belum pernah terbetik dalam hati manusia."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit] dari [Abu Rafi'] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa masuk ke dalam surga maka ia akan merasa nikmat dan tidak akan merasa bosan, bajunya tidak lusuh dan tidak akan hilang masa mudanya. Sesungguhnya di dalam surga terdapat sesutau yang mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar dan belum terbetik dalam hati manusia."
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya; dari [Abu Hurairah]; Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Sesungguhnya Allah 'azza wajalla berfirman: 'Aku telah menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih dengan sesuatu yang mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar dan belum terdetik oleh hati manusia."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] -yaitu Ibnu Sa'id- dari [Muhammad bin 'Amru] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Allah Ta'ala berfirman; 'Aku telah persiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik dalam hati seseorang, ' jika mau maka bacalah: "jiwa-jiwa itu tidaklah mengetahui apa yang disembunyikan bagi mereka dari penyejuk jiwa." Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Di surga ada sebuah pohon yang seorang penunggang kuda harus berjalan seratus tahun di bawah naungannya, jika mau maka bacalah: "dan naungan yang dihamparkan." Rasulullah kemudian shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sedangkan tempat cambuk kalian di surga lebih baik daripada dunia seisinya, " beliau kemudian membaca: "dan barangsiapa diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga sesungguhnya ia telah mendapatkan kemenangan, dan tidaklah dunia itu melainkan hanya harta yang melalaikan)."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah 'azza wajalla berfirman: "Aku telah siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang belum pernah terlihat oleh mata, belum terdengar oleh telinga dan belum terbetik dalam hati manusia. Sebagai simpanan selain kenikmatan yang telah diberitahukan kepada kalian." Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah bin 'Amru] berkata; telah menceritakan kepada kami [Za`idah] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana hadis diatas tersebut, hanya saja beliau mengatakan: "bukan yang telah diberitahukan kepada kalian."
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah 'azza wajalla berfirman; 'Aku telah persiapkan bagi hamba-bamba-Ku yang shalih sesuatu yang belum pernah terlihat mata, belum terdengar oleh telinga dan belum terbetik oleh hati manusia, pengecualian nikmat surga yang telah diberitahukan kepada kalian. Lalu beliau membaca: "Tak seorangpun mengetahui berbagai ni'mat yang menanti, yang menyejukkan pandangan."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid], dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ishaq bin Yasar] dari [Ishaq bin Yasar] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Abul Qasim shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dalam surga ada sesuatu yang belum pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan belum pernah terbetik dalam hati manusia."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dari [Hammad] dari [Muhammad bin Ziyad] dan ['Affan] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ziyad] berkata: aku mendengar [Abu Hurairah] berkata; aku mendengar Abul Qosim shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tuhan kita ta'jub kepada suatu kaum yang digiring ke surga dalam keadaan terantai (orang yang meninggal dalam keadaan Islam dan masih tertawan) ".
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ziyad] berkata; aku mendengar [Abu Hurairah] berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Rabb kita 'azza wajalla terkagum kagum dengan para laki-laki yang digiring menuju surga dalam keadaan terantai."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata; telah menceritakan kepada kami [Kamil Abul 'Ala`] berkata; aku mendengar [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Rabb kita 'azza wajalla merasa ta'ajub terhadap suatu kaum yang digiring masuk ke dalam surga dengan dirantai."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Muhammad bin Ziyad] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Allah merasa ta'ajub dengan suatu kaum yang masuk ke dalam surga dalam keadaan terikat dengan rantai."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan], telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Al Jurari] dari [Hakim bin Mu'awiyah] dari [Ayahnya] bahwa Rasulullah Shallalahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh kalian sebanding dengan tujuh puluh umat, sedang kalian adalah yang terbaik dan mulia diantara mereka di hadapan Allah Tabaraka Wa Ta'ala."
Telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin 'Amru], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Fulaih] dari [Hilal bin Ali] dati ['Atho` bin Yasar] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu hari bersabda, yaitu ketika beliau sedang membacakan hadis dan disampingnya ada seorang arab badui; "Sungguhnya seorang lelaki dari penduduk surga meminta izin kepada Rabbnya 'azza wajalla untuk bercocok tanam, lalu Rabbnya 'azza wajalla berfirman kepadanya; 'Bukankah engkau telah mendapatkan apa saja yang engkau inginkan? ' Ia menjawab; 'Benar, tapi aku ingin bercocok tanam, '" beliau bersabda: "Lalu iapun mulai bercocok tanam, kemudian mulailah tanamannya tumbuh berkembang sehingga tiba masa panennya, dan hasilnya seakan-akan seperti gunung, " beliau bersabda: "Lalu Rabbnya 'azza wajalla berfirman kepadanya; 'Kemarilah wahai anak Adam, sesungguhnya hal itu sedikitpun tidak akan menjadikanmu puas." Abu Hurairah berkata; Lalu orang badui itu berkata; "Demi Allah, engkau tidak akan mendapatkan hal itu kecuali pada orang-orang Quraisy atau Anshar, karena mereka adalah orang-orang yang bercocok tanam, adapun kami adalah bukan orang yang bercocok tanam." Abu Hurairah berkata; Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun tertawa.
Bab. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Sinan] telah menceritakan kepada kami [Fulaih] telah menceritakan kepada kami [Hilal]. Dan diriwaatkan pula, telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Fulaih] dari [Hilal bin 'Ali] dari ['Atha' bin Yasar] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] bahwa pada suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berbicara dan disamping Beliau ada seorang laki-laki penduduk Baduy: "Ada seorang dari penduduk surga meminta izin kepada Rabbnya untuk bercocok tanam. Maka Rabbnya berkata, kepadanya: "Bukankah kamu bebas melakukan apa saja yang kamu mau?" Orang itu berkata: "Benar, tapi aku suka bercocok tanam". Beliau berkata: "Maka orang itu bersegera menanam benih sehingga tumbuh berkembang dengan sangat banyak hingga ketika panen hasilnya sebanyak gunung. Maka Allah berfirman: "Tidak ada yang melebihi kamu wahai anak Adam". Maka laki-laki Baduy itu berkata: "Demi Allah, tidak akan anda temui orang seperti itu selain Kaum Quraisy dan Anshar karena mereka para petani sedangkan kami bukanlah petani". Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tertawa.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Sinan] telah menceritakan kepada kami [Fulaih] telah menceritakan kepada kami [Hilal] dari ['Atha' bin Yasar] dari [Abu Hurairah], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam suatu hari menyampaikan hadis sedang di sisinya ada seorang arab badui: "Ada seorang penduduk surga meminta ijin Tuhannya untuk menanam. Allah berujar, 'Bukankah engkau diperkenankan sekehendakmu! ' Orang tersebut menjawab, 'Memang, namun aku ingin menanam! ' Orang itu kemudian bergegas menabur benih, dan ujung-ujung tanamannya sedemikian cepat tumbuh, juga perkembangbiakannya, sehingga ia juga cepat memanen, yang himpunan panenannya sebesar gunung. Kemudian Allah berfirman, 'Silahkan kau ambil hai Anak adam, sungguh tak ada sesuatu yang menjadikanmu puas! ' Maka si arab badui berkata, 'Wahai Rasulullah, (jika demikian) tidak akan engkau temukan seperti orang ini selain dari Quraisy atau orang anshar, sebab mereka hobi bercocok tanam, adapun kami, tidak suka bercocok tanam! Rasulullah pun menjadi tertawa."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Khubaib bin Abdurrahman] dari [Hafsh bin 'Ashim] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Antara rumahku dengan mimbarku terdapat sebuah taman dari taman-taman surga, dan mimbarku terletak di atas telagaku."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Ubaid] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah] dari [Khubaib] -yaitu Ibnu Abdurrahman bin Yasaf- dari [Hafsh bin 'Ashim] dari [Abu Hurairah] berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Antara rumah dan mimbarku ada taman dari taman-taman surga, dan mimbarku ada di atas telagaku."
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] berkata; [bapakku] telah menceritakan kepada kami dari [Ibnu Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Khubaib bin Abdurrahman bin Khubaib Al Anshari] dari [Hafsh bin 'Ashim bin Umar bin Al Khaththab] dari [Abu Hurairah], dia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya mimbarku ada di atas telagaku, dan sesungguhnya antara mimbarku dan rumahku taman dari taman-taman surga. Dan shalat di masjidku ini nilainya seperti shalat seribu kali di masjid selainnya kecuali masjidil haram." Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] berkata; [bapakku] telah menceritakan kepadaku dari [Muhammad bin Ishaq] dan [Al Miswar bin Rifa'ah bin Abi Malik Al Qurazhi] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman bin 'Auf] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana dalam hadis Khubaib dari Hafsh, tidak ditambah dan tidak dikurangi."
