Dajjal memuat 20 sub-bahasan dengan 174 hadits di dalamnya, dan berada di bawah Kiamat, Surga dan Neraka.
Riwayatnya bersumber dari Imam Ahmad, Imam Muslim, Imam Ibnu Majah, dan 5 kitab lainnya. Tiap kutipan tampil lengkap — teks Arab beserta terjemahannya — disertai nama kitab dan nomor hadits agar dapat dicocokkan dengan kitab aslinya. Bahasan yang diriwayatkan lewat lebih dari satu jalur ditampilkan seluruhnya sebagai penguat, tidak diringkas menjadi satu.
Kerangka tema selengkapnya dapat dijelajahi lewat beranda.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah bercerita kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Dajjal itu buta sebelah matanya, rambutnya ikal, surga dan neraka bersamanya, nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah bercerita kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Dajjal itu buta sebelah matanya, rambutnya ikal, surga dan neraka bersamanya, nerakanya adalah surga dan surgannya adalah neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Numair], [Muhammad bin Al Ala`] dan [Ishaq bin Ibrahim], berkata Ishaq: Telah mengkhabarkan kepada kami, sementara yang lain berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Hudzaifah] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Dajjal, buta mata sebelah kanan, berambut ikal, bersamanya ada surga dan neraka, nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Numair] dan [Ali bin Muhammad] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Hudzaifah] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dajjal itu buta mata kirinya, lebat rambutnya dan bersamanya terdapat surga dan neraka. Namun (pada hakikatnya) nerakanya adalah surga sedangkan surganya adalah neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [Ashim bin Muhammad] dari saudaranya [Umar bin Muhammad] dari [Muhammad bin Zaid yakni Abu Umar bin Muhammad] dia berkata, [Abdullah bin Umar] berkata; Kami diceritai tentang Haji Wada' namun kami tidak mengetahui hal itu adalah wada' (haji perpisahan) Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam. Pada saat Haji Wada' Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berkhutbah, beliau menyebut-nyebut Masih Ad Dajjal kemudian beliau terus menyebutnya berulang kali hingga beliau bersabda: "Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi kecuali dia mengingatkan umatnya (dari bahaya Dajjal), Nuh telah mengingatkan umatnya dan juga para Nabi yang datang setelahnya. Ketahuilah bahwa dajjal tidaklah tersembunyi, dan jangan sekali-kali tersembunyi dari kalian. Dan Rabb kalian tidaklah buta sebelah. Ketahuilah bahwa Dajjal tidak tersembunyi dari kalian, dan jangan sekali-kali tersembunyi dari kalian, dan Rabb kalian tidaklah buta sebelah."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Zuhri] dari [Salim] dari [Ibu Umar] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berdiri di hadapan manusia, kemudian beliau memuji Allah Ta'ala dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Lalu beliau menyebutkan Dajjal seraya bersabda: " Saya benar-benar mengingatkan kalian dari Dajjal. Dan tidaklah seorang Nabi (diutus) kecuali ia mengingatkan kaumnya, Nuh Shallallahu'alaihi wasallam telah mengingatkan kaumnya dari Dajjal. Akan tetapi, saya beritakan kepada kalian sebuah berita yang belum pernah diberitakan oleh seorang Nabi pun kepada kaumnya. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sebelah dan Allah Tabaraka Wa Ta'ala tidaklah buta sebelah."
Telah menceritakan kepada kami ['Amru Ibnul Al Haitsam] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qotadah] dari [Anas bin Malik] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada seorang Nabi pun yang diutus kecuali dia telah mengingatkan umatnya akan Dajjal sang pendusta yang juling. Ketahuilah, sesungguhnya Dajjal itu adalah seorang yang juling sedang Rabb kalian tidak juling, tertulis di antara dua matanya kafir."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Hajjaj] berkata, telah memberitakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] berkata, saya telah mendengar [Anas Bin Malik] menceritakan (hadis), berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Tidak ada satu nabipun kecuali mengingatkan umatnya mengenai yang buta sebelah lagi pendusta (Dajjal), ketahulilah dia itu buta sebelah sedang RABB kalian tidaklah buta sebelah. Tertulis di matanya KAFARA". Hajjaj berkata, alias "KAFIR".
Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] berkata; saya telah mendengar [Anas bin Malik] menceritakan dengan berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada satu nabi pun kecuali telah mengingatkan umatnya dari yang juling lagi kafir, ketahulilah dia itu juling sedang Rabb kalian tidaklah juling. Tertulis diantara kedua matanya KAFARA".
Telah menceritakan kepada kami [Yazid], telah menceritakan kepada kami [Hammam bin Yahya] dari [Qatadah] dari [Salim bin Abu Ja'd] dari [Ma'dan bin Abu Thalhah] dari [Abu Darda`] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Barangsiapa hafal sepuluh ayat dari awal surat al kahfi, maka ia akan aman dari bahaya Dajjal."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] dan [Hajjaj] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah], [Hajjaj] menyebutkan dalam hadisnya; aku mendengar [Salim bin Abu Al Ja'd] menceritakan dari [Ma'dan] dari [Abu Darda'] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al Kahfi, maka ia terlindung dari fitnah Dajjal." [Hajjaj] menyebutkan, "Barangsiapa membaca sepuluh terakhir dari surat Al Kahfi."
Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] telah menceritakan kepada kami [Salim bin Abu Al ja'd Al Ghathafani] dari [Ma'dan bin Abu Thalhah Al Ya'mari] dari [Abu Darda'] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa hafal sepuluh ayat dari awal surat Al Kahfi, maka ia akan terlindung dari fitnah Dajjal." Telah menceritakan kepada kami [Husain] dalam tafsirnya [Syaiban], dari [Qatadah] dia berkata, telah menceritakan kepada kami [Salim bin Abu Al Ja'd] dari [Ma'dan bin Abu Thalhah] dari [Abu Darda'] kemudian dia menyebutkan semisalnya." Telah menceritakan kepada kami [Abdus Shamad] dan [Affan] keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammam], [Affan] menyebutkan dalam hadisnya; telah menceritakan kepada kami [Hammam] dia berkata; [Qatadah] menceritakan hal itu kepada kami, dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Salim bin Abu Al Ja'd Al Ghathafani] dari hadisnya [Ma'dan bin Abu Thalhah Al Ya'mari] dari hadisnya [Abu Darda'] yang dia riwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia menyebutkan semisalnya. Kemudian dia kembali ke hadis [Abdus Shamad] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Salim] dari hadisnya [Ma'dan] dari [Abu Darda'] dia meriwayatkannya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa hafal sepuluh ayat dari surat Al Kahfi."
Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Hisyam] telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [Qatadah] dari [Salim bin Abul Ja'd Al Ghathafani] dari [Ma'dan bin Abu Thalhah Al Ya'mari] dari [Abu Darda`] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal surat Al Kahfi, maka ia akan terpelihara dari (kejahatan) Dajjall." Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dan [Ibnu Basysyar] keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepadaku [Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Hammam] semuanya dari [Qatadah] dengan isnad ini. Syu'bah berkata; "Dari akhir surat Al Kahfi." Hammam berkata; "Dari awal surat Al Kahfi." Sebagaimana yang dikatakan Hisyam.
Telah menceritakan kepada kami [Hafsh bin Umar] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammam] berkata, telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Salim bin Abu Al Ja'd] dari [Ma'dan bin Abu Thalhah] dari hadits [Abu Darda] yang ia riwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa menghafal sepuluh ayat awal dari surat Al Kahfi, maka ia akan dijaga dari fitnah Dajjal." Abu Dawud berkata, "Seperti ini pula yang dikatakan oleh [Hisyam Ad Dustuwa`i] dari [Qatadah], hanya saja (dalam hadits itu) Rasulullah bersabda: "Barangsiapa menghafal akhir-akhir dari surat Al kahfi, " [Syu'bah] menyebutkan dari [Qatadah], "Akhir dari surat Al Kahfi."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu 'Adi] dari [Ibnu 'Aun] dari [Mujahid], ia berkata; Kami pernah bersama [Ibnu Abbas], lalu mereka menyebutkan tentang Dajjal, mereka berkata; "Sesungguhnya di antara kedua matanya tertulis Kaaf Faa' Raa'." Dia berkata; "Apa yang kalian katakan?" Mujahid berkata; "Mereka mengatakan bahwa di antara kedua matanya tertulis Kaaf faa' Raa'." Mujahid berkata; Maka Ibnu Abbas berkata; "Aku tidak pernah mendengar beliau mengatakan itu, tetapi beliau mengatakan: "Adapun Ibrahim 'Alaihis Salam, maka lihatlah pada teman kalian, sedangkan Musa 'Alaihis Salam, ia adalah seorang laki-laki (berkulit) kecoklatan dan bertubuh kekar yang sedang (menunggang) unta merah yang kendalinya terbuat dari sabut kurma, seolah-olah aku melihat kepadanya ketika menuruni lembah sambil bertalbiyah."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu 'Aun] dari [Mujahid] berkata; Mereka membicarakannya yakni tentang Dajjal. Ia mengatakan; "Tertulis di antara kedua matanya Kaaf fa` Ra`." Lalu [Ibnu Abbas] berkata; Aku belum pernah mendengar beliau mengatakan itu, akan tetapi beliau mengatakan: "Adapun Ibrahim 'alaihis salam, maka lihatlah kepada teman kalian." Yazid mengatakan; Maksudnya adalah diri beliau Salallahu 'Alaihi wa sallam."Sedangkan Musa 'alaihis salam adalah seorang laki-laki (berkulit) kecoklatan dan bertubuh tinggi serta kekar yang sedang (menunggang) unta merah yang tali kendalinya terbuat dari sabut kurma, seolah-olah aku melihat kepadanya ketika menuruni lembah sambil bertalbiyah." (Abdullah bin Ahmad) berkata; Ayahku berkata; Husyaim berkata; "Tali yang terbuat dari sabut kurma."
Telah menceritakan kepada kami ['Amru Ibnul Al Haitsam] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qotadah] dari [Anas bin Malik] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada seorang Nabi pun yang diutus kecuali dia telah mengingatkan umatnya akan Dajjal sang pendusta yang juling. Ketahuilah, sesungguhnya Dajjal itu adalah seorang yang juling sedang Rabb kalian tidak juling, tertulis di antara dua matanya kafir."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Hajjaj] berkata, telah memberitakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] berkata, saya telah mendengar [Anas Bin Malik] menceritakan (hadis), berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Tidak ada satu nabipun kecuali mengingatkan umatnya mengenai yang buta sebelah lagi pendusta (Dajjal), ketahulilah dia itu buta sebelah sedang RABB kalian tidaklah buta sebelah. Tertulis di matanya KAFARA". Hajjaj berkata, alias "KAFIR".
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Humaid] dari [Anas] sesungguhnya Nabi shallahu'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya dajjal mata kirinya buta karena tertutup kulit, ada tulisan diantara kedua matanya K A F I R."
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Umar] telah menceritakan kepada kami [Usamah] yaitu Ibnu Zaid, telah menceritakan kepada kami [Abu Abdullah Al Qarrazh] bahwa dia mendengar [Sa'd bin Malik] dan [Abu Hurairah] keduanya berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ya Allah berikanlah keberkahan kepada penduduk Madinah di kota mereka dan berkahilah mereka dalam setiap sha' mereka dan berkahilah dalam setiap Mud mereka. Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim adalah hambaMu dan kekasihMu dan aku juga hamba dan utusanMu. Ibrahim telah memohon kepadaMu untuk penduduk Makkah dan aku memohon kepadaMu untuk penduduk Madinah sebagaimana Ibrahim memohon kepadaMU untuk penduduk Makkah dan semisalnya bersamanya. Sesungguhnya Madinah itu dijaga oleh para Malaikat, yang di setiap jalannya ada dua Malaikat yang menjaganya, tidak akan dimasuki oleh wabah lepra dan Dajjal. Barangsiapa hendak melakukan keburukan di dalamnya, maka Allah akan menjadikannya meleleh sebagaimana melelehnya garam di dalam air."
Telah menceritakan kepada kami ['Abdul 'Aziz bin 'Abdullah] berkata, telah menceritakan kepada saya [Ibrahim bin Sa'ad] dari [bapaknya] dari [kakeknya] dari [Abu Bakrah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Al Masihud-Dajjal yang ditakuti tidak akan dapat memasuki kota Madinah. Pada hari itu Madinah memiliki tujuh pintu yang setiap pintunya akan ada dua malaikat (yang menjaganya) ".
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Malik] dari [Nu'aim bin Abdullah], bahwa ia mendengar [Abu Hurairah] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Pada jalan-jalan perbukitan di Madinah terdapat para malaikat sehingga Dajjal dan penyakit tho'un tidak akan bisa memasukinya."
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Umar] berkata; telah menceritakan kepada kami [Usamah bin Zaid] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Abdullah Al Qarrazh] bahwa ia mendengar [Sa'd bin Malik] dan [Abu Hurairah] mengatakan; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Ya Allah berkahilah penduduk Madinah di madinah mereka, berkahilah mereka dalam sha` mereka, berkahilah mereka dalam mud mereka. Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim adalah hamba-Mu dan kekasih-Mu, dan aku juga hamba-Mu dan Rasul-Mu, sesungguhnya Ibrahim telah memohon kepada-Mu untuk kebaikan penduduk Makkah, dan aku memohon kepada-Mu untuk kebaikan penduduk Madinah sebagaimana Ibrahim telah memohon kepada-Mu untuk kebaikan penduduk Makkah dan semisalnya bersamanya. Sesunguhnya Madinah diliputi oleh para Malaikat, pada setiap jalan bukitnya ada dua malaikat yang menjaganya, maka madinah tidak akan dimasuki oleh wabah tha'un dan tidak pula Dajjal, dan siapa saja yang hendak berbuat buruk kepada Madinah maka Allah akan mencairkannya sebagaimana garam yang mencair di dalam air."
