An-Naar (Neraka) memuat 59 sub-bahasan dengan 718 hadits di dalamnya, dan berada di bawah Kiamat, Surga dan Neraka.
Riwayatnya bersumber dari Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, dan 6 kitab lainnya. Tiap kutipan tampil lengkap — teks Arab beserta terjemahannya — disertai nama kitab dan nomor hadits agar dapat dicocokkan dengan kitab aslinya. Bahasan yang diriwayatkan lewat lebih dari satu jalur ditampilkan seluruhnya sebagai penguat, tidak diringkas menjadi satu.
Kerangka tema selengkapnya dapat dijelajahi lewat beranda.
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Abu Dzi`b] dari [Al Harits bin Abdurrahman] dari [Abu Salamah] berkata; Marwan berkata; "Berangkatlah dan damaikan antara Sa'id bin Zaid dan Arwa binti Uwais." Kami pun mendatangi [Sa'id bin Zaid], dan dia berkata; "Apakah menurut kalian saya mengambil haknya. Saya bersaksi, sesungguhnya saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengambil sejengkal tanah bukan dengan haknya, niscaya akan dikalungkan kepadanya tujuh lapis bumi. Barangsiapa menyuruh budak suatu kaum tanpa izin dari mereka, maka dia mendapatkan laknat Allah. Barangsiapa merampas harta saudaranya dengan sumpahnya maka Allah tidak akan memberi berkah padanya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Qais bin Ar Rabi'] telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin 'Umair] dari ['Amru bin Huraits] berkata; Saya datang ke Madinah, tujuanku adalah untuk berbagi dengan saudara laki-lakiku, tetapi [Sa'id bin Zaid] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan mendapat berkah hasil penjualan tanah dan rumah yang tidak dijadikan pada tanah atau rumah."
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu abi 'Adiy] dari [Muhammad bin Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ibrahim] dari [Isa bin thalhah] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya bisa jadi seseorang mengucapkan suatu perkataan yang disangkanya tidak apa-apa, tapi dengannya justru tergelincir dalam api neraka selama tujuh puluh musim."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Ibnu Abi 'Adiy] dari [Muhammad bin Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ibrahim] dari [Isa bin Tholhah] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya ada seorang laki-laki mengucapkan suatu perkataan yang mengakibatkan ia masuk ke dalam neraka selama tujuh puluh musim karena suatu perkataan yang tidak dia sadari sama sekali."
Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadhr] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [bapaknya] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sungguh seorang hamba akan mengucapkan sebuah kalimat yang diridhai Allah 'azza wajalla, suatu kalimat yang ia tidak menggubrisnya, namun dengannya Allah mengangkatnya beberapa derajat. Dan sungguh, seorang hamba akan mengucapkan sebuah kalimat yang dibenci oleh Allah, suatu kalimat yang ia tidak menggubrisnya, namun dengannya Allah melemparkannya ke dalam neraka."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Suhail bin Abu Shalih] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Celakalah, celakah, celakah seorang laki-laki yang mendapati salah seorang dari kedua orang tuanya atau keduanya masuk usia renta, kemudian hal tersebut tidak menjadikannya masuk surga."
Telah menceritakan kepada kami [Syaiban bin Farrukh]; Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Suhail] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Dia celaka! Dia celaka! Dia celaka!" lalu beliau ditanya; "Siapakah yang celaka, ya Rasulullah?" Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Barang Siapa yang mendapati kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu dari keduanya, tetapi dia tidak berusaha masuk surga (dengan berusaha berbakti kepadanya dengan sebaik-baiknya)."
Telah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Harb]; Telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Suhail] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah] dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dia celaka! Dia celaka! Dia celaka!" lalu beliau ditanya; "Siapakah yang celaka, ya Rasulullah?" Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Barang Siapa yang mendapati kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu dari keduanya, tetapi dia tidak berusaha masuk surga (dengan berusaha berbakti kepadanya dengan sebaik-baiknya)." Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah]; Telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Makhlad] dari [Sulaiman bin Bilal]; Telah menceritakan kepadaku [Suhail] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Dia celaka, ' sebanyak tiga kali -kemudian disebutkan Hadis yang serupa.-
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [Bapaknya] dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang memutus shilaturrahim."
(Ahmad bin Hanbal radliyallahu'anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami ['Affan] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Syu'bah] berkata; telah memberitakan kepada kami [Sufyan] yaitu Ibnu Husain, berkata; saya telah mendengar [Az Zuhri] menceritakan dari [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [Bapaknya] sesungguhnya telah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Tidak bakalan masuk surga orang yang memutus shilatu rahim."
(Ahmad bin Hanbal radliyallahu'anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [Bapaknya] berkata; saya telah mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang memutus shilatu rahim."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] bahwa [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] berkata; bahwa [Jubair bin Muth'im] telah mengabarkan kepadanya bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturrahmi."
Telah menceritakan kepadaku [Zuhair bin Harb] dan [Ibnu Abu 'Umar] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [Bapaknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak masuk surga orang yang memutuskan." Ibnu Abu Umar berkata; Sufyan berkata; 'Yaitu yang memutuskan silaturrahmi.'
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Umar] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Dzi`b] dari [Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah], dia berkata; bahwa Rasulullah SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM bersabda: "Demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman, " mereka berkata; "Apa itu wahai Rasulullah?" Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Yaitu seseorang yang tetangganya tidak bisa aman dari bawa`iqnya", mereka bertanya, "Wahai Rasulullah apa itu bawa`iqnya?" Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Kejelekannya."
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Umar] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Abi Dzi`b] dari [Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Tidak, demi Allah tidak beriman, tidak, demi Allah tidak beriman, tidak, demi Allah tidak beriman, " para sahabat bertanya; "Siapakah itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Seorang tetangga, yang tetangga lainnya tidak merasa aman dari gangguannya, " ditanya, "Apa itu gangguannya?" beliau bersabda: "Keburukannya."
Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman] telah mengabarkan kepadaku [Isma'il] telah mengabarkan kepadaku [Al 'Ala`] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidak akan masuk surga seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya."
Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dan [Rauh] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Dzi`b] dari [Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Syuraih Al Ka'b'i] dan [Rauh] berkata, dari [Abu Hurairah] Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Demi Allah tidaklah beriman seseorang, Demi Allah tidaklah beriman seseorang, Demi Allah tidaklah beriman seseorang" beliau mengulanginya tiga kali. Mereka bertanya, "Apakah hal tersebut wahai Rasulullah?" (Rasulullahi Shallallahu'alaihiwasallam) menjawab, "Yaitu seorang tetangga yang tidak merasa nyaman dengan tetangganya karena cobaan yang dia terima", lalu mereka berkata, Apakah cobaan tersebut? Beliau bersabda: "Keburukannya".
Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] berkata, Telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Abu Dzi'b] dari [Maqburi] dari [Abu Syuraih Al Ka'bi] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman." Para sahabat bertanya, "Apa itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "Seseorang yang tetangganya tidak pernah meras aman dari gangguannya?" mereka bertanya lagi, "Apa yang dimaksud dengan gangguannya?" Beliau menjawab: "Keburukannya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Habib bin Asy Syahid] berkata; saya telah mendengar [Abu Mijlaz] berkata; [Mu'awiyah] menemui Abdullah bin Az Zubair dan Abu 'Amir. Dia berkata; lalu Abu 'Amir berdiri dan Abu Az Zubair tidak melakukannya dan dia adalah seorang syaikh yang paling bijak. Dia berkata; "Tahan". Lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa yang suka jika hamba Allah berdiri baginya, bersiap-siaplah ia menempati neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Habib bin Asy Syahid] dari [Abu Mijlaz] sesungguhnya [Mu'awiyah] pernah memasuki suatu rumah yang di rumah itu Ibnu 'Amir dan Ibnu Az Zubair sedang berdiam, lalu Ibnu 'Amir berdiri dan Ibnu Az Zubair tetap duduk. lalu Mu'awiyah berkata kepadanya, "Duduklah, sesungguhnya saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: 'Barangsiapa yang dia senang jika ada seorang hamba berdiri karenanya maka bersiaplah menempati rumahnya di neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Marwan bin Mu'awiyah Al Fazari] telah menceritakan kepada kami [Habib bin Asy Syahid] dari [Abu Mijlaz] berkata; [Mu'awiyah] datang lantas orang-orang berdiri karenanya, lalu dia berkata; saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa yang senang jika orang-orang berdiri karenanya, maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya dari neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Habib bin Asy Syahid] dari [Abu Miljaz] ia berkata, "Mu'awiyah pergi menemui Ibnu Az Zubair dan Ibnu Amir, Ibnu Amir lalu berdiri sementara Ibnu Az Zubair tetap duduk. [Mu'awiyah] lalu berkata kepada Ibnu Amir, "Duduklah, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa senang melihat orang lain berdiri karenanya, maka hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Qibishah] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Habib bin Asy Syahid] dari [Abu Mijlaz] ia berkata; "Suatu ketika Mu'awiyah keluar, ketika melihatnya, Abdullah bin Zubair dan Ibnu Safwan langsung berdiri, [Mu'awiyah] berkata; "Duduklah kalian, aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa senang menjadikan orang-orang berdiri untuknya, maka bersiap-siaplah menempati tempatnya di neraka." Dan dalam bab ini, ada hadits dari Abu Umamah. Abu Isa berkata; Hadits ini hasan. Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Habib bin Asy Syahid] dari [Abu Mijlaz] dari [Mu'awiyah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti hadits diatas.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah bercerita kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari [Hammam] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Tidak masuk surga orang yang suka mengadu domba."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id Al Qaththan Abu Sa'id Al Ahwal] dari [Al A'masy] telah bercerita kepadaku [Ibrahim] sejak sekitar enampuluh tahun dari [Hammam bin Al Harits] berkata; Seseorang melewati [Hudzaifah bin Al Yaman] lalu dikatakan; Orang itu melaporkan pembicaraan kepada para pemimpin, Hudzaifah bin Al Yaman berkata; Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda - atau Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Tidaklah masuk surga orang yang suka mengadu domba."
Telah menceritakan kepada kami ['Abdur Razzaq] telah mengkhabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Ibrahim] dari [Hammam] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] berkata; Seseorang melaporkan pembicaraan-pembicaraan Hudzaifah bin Al Yaman kepada 'Utsman, berkata Hudzaifah bin Al Yaman: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Tidak masuk surga orang yang suka mengadu domba."
Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] telah bercerita kepada kami [Mahdi] dari [Washil Al Ahdab] dari [Abu Wa`il] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] telah terdengar olehnya bahwa seseorang mengadu domba lalu Hudzaifah bin Al Yaman berkata; Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Tidaklah masuk surga orang yang suka mengadu domba."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Qathan] telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Ibrahim] dari [Hammam bin Al Harits] berkata; Seseorang lewat lalu mereka berkata; Orang itu suka melapor kepada para pemimpin. berkata [Hudzaifah bin Al Yaman]: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Tidaklah masuk surga orang yang mengadu domba."
Telah menceritakan kepada kami [Zakariya bin Adi] telah mengabarkan kepada kami [Ubaidullah bin Amr] dari [Abdullah bin Muhammad bin Aqil] dari [Ibnu Umar] dia berkata, Pernah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam memberiku kain bergaris bersulam sutera, bekas pemberian Fairuz untuk nabi. Kain itu aku gunakan untuk sarung. Namun terlalu panjang dan lebar. Dengan terpaksa kain saya seret. Kemudian saya memakai sorban, kujadikan sebagai penutup kepala. Kontan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam memegang pundakku seraya bersabda: "Wahai Abdullah, angkatlah kain itu. Karena segala kain yang menyentuh tanah hingga bawah kedua mata kaki akan dijebloskan dalam neraka." Abdullah bin Muhammad berkata, "Semenjak itu saya tidak pernah melihat seorangpun manusia yang lebih menyingsingkan kain sarungnya daripada Abdullah bin Umar.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] aku mendengar [Sa'id bin Abi Sa'id Al Maqburi] menceritakan dari [Abu Hurairah], berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "kain yang di bawah mata kaki adalah di neraka, yaitu kain sarung."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] [Syu'bah] aku mendengar [Sa'id bin Abi Sa'id Al Maqburi] yaitu ketika ia telah berumur senja, ia berkata; Aku mendengar [Abu Hurairah] menuturkan; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apa yang ada di bawah dua mata kaki adalah di neraka."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan], telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] dan [Yazid bin Zura'i] keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami [Dawud] dari [Abu Qaza'ah] dari [Al Asqa' bin Al `Asla'] Dari [Samurah bin Jundub] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Bagian sarung yang berada di bawah mata kaki, maka (tempatnya) di Neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Adam] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah] radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Barangsiapa menjulurkan kain sarungnya hingga dibawah mata kaki, maka tempatnya adalah neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Muhammad] -yaitu Abu Ibrahim Al Mu`aqqob telah menceritakan kepada kami [Marwan] telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin 'Amru Al Fuqaimi] telah menceritakan kepada kami [Mujahid] dari [Junadah bin Abu Umayyah] dari [Abdullah bin 'Amru] dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Barangsiapa membunuh ahli dzimmah (orang kafir yang berada dalam perlindungan pemerintahan Islam) maka ia tidak akan mencium bau wanginya surga, padahal bau wanginya tersebut dapat tercium dari jarak empat puluh tahun perjalanan."