Telah menceritakan kepada kami [Nuh bin Maimun] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] dari [Khubaib bin Abdurrahman] dari [Hafsh bin 'Ashim] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Antara mimbarku dan rumahku terdapat taman dari taman-taman surga, dan mimbarku ada di atas telagaku." Telah menceritakan kepada kami [Nuh] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdullah] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana dalam hadis diatas, kecuali bahwa beliau bersabda: "Mimbarku berada di atas taman di antara taman-taman surga."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ubaidillah] dari [Khubaib bin Abdurrahman] dari [Hafsh bin 'Ashim] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Antara mimbarku dan rumahku terdapat taman dari taman-taman surga, dan mimbarku ada di atas telagaku."
Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadhr] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd] berkata; [bapakku] telah menceritakan kepada kami dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Akan masuk surga suatu kaum yang hati mereka seperti hati burung."
Telah menceritakan kepada kami Abdullah, dia berkata; bapakku berkata; telah menceritakannya kepada kami [Ya'qub], dia berkata; [bapakku] telah menceritakan kepadaku dari [bapaknya] dari [Abu Salamah] berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: -Abdullah berkata; dan ini yang benar, yaitu tidak disebutkan di dalamnya nama Abu Hurairah, - "Akan masuk surga suatu kaum yang hati mereka seperti hati burung."
Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj bin Asy Sya'ir] telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadhr bin Al Qasim Al Laitsi] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'ad] telah menceritakan kepada kami [ayahku] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Beberapa kaum masuk surga, hati mereka seperti hati burung."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Najih], ia mendengarnya dari [Abu Raja`] dari [Ibnu 'Abbas], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku mendatangi Surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya dari kalangan orang-orang fakir. Dan aku mendatangi Neraka maka aku melihat kebanyakan penghuninya dari kalangan wanita."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah memberitakan kepada kami [Ayyub] dari [Abu Raja` Al 'Utharidi] ia berkata; Aku mendengar [Ibnu Abbas] berkata; Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku menengok ke dalam surga lalu aku melihat bahwa kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir, dan aku menengok ke neraka lalu aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Muhammad]. Berkata Abdullah bin Ahmad bin Hambal; dan aku mendengarkannya dari [Abdullah bin Muhammad bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari [As saa`ib bin Malik] dari [Abdullah bin 'Amru] dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'Aliahi Wasallam bersabda: "Aku mengamati isi surga dan ternyata kebanyakan dari penghuninya adalah orang-orang yang fakir, kemudian aku mengamati isi neraka dan ternyata kebanyakan dari penghuninya adalah orang-orang kaya dan kaum wanita."
telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Yusuf] telah menceritakan kepada kami ['Auf] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku telah melihat neraka maka aku mendapatkan kebanyakan penghuninya adalah wanita, dan aku juga telah melihat surga dan kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu tayyah], ia berkata; Aku mendengar [Muththarrif] menceritakan bahwa ia memiliki dua orang istri, lalu ia mendatangi salah satunya lalu istrinya langsung membukakan sorbannya kemudian berkata; "Kamu datang dari istrimu yang lain?." Dia menjawab; "Aku datang dari tempat [Imran bin Hushain] radliallahu 'anhu, dia mengatakan sebuah hadis dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam -saya mengira beliau bersabda-: "Penghuni surga yang paling sedikit jumlahnya adalah dari golongan wanita."