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isa] telah mengabarkan kepadaku [Malik] dari [Nu'aim bin Abdullah] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada setiap sisi kota Madinah ada malaikat, Dajjal dan Tha'un tidak akan dapat masuk ke dalamnya."
Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Al Mu'tamir] dari [Ayahnya] dari [Sulaiman Al A'masy] dari [Syaqiq bin Salamah] dari [Abdullah bin Mas'ud] ia berkata, "Tatkala kami berjalan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melewati sekumpulan anak yang sedang bermain, di antaranya Ibnu Shayyad, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Semoga engkau beruntung, apakah engkau bersaksi bahwa aku adalah Rasulullah?" ia justru balik bertanya, "Apakah engkau bersaksi bahwa aku adalah Rasulullah?" Umar radliyallahu Ta'ala 'anhu lalu berkata, "Biarkan aku penggal lehernya!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Jika ia adalah orang yang kalian takuti, niscaya kalian tidak akan mampu (membunuhnya)."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] dari [Ma'mar] dari [Zuhri] dari [Salim] atau dari bukan hanya dari satu orang, dia berkata; [Ibnu Umar] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dan Ubay bin Ka'ab pergi, keduanya mendatangi kebun kurma yang Ibnu Shayyad tengah berada disana. Ketika mereka berdua memasuki kebun kurma, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berjalan menyembunyikan diri di belantara pohon. Beliau berjalan pelan-pelan, dengan maksud agar Ibnu Shayyad tidak mendengar kedatangannya sebelum ia melihat beliau. Saat itu Ibnu Shayyad sedang berbaring dan berselimut di atas kasurnya lagi mendengkur pelan. (Ibnu Umar) berkata; Lalu Ibunya melihat kedatangan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam yang bersembunyi dibalik bebatangan kurma. Kontan Ibunya berkata, "Wahai Shaf -nama panggilan Ibnu Shayyad--, itu Muhammad datang." Ia pun kontan beranjak. Kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Jikalau ibunya membiarkannya, niscaya jelaslah, Ia Ibnu Shayyad betulan atau tidak." Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] telah menceritakan kepada kami [Syu'aib] dari [Zuhri] telah mengabarkan kepadaku [Salim bin Abdillah] saya mendengar [Abdullah bin Umar] berkata; Maka setelah itu Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dan Ubay bin Ka'ab pergi menuju pohon kurma. Lantas Ibnu Umar pun menyebutkan hadis.
Telah menceritakan kepada kami [Rauh] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad] berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Jurairi] dari [Abu Nadhrah] dari [Abu Sa'id Al Khudri] berkata; Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada Ibnu Sha`id tentang tanah di surga, ia lalu menjawab, "Pasir putih yang wangi seperti misik asli, " maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda, "Benar."
Telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Muhammad] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Al Jurairi] dari [Abu Nadhr] dari [Abu Sa'id Al Khudri] berkata; "Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada Ibnu Sha`id tentang tanah surga, maka ia berkata; "Debu yang lembut dan putih sewangi misik, " Abu Sa'id berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Dia benar."
Semoga Allah merahmatinya, perawi berkata; telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Muhammad] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Sa'id Al Jurairi] dari [Abu Nadhr] dari [Abu Sa'id Al Khudri] berkata; "Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada Ibnu Sha`id tentang tanah di surga, maka ia berkata; "Debu yang lembut dan putih sewangi misik, " Abu Sa'id berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Dia benar."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun], telah mengabarkan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Ali bin Zaid] dari [Abdurrahman bin Abu Bakrah] dari [Ayahnya] ia berkata; Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Kedua orang tua Dajjal bermukim di bumi selama tiga puluh tahun, tidak memiliki anak, hingga ketika ia melahirkan anak, lahirlah seorang anak yang bermata juling, banyak memberi bahaya dan sedikit sekali memberikan manfaat, matanya tidur tetapi hatinya tidak." Kemudian Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam menerangkan sifat-sifatnya secara gamblang, sabdanya: "Bapaknya adalah seorang yang tinggi dan gempal, berhidung sangat mancung laksana paruh, sedangkan ibunya seorang wanita yang bertulang besar dan berdada besar." Abu Bakrah berkata; "Lalu sampailah kabar kepada kami, bahwa di Madinah telah terlahir seorang anak dari bangsa Yahudi, lalu aku dan Zubair bin Awwam mendatanginya, hingga ketika kami menemui kedua orang tuanya, kami mengetahui ciri-ciri keduanya persis seperti yang pernah di jelaskan oleh Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam, ternyata anak tersebut tengah berbaring di bawah terik matahari, dengan mengenakan qathifah (sejenis pakaian kemewahan) yang dapat mengeluarkan suara yang tidak jelas, Lalu kami menanyai kedua orang tuanya dan keduanya menjawab; "Kami telah hidup selama tiga puluh tahun dan belum memiliki anak, ketika kami melahirkan, anak kami juling, dan banyak membahayakan kami daripada memberi manfaat." Ketika kami keluar, kami berpapasan dengannya (anakya), lalu ia berkata; "Apa urusan kalian berdua?." Kami menjawab; "Apakah kamu mendengarnya?." Ia menjawab; "Yah, sungguh mataku terpejam tapi hatiku tidak." Ternyata dia adalah Ibnu Shayyad.
Telah menceritakan kepada kami ['Affan], telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah], telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Zaid] dari [Abdurrahman bin Abu Bakrah] dari [Ayahnya] bahwa Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Kedua orang tua Dajjal hidup selama tiga puluh tahun, tanpa dikaruniai seorang anak, kemudian dikaruniai seorang anak lelaki yang banyak memberi bahaya dan sedikit memberi manfa'at, kedua matanya tertidur namun hatinya tidak, kemudian Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam mensifati bapaknya, beliau bersabda: "Bapaknya seorang lelaki yang berbadan tinggi berisi, hidungnya seperti paruh burung, sedangkan ibunya adalah seorang wanita yang berbadan besar, kedua buah dadanya besar." Abu Bakrah berkata; "Kemudian kami mendengar ada seorang bayi Yahudi yang lahir di Madinah, lalu aku dan Zubair bin Awwam datang menemui kedua orang tuanya, ternyata sifat yang disebutkan oleh Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam ada pada keduanya, lalu kami bertanya; "Apakah kamu berdua mempunyai seorang anak lelaki?." Keduanya menjawab; "Kami hidup selama tiga puluh tahun dan tidak dikaruniai seorang anak lelaki, kemudian kami dikaruniai seorang anak lelaki yang matanya juling, banyak memberi bahaya, dan sedikit memberi manfaat, kedua matanya tertidur akan tetapi hatinya tidak." Kemudian kami berdua keluar, tiba-tiba ada seorang anak lelaki tengah berbaring dengan mengenakan qathifah (kain kebesaran) dan dapat mengeluarkan suara di bawah terik matahari, Abu Bakrah berkata; "kemudian aku buka (tutup) kepalanya, lalu dia bertanya; "Apa yang kamu berdua katakan?" Kami menjawab; "Apakah kamu mendengar?" dia menjawab; "Ya, sesungguhnya kedua mataku tertidur akan tetapi hatiku tidak." Hammad berkata; "Ternyata dia adalah Ibnu Shayyad."