Telah menceritakan kepada kami [Wahb] -yaitu Ibnu Jarir- telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Mujahid] ia berkata; seorang laki-laki ingin agar ia dipanggil dengan sebutan Junaadah bin Abu Umayyah. Maka [Abdullah bin 'Amru] berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam telah bersabda: "Barangsiapa mengaku keturunan dari orang lain yang bukan ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau surga telah tercium pada jarak tujuh puluh tahun, atau tujuh puluh tahun perjalanan." Beliau bersabda; "barangsiapa berdusta mengatas namakan diriku, hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Mujahid] dari [Abdullah bin 'Amru] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa mengaku-ngaku bernasab kepada orang yang bukan ayahnya sendiri, maka dia tidak akan mendapatkan baunya surga, padahal bau surga telah tercium dari jarak tujuh puluh tahun perjalanan."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Manshur] dari [Hilal bin Yisaf] dari [Al Qasim bin Mukhaimirah] dari [seorang laki-laki] sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membunuh seorang laki-laki Ahlu Dzimmah, maka ia tidak akan mendapatkan wanginya surga. Padahal wanginya surga akan tercium dari jarak tujuh puluh tahun perjalanan."
Telah menceritakan kepada kami [Haudzah bin Khalifah], telah menceritakan kepada kami ['Auf] dari [Al Hasan] ia berkata; [Ma'qil bin Yasar] sakit keras, lalu Ibnu Ziyad datang menjenguknya seraya berkata; "Aku akan menceritakan satu hadis yang aku dengar dari Rasulullah Shallalahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa dipercaya memimpin suatu kaum lalu ia tidak menyuruh pada kebaikan (berkhianat) terhadap kaumnya, maka ia tidak akan mencium bau surga, padahal baunya dapat tercium antara jarak seratus tahun." Ibnu Ziyad berkata; "Bukankan engkau telah menyampaikannya kepadaku sebelum ini?." Ia menjawab; "Kalaulah bukan karenamu, niscaya tidak akan aku ceritakan."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim] telah menceritakan kepada kami [Abul Asyhab] dari [Al Hasan], bahwasanya Abdullah bin Ziyad mengunjungi Ma'qil bin yasar ketika sakitnya yang menjadikan kematiannya, lantas [Ma'qil] mengatakan kepadanya; 'Saya sampaikan hadist kepadamu yang aku dengar dari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Tidaklah seorang hamba yang Allah beri amanat kepemimpinan, namun dia tidak menindaklanjutinya dengan baik, selain tak bakalan mendapat bau surga."
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Manshur] Telah mengabarkan kepada kami [Husain Al Ju'fi], [Zaidah] mengatakan, bahwa ia menyebutkannya dari [Hisyam] dari [Al Hasan] mengatakan, kami mendatangi Ma'qil bin Yasar, lantas Ubaidullah menemui kami, lantas [Ma'qil] berujar kepadanya; Saya ceritakan hadist kepadamu yang aku mendengarnya dari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, beliau bersabda; "Tidaklah seorang pemimpin memimpin masyarakat muslimin, lantas dia meninggal dalam keadaan menipu mereka, selain Allah mengharamkan surge baginya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Khalid Adz Dzuhli] telah menceritakan kepada kami [Al Anshari, Muhammad bin Abdullah] mengatakan; telah menceritakan kepadaku [Ayahku] dari [Tsumamah] dari [Anas bin Malik], ia mengatakan, bahwasa Qais bin Sa'd pernah di hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti halnya seorang ajudan dengan pemimpin.
Telah menceritakan kepada kami [Syaiban bin Farrukh] telah menceritakan kepada kami [Abu al-Asyhab] dari [al-Hasan] dia berkata, "Ubaidullah bin Ziyad mengunjungi [Ma'qil bin Yasar al-Muzani] yang sedang sakit dan menyebabkan kematiannya. Ma'qil lalu berkata, 'Sungguh, aku ingin menceritakan kepadamu sebuah hadis yang aku pernah mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sekiranya aku mengetahui bahwa aku (masih) memiliki kehidupan, niscaya aku tidak akan menceritakannya. Sesunguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Barangsiapa diberi beban oleh Allah untuk memimpin rakyatnya lalu mati dalam keadaan menipu rakyat, niscaya Allah mengharamkan Surga atasnya'."
Telah menceritakan kepada kami [Syaiban bin Farruh] telah menceritakan kepada kami [Abu Al Ayshab] dari [Hasan] dia berkata, "Ubaidullah bin Ziyad menjenguk [Ma'qil bin Yasar Al Muzanni] ketika dia sedang sakit yang mengantarkan kepada kematiannya, maka Ma'qil lalu berkata, "Sungguh saya akan menceritakan kepadamu suatu hadis yang pernah saya dengar langsung dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sekiranya saya masih hidup lama niscaya tidak akan saya ceritakan hal ini kepadamu. Sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang pemimpin yang Allah serahi untuk memimpin rakyatnya, ketika meninggal dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah akan mengharamkan surga untuknya." Dan telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] telah mengabarkan kepada kami [Yazid bin Zurai'] dari [Yunus] dari [Hasan] dia berkata, "Ibnu Ziyad menemui [Ma'qil bin Yasar] yang sedang sakit, seperti hadisnya Abu Al Asyhab, lalu ia menambahkan, "Ibnu Ziyad bertanya, "Tidakkah sebelumnya kamu telah menceritakan hal ini kepadaku?" Dia menjawab, "Saya belim pernah menceritakan hal ini kepadamu atau belum pernah bercerita kepadamu."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Hilal bin Yasaf] dari [Abi Yahya] dari [Abdullah bin Amru bin Ash], dia berkata; Rasulullah SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM pernah bersabda: "Sempurnakanlah wudhu kalian."
Telah menceritakan kepada kami [Waqi'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dan [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Manshur] dari [Hilal bin Yasaf] dari [Abu Yahya] dari [Abdullah bin 'Amru], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam melihat suatu kaum, mereka berwudlu sedang tumit-tumit mereka kering dari air. Maka beliau pun bersabda: "Sempurnakanlah wudlu kalian, karena tumit-tumit yang tidak terbasuh adalah bagiannya neraka."
(Masih dari jalur yang sama dengan hadis sebelumnya dari [Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash]) dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam memperhatikan orang-orang yang sedang berwudlu dan tidak menyempurnakan wudlu mereka, maka beliau pun bersabda; "Sempurnakanlah wudlu, neraka adalah tempat bagi tumit-tumit yang kering dari air, " atau beliau berkata: "Tumit."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu bisyr] dari [seorang laki-laki penduduk Makkah], dari [Abdullah bin 'Amru] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, bahwa beliau melihat orang-orang yang sedang berwudlu, namun mereka tidak sempurna dalam wudlunya. Maka beliau bersabda; "Sesungguhnya tumit yang tidak terbasuh air wudlu akan terkena api neraka."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] telah menceritakan kepada kami [Abu Bisyr] dari [Yusuf bin Mahak] dari [Abdullah bin 'Amru] dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam tertinggal oleh kami dalam sebuah safar yang kami laksanakan, kemudian beliau bisa menyusul kami sedang kewajiban shalat `Asar telah datang membebani kami. Maka mulailah kami basuh kaki kami, lalu beliau menyeru dengan suara yang sangat keras: "Sesungguhnya tumit yang tidak terbasuh air wudlu akan terkena api neraka" Hal itu dilakukan sebanyak dua atau tiga kali.
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Yazid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sa'id] -yakni anak laki-lakinya Abu Ayyub- dia berkata, telah menceritakan kepadaku [Abu Al Aswad] dari [Nu'man bin Abu Ayyasy Az Zuraqi] dari [Khaulah binti Tsamir Al Anshariyah] bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya dunia itu hijau dan manis, dan sungguh ada beberapa laki-laki yang membelanjakan harta Allah dengan tanpa hak, kemudian mendapatkan api neraka pada hari Kiamat."
Telah bercerita kepada kami ['Abdullah bin Yazid] telah bercerita kepada kami telah bercerita kepada kami [Sa'id bin Abi Ayyub] berkata telah bercerita kepadaku [Abu Al Aswad] dari [Ibnu Abi 'Ayyasy, yang namanya Nu'man] dari [Khaulah Al Anshariyyah radliallahu 'anhu] berkata; "Aku mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Sesungguhnya ada orang-orang yang mendistribusikan harta Allah dengan jalan yang tidak benar, maka bagi mereka neraka pada hari qiyamat".
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Barangsiapa bunuh diri dengan menggunakan pisau tajam maka pisau yang ada dalam tangannya tersebut kelak akan menghujam ke perutnya di dalam neraka jahannam, dia kekal selama-lamanya dengan kondisi seperti itu. Dan barangsiapa bunuh diri dengan menenggak racun maka racun yang ada dalam genggamannya tersebut kelak akan ia tenggak di dalam neraka jahannam, dia kekal selama-lamanya dengan kondisi seperti itu. Dan barangsiapa bunuh diri dengan terjun dari atas gunung maka kelak ia akan menerjunkan dirinya dalam neraka jahannam, dia kekal selama-lamanya dengan kondisi seperti itu."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu 'Ajlan] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Orang yang menikam dirinya maka ia akan lakukan itu di neraka, orang yang menceburkan diri maka ia akan melakukannya di neraka dan orang yang mencekik lehernya sendiri maka ia akan melakukannya di neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menenggak racun sehingga membuat dirinya mati maka ia akan menenggaknya kelak di neraka Jahannam, ia kekal selama lamanya di dalam neraka dengan kondisi seperti itu. Dan barangsiapa membunuh jiwanya dengan pisau, maka pisau yang ada dalam tangannya tersebut kelak akan menghujam ke perutnya di dalam neraka jahannam, dia kekal selama-lamanya dengan kondisi seperti itu. Dan barangsiapa terjun dari atas tebing sehingga menjadikan jiwanya melayang maka kelak ia akan menerjunkan dirinya dalam neraka jahannam ia kekal selama-lamanya di dalam neraka dengan kondisi seperti itu."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman] dari [Dzakwan] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Barangsiapa bunuh diri dengan menggunakan pisau maka pisau yang ada dalam tangannya tersebut kelak akan menghujam ke perutnya di dalam neraka jahannam mereka kekal selama-lamanya dengan kondisi seperti itu. Dan barangsiapa bunuh diri dengan terjun dari atas gunung maka kelak ia akan menerjunkan dirinya di neraka jahannam, mereka kekal selama-lamanya dengan kondisi seperti itu."
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya dari [Tsabit bin Adh Dhahhak]; dan beliau bersabda: "Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, niscaya Allah menyiksanya di neraka Jahannam dengan benda yang digunakannya untuk bunuh diri."
Telah menceritakan kepada kami ['Arim] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muslim Al Qasmali] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman Al A'masy] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari [Yahya bin Ja'dah] dari [Abdullah bin Mas'ud] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan masuk neraka, orang yang di dalam hatinya ada iman seberat biji (sawi) dan tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji (sawi)." Seorang laki-laki bertanya; Wahai Rasulullah, Sesungguhnya aku menyukaiku bila aku berpakaian bersih, kepalaku berminyak dan tali sandalku baru, ia menyebutkan semuanya hingga menyebutkan ikatan cambuknya, apakah termasuk kesombongan, wahai Rasulullah? Beliau bersabda: "Tidak, itu adalah keindahan, sesungguhnya Allah itu Maha Indah, menyukai keindahan, tetapi kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah mengabarkan kepada kami [Abdul Aziz bin Muslim] telah mengabarkan kepadaku [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan masuk surga, orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji (sawi) dan tidak akan masuk neraka orang yang di dalam hatinya ada iman seberat biji (sawi)."
Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin Amir] telah mengabarkan kepada kami [Abu Bakr] dari [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah (biji sawi) kesombongan dan tidak akan masuk neraka seseorang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah keimanan."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Hajjaj] dari [Fudlail] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan masuk ke surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat biji sawi."
Telah menceritakan kepada kami [Ya'la bin Ubaid] telah menceritakan kepada kami [Abu Hayyan] dari [bapaknya], dia berkata; [Abdullah bin Amru] pernah bertemu dengan [Abdullah bin Umar], setelah itu Abdullah bin Umar berbalik/berpaling darinya dan ia menangis, maka orang-orangpun bertanya, "Apa yang membuatmu menangis wahai Abu Abdirrahman?" Dia menjawab, "Yang membuatku menangis adalah orang ini telah menyampaikan hadis kepadaku, dia berkata; aku mendengar Rasulullah SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM bersabda: 'Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebiji sawi dari sifat sombong.'"
Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Laits] dari [Thawus] dari [Ziyad Sinin kusy] dari [Abdullah bin 'Amru], bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam pernah bersabda: "Akan terjadi sebuah fitnah yang akan menimpa seluruh orang arab. Orang yang mati dalam fitnah itu akan menjadi penghuni neraka. Di dalamnya ucapan lisan lebih tajam daripada tebasan pedang."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ubaid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Thawus] dari seorang laki-laki yang bernama [Ziyad] dari [Abdullah bin Amru] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Akan terjadi fitnah, yang akan membersihkan bangsa Arab, orang-orang yang terbunuh akan masuk ke dalam neraka (karena perebutan harta dan kekuasaan), dan lisan pada hari itu lebih tajam dari sabetan pedang." Abu Dawud berkata, "Hadits diriwayatkan oleh [Ats Tsauri] dari [Laits], dari [Thawus], dari [Al A'jam]." Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isa bin Ath Thaba']." Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdul Qudus] berkata, "Ziyad adalah seorang laki-laki yang berkuping putih."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Mu'awiyah Al Jumahi] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Thawus] dari [Ziyad bin Simin Kusy] dari [Abdullah bin 'Amru] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Akan terjadi fitnah, orang-orang arab yang berusaha membersihkan korban-korbannya akan masuk neraka, dan lidah pada waktu itu lebih tajam dari pedang." Abu Isa berkata: Hadits ini gharib, aku telah mendengar Muhammad bin Isma'il berkata: Tidak dikenal dari Ziyad bin Simin kusy selain hadits ini. Hammad bin Salamah telah meriwayatkan hadits ini dari Laits dan memarfu'kannya (sampai kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam), sedangkan Hammad bin Zaid telah meriwayatkannya dari Laits namun memauqufkannya (hanya sampai pada sahabat).
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Mu'awiyah Al Jumahi] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Laits] dari [Thawus] dari [Ziyad Saimin Kusy] dari [Abdullah 'Amru] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Akan terjadi suatu fitnah yang akan menimpa seluruh orang Arab, orang yang mati dalam fitnah itu akan menjadi penghuni neraka, dan saat itu ucapan lisan lebih tajam daripada tebasan pedang."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Yunus] dari [Al Hasan] bahwa; Saudara [Abu Musa] akan segera terjerumus dalam fitnah (pembunuhan), maka ia pun segera menghalaunya, namun ternyata ia tidak dihiraukan. Akhirnya ia berkata; Aku mengira, cukuplah peringatan yang sedikit ini dariku; Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Apabila dua orang muslim saling berhadapan dengan sama-sama menghunuskan pedangnya, sehingga salah satunya membunuh yang lain, maka yang membunuh dan yang terbunuh sama-sama di neraka." Mereka (para sahabat) bertanya, "Ya Rasulallah, bagi yang membunuh sudah maklum masuk neraka, namun bagaimana dengan yang terbunuh?" Beliau menjawab: "Ia juga berkeinginan untuk membunuh saudaranya."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Sulaiman] dari [Al Hasan] dari [Abu Musa] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jika dua muslim saling berhadapan dengan hunusan kedua pedangnya, lalu salah seorang dari keduanya membunuh temannya, maka kedua akan masuk neraka." Kemudian ditanyakan, "Wahai Rasulullah, yang membunuh sudah maklum, lalu bagaimana dengan orang yang terbunuh?" beliau menjawab: "Ia juga berkeinginan untuk membunuh temannya."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid], ia berkata; telah mengkabarkan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Al Hasan] dari [Abu Musa] dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Apabila dua orang muslim bertemu dan saling mengacungkan pedangnya lalu seorang diantara keduanya berhasil membunuh saudaranya maka keduanya masuk neraka." Dikatakan pada Rasulullah; "Kalau yang membunuh sudah maklum, tapi apa dosa yang terbunuh?." Beliau bersabda: "Karena sungguh ia juga bermaksud membunuh saudaranya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far], telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Manshur] dari [Rib'i bin Hirasy] dari [Abu Bakrah], dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jika dua orang muslim yang salah satunya menodongkan senjata kepada saudaranya, maka keduanya berada di tepi Jahannam. Jika salah seorang membunuh saudaranya, maka keduanya sama-sama masuk neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Mu`ammal bin Isma'il], telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid], telah menceritakan kepada kami [Al Mu'alla bin Ziyad] dan [Yunus] dan [Ayyub] serta [Hisyam] dari [Al HAsan] dari [Al Ahnaf] dari [Abu Bakrah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila dua orang muslim berhadapan sambil menodongkan senjatanya hingga membunuh salah satunya, maka keduanya berada dalam Neraka." Di tanyakan kepada beliau; "Kalau bagi yang membunuh sudah jelas, bagaimana dengan yang terbunuh?." Beliau bersabda: "Sebab yang terbunuh juga berkeinginan membunuh saudaranya."
Telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin Sa'id] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Furat] dari [Muharib bin Ditsar] dari [Ibnu Umar] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sekali-kali kedua kaki orang yang bersumpah palsu tidak akan bergeser hingga Allah memasukannya ke dalam neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengkabarkan kepada kami [Muhammad] dan [Ibnu Numair] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Seorang wanita masuk neraka gara-gara seekor kucing yang ia kurung, dia tidak memberinya makan dan minum atau melepaskannya sehingga ia bisa mencari makan dari serangga bumi."
(Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadis sebelumnya) [Az Zuhri] berkata; dan telah menceritakan kepadaku [Humaid] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Ada seorang wanita yang masuk ke dalam neraka karena seekor kucing yang diikatnya, ia tidak memberinya makan dan tidak juga melepaskannya agar bisa makan tetumbuhan atau binatang bumi hingga kucing tersebut meninggal." Az Zuhri berkata: "yang demikan itu agar seseorang tidak berlepas diri (dengan amalannya) dan tidak juga berputus asa."
Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Usamah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [bapaknya], dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya ada seorang wanita disiksa lantaran seekor kucing yang mati kelaparan karena ia kurung, ia tidak memberinya makan dan tidak melepasnya sehingga bisa makan serangga bumi. Dan ada seorang laki-laki yang diampuni dosa-dosanya lantara membuang duri dari jalan."
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya; dari [Abu Hurairah]; Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia ikat sehingga mati, ia tidak memberinya makan atau melepasnya sehingga bisa mencari makanan dari serangga bumi."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Urwah] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang wanita disiksa lantaran seekor kucing yang mati karena ia kurung, ia tidak memberinya makan, atau melepasnya sehingga mencari makan dari serangga bumi."
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq] yakni Ibnu Isa berkata; telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [Zaid yakni Ibnu Aslam] dari ['Atho` bin Yasar] dari [Ibnu Abbas], ia berkata; "ketika terjadi gerhana matahai, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat bersama orang-orang. Beliau berdiri lama sekali sekitar (bacaan) surat Al Baqarah. Kemudian beliau ruku' lama, lalu bangkit (dari ruku) kemudian berdiri, lama namun tidak lebih lama daripada berdiri yang pertama, kemudian sujud. Setelah itu beliau berdiri lama namun lebih pendek daripada ruku' yang pertama." Abdullah bin Ahmad berkata, Ayahku berkata; Yang aku bacakan kepada [Abdurrahman] adalah; Ibnu Abbas berkata; "Lalu beliau berdiri lama." Ia berkata; "Namun lebih pendek daripada berdiri yang pertama, kemudian ruku' lama tapi lebih pendek daripada berdiri yang pertama, kemudian ruku' lama namun lebih pendek dari ruku' yang pertama, kemudian sujud, lalu selesai." Kemudian kembali kepada hadis Ishaq. ketika selesai matahari sudah terang kembali, dan beliau bersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula Karena hidupnya seseorang. Apabila kalian melihat hal itu (yakni gerhana), maka berdzikirlah kepada Allah." Orang-orang berkata; "Wahai Rasulullah, kami melihatmu menerima sesuatu di tempatmu itu, lalu kami melihatmu mundur." Beliau bersabda: "Sesungguhnya aku melihat surga, lalu aku menerima buah darinya, seandainya aku mengambilnya, niscaya kalian bisa memakan darinya selama dunia masih ada. Dan aku melihat Neraka, sungguh aku belum pernah melihat pemandangan seperti (yang aku lihat) hari ini, dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita." Mereka berkata lagi; "Mengapa demikian wahai Rasulullah?" beliau menjawab: "Karena keingkaran mereka." Kemudian ditanyakan; "Apakah mereka ingkar kepada Allah?" beliau menjawab: "Mereka ingkar terhadap suami, dan mengingkari kebaikan. Yaitu bila engkau berbuat baik kepada seseorang di antara mereka sepanjang masa, lalu ia melihat sesuatu (yang buruk) padamu, maka ia mengatakan; 'Aku tidak pernah melihat kebaikan sedikit pun padamu.'"
Ia mengatakan; Aku membacakan kepada [Abdurrahman] dari [Malik] dan telah menceritakan kepadaku [Ishaq] ia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atha` bin Yasar] dari [Abdullah bin Abbas] bahwa ia mengatakan; Matahari telah tenggelam sementara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersama orang-orang yang bersamanya tengah menlakukan shalat, beliau berdiri sangat lama. Ia mengatakan; Sekitar bacaan surat Al Baqarah, ia melanjutkan; Kemudian beliau melakukan ruku' yang lama lalu bangkit dan berdiri lama, tidak lebih lama dari pertama kemudian beliau ruku' lama tapi tidak lebih lama dari ruku' pertama, setelah itu beliau sujud. Lalu beliau berdiri sangat lama, tidak selama berdiri pada raka'at pertama, lalu beliau ruku' sangat lama, tidak selama ruku' yang pertama. Lalu beliau berdiri lama, tidak selama berdiri yang pertama, kemudian beliau ruku' dalam waktu yang lama, tidak selama waktu ruku' yang pertama, lalu beliau sujud, setelah itu beliau pergi sementara matahari telah bersinar kembali. Kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, keduanya tidak tertutup sinarnya (gerhana) di sebabkan kematian seseorang dan bukan pula disebabkan kelahiran seseorang. Maka apabila kalian melihat gerhana, berdzikirlah kepada Allah.” Orang-orang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam; “Wahai Rasulullah, kami melihat engkau sedang mendapatkan sesuatu ditempat berdirimu, dan kami melihat engkau tertawa? Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku telah melihat surga.” Atau “sungguh surga telah diperlihatkan kepadaku.” Ishaq tidak ragu-ragu (dengan redaksi hadisnya), ia meriwayatkan; “Aku telah melihat surga, kemudian aku mendapatkan buah darinya, kalau sekiranya aku mengambilnya niscaya kalian akan memakannya selama masih ada di dunia. Aku juga melihat neraka, aku tidak pernah melihat pemandangan yang lebih mengerikan seperti hari itu, dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.” Para sahabat bertanya; “Mengapa wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Mereka banyak yang kufur.” Para sahabat bertanya; “Apakah mereka kufur kepada Allah?” beliau menjawab: “Tidak, akan tetapi mereka kufur terhadap pemberian suaminya, mereka mengingkari kebaikan suaminya. Jika engkau berbuat baik kepada mereka satu tahun, kemudian mereka melihat satu kesalahan kalian, mereka akan berkata; “sungguh aku tidak pernah melihat kebaikan sedikitpun pada dirimu.”
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Fudloil] telah menceritakan kepada kami [Atha` bin Sa`ib] dari [bapaknya], dari [Abdullah bin Amr], dia berkata: Pada masa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam pernah terjadi gerhana matahari. Lalu beliau berdiri (shalat) bersama kami untuk (melaksanakan shalat gerhana). Beliau berdiri lama sekali sampai-sampai kami mengira kalau beliau tidak akan ruku'. Kemudian beliau ruku', kemudian beliau beri'tidal, kemudian beliau sujud, kemudian beliau duduk, kemudian beliau sujud lagi, dan beliau melakukan hal yang sama pada raka'at kedua. Kemudian pada raka'at kedua beliau meniup tanah dan menangis dalam keadaan masih sujud, lalu beliau berkata: "Duhai Rabb, mengapa Engkau mengazab mereka sedang aku berada di tengah-tengah mereka, Duhai Rabb, kenapa Engkau mengazab kami sedang kami masih memohon ampun kepadaMu." Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan ternyata matahari telah nampak kembali, kemudian beliau menuntaskan shalatnya, lalu memuji kebesaran Allah dan memuliakanNya kemudian berkata: "Wahai sekalian manusia, matahari dan bulan itu adalah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla, oleh karena itu jika terjadi gerhana pada salah satu keduanya maka bersegeralah kalian ke masjid untuk melaksanakan shalat (gerhana). Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, telah diperlihatkan kepadaku surga hingga jikalau aku mau, niscaya akan kuambil sebahagian dahan-dahannya. Dan telah diperlihatkan pula kepadaku api neraka hingga aku benar-benar ingin memadamkannya karena khawatir ia membakar kalian, dan di dalamnya aku melihat seorang wanita jangkung dan berkulit hitam dari suku Himyar yang diazab karena seekor kucing. Ia telah mengikatnya dengan tidak memberinya makan atau minum, atau membiarkannya mencari serangga-serangga bumi. Setiap kali ia mendekatinya ia menggigitnya dan setiap kali ia meninggalkannya iapun menggigitnya pula. Di dalamnya aku juga melihat saudara bani Da'da' dan sang pemilik mihjan (ialah; sebuah tongkat yang ujungnya melengkung) sedang bersandar pada tongkatnya di dalam api neraka. Dulu ia selalu mencuri barang milik orang yang sedang melaksanakan ibadah haji, dan jika orang-orang memergokinya sedang mencuri ia berkata: bukan aku yang mencuri barang kalian, akan tetapi ia tersangkut sendiri oleh tongkatku ini."