Telah menceritakan kepada kami [Suraij bin An Nu'man] telah menceritakan kepada kami [Nuh bin Qais] dari [Nashr bin 'Ali Al jahdlami] dari [An Nadhr bin Syaibhan Al Hudani] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] berkata; "Ceritakanlah kepadaku tentang sesuatu yang telah kamu dengar dari [bapakmu], yang dia dengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam!" Dia menjawab; jika Ramadhan datang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Allah 'azza wajalla mewajibkan puasa, dan aku aku telah membuat sunnah untuk shalat malamnya bagi kaum muslimin. Barangsiapa berpuasa karena mengharap pahala dari Allah, niscaya dosa-dosa akan keluar seperti hari dia dilahirkan oleh ibunya."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Ayub] dari [Abu Qilabah] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Ketika datang bulan Ramadhan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, di dalamnya Allah mewajibkan kalian berpuasa, di dalamnya pintu-pintu surga dibuka lebar dan pintu-pintu neraka ditutup rapat, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan Ramadhan ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, dan barangsiapa tidak mendapati malam itu maka ia telah kehilangan pahala seribu bulan."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Ibnu Abi Unais] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Jika bulan ramadlan tiba pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu."
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [ayahku] dari [Shalih]; [Ibnu Syihab] berkata; telah menceritakan kepadaku [Ibnu Abi Anas] bahwa [bapaknya] bercerita padanya, bahwa ia mendengar [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Jika masuk bulan ramadlan pintu-pintu rahmat akan dibuka, pintu-pintu jahannam ditutup dan setan-setan dibelenggu." Bapakku berkata; dan telah menceritakannya kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] berkata; [telah disebutkan] bahwa [Ibnu Syihab] berkata; telah menceritakan kepadaku [Ibnu Abi Anas] bahwa ia mendengar [Abu Hurairah], -dan dia tidak mengatakan dari bapaknya-, lalu ia menyebutkan hadis tersebut. Telah menceritakannya kepada kami ['Attab] telah menceritakan kepada kami [Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri] berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Anas] lalu ia menyebutkannya.
Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman] telah memberitakan kepada kami [Isma'il] telah mengabarkan kepadaku [Abu Suhail Nafi' bin Malik bin Abi 'Amir] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] berkata; Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika ramadhan tiba maka pintu-pintu surga akan dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah bercerita kepada kami ['Umar bin 'Ali] berkata: Aku mendengar [Abu Hazim] dari [Sahal bin Sa'ad] dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa menjamin kesucian sesuatu diantara dua jenggot (mulut) dan diantara dua kakinya (farji) untukku, aku menjaminkan surga baginya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu Bakr Al Muqaddami] telah menceritakan kepada kami [Umar bin Ali] dia mendengar [Abu Hazim] dari [Sahl bin Sa'd] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Barangsiapa dapat menjamin bagiku sesuatu yang berada di antara jenggotnya (mulut) dan di antara kedua kakinya (kemaluan), maka aku akan menjamin baginya surga."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abi Bakar] Telah menceritakan kepada kami [Umar bin Ali] -lewat jalur periwayatan lain- telah menceritakan kepadaku [Khalifah] telah menceritakan kepada kami [Umar bin 'Ali] telah menceritakan kepada kami [Abu Hazim] dari [Sahl bin Sa'd As Sa'idi], Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa menjamin untukku keselamatan apa yang ada diantara kedua kaki dan apa yang diantara kedua jenggotnya, maka aku jamin untuknya dengan surga."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Abdul A'la Ash Shan'ani] telah menceritakan kepada kami [Umar bin 'Ali Al Muqaddami] dari [Abu Hazim] dari [Sahal bin Sa'ad] berkata: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Barangsiapa menjamin apa yang ada diantara dua jambangnya (lisan) dan apa yang diantara kedua kakinya (kemaluan) untukku, aku menjamin surga baginya." Dalam hal ini ada hadits serupa dari Abu Hurairah dan Ibnu 'Abbas. Berkata Abu Isa: Hadits Sahal adalah hadits hasan gharib dari hadits Sahal bin Sa'id.
Telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Sa'id Ibnul Musayyab] dari [Abu Hurairah], bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Jika kekaisaran Persi telah runtuh maka tidak akan ada lagi kekaisaran Persi setelahnya, dan jika kekaisaran di Romawi telah runtuh maka tidak akan ada lagi kekaisaran Romawi setelahnya, dan demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh harta simpanan mereka akan diinfaqkan di jalan Allah."