Telah menceritakan kepada kami [Mu`ammal], telah menceritakan kepada kami [Hammad], telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Zaid] dari [Abdurrahman bin Abu Bakrah] dari [Ayahnya] ia berkata; "Suatu hari Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam pernah mensifati Dajjal dan kedua orang tuanya. Beliau bersabda: "Kedua orang tua dajjal bermukim di bumi selama tiga puluh tahun tanpa di karuniai anak, hingga ketika ia melahirkan, lahirlah seorang anak yang menggembirakan dan telah terkhitan, sedikit memberikan manfaat dan banyak memberi bahaya, matanya tidur tetapi hatinya tidak." Lalu Abu Bakrah menyebutkan bahwa kedua orang tuanya berkata; "Kemudian lahirlah untuk kami seorang anak yang bermata juling, menyenangkan dan telah terkhitan, sedikit manfaat dan banyak membahayakan."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Mua'wiyah Al Jumhi] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari ['Ali bin Zaid] dari [Abdurrahman bin Abu Bakrah] dari [ayahnya] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Ayah dan ibu Dajjal tinggal selama tigapuluh tahun, keduanya tidak memiliki anak, setelah itu keduanya melahirkan bayi buta sebelah mata, ia paling berbahaya dan sedikit manfaatnya, matanya tidur tapi hatinya tidak." Setelah itu Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam menyebutkan ciri-ciri kedua orang tua Dajjal, beliau bersabda: "Ayahnya tinggi, kurus, hidungnya seperti paruh dan ibunya gemuk bertangan panjang." Berkata Abu Bakrah: Kami mendengar bayi lahir dikalangan yahudi Madinah, lalu aku pergi bersama Zubair bin Awwam hingga kami memasuki kediaman kedua orang tuanya, ternyata ciri-ciri yang disebutkan Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam ada pada keduanya, kami bertanya: Apa kalian punya anak? Keduanya menjawab: Kami tinggal selama tigapuluh tahun tapi tidak punya anak, setelah itu kami punya anak buta sebelah mata, ia membahayakan dan sedikit sekali manfaatnya, matanya tertidur tapi hatinya tidak. Berkata Abu Bakrah: Lalu kami keluar dari kediaman mereka berdua ternyata ia tengah tergeletak di tanah di bawah terik matahari dalam kain beludru dan ia berbicara tapi tidak difahami. Lalu ia membuka penutup kepalanya, ia bertanya: Apa yang kalian berdua katakan? Kami menjawab: Apa kau mendengar ucapan kami? Ia menjawab: Ya, kedua mataku tidur tapi hatiku tidak. Berkata Abu Isa: hadits ini hasan gharib, hanya kami ketahui dari hadits Hammad bin Salamah.
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dari [Hanzhalah] dari [Salim]; Aku mendengar [Ibnu Umar] mengatakan, "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Di dekat ka'bah aku melihat seorang lelaki berambut lurus sedang meletakkan tangannya di atas dua orang lelaki, rambutnya meneteskan air. Akupun bertanya: 'Siapakah dia? ' orang-orang menjawab, 'Isa bin Maryam atau Al Masih bin Maryam.' Dan aku tidak mengetahui sesuatupun. Lalu aku melihat di belakangnya seorang lelaki berkulit merah, rambutnya keriting dan matanya yang sebelah kanan buta, ia mirip seperti Ibnu Quthn yang pernah aku lihat. Akupun bertanya: 'Siapakah dia? ' orang-orang menjawab, 'Al Masih Ad Dajjal'."
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Sulaiman] aku mendengar [Hanzhalah bin Abu Sufyan] aku mendengar [Salim] berkata, "Aku mendengar [Abdullah bin Umar] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku melihat di dekat ka'bah seorang laki-laki berambut lurus dan sedang meletakkan tangannya di atas dua orang lelaki sementara kepalanya basah berair. Akupun bertanya: "Siapakah dia?" "Ia biasa dipanggil 'Isa bin Maryam atau Al Masih bin Maryam", jawab mereka. Dan aku melihat di belakangnya seorang lelaki berkulit merah, matanya yang sebelah kanan buta dan rambutnya keriting, ia mirip seperti Ibnu Quthn yang pernah aku lihat. Akupun bertanya: "Siapakah dia?"Dia adalah Al Masih Ad Dajjal", jawab mereka."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bakr] Telah menceritakan kepada kami [Hanzhalah bin Abi Sufyan] saya telah mendengar [Salim] berkata, dari [Abdillah bin Umar], Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Saya melihat orang itu -Nabi Shallallahu'alaihi wasallam melihatnya dalam mimpi- di sisi Ka'bah dekat Maqam Ibrahim, ia berkelamin laki-laki dengan kulit sawo matang, rambutnya lurus, dia meletakkan kedua tangannya di atas pundak dua orang laki-laki, sedang rambutnya basah meneteskan air. Kemudian saya bertanya, 'Siapakah orang ini? ' lalu ada jawaban "laki-laki itu adalah Isa bin Maryam atau Al-Masih Ibnu Maryam. Saya tidak mengetahui yang manakah itu. -perawi ragu redaksi kalimatnya--" Beliau berkata lagi: "Kemudian saya melihat di belakangnya seorang laki-laki dengan kulit yang merah, keriting rambutnya dan mata kanannya buta seperti orang yang pernah saya lihat pada masa Jahiliyah yaitu Ibnu Qathn. Kemudian saya bertanya, 'Siapakah orang ini? ' tiba-tiba ada berita "itu Al-Masih Ad-Dajjaal'".
Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] telah menceritakan kepada kami [Syu'aib] dari [Zuhri] telah mengabarkan kepadaku [Salim bin Abdillah] bahwa [Abdullah bin Umar] berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Saat saya tidur, saya bermimpi melakukan thawaf di Ka'bah. Tiba-tiba seorang laki-laki berkulit sawo matang dan berambut lurus berada di antara dua orang laki-laki sedang rambutnya meneteskan air, saya bertanya, 'Siapakah orang ini? ' mereka menjawab, Ibnu Maryam.' Lalu saya menoleh, tiba-tiba ada seorang lelaki berkulit merah, berambut keriting, lagi buta mata kanannya seperti buah anggur yang menjorok. Saya bertanya, 'Siapakah orang ini? ' mereka menjawab, 'Dajjal.' Orang yang paling mirip dengannya adalah Ibnu Qathn, seorang laki-laki Bani Mushthaliq."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bakar] telah mengabarkan kepada kami [Hanzhalah bin Abi Sufyan] saya mendengar [Salim] berkata, dari [Abdullah bin Umar], bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Saya melihat di sisi Ka'bah dekat Maqam Ibrahim yakni, seorang laki-laki berkulit sawo matang berambut lurus. Ia meletakkan tangannya di atas pundak dua orang laki-laki sedang kepalanya meneteskan air. Saya bertanya, 'Siapakah ini? ' Tiba-tiba ada jawaban, 'Isa bin Maryam atau Al Masih bin Maryam.' Saya tidak ingat persis redaksinya. Kemudian di belakangnya saya melihat seorang laki-laki yang berkulit kemerah-merahan, keriting rambutnya dan buta mata kanannya. Yakni menyerupai orang yang pernah kulihat yaitu Ibnu Qathan. Maka saya bertanya, 'Siapakah ini? ' Tiba-tiba ada jawaban, 'Ini adalah Al Masih Ad Dajjal.'"
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya dan [Abu Hurairah] Dan dengan sanad, dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Al Masih Dajjal akan datang dari arah timur dan tujuannya adalah Madinah, sehingga ketika sampai dibukit uhud, para malaikat membalikkan wajahnya ke arah Syam dan di sana dia akan binasa." Abdullah berkata; "Beginilah ayahku berkata dalam hadis ini."
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim Arrazi], ia adalah Khatanu Salamah Al Abrasy berkata; telah menceritakan kepada kami [Salamah] berkata; telah menceritakan kepadaku [Muhammad ibn Ishaq] dari [Ashim bin Umar bin Qotadah] dari [Abdurrahman bin Musa] dari [Abdullah bin Shafwan] dari [Hafshah binti Umar] berkata; saya telah mendengar Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Datang sekelompok pasukan dari arah timur, mereka menginginkan seorang lelaki dari penduduk Makkah. Tatkala mereka sampai di Baida', mereka ditenggelamkan. Kemudian tatkala orang-orang yang berada di depan mereka kembali untuk melihat apa yang diperbuat oleh kaum tersebut, mereka pun ditimpa seperti apa yang menimpa mereka." saya berkata; "Wahai Rasulullah! Bagaimana bila di antara mereka ada yang dipaksa?" beliau bersabda: "Hal itu akan menimpa mereka secara keseluruhan, dan Allah akan membangkitkan setiap orangnya sesuai dengan niatnya."
Dan Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ayyub] dan [Qutaibah] dan [Ibnu Hujr] semuanya dari [Isma'il bin Ja'far] telah mengabarkan kepadaku [Al Ala`] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Al Masih Dajjal akan datang dari arah Timur menuju Madinah dan berhenti di belakang bukit Uhud. Kemudian Malaikat memalingkan mukanya ke arah Syam dan di sana dia binasa."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Abu Malik Al Asyja'i Sa'ad bin Thariq] telah bercerita kepada kami [Rib'i bin Hirasy] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Sungguh mengetahui yang dibawa Dajjal, ia membawa dua sungai yang mengalir, salah satunya secara kasat mata putih airnya dan yang lain secara kasat mata berupa api yang berkobar-kobar, bila salah seorang diantara kalian menjumpai maka hendaklah mendatangi sungai yang terlihat seperti api lalu hendaklah menutup mata untuk menundukkan kepalanya lalu minumlah karena itu adalah air dingin. Dajjal itu buta sebelah kirinya, diatasnya ada kulit tebal, diantara kedua matanya tertulis: Kafir, yang bisa dibaca oleh setiap mu`min yang bisa baca tulis ataupun buta huruf."
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Muhammad] telah bercerita kepada kami [Syaiban] dari [Manshur] dari [Rib'i bin Hirasy] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Sungguh aku tahu apa yang ada bersama Dajjal, yang ada bersamanya adalah api yang membakar -berkata Husain: terbakar- dan sungai air dingin, barangsiapa diantara kalian yang menjumpainya maka jangan sampai binasa olehnya, hendaklah ia memejamkan mata dan menjatuhkan diri dibagian yang terlihat seperti api karena itu adalah sungai air dingin."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah bercerita kepada kami [Abu 'Awanah] telah bercerita kepada kami ['Abdul Malik bin 'Umair] dari [Rib'i] berkata; Berkata 'Uqbah bin 'Amru kepada [Hudzaifah bin Al Yaman]: Ceritakanlah kepada kami yang kau dengar dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam? Ia Hudzaifah bin Al Yaman berkata; Aku mendengar beliau bersabda: "Yang ada bersama Dajjal saat ia muncul adalah air dan api, yang terlihat seperti api itu adalah air dingin dan yang terlihat air itulah api yang membakar, barangsiapa diantara kalian yang menjumpainya maka hendaklah menjatuhkan diri pada bagian yang terlihat seperti api karena itu adalah sungai air tawar yang dingin."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dari ['Abdul Malik bin 'Umair] dari [Rib'i bin Hirasy] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda tentang Dajjal: "Bersamanya air dan api, apinya adalah air dan airnya adalah api, maka janganlah kalian binasa." Berkata [Abu Mas'ud]: Aku mendengarnya dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam.
Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah bercerita kepada kami [Abu Malik Sa'id bin Thariq Al Asyja'i] telah bercerita kepadaku [Rib'i bin Hirasy] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Aku mengetahui yang dibawa Dajjal, ia membawa dua sungai yang mengalir, salah satunya secara kasat mata putih airnya dan yang lain secara kasat mata berupa api yang berkobar-kobar, bila salah seorang diantara kalian menjumpai maka hendaklah mendatangi sungai yang terlihat seperti api lalu hendaklah menutup mata untuk menundukkan kepalanya lalu minumlah karena itu adalah air dingin. Dajjal itu buta sebelah kirinya, diatasnya ada kulit tebal, diantara kedua matanya tertulis: Kafir, yang bisa dibaca oleh setiap mu`min yang bisa baca tulis ataupun buta huruf."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] berkata; telah mengabarkan kepada [Ubaidullah bin Abdullah] bahwa [Abu Sa'id Al Khudri] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan kepada kami sebuah hadis yang panjang mengenai Dajjal maka beliau mengatakan dari apa yang beliau kisahkan, beliau bersabda: "Dajjal akan datang dan dia telah diharamkan untuk masuk ke dalam Madinah, lalu seorang laki-laki akan menghadapinya, dan dia adalah sebaik-baik manusia pada hari itu, -atau beliau mengatakan, - "termasuk orang yang terbaik dari mereka, lalu ia berkata; 'Aku bersaksi bahwa engkau adalah Dajjal yang telah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ceritakan kisahnya.' maka Dajjal berkata; 'Bagaimana pendapat kalian, apabila aku bunuh orang ini kemudian menghidupkannya kembali apakah kalian masih merasa ragu dengan perkaraku? ' mereka menjawab; '(kami) Tidak (ragu), ' lalu Dajjal pun membunuhnya kemudian menghidupkannya kembali. Ketika dia hidup kembali, ia pun berseru; 'Demi Allah, tidaklah aku lebih yakin (tentang kedustaan) mu kecuali setelah sekarang ini.'" Abu Sa'id berkata; "ketika ingin membunuhnya untuk yang kedua kalinya, Dajjal tidak dapat melakukannya."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] berkata, telah mengabarkan kepada saya ['Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Uqbah] bahwa [Abu Sa'id Al Khudriy radliallahu 'anhu] berkata, telah menceritakan kepada kami Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan pembicaraan yang panjang tentang Dajjal. Diantara yang Beliau ceritakan tentangnya adalah, Beliau berkata: "Dajjal akan datang pada suatu tanah yang tandus di Madinah (untuk memasuki Madinah) padahal dia diharamkan untuk memasuki pintu-pintu gerbang Madinah. Maka pada hari itu keluarlah seorang laki-laki yang merupakan manusia terbaik atau salah seorang dari manusia terbaik menghadangnya seraya berkata; Aku bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang pernah diceritakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Maka Dajjal berkata; Bagaimana sikap kalian jika aku membunuh orang ini lalu aku menghidupkannya kembali, apakah kalian masih meragukan kemampuanku?. Mereka menjawab: "Tidak". Maka Dajjal membunuh laki-laki terbaik itu lalu menghidupkannya kembali. Laki-laki itu berkata, ketika Dajjal menghidupkannya kembali; "Demi Allah, hari aku tidak akan lebih waspada kecuali terhadap diriku sendiri. Maka Dajjal berkata; "Aku akan membunuhnya lagi". Maka Dajjal tidak sanggup untuk menguasainya".
Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] Telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud], bahwasanya [Abu Sa'id] mengatakan, Suatu hari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam menceritakan kepada kami suatu Hadits panjang tentang dajjal, diantara yang beliau ceritakan kepada kami saat itu ialah, beliau bersabda: "dajjal datang dan diharamkan masuk jalan Madinah, lantas ia singgah di lokasi yang tak ada tetumbuhan dekat Madinah, kemudian ada seseorang yang mendatanginya yang ia adalah sebaik-baik manusia atau diantara manusia terbaik, dia berkata; 'saya bersaksi bahwa engkau adalah dajjal, yang Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam telah ceritakan kepada kami.' Kemudian dajjal mengatakan; 'Apa pendapat kalian jika aku membunuh orang ini lantas aku menghidupkannya, apakah kalian masih ragu terhadap perkara ini? ' Mereka menjawab; 'tidak'. Maka Dajjal membunuh orang tersebut kemudian menghidupkannya, namun orang tersebut tiba-tiba mengatakan; 'Ketahuilah bahwa hari ini, kewaspadaanku terhadap diriku tidak sebesar kewaspadaanku terhadapmu! ' Lantas dajjal ingin membunuh orang itu, namun ia tak bisa lagi menguasainya."
Telah menceritakan kepadaku [Amru An Naqid], [Al Hasan Al Hulwani] dan [Abdulhamid bin Humaid], teks mereka hampir sama dan teks berikut milik Abdu, ia berkata: Telah menceritakan kepadaku, sementara yang lain berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim bin Sa'ad] telah menceritakan kepada kami [ayahku] dari [Shalih] dari [Ibnu Syihab] telah mengkhabarkan kepadaku [Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah] bahwa [Abu Sa'id Al Khudri] berkata: Telah menceritakan kepada kami Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam pada suatu hari cerita yang panjang tentang Dajjal, diantara yang beliau ceritakan kepada kami adalah: "Ia mendatangi jalan di gunung Madinah -padahal Madinah diharamkan baginya- hingga tiba di sebagaian tanah setelah Madinah. Saat itu seorang manusia terbaik atau diantara yang terbaik menghadangnya, ia berkata, 'Aku bersaksi bahwa kau adalah Dajjal yang pernah diceritakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam kepada kami.' Dajjal berkata: 'Bagaimana menurutmu, bila aku membunuh orang ini lalu aku menghidupkannya kembali, apa kau masih meragukannya? ' mereka menjawab: 'Tidak.' Dajjal pun membunuhnya lalu menghidupkannya kembali. Saat menghidupkannya, ia berkata: 'Demi Allah, aku tidak pernah lebih memahamimu melebihi saat ini.' lalu Dajjal ingin membunuhnya tapi ia tidak mampu mengusainya'." Abu Ishaq berkata: Ada yang mengatakan bahwa orang itu adalah Khadhir 'alaihis Salam. Telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi] telah mengkhabarkan kepada kami [Abu Al Yaman] telah mengkhabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] dalam sanad ini dengan matan serupa.
Telah menceritakan kepada kami [Syihab bin Abbad Al Abdi] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Humaid Ar Ru`asi] dari [Isma'il bin Abu Khalid] dari [Qais bin Abu Hazim] dari [Al Mughirah bin Syu'bah] berkata: Tidak ada seorang pun yang lebih banyak bertanya tentang Dajjal kepada nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam melebihiku. Beliau bertanya: "Apa yang memberatkanmu darinya, sesungguhnya ia tidak membahayakanmu." aku menjawab: Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka mengatakan bahwa bersamanya ada makanan dan sungai. Beliau bersabda: "Itu lebih mudah bagi Allah."
Telah menceritakan kepada kami [Suraij bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Husyaim] dari [Isma'il] dari [Qais] dari [Al Mughirah bin Syu'bah] berkata: Tidak ada seorang pun yang lebih banyak bertanya tentang Dajjal kepada nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam melebihiku. Beliau bertanya: "Apa pertanyaanmu?" aku berkata: Sesungguhnya mereka mengatakan bahwa bersamanya ada gunung dari roti, daging dan sungai dari air. Beliau bersabda: "Itu lebih mudah bagi Allah." Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] dan [Ibnu Numair] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Waki']. Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] telah mengkhabarkan kepada kami [Jarir]. Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan]. Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun]. Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Rafi'] telah menceritakan kepadaku [Abu Usamah], semuanya dari [Isma'il] dengan sanad ini seperti hadis Ibrahim bin Humaid dan ia menambahkan dalam hadis Yazid: Beliau bersabda padaku: "Wahai anakku!"
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Mus'ab] telah menceritakan kepada kami [al-Auza'i] dari [Robi'ah Bin Abu Abdurrohman] dari [Anas bin Malik] berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Dajjal keluar dari yahudi Ashbahan dengan disertai tujuh puluh ribu orang yahudi yang memakai mahkota."