Telah bercerita kepada kami [Yahya] dari [Abdul Malik] telah bercerita kepadaku ['Atho'] dari [Jabir] berkata; Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertepatan dengan hari meninggalnya Ibrohim anak laki-laki Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Orang-orang berkata; "Sesungguhnya gerhana itu karena kematian Ibrohim". Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri lalu shalat bersama orang-orang, enam rekaat dan setiap empat sujud bertakbir, lalu membaca (ayat) yang panjang lalu rukuk sama panjangnya dengan waktu sujud, lalu mengangkat kepalanya dan membaca lebih sedikit dari bacaan yang pertama, lalu rukuk sebagaimana berdiri dan mengangkat kepalanya dengan bacaan yang lebih pendek dari bacaan yang kedua, lalu rukuk sebagaimana lamanya berdiri lalu mengangkat kepalanya. Lalu miring untuk sujud lalu bersujud dua kali lalu berdiri lalu rukuk tiga kali sebelum sujud. Rekaatnya itu lamanya lebih pendek dari pada sebelumnya dan rukuknya itu sama dengan waktu berdirinya. Kemudian beliau mengakhiri shalatnya dan orang yang berbaris di belakangnya. Lalu beliau maju dengan berdiri diikuti oleh barisan belakangnya dan melaksanakan shalat dan ternyata matahari sudah terlihat. Lalu beliau bersabda: "Wahai manusia, matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Alloh AzzaWaJalla dan keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian manusia. Jika kalian melihat terjadi hal demikian maka shalatlah kalian sampai terlihat kembali. Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang telah dijanjikan kepada kalian kecuali saya telah melihatnya dalam shalatku tadi, saya melihat neraka ketika kalian melihatku hendak mengakhirinya karena saya takut terkena jilatannya sampai saya berkata; Wahai Robku, saya melihat di dalamnya ada orang memakai tongkat yang bengkok menyeret lambungnya di neraka, karena dia mencuri milik orang yang berhaji dengan tongkatnya tersebut walau dia tahu. (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) bersabda: "Dia membawa tongkatnya, jika ada yang lalai lalu dia membawanya pergi", saya juga melihat ada seorang yang telah mengikat kucing dan tidak memberinya makan dan tidak membiarkan kucing itu untuk mencari makan sendiri sampai mati karena kelaparan. Dan saya melihat syurga ketika kalian melihat saya maju sampai saya berdiri pada tempatku dan saya ulurkan tanganku hendak mengambil buahnya agar kalian dapat melihatnya namun saya urungkan hal itu.
Telah menceritakan kepada kami [Abdul Mu'tal bin Abdul Wahab] Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id Al Umawi] Telah menceritakan kepada kami [Al Mujalid] dari [Amir] ia berkata, "Tepat pada waktu dluha terjadi generhana matahari hingga kegelapannya pun semakin tebal. Kemudian [Al Mughirah bin Syu'bah] bangkit dan shalat bersama kaum muslimin. Syu'bah berdiri selama bacaan surat Al Matsani (surat yang bacaannya selalu diulang-ulang dalam shalat), kemudian ia rukuk selama itu juga, lalu mengangkat kepalanya, kemudian rukuk lagi seperti tadi lalu mengangkat kepalanya dan berdiri seperti berdirinya yang pertama. Kemudian ia melakukan rukuk yang kedua sebagaimana rukuk yang pertama. Pada saat itu, tersingkaplah matahari. Syu'bah kemudian sujud, lalu berdiri selama bacaan satu surat kemudian rukuk lagi dan sujud. Setelah itu, ia beranjak naik ke atas mimbar dan berkata, "Pernah terjadi gerhana matahari tepat pada hari wafatnya Ibrahim putera Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun berdiri seraya bersabda: 'Sesungguhnya tidaklah terjadi gerhana matahari dan bulan karena kematian seseorang. Akan tetapi, keduanya merupakan dua ayat dari ayat-ayat Allah 'azza wajalla. Bila terjadi gerhana pada salah satu dari keduanya, maka bersegeralah kalian untuk menunaikan shalat.'" Kemudian Syu'bah turun dari mimbar, dan ia menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam suatu saat pernah shalat, lalu beliau meniup kedua tangannya, kemudian merenggangkan tanganya lagi seperti sedang mengambil sesuatu. Setelah shalat beliau bersabda: "Sesungguhnya neraka telah didekatkan dariku hingga aku berusaha meniup hawa panasnya dari wajahku. Dan di dalam neraka itu, aku melihat pemilik tongkat yang berkeluk kepalanya dan orang yang membelah telinga Unta, kemudian Shahibatul Himyar yaitu pemilik kucing." Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Sa'id Al Amawi] ia berkata, telah menceritakan kepadaku [bapakku] telah menceritakan kepada kami [Al Mujalid] dari [Amir] semisalnya."
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Dzarr] dari [Wa`il bin Mahanah] dari [Abdullah bin Mas'ud] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersedekahlah kalian wahai para kaum wanita. meskipun dari perhiasan kalian sebab kalian merupakan penghuni neraka yang paling banyak." Lalu seorang wanita yang bukan tokoh wanita bertanya; Mengapa demikian wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "Karena kalian banyak mencela dan tidak menghargai kebaikan suami."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dan [Al A'masy] dari [Dzarr] dari [Wa`il bin Mahanah] dari [Ibnu Mas'ud] ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberi ceramah kepada kami seraya mengatakan: "Bersedekahlah kalian wahai sekalian wanita, karena kalian paling banyak menjadi penghuni neraka Jahannam pada hari kiamat." Maka berdirilah seorang wanita bukan dari wanita terhormat seraya bertanya; Wahai Rasulullah, mengapa kami paling banyak menjadi penghuni neraka Jahannam? Beliau bersabda: "Karena kalian paling banyak melaknat dan mengingkari kepada suami."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Dzarr] dari [Wa`il bin Bahdalah] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai sekalian wanita, bersedekahlah kalian walaupun dengan perhiasan kalian, karena kalian paling banyak menjadi penghuni neraka Jahannam pada hari kiamat." Ia melanjutkan; Maka berdirilah seorang wanita bukan dari wanita terhormat seraya bertanya; Wahai Rasulullah, karena apa kami paling banyak menjadi penghuni neraka Jahannam pada hari kiamat? Ia berkata; Beliau bersabda: "Karena kalian paling banyak melaknat dan mengingkari kepada suami."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Al Mas'udi] dari [Al Hakam] dari [Dzarr] dari [Wa`il bin Mahanah At Taimi] dari [Abdullah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Bersedekahlah kalian wahai sekalian wanita, karena kalian paling banyak menjadi penghuni neraka." Maka seorang wanita bertanya; Wahai Rasulullah, mengapa kami paling banyak menjadi penghuni neraka? Beliau bersabda: "Karena kalian paling banyak melaknat dan mengingkari suami."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] ia berkata; Aku mendengar [Dzarr] menceritakan dari [Wa`il bin Mahanah] dari [Abdullah bin Mas'ud] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau menghimbau kepada para wanita: "Hendaklah kalian bersedekah, karena sesungguhnya kalian adalah penduduk neraka paling banyak." Ada seorang wanita bukan dari wanita terhormat atau berpendidikan bertanya; Wahai Rasulullah, dalam masalah apa atau untuk apa atau dengan apa? Beliau menjawab: "Karena kalian banyak melaknat dan mengingkari kelebihan dan kebaikan suami." Telah menceritakan kepada kami [Bahz] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah menceritakan kepadaku [Al Hakam] dari [Dzarr] dari [Wa'il bin Mahanah] dari dari kalangan budak teman-teman dari sahabat Abdullah dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Hendaklah para wanita bersedekah, karena sesungguhnya kalian adalah paling banyak menjadi penghuni neraka." Seorang wanita bukan dari golongan wanita terhormat berkata; Dalam masalah apa, dengan apa dan untuk apa? Lalu ia menyebutkan hadis ini.
Telah bercerita kepada kami ['Ali bin Ishaq] berkata, telah mengkabarkan kepada kami [Abdullah] berkata, telah mengkabarkan kepada kami [Sa`id bin Yazid] dari [As Samh] dari [`Isa bin Hilal Ash Shodafiy] dari [Abdullah bin 'Amru] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda, "Sekiranya sebuah peluru -beliau mengisyaratkan dengan sesuatu mirip dengan lingkaran- dilempar dari langit menuju bumi -yaitu perjalanan lima ratus tahun-maka sungguh akan sampai di bumi sebelum datangnya waktu malam. Dan sekiranya peluru tersebut dilemparkan dari kepada rantai (ujungnya) pastilah ia akan memakan waktu empat puluh tahun perjalanan siang dan malam sebelum ia sampai pada dasarnya (jahannam) ". Telah bercerita kepada kami [Al Hasan bin 'Isa] berkata, telah mengkabarkan kepada kami [Abdullah bin Mubarak] berkata, telah mengkabarkan kepada kami [Sa`id bin Yazid Abu Syuja`] dari [Abu As Samh] dari [`Isa bin Hilal] dari [Abdullah bin 'Amru] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam sebagaimana dalam hadis.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ayyub] telah menceritakan kepada kami [Khalaf bin Khalifah] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Kaisan] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah] berkata: Kami bersama nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam tiba-tiba beliau mendengar suara sesuatu yang jatuh berdebuk, nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bertanya: "Tahukah kalian apa itu?" kami menjawab: Allah dan rasulNya lebih tahu. Beliau bersabda: "Itu adalah batu yang dilemparkan ke neraka sejak tujuhpuluh tahun, ia jatuh ke neraka sekarang hingga mencapai keraknya." Telah menceritakannya kepada kami [Muhammad bin Abbad] dan [Ibnu Abi Umar] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Marwan] dari [Yazid bin Kaisan] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah] dengan sanad ini, ia berkata: "Ia (batu) jatuh ke paling bawahnya lalu kalian mendengar debukannya."
Telah menceritakan kepada kami [Abd bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Husain bin Ali Al Ju'fi] dari [Fudlail bin Iyadl] dari [Hisyam] dari [Al Hasan] berkata: [Utbah bin Ghazwan] berkhutbah di atas mimbar Bashrah, dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam beliau bersabda: "Sesungguhnya batu besar di lemparkan dari tepi neraka jahanam lalu jatuh ke dalamnya selama tujuhpuluh tahun dan tidak juga sampai ke dasarnya." Berkata Al Hasan: Ibnu Umar berkata: Sering-seringlah mengingat neraka karena panasnya amat sangat, jurangnya jauh dan palu-palunya terbuat dari besi. Abu Isa berkata: Kami tidak mengetahui Al Hasan mendengar dari Utbah bin Ghazwan, Utbah bin Ghazwan hanya datang ke Bashrah di masa Umar, sementara Al Hasan lahir dua tahun di sisa masa khilafah Umar.
Telah menceritakan kepada kami [Suwaid] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Sa'id bin Yazid] dari [Abu as Samh] dari [Isa bin Hilal ash Shadafi] dari [Abdullah bin Amru bin al 'Ash] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kalau seandainya timah seperti ini -dan beliau menunjuk seperti wadah kecil- dikirim dari langit menuju ke bumi yang jaraknya sepanjang perjalanan lima ratus tahun, niscaya ia akan sampai di bumi sebelum malam, dan kalau seandainya ia dikirim dari puncak 'rantai', niscaya akan (memerlukan) perjalanan empat puluh tahun siang dan malam sebelum mencapai dasarnya atau keraknya." Abu Isa berkata; 'Hadits ini sanadnya hasan shahih. Dan Sa'id bin Yazid adalah seorang Mesir. Al Laits bin Sa'id dan bukan satu imam saja yang telah meriwayatkan hadits darinya."
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya dari [Abu Sa'id] dan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda: "Sesungguhnya tembok pembatas neraka ada empat tembok, tebal setiap tembok adalah setebal perjalanan empat puluh tahun."
Dan dengan sanad ini (Yaitu; Telah menceritakan kepada kami [Suwaid] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin Al Mubarak] telah mengabarkan kepada kami [Risydin bin Sa'ad] telah menceritakan kepadaku [Amru bin Al Harits] dari [Darraj] dari [Abul Haitsam] dari [Abu Sa'id Al Khudri]), dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tenda neraka memiliki empat dinding yang tebal. Setiap dinding memiliki ketebalan semisal jarak empat puluh tahun."
Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadhr] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] -yaitu Ibnu Abdullah bin Dinar, dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atha` bin Yasar] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "gigi taring orang kafir itu seperti gunung uhud, pahanya seperti telur dan tempat duduknya di neraka seperti jarak antara Qudaid dan Makkah, sedangkan tebal kulitnya adalah empat puluh dua hasta dengan hasta Allah 'azza wajalla."
Telah menceritakan kepada kami [Rib'i bin Ibrahim] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ishaq] dari [Sa'id bin Abi Sa'id] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Geraham orang kafir kelak seperti gunung uhud, lebar kulitnya tujuh puluh hasta dan pahanya seperti daun, sedangkan tempat duduknya dari neraka seperti antara saya dengan rabadzah."
Telah menceritakan kepada kami [Hasan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Abdullah bin Dinar] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atho` bin Yasar] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Gigi geraham orang kafir seperti gunung Uhud dan pahanya seperti telur, tempat duduknya di neraka sejauh antara Qudaid hingga Makkah, sedang ketebalan kulitnya setebal empat puluh dua hasta dengan hasta Allah."
Telah menceritakan kepada kami [Hasan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Darraj] dari [Abu Al Haitsam] dari [Abu Sa'id Al Khudri] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tempat duduk orang kafir di neraka adalah perjalanan selama tiga hari, setiap gigi taring mereka seperti gunung Uhud, paha mereka seperti dua mata uang dan kulitnya mereka selain daging dan tulangnya setebal empat puluh hasta."
Telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Asad] telah mengabarkan kepada kami [Al Fadhl bin Musa] telah mengabarkan kepada kami [Al Fudhail] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu'alaihiwasallam, beliau bersabda: "(Di neraka), jarak antara kedua pundak orang kafir sejauh perjalanan tiga hari bagi pengendara yang memacu kendaraannya dengan cepat, " [sedang Ishaq bin Ibrahim] mengatakan; telah mengabarkan kepada kami [Al Mughirah bin Salamah] telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] dari [Abu Hazim] dari [Sahal bin Sa'd] dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasalalm, beliau bersabda: "Dalam surga ada sebatang pohon yang sekiranya bayangannya dilewati oleh pengendara selama seratus tahun, dia tak akan mampu menyelesaikannya." Kata [Abu Hazim]; selanjutnya kuceritakan hadits ini kepada [Nu'man bin Abu 'Ayyasy], maka ia menuturkan telah mengabarkan kepadaku [Abu sa'id], dari Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Sungguh dalam surga ada sebatang pohon yang sekiranya ditempuh oleh seorang pengendara yang mengendarai kuda pacu pilihan yang cepat larinya selama seratus tahun, niscaya dia tak akan bisa menyelesaikannya."
Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah menceritakan kepada kami [Ali bin Mushir] dari [al Fadhl bin Yazid] dari [Abu al Mukhariq] dari [Ibnu Umar] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya lisan orang kafir akan diseret sejarak satu farsakh dan dua farsakh, dan diinjak-injak oleh manusia." Abu Isa berkata; 'Ini hadits gharib. Kami hanya mengetahuinya dari jalur ini saja. Sedangkan Fadhl bin Yazid adalah seorang kufah. Bukan hanya satu imam yang meriwayatkan darinya. Sedangkan Abu al Mukhariq tidak dikenal.'
Telah menceritakan kepada kami [Abd bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Musa] dari [Ibnu Lahi'ah] dari [Darraj] dari [Abu Al Hutsaim] dari [Abu Sa'id] dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sha'ud adalah salah satu gunung neraka, orang kafir menaikinya selama empatpuluh tahun lalu terjun di dalamnya seperti itu juga selama itu selama-lamanya. Abu Isa berkata: Hadits ini gharib, kemarfu'annya hanya kami ketahui dari hadits Ibnu Lahi'ah.
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Musa] dari [Ibnu Luhai'ah] dari [Darraj] dari [Abu Al Haitsam] dari [Abu Sa'id] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Sha'ud adalah gunung dari Neraka yang dinaiki orang kafir sejauh tujuh puluh tahun kemudian mereka dijungkalkan dari gunung itu selama itu pula selama-lamanya." Abdu bin Humaid berkata; hadits ini adalah hadits gharib. Sesungguhnya kami mengetahuinya sebagai hadis marfu' adalah dari hadits Ibnu Lahi'ah, dan telah diriwayatkan sebagian dari hadits ini dari 'Athiyah dari Abu Sa'id secara mauquf.
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Ishaq] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Sa'id bin Yazid Abu Syuja'] dari [Abu As Samh] dari [Abu Al Haitsam] dari [Abu Sa'id Al Khudri] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau menafsirkan tentang firman Allah: "dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat" beliau berkata: "Api neraka memanggangnya, kemudian bibir atasnya mengelupas hingga sampai tengah-tengah kepalanya, dan bibir bawahnya lembek hingga ke pusarnya."
Telah menceritakan kepada kami [Suwaid] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin al Mubarak] dari [Sa'id bin Yazid Abu Syuja'] dari [Abu as Samh] dari [Abu al Haitsam] dari [Abu Sa'id al Khudzri] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau menjelaskan firmanNya: "Dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat." Beliau bersabda: "Orang kafir dibakar oleh api neraka, maka bibir atasnya mengkerut (ke atas) sehingga mencapai pertengahan kepalanya, sedangkan bibir bawahnya menjulur hingga mendekati pusarnya." Abu Isa berkata; 'Ini hadits hasan shahih gharib. Dan Abu al Haitsam namanya adalah Sulaiman bin Amru bin Murrah bin Abd al Utwari. Dia adalah seorang yatim yang berada pada naungan Abu Sa'id.'
Telah menceritakan kepada kami [Umar bin Hafsh bin Ghiyats] telah menceritakan kepada kami [ayahku] dari [Al Ala` bin Khalid Al Kahili] dari [Syaqiq] dari [Abdullah] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Pada hari itu neraka jahannam didatangkan, ia mempunyai tujuh puluh ribu tali kekang, setiap tali kekang terdapat tujuh puluh ribu malaikat yang akan menyeretnya."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman] telah bercerita kepada kami [Umar bin Hafs bin Ghiyats] telah mengkhabarkan kepada kami [bapakku] dari [Al Ala' bin Khalid Al Kahili] dari [Syaqiq bin Salamah] dari [Abdullah bin Mas'ud] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Pada hari itu, neraka Jahannam di datangkan, ia memiliki tujuh puluh ribu tali, pada tiap tali ada tujuh puluh ribu malaikat menyeretnya." Abdullah berkata: Ats Tsauri tidak menyambungkannya sampai kepada Nabi. Telah menceritakan kepada kami Abdu bin Humaid telah bercerita kepada kami Abdul Malik bin Amru dan Abu Amir Al Aqadi dari Sufyan dari Al Ala' bin Khlid dengan sanad ini sepertinya namun tidak memarfu'kannya.
Telah menceritakan kepada kami [Abbas Ad Duri Al Baghdadi] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Bukair] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari ['Ashim, yaitu Ibnu Bahdalah] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Bara api neraka jahannam itu dipanaskan selama seribu tahun sampai menjadi merah, kemudian dipanaskan lagi selama seribu tahun sampai menjadi putih, kemudian dipanaskan lagi selama seribu tahun sampai menjadi hitam, maka dia menjadi hitam gelap". Telah menceritakan kepada kami Suwaid telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Al Mubarak dari Syarik dari 'Ashim dari Abu Shalih atau seorang lelaki yang lain dari Abu Hurairah dengan hadits yang semakna namun dia tidak merafa'kannya. Abu Isa berkata; 'Hadits Abu Hurairah dalam masalah ini yang lebih shahih adalah hadits mauquf, dan saya tidak mengetahui seorang pun yang merafa'kannya selain Yahya bin Abu Bukair dari Syarik.'
Telah menceritakan kepada kami [Al 'Abbas bin Muhammad Ad Duuri] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Bukair] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari ['Ashim] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Api neraka dinyalakan selama seribu tahun lamanya sehingga ia menjadi sangat putih, kemudian di nyalakan lagi selama setahun sehingga ia menjadi sangat merah lalu di nyalakan lagi selama seribu tahun lamanya sehingga ia menjadi sangat hitam, yaitu seperti gelapnya malam."
Telah menceritakan kepadaku Malik dari pamannya [Abu Suhail bin Malik] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah] berkata, "Apakah kalian menyangka api Jahannam itu merah seperti api kalian ini? Sungguh api Jahannam lebih hitam daripada al qar." Al qar adalah ter.
Telah bercerita kepada kami ['Ali bin Ishaq] berkata, telah mengkabarkan kepada kami [Abdullah] berkata, telah mengkabarkan kepada kami [Sa`id bin Yazid] dari [As Samh] dari [`Isa bin Hilal Ash Shodafiy] dari [Abdullah bin 'Amru] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda, "Sekiranya sebuah peluru -beliau mengisyaratkan dengan sesuatu mirip dengan lingkaran- dilempar dari langit menuju bumi -yaitu perjalanan lima ratus tahun-maka sungguh akan sampai di bumi sebelum datangnya waktu malam. Dan sekiranya peluru tersebut dilemparkan dari kepada rantai (ujungnya) pastilah ia akan memakan waktu empat puluh tahun perjalanan siang dan malam sebelum ia sampai pada dasarnya (jahannam) ". Telah bercerita kepada kami [Al Hasan bin 'Isa] berkata, telah mengkabarkan kepada kami [Abdullah bin Mubarak] berkata, telah mengkabarkan kepada kami [Sa`id bin Yazid Abu Syuja`] dari [Abu As Samh] dari [`Isa bin Hilal] dari [Abdullah bin 'Amru] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam sebagaimana dalam hadis.
Telah menceritakan kepada kami [Suwaid] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Sa'id bin Yazid] dari [Abu as Samh] dari [Isa bin Hilal ash Shadafi] dari [Abdullah bin Amru bin al 'Ash] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kalau seandainya timah seperti ini -dan beliau menunjuk seperti wadah kecil- dikirim dari langit menuju ke bumi yang jaraknya sepanjang perjalanan lima ratus tahun, niscaya ia akan sampai di bumi sebelum malam, dan kalau seandainya ia dikirim dari puncak 'rantai', niscaya akan (memerlukan) perjalanan empat puluh tahun siang dan malam sebelum mencapai dasarnya atau keraknya." Abu Isa berkata; 'Hadits ini sanadnya hasan shahih. Dan Sa'id bin Yazid adalah seorang Mesir. Al Laits bin Sa'id dan bukan satu imam saja yang telah meriwayatkan hadits darinya."
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [Ibnul Mubarak] dari [Sa'id bin Zayid] dari [Abu As Samh] dari [Ibnu Hujairah] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya air neraka akan dituangkan di atas kepala penghuni neraka, lalu melubangi tengkorak hingga sampai ke perutnya dan memutus apa saja yang ada di dalamnya sampai kemudian meluncur dengan cepat menembus kedua telapak kakinya."
Telah menceritakan kepada kami [Suwaid] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Sa'id bin Yazid] dari [Abu as Samh] dari [Ibnu Hujairah] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya air yang panas tersebut pasti akan dituangkan ke atas kepala mereka, maka air panas tersebut menembus hingga masuk ke dalam perutnya dan memotong segala sesuatu yang berada dalam perutnya hingga keluar dari kedua telapak kakinya dalam bentuk cairan. Kemudian dia dikembalikan (utuh) sebagaimana sebelumnya." Sa'id bin Yazid diberi kunyah Abu Syuja', dia seorang Mesir. Al Laits bin Sa'd telah meriwayatkan darinya. Abu Isa berkata; 'Ini hadits hasan shahih gharib. Sedangkan Ibnu Hujairah adalah Abdurrahman bin Hujairah al Mishri.'
Telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Qabus] dari [Bapaknya] dari [Ibnu Abbas] berkata; Kesulitan yang terakhir kali dirasakan oleh seorang mukmin adalah kematian." Dan tentang firman Allah; (Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak) ia berkata: "Seperti endapan minyak." Dan tentang firmanNya; (..beribadat di waktu-waktu malam..) ia berkata; "Di sepertiga malam terakhir." Dia berkata; "Apakah kalian tahu bagaimana hilangnya ilmu? Yaitu saat para ulama' telah dihilangkan (dicabut nyawanya) dari dunia ini."
Telah menceritakan kepada kami [Hasan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Darraj] dari [Abu Al Haitsam] dari [Abu Sa'id] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda: "Seperti besi yang mendidih, " beliau bersabda lagi: "Seperti minyak yang keruh yang apabila dia mendekat kepadanya maka kulit mukanya akan meleleh jatuh ke dalamnya."
Telah bercerita kepada kami ['Ali bin Ishaq] telah mengkhabarkan kepada kami ['Abdullah] telah mengkhabarkan kepada kami [Shofwan bin 'Amr] dari ['Ubaidullah bin Busr] dari [Abu Umamah] dari Nabi Shallallahu'alaihiWasallam tentang firman Allah subhanahu wata'ala, "Diberi minum air nanah bercampur darah yang ia tenggak" beliau bersabda; "Ia mendekatinya seraya enggan, saat mendekat wajahnya terpanggang dan kulit kepalanya copot, bila diminum usus-ususnya terputus hingga keluar dari duburnya. Allah subhanahu wata'ala berfirman, "Minumilah mereka dengan air mendidih lalu memutuskan usus-usus mereka." Allah subhanahu wata'ala berfirman, "Dan bila mereka meminta minum, mereka diberi minum air seperti ter yang memanggang wajah, da itulah seburuk-buruk minuman."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Risydin bin Sa'd] dari [Amru bin al Harits] dari [Darraj] dari [Abu al Haitsam] dari [Abu Sa'id] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam menjelaskan firman Nya, "Seperti besi yang mendidih." Beliau bersabda: "Maksudnya seperti endapan minyak. Maka apabila (orang yang bermaksiat) mendekatkannya kepada wajahnya, niscaya kulit mukanya akan jatuh mengelupas ke dalamnya." Abu Isa berkata; 'Ini hadits yang mana kita tidak mengenalnya kecuali dari hadits Risydin bin Sa'd, sedangkan Risydin kredibilitasnya diperbincangkan.'
Telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin Nashr] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Shafwan bin Amru] dari [Ubaidillah bin Busr] dari [Abu Umamah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam menjelaskan firman Nya, "Dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, lalu dia minum air nanah itu." Beliau menjelaskan; '(Minuman itu) didekatkan kepada (orang yang bermaksiat tersebut), maka dia tidak menyukainya, ketika didekatkan kepadanya, minuman itu membakar wajahnya, maka kulit kepalanya jatuh mengelupas. Ketika dia meminumnya, minuman itu memutuskan lambungnya hingga keluar (cairan) dari duburnya. Allah berfirman: 'Dan mereka diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya.' Dan Allah berfirman: 'Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek'." Abu Isa berkata; 'Ini hadits gharib. Demikianlah yang dikatakan Muhammad bin Isma'il dari Ubaidullah bin Busr. Dan kami tidak mengetahui Ubaidullah bin Busr kecuali dalam hadits ini. Shafwan telah meriwayatkan dari Amru dari Abdullah bin Busr, sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selain hadits ini. Abdullah bin Busr mempunyai saudara yang telah mendengarkan (hadits) dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan saudarinya juga telah mendengar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Sedangkan Ubaidullah bin Busr yang mana Shafwan bin Amru meriwayatkan hadits ini darinya adalah laki-laki lain yang tidak termasuk kalangan shahabat.'
Telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Muhammad] dan [Husain], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Qatadah] dan aku pernah mendengar [Abu Nadhrah] menceritakan dari [Samurah bin Jundub], bahwa dia mendengar Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di antara mereka (penghuni neraka) ada yang dilalap api Neraka hingga kedua mata kakinya. Di antara mereka ada yang dilahap Neraka hingga kedua lututnya. Di antara mereka ada yang dilahap Neraka hingga pinggangnya. Di antara mereka pula ada yang dilahap Neraka hingga pundaknya."
Telah menceritakan kepada kami [Rauh], telah menceritakan kepada kami [Said] dari [Qatadah] dari [Abu Nadhrah] dari [Samurah bin Jundub] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasalam beliau bersabda: "Dianatara mereka (penduduk mereka) ada yang dilahap api neraka hingga lututnya, ada yang dilahap api hingga pinggangnya. Di antara mereka ada juga yang dilahap Neraka hingga pundaknya."
Telah menceritakan kepada kami [Rauh], telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Abu Nadhrah] dari [Samurah] bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Di antara penduduk neraka ada yang dilalap api hingga lututnya, ada yang sampai pusarnya dan ada yang dilalap hingga pundaknya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Syaiban bin Abdurrahman] berkata: Berkata [Qatadah]: Aku mendengar [Abu An Nadhrah] menceritakan dari [Samurah], ia mendengar nabi Allah bersabda: "Sesungguhnya diantara mereka ada yang terkena api neraka hingga mata kakinya, ada yang terkena api neraka hingga tempat ikat pinggang dan ada yang terkena api neraka hingga leher."
Telah menceritakan kepada kami [Amru bin Zurarah] telah mengkhabarkan kepada kami [Abdulwahab bin Atha`] dari [Sa'id] dari [Qatadah] berkata: Aku mendengar [Abu Nadhrah] menceritakan dari [Samurah bin Jundub] nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya diantara mereka ada yang terkena api neraka hingga mata kakinya, ada yang terkena api neraka hingga lutut, ada yang terkena api neraka hingga tempat ikat pinggang dan ada yang terkena api neraka hingga tulang selangka." Telah menceritakannya kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dan [Muhammad bin Basyar] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dengan sanad ini, ia mengganti HUJZATIHI (tempat pengikat pinggang) dengan HIQWAIHI (pinggang).
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Ayub] dari [Ibnu Sirin] dari [Abi Hurairah] berkata: bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Syurga dan neraka saling mengadu, maka Syurga berkata: 'wahai Tuhanku kenapa tidak ada yang memasuki diriku kecuali orang orang yang faqir dari manusia dan yang rendah di antara mereka? ' sedangkan neraka berkata: 'kenapa tidak ada yang memasuki diriku kecuali orang-orang congkak dan sombong? ' maka Allah berfirman kepada neraka: 'kamu adalah siksa-Ku yang Aku timpakan kepada siapa saja yang Aku kehendaki, ' dan Allah juga berfirman kepada syurga: 'kamu adalah rahmat-Ku yang Aku berikan kepada siapa saja yang Aku kehendaki, dan setiap satu dari kalian terdapat isinya.' Adapun syurga maka Allah menambah (penduduknya) dengan sekehendak-Nya, sedangkan neraka maka penghuninya dilemparkan ke dalamnya dan neraka berkata: 'apakah masih ada lagi? ' Hingga Allah meletakkan telapak kaki-Nya di dalamnya dan disitulah neraka menjadi penuh dengan penghuninya dan mereka saling berdesakan (bertumpukan/berhimpitan) antara satu dengan yang lain, hingga akhirnya neraka berkata: 'cukup, cukup, cukup.'"
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya; dari [Abu Hurairah]; Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Surga dan neraka saling berdebat, neraka berkata; 'Yang memasukiku hanya orang-orang yang angkuh dan sombong? ' surga berkata; 'tidak ada yang memasukiku kecuali orang-orang miskin, dan orang-orang rendahan dari kalangan manusia? ' Maka Allah 'azza wajalla berfirman kepada surga; 'Engkau adalah rahmat-Ku, denganmu Aku sayangi orang-orang yang Aku kehendaki dari hamba-hamba-Ku, ' dan berfirman kepada neraka; 'Engkau adalah siksa-Ku, denganmu Aku siksa orang-orang yang Aku kehendaki dari hamba-hamba-Ku, dan setiap dari kalian akan mendapatkan isiannya.' Adapun neraka tidak penuh sehingga Allah meletakkan kaki-Nya, sehingga neraka berkata; 'Sudah, sudah, sudah' -yaitu cukup bagiku-, maka pada setiap sisi dalam neraka penuh sesak dan saling berhimpit antara satu dengan yang lainnya, dan Allah tidak menzhalimi seorangpun dari hamba-Nya. Adapun surga, maka sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluq untuknya."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid], dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Hisyam] dari [Muhammad] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Surga dan neraka saling berdebat, surga berkata; 'Wahai Rabb, kenapa yang masuk (surga) hanya orang-orang yang lemah dan rendahan dari kalangan manusia? ' sedangkan neraka berkata; 'Wahai Rabb, kenapa yang masuk hanya orang-orang yang sombong dan angkuh? ' Allah berfirman kepada surga; 'Engkau adalah rahmat-Ku, Aku balas dengan memberikanmu kepada siapa saja yang Aku kehendaki' dan berfirman kepada neraka; 'Engkau adalah siksa-Ku, dengan (siksaan) mu Aku balas siapa saja yang Aku kehendaki, dan setiap dari kalian akan mendapatkan isiannya.' Rasulullah bersabda: "Adapun surga, sesungguhnya Allah 'azza wajalla tidak akan menzhalimi seorangpun dari hamba-Nya, dan sesungguhnya akan dimasukkan lagi ke dalamnya dari hamba-hamba-Nya yang Ia kehendaki. Adapun neraka, maka mereka akan dilemparkan ke dalamnya, ia berkata; 'Masih adakah tambahan? ' lalu dilemparkan lagi ke dalamnya, ia berkata; 'Masih adakah tambahan? ' hal itu sehingga Rabb kita 'azza wajalla meletakkan telapak kaki-Nya ke dalamnya sehingga menjadi penuh, dan sehingga sebagian dengan sebagian yang lain saling berdesakan, neraka berkata; 'Cukup, cukup.'"
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] berkata; telah mengabarkan kepada kami ['Atho` bin As Sa`ib] dari [Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah] dari [Abu Sa'id Al Khudri] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Surga dan neraka saling membanggakan diri, neraka berkata; 'Wahai Rabb, yang memasukiku adalah orang-orang sombong, para raja, para pembesar dan orang-orang terpandang, ' dan surga berkata; 'Wahai Rabb, yang memasukiku adalah orang-orang fakir, orang lemah dan orang-orang miskin.' Maka Tabaaraka wa Ta'ala berfirman kepada neraka: 'Engkau adalah siksa-Ku, denganmu Aku siksa siapa saja yang Aku kehendaki, ' dan berfirman kepada surga: 'Engkau adalah rahmat-Ku yang mencakup segala sesuatu, dan setiap dari kalian berdua akan mendapatkan isiannya.' Adapun neraka, ketika dimasuk para penghuninya ke dalamnya, ia berkata; 'Apakah masih ada tambahan, ' hal itu hingga Allah mendatanginya seraya meletakkan kaki-Nya di dalamnya sehingga menjadi penuh sesak, lalu neraka berkata; 'Cukup, cukup.' Adapun surga, maka ia tetap sisa (lapang) sekehendak Allah, lalu Ia menciptakan mahluk baru untuk menghuni surga dengan sekehendak-Nya pula." Hasan Al Asyyab menyebutkan, "Adapun surga, maka ia akan tetap sisa (lapang) sekehendak Allah."
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Muhammad], Abdullah berkata; aku mendengarnya dari Utsman berkata; telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Surga dan neraka saling beradu argumen, neraka berkata; 'Yang memasukiku adalah orang-orang yang sombong dan takabur, ' dan surga berkata; 'Yang memasukiku adalah orang-orang lemah dan miskin dari kalangan manusia.'" Beliau bersabda: "Kemudian Allah memutuskan antara keduanya; 'sesungguhnya surga, engkau adalah rahmat-Ku, denganmu Aku sayangi orang-orang yang Aku kehendaki. Dan neraka, sesungguhnya engkau adalah siksa-Ku, denganmu Aku siksa siapa saja yang Aku kehendaki, dan penghuni untuk kalian berdua adalah menjadi tanggungan-Ku."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku melihat 'Amru bin 'Amir Al Khuza'i menarik ususnya dalam neraka, dan 'Amru adalah orang yang pertama kali mencetuskan binatang ternak sebagai Tuhan dan tidak boleh ditunggangi atau dibuat membawa barang."
Telah menceritakan kepada kami [Al Khuza'i] telah mengabarkan kepada kami [Laits bin Sa'd] dari [Yazid bin Al Had] dari [Ibnu Syihab] dari [Sa'id Ibnul Musayyab] dari [Abu Hurairah] berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku melihat 'Amru bin 'Amir menarik ususnya di dalam neraka, dan dia adalah orang yang pertama menuankan sa`ibah (hewan yang akan dipersembahkan untuk berhala sehingga tidak boleh ditunggangi) dan membelah telinga bahirah (anak sa`ibah)."
Telah bercerita kepadaku [Ishaq bin Ibrahim] telah bercerita kepada kami [Yahya bin Adam] telah mengabarkan kepada kami [Isra'il] dari [Abu Hushain] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "'Amru bin Luhay bin Qam'ah bin Khindif adalah Abu Khuza'ah".
Telah bercerita kepada kami [Abu Al Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhriy] berkata, aku mendengar [Sa'id bin Al Musayyab] berkata; Al Bahirah adalah unta yang tidak boleh ditunggangi dan tidak boleh diambil air susunya oleh seorang pun dipersembahkan untuk berhala, sedang as-sa'ibah (jamaknya as-Sawa'ib) adalah unta yang tidak hamil lagi yang mereka persembahkan untuk tuhan-tuhan mereka (patung). Sa'id bin Al Musayyab berkata; dan [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku melihat 'Amru bin Luhay Al Khuza'iy menarik punggungnya ke neraka dan dia adalah orang pertama mempersembahkan as-Sawa'ib (saibah) ".
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'ad] dari [Shalih bin Kaisan] dari [Ibnu Syihab] dari [Sa'id bin Al Musayyab] dia berkata; Bahirah adalah unta yang kantong susunya ditahan untuk berhala-berhala hingga tidak boleh bagi seorang pun memerasnya, sedangkan sa`ibah adalah unta yang mereka sebut untuk tuhan-tuhan mereka tidak boleh diberi beban tunggangan apa pun diatasnya. Ibnu Al Musayyib berkata: [Abu Hurairah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku melihat Amru bin Amir Al Khuza'i menyeret ususnya dineraka." Ia adalah orang pertama yang membuat unta sa`ibah. Sedangkan Al Washilah adalah unta yang masih perawan. Unta itu sengaja dibikin perawan semenjak diperanakan. Setelah itu dijodohkan dengan unta betina lagi. Unta itu mereka suguhkan untuk berhala-berhala mereka. hingga salah satunya bisa menyentuh yang lainnya tanpa ada unta jantan. Sedangkan Unta Haam adalah unta subur, mereka membiarkannya beranak hingga bilangan tertentu. Apabila telah selesai, ia tinggalkan untuk berhala-berhala mereka dan dijaga dari beban apapun hingga tidak boleh ada tunggangan apapun diatasnya. Mereka menamakannya Al Haami. Dan [Abul Yaman] berkata kepadaku; Telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri]; Aku mendengar [Sa'id] berkata; dia mengabarkan hal ini. perawi berkata; dan [Abu Hurairah] berkata; Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dengan Hadits yang serupa. Diriwayatkan oleh [Ibnu Al Had] dari [Ibnu Syihab] dari [Sa'id] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu]; Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
Telah menceritakan kepada kami ['Umar bin Hafsh] Telah menceritakan kepada kami [Bapakku] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Ibrahim] dari [Al Aswad] dia berkata; Kami pernah berada di majlis Abdullah, tiba-tiba [Hudzaifah] datang seraya mengucapkan salam, lalu dia berkata sambil berdiri; 'Sungguh telah diturunkan ayat nifak atas suatu kaum yang terbaik dari kalian. Al Aswad berkata; 'Maha Suci Allah, sesungguhnya Allah berfirman: "Sesunguhnya orang-orang munafik akan berada di dasar neraka yang paling bawah. Maka Abdullah tersenyum dan Hudzaifah pun duduk di pojok mesjid. Tiba-tiba Abdullah berdiri, ketika para sahabatnya sudah pergi. Lalu ia melempariku dengan kerikil-kerikil kecil. Maka aku pun menghampirinya. Hudzaifah berkata; Aku heran dengan ketawanya, sungguh dia telah mengetahui apa yang aku ucapkan mengenai ayat nifak telah diturunkan atas suatu kaum yang terbaik dari kalian lalu mereka bertaubat dan Allah pun menerima taubat mereka.'