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Sa'id] dari [Abu Hurairah] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau bersabda: "Jika kekaisaran Persi telah runtuh maka tidak akan ada lagi kekaisaran Persi setelahnya, dan jika kekaisaran di Romawi telah runtuh maka tidak akan ada lagi kekaisaran Romawi setelahnya, dan demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh harta simpanan mereka akan diinfaqkan di jalan Allah."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Ibnul Musayyab] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Kisro telah pergi dan tidak akan ada lagi Kisro setelahnya, Romawi telah pergi dan tidak akan ada lagi Romawi setelahnya, demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya sungguh kalian akan menginfaqkan harta simpanan mereka di jalan Allah."
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya dari [Abu Hurairah] Bersabda: "Kaisar telah binasa dan tidak ada lagi kekaisaran setelah itu, dan Kisra telah binasa dan tidak akan ada lagi kisra setelahnya."
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya dari [Abu Hurairah], beliau bersabda: "Kekaisaran akan hancur dan tidak akan ada lagi kekaisaran setelahnya, Kisra akan hancur dan tidak akan ada lagi Kisra setelahnya."
Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ['Abbad bin Ya'qub Al Asadi, Abu Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudhail] dari [Abdurrahman bin Ishaq] dari [An Nu'man bin Sa'd] dari [Ali Radhiallah 'anhu], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di syurga ada sebuah kamar yang bagian dalamnya dapat terlihat dari luarnya dan bagian luarnya dapat terlihat dari bagian dalamnya." maka ada seorang arab badui bertanya; "Wahai Rasulullah, untuk siapa itu?" beliau menjawab: "Untuk orang yang bagus ucapannya, memberi makan kepada orang lain dan orang yang shalat menghadap Allah di malam hari sementara orang-orang sedang tertidur."
Telah menceritakan kepada kami [Hasan] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] telah menceritakan kepadaku [Huyai bin Abdullah] dari [Abu Abdurrahman Al Hubuli] bahwa telah menceritakan kepadanya dari [Abdullah bin 'Amru], bahwa Rasulullah Shallallahu 'Aliahi Wasallam bersabda: "Sesungguhnya di dalam surga itu ada sebuah kamar yang bagian luarnya dapat terlihat dari dalam dan bagian dalamnya terlihat dari luar." Lalu Abu Musa Al Asy'ari bertanya: "Wahai Rasulullah, ia diperuntukkan untuk siapa?" Beliau menjawab: "Untuk orang yang lemah lembut tutur katanya, yang memberikan makanan, dan yang melaksanakan qiyamullail (shalat malam) saat manusia tertidur lelap."
Telah menceritakan kepada kami ['Abdur Razzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Ibnu Mu'aniq atau Abu Mu'aniq] dari [Abu Malik Al Asy'ari] berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " di dalam surga ada sebuah kamar yang luarnya terlihat dari dalamnya dan dalamnya terlihat dari luarnya yang Allah sediakan untuk siapa saja yang memberi makan, memperlembut pembicaraan, selalu berpuasa dan shalat ketika manusia sedang tidur."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr], telah menceritakan kepada kami [Ali bin Mushir] dari [Abdurrahman bin Ishaq] dari [An Nu'man bin Sa'd] dari [Ali] ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya." Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, "Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?" Nabi menjawab: "Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari diwaktu manusia pada tidur." Berkata Abu Isa: Ini merupakan hadits gharib yang tidak kami ketahui kecuali dari haditsnya Abdurrahman bin Ishaq dan sebagian ahli hadits telah mengomentari Abdurrahman bin Ishaq dari segi hapalannya, dia berasal dari Kufah. Adapun Abdurrahman bin Ishaq Al Qurasyi dia berasal dari Madinah dan hapalannya lebih kuat dari yang tadi, dan keduanya hidup sezaman.
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr] telah menceritakan kepada kami [Ali bin Mashir] dari [Abdurrahman bin Ishaq] dari [An Nu'man bin Sa'ad] dari [Ali] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya di surga ada kamar-kamar, luarnya terlihat dari dalam dan dalamnya terlihat dari luar." Seorang badui menghampiri beliau, ia bertanya: Itu untuk siapa, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "Bagi yang membiasakan ucapannya baik, memberi makan, puasa secara kontinyu, shalat malam untuk Allah saat orang-orang tidur." Berkata Abu Isa: Hadits ini gharib. Sebagian ahlul ilmi membicarakan Abdurrahman bin Ishaq dari sisi hafalannya, ia orang Kufah, sementara Abdurrahman bin Ishaq Al Qurasy, orang Madinah, lebih kuat hafalannya dari dia.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Mujalid] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abul Waddak] dari [Abu Sa'id] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya, penghuni derajat yang paling tinggi (di surga), mereka dapat melihat orang-orang yang ada di atasnya sebagaimana kalian dapat melihat bintang yang terbit di ufuk langit, Abu Bakar dan Umar adalah termasuk mereka yang mendapatkan nikmat tersebut."
Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Abdurrahman bin Ishaq] dari [An Na'man bin Sa'd] dari [Ali Radhiallah 'anhu], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di syurga ada pasar yang tidak di berlakukan jual beli di dalamnya, kecuali gambar wanita dan laki laki. Jika seorang lelaki tertarik dengan salah satu gambar wanita, dia cukup masuk ke dalamnya dan di dalamnya sudah tersedia sekumpulan bidadari bermata jeli, mereka mengangkat suara yang tidak pernah didengar oleh makhluq sama sekali, mereka mengatakan; 'Kami kekal tidak mati, kami selalu ridla tidak pernah marah, dan kami selalu senang tidak pernah sengsara, beruntunglah bagi orang yang menjadi milik kami dan kami miliknya." Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Zuhair Abu Khaitsamah] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ishaq] dari [Ali Radhiallah 'anhu], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di syurga ada pasar…" kemudian dia menyebutkan hadis secara lengkap, kecuali lafazh: "Jika seorang lelaki tertarik dengan satu gambar maka dia masuk kepadanya." Beliau berkata; "Di dalamnya ada perkampungan bidadari syurga, mereka mengangkat suara mereka." kemudian menyebutkan hadis seperti di atas.
Telah menceritakan kepada kami [Fazarah] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Fulaih] dari [Hilal bin 'Ali] dari ['Atha`] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Sungguh, di dalam surga penduduk surga akan saling melihat sebagaimana kalian melihat, -atau beliau mengatakan, - "Kalian melihat bintang-bintang terang yang tenggelam di sebelah barat, dan terbit dalam ketinggian beberapa derajat, " para sahabat bertanya; "Apakah mereka para Nabi?" Beliau bersabda: "Benar, dan demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, mereka adalah kaum-kaum yang beriman kepada Allah dan mereka membenarkan para utusan Allah."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Zakaria bin Abu Za`idah] berkata; aku mendengar [Mujalid] berkata; aku bersaksi atas [Abu Al Waddak] bahwa ia bersaksi atas [Abu Sa'id Al Khudri] bahwa ia mendengarnya berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya penduduk surga benar-benar dapat melihat orang-orang yang berada di 'iliyyin sebagaimana mereka melihat bintang yang paling terang di langit, dan sungguh Abu Bakar dan Umar termasuk dari mereka yang mendapat nikmat itu." Maka berkatalah [Isma'il bin Abu Khalid], sedang ketika itu ia duduk bersama [Mujalid] di atas permadani, "Aku bersaksi atas ['Athiyyah Al 'Aufi] bahwasanya ia bersaksi atas [Abu Sa'id Al Khudri], bahwa ia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan hal itu."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin 'Abdur Rahman] dari [Abu Hazim] dari [Sahal bin Sa'ad] bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Penghuni surga saling melihat kamar di surga seperti kalian melihat bintang dilangit." Berkata Ahmad: Kemudian aku menceritakannya kepada [An Nu'man bin Abu 'Ayyasy] ia berkata: Aku mendengar [Abu Sa'id Al Khudri] berkata: Seperti kalian melihat bintang bersinar terang diufuk timur atau barat.
Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Abdurrahman bin Ishaq] dari [An Na'man bin Sa'd] dari [Ali Radhiallah 'anhu], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di syurga ada pasar yang tidak di berlakukan jual beli di dalamnya, kecuali gambar wanita dan laki laki. Jika seorang lelaki tertarik dengan salah satu gambar wanita, dia cukup masuk ke dalamnya dan di dalamnya sudah tersedia sekumpulan bidadari bermata jeli, mereka mengangkat suara yang tidak pernah didengar oleh makhluq sama sekali, mereka mengatakan; 'Kami kekal tidak mati, kami selalu ridla tidak pernah marah, dan kami selalu senang tidak pernah sengsara, beruntunglah bagi orang yang menjadi milik kami dan kami miliknya." Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Zuhair Abu Khaitsamah] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ishaq] dari [Ali Radhiallah 'anhu], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di syurga ada pasar…" kemudian dia menyebutkan hadis secara lengkap, kecuali lafazh: "Jika seorang lelaki tertarik dengan satu gambar maka dia masuk kepadanya." Beliau berkata; "Di dalamnya ada perkampungan bidadari syurga, mereka mengangkat suara mereka." kemudian menyebutkan hadis seperti di atas.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Utsman Sa'id bin Abduljabbar Al Bashri] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit Al Bunani] dari [Anas bin Malik] Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya di surga ada pasar, mereka mendatanginya setiap hari jum'at, angin dari utara berhembus lalu menerpa wajah-wajah mereka dan pakaian-pakaian mereka hingga mereka semakin indah dan menawan. Mereka kembali ke keluarga mereka dengan penampilan yang lebih indah dan menawan, keluarga-keluarga mereka berkata pada mereka: 'Demi Allah, kau semakin indah dan menawan setelah kami.' mereka berkata: 'Kalian juga, demi Allah, lebih indah dan menawan setelah kami."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Ammar] telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid bin Habib bin Abu Al 'Isyrin] telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] telah menceritakan kepada kami [Hassan bin 'Athiyah] dari [Sa'id bin Al Musayyib] ia bertemu [Abu Hurairah] lalu Abu Hurairah berkata: Aku meminta kepada Allah semoga menyatukanku denganmu di pasar surga. Sa'id bertanya: Apa disana ada pasar? Abu Hurairah menjawab: Ya, telah menghabarkan kepadaku Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, bahwa penghuni surga bila masuk surga, mereka tinggal di sana karena keutamaan amal-amal mereka, kemudian diizinkan seukuran hari jum'at dari hari-hari dunia lalu mereka mengunjungi Rabb mereka kemudian Rabb menampakkan 'arsyNya pada mereka, salah satu taman surga nampak pada mereka kemudian mimbar-mimbar dari cahaya, mimbar-mimbar dari mutiara, mimbar-mimbar dari yaqut, mimbar-mimbar dari permata, mimbar-mimbar dari emas, mimbar-mimbar dari perak diletakkan untuk mereka, yang paling rendah di antara mereka beserta tingkat kerendahannya duduk di atas gundukan tanah kesturi dan kafur dan mereka beranggapan tempat duduk para pemilik kursi tidak lebih baik dari mereka." Abu Hurairah bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita? Beliau menjawab: "Ya." Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bertanya: "Apakah kalian kesulitan saat melihat matahari dan bulan di malam purnama?" Kami menjawab: Tidak. Beliau bersabda: "Seperti itu juga kalian tidak kesulitan dalam melihat Rabb kalian. Dan dimajlis itu tidaklah ada seorang pun melainkan Allah mendatanginya dengan sebenarnya hingga Ia bertanya kepada seseorang dari mereka: Hai fulan bin fulan, ingatkah kau saat berkata begini dan begini? Allah mengingatkan sebagian kemaksiatan-kemaksiatannya didunia. Orang itu berkata: Wahai Rabb, apa Kau tidak mengampuniku? Allah menjawab: Ya, luasnya ampunanku sampai pada tempatmu ini. Saat mereka seperti, mega menaungi mereka di atas mereka lalu turun hujan minyak wangi yang baunya sama sekali belum pernah mereka temukan, Rabb kita Tabaaraka wa Ta'ala berfirman: Berdirilah menuju kemuliaan yang telah Aku persiapkan untuk kalian lalu ambillah yang kalian inginkan. Lalu kami mendatangi pasar yang diliputi oleh malaikat, di dalamnya ada yang belum pernah dilihat mata sepertinya, belum pernah terdengar oleh telinga dan tidak terlintas dihati, lalu apa yang kami inginkan dibawakan untuk kami, di sana tidak dijual dan tidak dibeli. Di pasar itu, para penghuni surga saling bertemu satu sama lain." Beliau meneruskan: "Seseorang yang tinggal di flat (derajat tinggi) surga lantas datang lalu bertemu dengan orang yang tingkatnya berada dibawahnya beserta kerendahan yang ada padanya lalu ia kaget terhadap pakaian yang diperlihatkan padanya, akhir kata-katanya belum juga habis hingga ia menghayal yang lebih baik darinya, karenanya tidak layak bagi siapa pun untuk bersedih di surga. Setelah itu kami pulang ke rumah-rumah kami, kami disambut oleh istri-istri kami, mereka berkata: Selamat datang, kau datang dengan keindahan yang lebih baik dari saat kau tinggalkan kami. Ia berkata: Sesungguhnya kami menemani Rabb kami Al Jabbar hari ini, laik bagi kami untuk pulang seperti ini." Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib, kami hanya mengetahuinya dari jalur sanad ini. [Suwaid bin Amru] meriwayatkan sebagaian hadits ini dari [Al Auza'i].