Telah menceritakan kepada kami [Manhsur bin Abu Muzahim] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Hamzah] dari [Al Auza'i] dari [Ishaq bin Abdullah] dari [pamannya, Anas bin Malik] Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Dajjal diikuti Yahudi Ashbahan sebanyak tujuhpuluh ribu, mereka mengenakan jubah hijau."
Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] dia berkata, telah menceritakan kepadaku [Abu Zubair] bahwa dia telah mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata, telah menceritakan kepadaku [Ummu Syarik], bahwa dia telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hendaklah manusia berlari dari Dajjal menuju gunung-gunung." Ummu Syarik bertanya, "Wahai Rasulullah, di manakah orang-orang Arab pada hari itu?" Beliau menjawab: "Jumlah mereka sangat sedikit."
Telah menceritakan kepadaku [Harun bin Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Hajjaj bin Muhammad] berkata: Berkata [Ibnu Juraij]: telah menceritakan kepadaku [Abu Az Zubair] ia mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata: telah mengkhabarkan kepadaku [Ummu Syarik] bahwa ia mendengar nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Manusia akan lari dari Dajjal ke gunung." Ummu Syarik bertanya: Wahai Rasulullah, lalu dimana bangsa arab saat itu? Beliau menjawab: "Mereka sedikit." Telah menceritakannya kepada kami [Muhammad bin Basyar] dan [Abdu bin Humaid], keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abu Ashim] dari [Ibnu Juraij] dengan sanad ini.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya Al Azdi] telah menceritakan kepada kami [Hajjaj bin Muhammad] dari [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepadaku [Abu Az Zubair] bahwa dia mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata; telah menceritakan kepadaku [Ummu Syarik] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh orang-orang akan melarikan diri dari Dajjal sampai mereka mencapai ke gunung-gunung." Ummu Syarik berkata; "Wahai Rasulullah, Di manakah orang-orang Arab saat itu?" beliau bersabda: "(Kala itu) jumlah mereka sangatlah sedikit." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits shahih gharib."
(Ahmad bin Hanbal) berkata; telah menceritakan kepada kami [Isma'il] berkata; telah menghabarkan kepada kami [Ayyub] dari [Humaid bin Al Hilal] dari beberapa gurunya berkata; [Hisyam bin 'Amir] berkata kepada tetangganya 'Kalian mendatangi beberapa kaum yang mereka tidak lebih sering bertemu dengan Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam dan tidak juga lebih memperhatikan hadisnya daripada aku. Saya mendengar Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Semenjak Adam dicipta hingga Hari Kiamat, tak ada urusan yang lebih besar daripada urusan Dajjal."
[Hisyam bin 'Amir] berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Sejak Adam dicipta sampai terjadi Hari Kiamat, tidak ada perkara yang lebih besar daripada Dajjal."
(Ahmad bin Hanbal) berkata; telah menceritakan kepada kami [Husain bin Muhammad] berkata; telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Al Mughirah] dari [Humaid] yaitu Ibnu Hilal, dari [Hisyam bin 'Amir Al Anshori] berkata; saya mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Tidak ada urusan sejak diciptakannya Adam sampai Hari Kiamat yang lebih besar daripada Dajjal."
(Ahmad bin Hanbal) berkata; telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Abdul Malik] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad] yaitu Ibnu Zaid dari [Ayyub] dari [Humaid bin Hilal] dari [Abu Ad-Dahma`] dari [Hisyam bin 'Amir] berkata; kalian akan melewati beberapa orang dari sahabat Nabi Shallallahu'alaihiwasallam, yang mereka lebih hafal dan lebih menjaga hadisnya dari padaku dan saya mendengar Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Tidak ada perkara sejak diciptakannya Adam sampai Hari Kiamat yang lebih besar daripada Dajjal."
Telah menceritakan kepadaku [Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Ishaq Al Hadhrami] telah menceritakan kepada kami [Abdulaziz bin Al Mukhtar] telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Humaid bin Hilal] dari beberapa orang diantaranya [Abu Ad Dahma`] dan [Abu Qatadah], mereka berkata: Kami melintasi [Hisyam bin Amir] untuk menemui Imran bin Hushain. Pada suatu hari ia berkata: Sesungguhnya kalian melinasiku untuk menemui beberapa orang, mereka tidak lebih sering mendatangi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam melebihiku dan mereka tidak lebih mengetahui hadis beliau melebihiku. Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Tidak ada wujud manusia sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang lebih besar dari Dajjal." Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Hatim] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Ja'far Ar Raqqi] telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Amru] dari [Ayyub] dari [Humaid bin Hilal] dari [tiga orang] dari kaumnya, diantaranya [Abu Qatadah], mereka berkata: Kami melintasi [Hisyam bin Amir] untuk menemui Imran bin Hushain, seperti hadis Abdulaziz bin Mukhtar, hanya saja ia berkata dalam hadisnya: Perkara yang lebih besar dari Dajjal.
Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun], telah mengabarkan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Ali bin Zaid] dari [Abdurrahman bin Abu Bakrah] dari [Ayahnya] ia berkata; Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Kedua orang tua Dajjal bermukim di bumi selama tiga puluh tahun, tidak memiliki anak, hingga ketika ia melahirkan anak, lahirlah seorang anak yang bermata juling, banyak memberi bahaya dan sedikit sekali memberikan manfaat, matanya tidur tetapi hatinya tidak." Kemudian Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam menerangkan sifat-sifatnya secara gamblang, sabdanya: "Bapaknya adalah seorang yang tinggi dan gempal, berhidung sangat mancung laksana paruh, sedangkan ibunya seorang wanita yang bertulang besar dan berdada besar." Abu Bakrah berkata; "Lalu sampailah kabar kepada kami, bahwa di Madinah telah terlahir seorang anak dari bangsa Yahudi, lalu aku dan Zubair bin Awwam mendatanginya, hingga ketika kami menemui kedua orang tuanya, kami mengetahui ciri-ciri keduanya persis seperti yang pernah di jelaskan oleh Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam, ternyata anak tersebut tengah berbaring di bawah terik matahari, dengan mengenakan qathifah (sejenis pakaian kemewahan) yang dapat mengeluarkan suara yang tidak jelas, Lalu kami menanyai kedua orang tuanya dan keduanya menjawab; "Kami telah hidup selama tiga puluh tahun dan belum memiliki anak, ketika kami melahirkan, anak kami juling, dan banyak membahayakan kami daripada memberi manfaat." Ketika kami keluar, kami berpapasan dengannya (anakya), lalu ia berkata; "Apa urusan kalian berdua?." Kami menjawab; "Apakah kamu mendengarnya?." Ia menjawab; "Yah, sungguh mataku terpejam tapi hatiku tidak." Ternyata dia adalah Ibnu Shayyad.