Telah menceritakan kepada kami [Harun bin Ma'ruf] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahb] telah menceritakan kepadaku ['Amru] -yaitu Ibnu Al harits- dari ['Amru Ibnu Syu'aib] dari [bapaknya], dari [Abdullah bin 'Amru] dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa yang meninggalkan shalat karena mabuk sekali saja, maka ia seperti orang yang menguasai dunia beserta isinya lalu ia dirampas darinya. Dan barangsiapa yang meninggalkan shalat empat kali karena mabuk maka Allah 'azza wajalla berhak memberinya minum dari Thinatul Khobal." Dikatakan kepada beliau: "Wahai Rasulullah, apa itu Thinatul Khobal?" "Darah dan nanah dari penduduk neraka", jawab beliau.
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad] dari ['Umaroh bin Ghoziyyah] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir bin Abdullah], ada seseorang yang baru datang dari Jaisyan, daerah Yaman, ia bertanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang minuman dari jagung yang biasa mereka minum di daerah mereka yang sering diistilahkan dengan nama Al mirzu. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya, apakah itu memabukkan?. Dia menjawab, Ya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap yang memabukkan adalah haram. Allah Azzawajalla menjanjikan bagi yang minum minuman memabukkan akan memberinya minuman berupa tinatul khobal". Mereka bertanya, Wahai Rasulullah apakah tinatul khobal?. Beliau menjawab, itu adalah keringat penduduk neraka atau perasannya.
Telah menceritakan kepada kami [Makki bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abu Ziyad] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Keponakan Abu Dzar] dari [Abu Dzar] berkata, "Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Barangsiapa minum minuman keras maka Allah tiada menerima shalatnya hingga empat puluh malam, bila ia bertaubat maka Allah akan menerima taubatnya, jika ia mengulanginya lagi maka Allah tetap akan menerima taubatnya, aku tidak tahu pada kali ketiga atau keempatnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kalau ia melakukannya lagi maka Allah akan meminuminya dengan keringat ahli neraka." Para sahabat pun bertanya, "Apa itu wahai Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam?" Beliau menjawab: "Yaitu nanah dan darah penduduk neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Daud bin Mihran Ad Dabbagh] telah menceritakan kepada kami [Daud] -yakni Al Atthar- dari [Ibnu Hutsaim] dari [Syahr bin Hautsab] dari [Asma' binti Yazid] bahwa dia telah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda "Barangsiapa meminum khamer, maka Allah tidak akan ridla kepadanya selama empat puluh malam, jika dia mati maka ia mati dalam keadaan kafir. Namun jika dia bertaubat, maka Allah akan memberinya taubat, jika ia mengulangi, maka menjadi hak Allah untuk menyiramnya dengan Thinatul Khabal." Asma' berkata, "Aku bertanya, "Wahai Rasulullah apa itu Thinatul Khabal?" beliau menjawab: "Nanahnya penghuni neraka."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin 'Umair] dari [Abdullah bin Al Harits bin Naufal] dari [Abbas bin Abdul Muththalib] berkata; "Wahai Rasulullah, apakah anda dapat memberi manfaat kepada Abu Thalib karena dia telah mengasuhmu dan marah untuk (memberikan pembelaan) kepadamu?" Beliau menjawab; "Ya. ia berada di bagian neraka yang dangkal, dan kalaulah bukan karena hal tersebut niscaya berada di dasar neraka."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin 'Umair] dari [Abdullah bin Al Harits bin Naufal] dari [Abbas bin Abdul Muththalib] berkata; "Wahai Rasulullah, apakah anda dapat memberi manfa'at kepada Abu Thalib, karena dia telah mengasuhmu dan terkadang marah (untuk memberikan pembelaan) kepadamu." Beliau menjawab; "Ya. ia berada di bagian neraka yang dangkal, dan kalaulah bukan karena hal itu niscaya berada di dasar neraka."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Tsabit] dari [Abu Utsman An Nahdi] dari [Ibnu Abbas]; bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Penduduk Neraka yang paling ringan adzabnya adalah Abu Thalib, ia mengenakan sepasang sandal yang terbuat dari api, sehingga dengan itu otaknya mendidih."
Telah menceritakan kepada kami [Hasan] dan ['Affan Al Ma'na] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit Al Bunani] dari [Abu Utsman An Nahdi] dari [Ibnu Abbas], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya penghuni Neraka yang paling ringan adzabnya adalah Abu Thalib, pada kedua kakinya terdapat sepasang sandal dari api, sementara otaknya mendidih karena keduanya."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu 'Ajlan] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda: "Siksa neraka yang paling ringan adalah seorang memakai sandal panas yang membuat otaknya mendidih."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Zuhri] dari [Salim] dari [Ibnu Umar] dia berkata; Ada seorang laki-laki pada masa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam jika ia bermimpi, ia mengisahkannya kepada Nabi Shallallahu'alaihi wasallam. (Ibnu Umar) berkata; Maka saya pun berangan agar bisa berimpi lalu mengkisahkannya kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam (Ibnu Umar) berkata lagi; "Ketika saya menginjak masa remaja dan masih lajang, saya tidur di Masjid pada masa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam. (Ibnu Umar) melanjutkan; Saya bermimpi dua Malaikat menculikku dan membawaku ke neraka. Neraka itu sangat dalam. Memiliki dua buah tiang. Disana terdapat orang-orang yang saya kenali. Saya pun berkata, "Aku berlindung kepada Allah dari Neraka, Aku berlindung kepada Allah dari Neraka." Kemudian kedua (malaikat itu) didatangi oleh Malaikat lain, dan malaikat itu berkata kepadaku, "Tidak usah takut." Hafshah lantas mengisahkan mimpiku kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, lalu beliau bersabda: "Laki-laki yang paling beruntung adalah Abdullah, jikalau dia mau shalat malam." Salim berkata; Maka Abdullah tidak lagi tidur malam kecuali sebentar.
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Nafi'] ia berkata; [Ibnu Umar] berkata, "Dalam mimpi aku melihat seakan-akan di tanganku ada sehelai kain sutera, dan tidaklah aku menunjukkan padanya satu tempat di surga kecuali ia akan terbang bersamaku menuju ke tempat itu. Hafshah pun menceritakan mimpi itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya saudaramu adalah seseorang yang shalih." Atau: "Sesungguhnya Abdullah adalah seorang laki-laki shalih."
Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hisyam] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar]. Dan diceritakan juga, telah menceritakan kepada saya [Mahmud] berkata, telah menceritakan kepada kami ['Abdur Razaaq] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhriy] dari [Salim] dari [Bapaknya radliallahu 'anhu] berkata; "Sudah menjadi kebiasaan seseorang pada masa hidup Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bila bermimpi, biasanya dia menceritakannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Aku pun berharap bermimpi hingga aku dapat mengisahkannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Saat itu aku masih remaja. Pada suatu hari di jaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam aku tidur di masjid lalu aku bermimpi ada dua malaikat memegangku lalu membawaku ke dalam neraka, aku melihat neraka yang ternyata adalah lubang besar bagaikan lubang sumur (atau jurang). Neraka itu memiliki dua emperan dan aku melihat di dalamnya ada orang-orang yang sebelumnya aku sudah mengenal mereka. Dengan melihat mereka, membuat aku berkata,; "Aku berlindung kepada Allah dari neraka" Dia berkata,; "Kemudian kami berjumpa dengan malaikat lain lalu dia berkata, kepadaku; "Janganlah kamu takut". Kemudian aku ceritakan mimpiku itu kepada [Hafshah], lalu Hafshah menceritakannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Maka Beliau pun bersabda: "Sungguh 'Abdullah (bin "Umar) adalah seorang yang beruntung (bahagia) bila dia mendirikan shalat malam". Setelah peristiwa ini 'Abdullah bin 'Umar tidak tidur malam kecuali sedikit".
Telah menceritakan kepada kami [Abu An-Nu'man] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Ayyub] dari [Nafi'] dari [Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma] berkata: "Pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam aku pernah bermimpi, ditanganku ada sehelai kain sutera dan seakan tidaklah aku menginginkan satu tempat di surga kecuali akan segera nampak buatku. Aku juga mengalami mimpi yang lain, aku melihat dua malaikat yang membawaku ke dalam neraka, disana keduanya ditemui oleh malaikat yang lain seraya berkata; "Jangan kamu takut, tolong biarkan orang ini leluasa". Kemudian [Hafshah] menceritakan salah satu mimpiku itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh 'Abdullah menjadi orang yang paling berbahagia jika mau shalat malam". 'Abdullah radliallahu 'anhu adalah orang yang seantiasa mendirikan shalat malam sementara para sahabat selalu menceritakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang mimpi-mimpi mereka bahwa pelaksanaan Lailatul Qadar terjadi pada malam ketujuh dari sepuluh malam yang akhir, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh aku melihat bahwa mimpi kalian benar bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam yang akhir. Maka siapa yang mau mencari Lailatul Qadar, carilah pada sepuluh malam yang akhir (dari Romadhan) ".
Telah bercerita kepada kami [Ishaq bin Nashr] telah bercerita kepada kami ['Abdur Razzaq] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhriy] dari [Salim] dari [Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma] berkata; "; "Seseorang pada masa hidup Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bila bermimpi, biasanya dia menceritakannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Aku pun berharap bermimpi hingga aku dapat mengisahkannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Saat itu aku masih remaja. Pada suatu hati di zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam aku tidur di masjid, lalu aku bermimpi ada dua malaikat memegangku lalu membawaku ke dalam neraka, aku melihat neraka yang teryata ada lubang besar bagaikan lubang sumur (atau jurang). Neraka memiliki tanduk dan aku melihat di dalamnya ada orang-orang yang sebelumnya aku sudah mengenal mereka. Karena melihat mereka membuat aku berkata; "Aku berlindung kepada Allah dari neraka" Dia berkata; "Kemudian kami berjumpa dengan malaikat lain lalu yang berpesan kepadaku; "Janganlah kamu takut". Kemudian aku ceritakan mimpiku itu kepada Hafshah, lalu Hafshah menceritakannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Maka Beliau pun bersabda: "Sungguh 'Abdullah (bin "Umar) adalah seorang yang beruntung (bahagia) bila dia mendirikan shalat malam". Setelah peristiwa ini 'Abdullah bin 'Umar tidak tidur malam kecuali sedikit".
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam. Dan dari ['Amru] dari [Yahya bin Jad`ah], beliau bersabda; "Sesungguhnya api kalian ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api neraka jahannam, kemudian ia ditimpakan dengan air laut sebanyak dua kali, sekiranya tidak demikian tentu dia (api kalian, pent) tidak akan bermanfaat untuk seorang pun."
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya; dari [Abu Hurairah]; Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Sesungguhnya api kalian ini yang biasa dinyalakan oleh anak turun Adam adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari panasnya api neraka jahannam, " para sahabat berkata; "Wahai Rasulullah, jika demikian adanya sungguh telah cukup!." Beliau bersabda: "Sesungguhnya api neraka jahannam itu dilebihkan enam puluh sembilan bagian dari api anak Adam, setiap bagian darinya seperti panasnya kalian."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Abdul 'Aziz] dari [Suhail] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah], Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Api ini (api dunia) adalah satu bagian dari seratus bagian api Jahannam."