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] dan [Hannad] berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ishaq] dari [An Nu'man bin Sa'ad] dari [Ali] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya di surga ada pasar, tidak ada jual belinya kecuali foto kaum lelaki dan perempuan, bila seorang lelaki berselera terhadap foto itu, ia langsung bisa masuk ke menemuinya." Berkata Abu Isa: Hadits ini gharib.
Telah mengabarkan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Humaid] dari [Anas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pasar." Mereka bertanya; Pasar apa itu? Beliau menjawab: "Terdapat di dalamnya tumpukan minyak misik. Para penghuni surga mendatanginya dan berkumpul di sana. Lalu Allah mengirim angin kepada mereka dan angin itu menghempaskan mereka masuk ke rumah-rumah mereka. Para penghuni rumah berkata kepada mereka; Sesungguhnya kalian semakin tampan setelah kami. Mereka juga mengatakan demikian." Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abdul Jabbar] dari [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit] dari [Anas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti itu.
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman] berkata: Telah mengkhabarkan kepada kami ['Ashim bin Ali] telah menceritakan kepada kami [Al Mas'udi] dari ['Alqamah bin Murtsid] dari [Sulaiman bin Buraidah] dari [ayahnya], seseorang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam: Wahai Rasulullah, apakah di surga ada kuda? Beliau menjawab: Bila Allah memasukkanmu ke surga, kau akan dibawa di atas kuda dari permata merah di surga yang membawamu terbang di surga semaumu." Orang lain bertanya pada beliau: Wahai Rasulullah, apakah di surga ada unta? Beliau tidak menjawab seperti yang dikatakan kepada temannya, beliau bersabda: "Bila Allah memasukkanmu ke surga, didalamnya ada segala yang diinginkan oleh jiwamu dan dipandang nikmat oleh matamu." Telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin Nashr] telah mengkhabarkan kepada kami [Abdullah bin Al Mubarak] dari [Sufyan] dari ['Alqamah bin Murtsid] dari [Abdurrahman bin Sabith] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam sepertinya dengan maknanya dan ini lebih shahih dari hadits Al Mas'udi.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il bin Samurah Al Ahmasi] telah bercerita kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Washil bin As Sa'ib] dari [Abu Saurah] dari [Abu Ayyub] berkata: Seorang badui datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam lalu berkata: Wahai Rasulullah sesungguhnya aku menyukai kuda apakah di syurga ada kuda? Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam menjawab: Jika kamu di masukkan ke dalam syurga maka kamu akan diberi kuda dari yaqut yang mempunyai dua sayap dan kamu akan dibawa kemudian terbang kemana saja yang kamu sukai." Abu Isa berkata: Hadits ini sanadnya tidak sedemikian kuat, kami tidak mengetahuinya dari hadits Abu Ayyub kecuali dari jalur sanad ini, adapun Abu Saurah dia adalah anak saudaranya Abu Ayyub, dia dilemahkan dalam masalah hadits, Yahya bin Ma'in telah melemahkannya sama sekali. Dia berkata: Aku mendengar Muhammad bin Isma'il berkata: Abu Saurah ini haditsnya munkar, dia banyak meriwayatkan hadits hadits munkar dari Abu Ayyub dan tidak ada yang mengikuti riwatatnya.
Masuk Islam, klik di siniSyahadat, klik di sini
Situs ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda dan menayangkan iklan. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kebijakan Privasi