Telah menceritakan kepada kami ['Affan], telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah], telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Zaid] dari [Abdurrahman bin Abu Bakrah] dari [Ayahnya] bahwa Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Kedua orang tua Dajjal hidup selama tiga puluh tahun, tanpa dikaruniai seorang anak, kemudian dikaruniai seorang anak lelaki yang banyak memberi bahaya dan sedikit memberi manfa'at, kedua matanya tertidur namun hatinya tidak, kemudian Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam mensifati bapaknya, beliau bersabda: "Bapaknya seorang lelaki yang berbadan tinggi berisi, hidungnya seperti paruh burung, sedangkan ibunya adalah seorang wanita yang berbadan besar, kedua buah dadanya besar." Abu Bakrah berkata; "Kemudian kami mendengar ada seorang bayi Yahudi yang lahir di Madinah, lalu aku dan Zubair bin Awwam datang menemui kedua orang tuanya, ternyata sifat yang disebutkan oleh Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam ada pada keduanya, lalu kami bertanya; "Apakah kamu berdua mempunyai seorang anak lelaki?." Keduanya menjawab; "Kami hidup selama tiga puluh tahun dan tidak dikaruniai seorang anak lelaki, kemudian kami dikaruniai seorang anak lelaki yang matanya juling, banyak memberi bahaya, dan sedikit memberi manfaat, kedua matanya tertidur akan tetapi hatinya tidak." Kemudian kami berdua keluar, tiba-tiba ada seorang anak lelaki tengah berbaring dengan mengenakan qathifah (kain kebesaran) dan dapat mengeluarkan suara di bawah terik matahari, Abu Bakrah berkata; "kemudian aku buka (tutup) kepalanya, lalu dia bertanya; "Apa yang kamu berdua katakan?" Kami menjawab; "Apakah kamu mendengar?" dia menjawab; "Ya, sesungguhnya kedua mataku tertidur akan tetapi hatiku tidak." Hammad berkata; "Ternyata dia adalah Ibnu Shayyad."
Telah menceritakan kepada kami [Mu`ammal], telah menceritakan kepada kami [Hammad], telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Zaid] dari [Abdurrahman bin Abu Bakrah] dari [Ayahnya] ia berkata; "Suatu hari Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam pernah mensifati Dajjal dan kedua orang tuanya. Beliau bersabda: "Kedua orang tua dajjal bermukim di bumi selama tiga puluh tahun tanpa di karuniai anak, hingga ketika ia melahirkan, lahirlah seorang anak yang menggembirakan dan telah terkhitan, sedikit memberikan manfaat dan banyak memberi bahaya, matanya tidur tetapi hatinya tidak." Lalu Abu Bakrah menyebutkan bahwa kedua orang tuanya berkata; "Kemudian lahirlah untuk kami seorang anak yang bermata juling, menyenangkan dan telah terkhitan, sedikit manfaat dan banyak membahayakan."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Mua'wiyah Al Jumhi] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari ['Ali bin Zaid] dari [Abdurrahman bin Abu Bakrah] dari [ayahnya] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Ayah dan ibu Dajjal tinggal selama tigapuluh tahun, keduanya tidak memiliki anak, setelah itu keduanya melahirkan bayi buta sebelah mata, ia paling berbahaya dan sedikit manfaatnya, matanya tidur tapi hatinya tidak." Setelah itu Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam menyebutkan ciri-ciri kedua orang tua Dajjal, beliau bersabda: "Ayahnya tinggi, kurus, hidungnya seperti paruh dan ibunya gemuk bertangan panjang." Berkata Abu Bakrah: Kami mendengar bayi lahir dikalangan yahudi Madinah, lalu aku pergi bersama Zubair bin Awwam hingga kami memasuki kediaman kedua orang tuanya, ternyata ciri-ciri yang disebutkan Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam ada pada keduanya, kami bertanya: Apa kalian punya anak? Keduanya menjawab: Kami tinggal selama tigapuluh tahun tapi tidak punya anak, setelah itu kami punya anak buta sebelah mata, ia membahayakan dan sedikit sekali manfaatnya, matanya tertidur tapi hatinya tidak. Berkata Abu Bakrah: Lalu kami keluar dari kediaman mereka berdua ternyata ia tengah tergeletak di tanah di bawah terik matahari dalam kain beludru dan ia berbicara tapi tidak difahami. Lalu ia membuka penutup kepalanya, ia bertanya: Apa yang kalian berdua katakan? Kami menjawab: Apa kau mendengar ucapan kami? Ia menjawab: Ya, kedua mataku tidur tapi hatiku tidak. Berkata Abu Isa: hadits ini hasan gharib, hanya kami ketahui dari hadits Hammad bin Salamah.
Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Abdullah bin Qahzadz] salah satu penduduk Marw, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Utsman] dari [Abu Hamzah] dari [Qais bin Wahab] dari [Abu Al Waddak] dari [Abu Sa'id Al Khudri] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Dajjal muncul lalu seseorang dari kalangan kaum mu`minin menuju ke arahnya lalu bala tentara Dajjal yang bersenjata menemuinya, mereka bertanya: 'Kau mau kemana? ' mu`min itu menjawab: 'Hendak ke orang yang muncul itu.' Mereka bertanya: 'Apa kau tidak beriman ada tuhan kami? ' mu`min itu menjawab: 'Rabb kami tidaklah samar.' Mereka berkata: 'Bunuh dia.' Lalu mereka saling berkata satu sama lain: 'Bukankah tuhan kita melarang kalian membunuh seorang pun selain dia.' Mereka membawanya menuju Dajjal. Saat orang mu`min melihatnya, ia berkata, 'Wahai sekalian manusia, inilah Dajjal yang disebut oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam.' Lalu Dajjal memerintahkan agar dibelah. Ia berkata, 'Ambil dan belahlahlah dia.' Punggung dan perutnya dipenuhi pukulan lalu Dajjal bertanya: 'Apa kau tidak beriman padaku? ' mu`min itu menjawab: 'Kau adalah Al Masih pendusta? ' lalu Dajjal memerintahkannya digergaji dari ujung kepala hingga pertengahan antara kedua kaki. Setelah itu Dajjal berjalan di antara dua potongan tubuh itu lalu berkata: 'Berdirilah, ' tubuh itu pun berdiri. Selanjutnya Dajjal bertanya padanya: 'Apa kau beriman padaku? ' ia menjawab: 'Aku semakin mengetahuimu.' Setelah itu Dajjal berkata: 'Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tidak ada seorang pun yang dilakukan seperti ini setelahku.' Lalu Dajjal mengambilnya untuk disembelih, kemudian antara leher dan tulang selangkanya diberi perak, tapi Dajjal tidak mampu membunuhnya. Kemudian kedua tangan dan kaki orang itu diambil lalu dilemparkan, orang-orang mengiranya dilempari ke neraka, tapi sesungguhnya ia dilemparkan ke surga." Setelah itu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Dia adalah manusia yang kesaksiannya paling agung disisi Rabb seluruh alam."
Masuk Islam, klik di siniSyahadat, klik di sini
Situs ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda dan menayangkan iklan. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kebijakan Privasi