Masih seperti hadis sebelumnya dari [Abu Hurairah]. Dan dengan sanadnya, aku mendengar Abul Qasim shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Api anak cucu Adam yang mereka nyalakan adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api neraka, " seorang lelaki berkata; "Jika demikian adanya sungguh telah cukup!." Beliau bersabda: "Sesungguhnya api neraka jahannam itu dilebihkan enam puluh sembilan bagian (dari api anak Adam), maka amatlah panas dan panas sekali."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Hammad] dari [Muhammad] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya api kalian ini adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api Jahannam, " Seorang lelaki bertanya; "Wahai Rasulullah, jika demikian adanya sungguh telah cukup?" Beliau bersabda: "Sesungguhnya api neraka jahannam itu dilebihkan enam puluh sembilan bagian, maka amatlah panas dan sangat panas."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman] telah mengabarkan kepada kami ['Ashim bin Yusuf] telah menceritakan kepada kami [Quthbah bin Abdul Aziz] dari [Al A'masy] dari [Syimir bin Athiyyah] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Ummu Ad Darda'] dari [Abu Ad Darda'] dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Akan dicampakkan kepada penghuni neraka rasa lapar yang sebanding dengan siksa yang mereka alami, lalu mereka memohon pertolongan, kemudian mereka ditolong dengan diberi makanan dari "dhari" (pohon yang berduri) Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar, kemudian mereka memohon diberikan makanan lalu mereka diberi makanan yang menyumbat di kerongkongan, kemudian mereka teringat bahwa dahulu di dunia mereka mengobati tersumbatnya kerongkongan mereka dengan minuman, maka mereka memohon untuk diberi minuman, lalu dituangkanlah air mendidih kepada mereka dengan "Al Kalalib" (besi yang bengkok ujungnya digunakan untuk mengangkat daging dari kendi) yang apabila telah dekat ke wajah mereka menjadi gosonglah wajah mereka, dan apabila masuk ke dalam perut mereka niscaya akan memotong motong organ yang ada dalam perut mereka, lalu mereka berkata sesama mereka; 'Memohonlah kepada penjaga neraka Jahannam' namun mereka membacakan ayat 'Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan keterangan' Mereka menjawab: 'Benar, sudah datang.' penjaga-penjaga Jahannam berkata: 'Berdoalah kamu.' Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka". (QS Ghafir: 50) Rasulullah berkata; "Lalu mereka berkata; 'Memohonlah kepada Malaikat Malik, ' maka mereka berkata; (Hai Malik Biarlah Tuhanmu membunuh kami saja) ". QS Az-Zukhrf: 77. Nabi berkata: "Dia menjawab; 'Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini) '." -Al A'masy berkata; 'Aku diberi tahu bahwa jarak antara permohonan mereka dengan jawaban Malaikat Malik kepada mereka adalah seribu tahun, '- Nabi berkata: "Lalu mereka saling berkata; 'Mohonlah kepada Rabb kalian karena tidak ada seorang pun yang lebih baik daripada Rabb kalian'. Lalu mereka memohon; 'Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan dahulu kami adalah orang-orang yang sesat. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari padanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), maka sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zhalim.'" QS Al Mukminun: 106-107. Nabi berkata: "Lalu Allah menjawab kepada mereka; 'Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku'." QS Al Mukminun: 108. Nabi berkata: "Maka ketika itu mereka putus asa dari segala kebaikan, dan ketika itu juga mereka meringkik dan menyesal serta celaka." Abdullah bin Abdurrahman berkata; "Orang-orang tidak merafa'kan (menyambungkan sampai kepada Nabi) hadits ini". Abu Isa berkata; 'Kami mengetahui hadits ini hanya dari Al A'masy dari Syimir bin Athiyyah dari Syahr bin Hasyab dari Ummu Ad Darda' dari perkataan Abu Ad Darda', dan ia tidak marfu'. Adapun Qutbah bin Abdul Aziz, maka dia adalah seorang yang tsiqah menurut para ahli hadits".
Telah menceritakan kepadaku [Suraij bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Humaid bin Abdurrahman] dari [Al Hasan bin Shalih] dari [Harun bin Sa'ad] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Gigi geraham orang kafir atau gigi taring orang kafir seperti gunung Uhud dan tebalnya kulit orang kafir sejauh perjalanan tiga (hari)."
Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadhr] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] -yaitu Ibnu Abdullah bin Dinar, dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atha` bin Yasar] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "gigi taring orang kafir itu seperti gunung uhud, pahanya seperti telur dan tempat duduknya di neraka seperti jarak antara Qudaid dan Makkah, sedangkan tebal kulitnya adalah empat puluh dua hasta dengan hasta Allah 'azza wajalla."
Telah menceritakan kepada kami [Rib'i bin Ibrahim] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ishaq] dari [Sa'id bin Abi Sa'id] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Geraham orang kafir kelak seperti gunung uhud, lebar kulitnya tujuh puluh hasta dan pahanya seperti daun, sedangkan tempat duduknya dari neraka seperti antara saya dengan rabadzah."
Telah menceritakan kepada kami [Hasan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Abdullah bin Dinar] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atho` bin Yasar] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Gigi geraham orang kafir seperti gunung Uhud dan pahanya seperti telur, tempat duduknya di neraka sejauh antara Qudaid hingga Makkah, sedang ketebalan kulitnya setebal empat puluh dua hasta dengan hasta Allah."
Telah menceritakan kepada kami [Hasan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Darraj] dari [Abu Al Haitsam] dari [Abu Sa'id Al Khudri] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tempat duduk orang kafir di neraka adalah perjalanan selama tiga hari, setiap gigi taring mereka seperti gunung Uhud, paha mereka seperti dua mata uang dan kulitnya mereka selain daging dan tulangnya setebal empat puluh hasta."
Telah menceritakan kepada kami [Abbas Ad Duri] telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Musa] telah mengkhabarkan kepada kami [Syaiban] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya kulit orang kafir itu setebal empatpuluh dua hasta, gigi gerahamnya seperti Uhud dan tempatnya di neraka jahanam seluas antara Makkah dan Madinah." Hadits ini hasan shahih gharib dari hadits Al A'masy.
Telah menceritakan kepada kami [Rib'i bin Ibrahim] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ishaq] dari [Sa'id bin Abi Sa'id] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Geraham orang kafir kelak seperti gunung uhud, lebar kulitnya tujuh puluh hasta dan pahanya seperti daun, sedangkan tempat duduknya dari neraka seperti antara saya dengan rabadzah."
Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadhr] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] -yaitu Ibnu Abdullah bin Dinar, dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atha` bin Yasar] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "gigi taring orang kafir itu seperti gunung uhud, pahanya seperti telur dan tempat duduknya di neraka seperti jarak antara Qudaid dan Makkah, sedangkan tebal kulitnya adalah empat puluh dua hasta dengan hasta Allah 'azza wajalla."
Telah menceritakan kepada kami [Hasan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Abdullah bin Dinar] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atho` bin Yasar] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Gigi geraham orang kafir seperti gunung Uhud dan pahanya seperti telur, tempat duduknya di neraka sejauh antara Qudaid hingga Makkah, sedang ketebalan kulitnya setebal empat puluh dua hasta dengan hasta Allah."
Telah menceritakan kepada kami [Hasan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Darraj] dari [Abu Al Haitsam] dari [Abu Sa'id Al Khudri] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tempat duduk orang kafir di neraka adalah perjalanan selama tiga hari, setiap gigi taring mereka seperti gunung Uhud, paha mereka seperti dua mata uang dan kulitnya mereka selain daging dan tulangnya setebal empat puluh hasta."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr] telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ammar] telah menceritakan kepadaku [kakekku, Muhammad bin Ammar] dan [Shalih maula at-Tau`amah] dari [Abu Hurairah], dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Gigi orang kafir pada hari kiamat seperti gunung Uhud, pahanya seperti gunung al Baidha', dan tempat duduknya dari api neraka sejarak tiga (malam) seperti ar Rabadzah." Abu Isa berkata; Ini hadits hasan gharib. Sedangkan kalimat, 'Seperti ar Rabadzah' adalah seperti jarak antara Madinah dan ar Rabazdah. Kata 'Al Baidha' adalah nama gunung sebagaimana Uhud.
Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadhr] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] -yaitu Ibnu Abdullah bin Dinar, dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atha` bin Yasar] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "gigi taring orang kafir itu seperti gunung uhud, pahanya seperti telur dan tempat duduknya di neraka seperti jarak antara Qudaid dan Makkah, sedangkan tebal kulitnya adalah empat puluh dua hasta dengan hasta Allah 'azza wajalla."
Telah menceritakan kepada kami [Abbas Ad Duri] telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Musa] telah mengkhabarkan kepada kami [Syaiban] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya kulit orang kafir itu setebal empatpuluh dua hasta, gigi gerahamnya seperti Uhud dan tempatnya di neraka jahanam seluas antara Makkah dan Madinah." Hadits ini hasan shahih gharib dari hadits Al A'masy.
Telah menceritakan kepada kami [Rib'i bin Ibrahim] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ishaq] dari [Sa'id bin Abi Sa'id] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Geraham orang kafir kelak seperti gunung uhud, lebar kulitnya tujuh puluh hasta dan pahanya seperti daun, sedangkan tempat duduknya dari neraka seperti antara saya dengan rabadzah."
Telah menceritakan kepada kami [Hasan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Abdullah bin Dinar] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atho` bin Yasar] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Gigi geraham orang kafir seperti gunung Uhud dan pahanya seperti telur, tempat duduknya di neraka sejauh antara Qudaid hingga Makkah, sedang ketebalan kulitnya setebal empat puluh dua hasta dengan hasta Allah."
Telah menceritakan kepada kami [Hasan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Darraj] dari [Abu Al Haitsam] dari [Abu Sa'id Al Khudri] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tempat duduk orang kafir di neraka adalah perjalanan selama tiga hari, setiap gigi taring mereka seperti gunung Uhud, paha mereka seperti dua mata uang dan kulitnya mereka selain daging dan tulangnya setebal empat puluh hasta."
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Sa'id] dari [Abu Hurairah] dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Jika panas nampak menyengat maka tunggu sampai dingin untuk melaksanakan shalat, karena sesungguhnya panas yang menyengat itu dari hembusan neraka Jahannam."
Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] dari [Hisyam] dari [Ibnu Sirin] dari [Abu Hurairah] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau bersabda: "Panas yang terik datang dari jilatan api neraka jahannam, maka dinginkanlah ia dengan shalat."
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Sa'id] dari [Abu Hurairah] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau bersabda: "Api neraka mengadu kepada Rabbnya seraya berkata: 'Sebagianku melahap sebahagian yang lain.' Kemudian Dia mengizinkannya dengan dua nafas; nafas di waktu musim dingin dan nafas di waktu musim panas, dan hawa yang paling panas adalah merupakan semburan dari neraka jahannam."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengkabarkan kepada kami [Ibnu Abi Dzi`b] dari [Abu Al Walid] dan [Abdurrahman bin Sa'd] dari [Abu Hurairah] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau bersabda: "Sesungguhnya menyengatnya panas adalah hembusan dari neraka jahannam, maka jika rasa panas sangat menyengat tunggulah waktu shalat hingga dingin."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dan [Ibnu Juraij] dari [Az Zuhri] dari [Ibnul Musayyab] dan [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Jika panas telah menyengat maka tundalah waktu shalatnya sampai dingin, karena sesungguhnya panas yang menyengat adalah hembusan dari api jahannam."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Asy'ats bin Abdullah] dari [Syahr bin Hausyab] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang melakukan perbuatan baik selama tujuh puluh tahun, lalu ketika berwasiat ia berbuat zhalim dalam wasiatnya hingga kehidupannya diakhiri dengan sejelek-jelek amalannya maka iapun masuk neraka, dan sesungguhnya ada seorang laki-laki yang melakukan perbuatan jelek selama tujuh puluh tahun, lalu ketika berwasiat ia berbuat adil hingga kehidupannya diakhiri dengan sebaik-baik amalannya maka iapun masuk ke dalam syurga." Syahr bin Hausyab berkata: kemudian Abu Hurairah berkata; dan jika kalian berkehendak bacalah; " (Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah -sampai pada firman-Nya -dan baginya siksa yang menghinakan."
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya dari [Abu Hurairah]. Dan dengan sanadnya ia berkata; "Sesungguhnya Seorang lelaki beramal dengan amalan penghuni surga dalam waktu yang lama, kemudian Allah menutupnya dengan amalan penghuni neraka, dan akhirnya Allah pun menjadikannya sebagai penghuni neraka. Dan sesungguhnya Seorang lelaki beramal dengan amalan penghuni neraka dalam waktu yang lama, kemudian Allah menutupnya dengan amalan penghuni surga, dn akhirnya Allah pun menjadikannya sebagai penghuni kesurga.
Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadhr] telah bercerita kepada kami ['Abdur Rahman bin 'Abdullah bin Dinar] dari [Abu Hazim] dari [Sahal bin Sa'ad] berkata: Seseorang bersama Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dalam salah satu peperangan. Orang itu memperoleh pujian baik hingga kaum muslimin terkagum-kagum atas pujiannya. Sebaliknya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengomentari orang itu dengan bersabda: "Ingat, justeru ia termasuk penghuni neraka." Kami pun hanya bisa berkata: Allah dan rasul-Nya lah yang lebih tahu siapa yang dijalan Allah bersama Rasul-Nya. Sahal melanjutkan: Orang laki-laki itu pun keluar, saat lukanya kian parah, ia letakan ujung pedangnya di dadanya kemudian dipakai bersandar (dan tewaslah). Jenazah orang itu dibawa dihadapan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, dikatakan kepada beliau: 'Inilah orang yang baginda sabdakan seperti itu, aku melihatnya menyerang sementara pedang-pedang mengenai tulang-tulangnya.' Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Ingat, ada seseorang yang melakukan amalan penghuni surga hingga terlihat oleh manusia menjadi penghuninya padahal ia termasuk penghuni neraka, sebaliknya ada seseorang yang melakukan amalan penghuni neraka hingga terlihat oleh manusia ia menjadi penghuninya padahal ia adalah penghuni surga."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah bercerita kepada kami [Abu Ghassan Muhammad bin Mutharrif] dari [Abu Hazim] dari [Sahal bin Sa'ad] berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Sungguh ada seseorang melakukan amalan-amalan penghuni neraka namun akhirnya ia menjadi penghuni surga, dan sungguh ada seseorang yang melakukan amalan penghuni surga namun akhirnya ia menjadi penghuni neraka, sesungguhnya amal perbuatan itu dihitung dengan penutupannya."
Telah mencritakan kepada kami [Suraij] dan [Affan], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah], dari [Hisyam bin Urwah], dari [ayahnya], dari [Aisyah] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Sungguh ada orang yang beramal dengan amalan penghuni surga namun telah tertulis di dalam Al-Kitab bahwa dia termasuk penghuni neraka, oleh karena itu jika sebelum matinya ia berubah dan beramal dengan amalan penghuni neraka lalu ia mati maka dia akan masuk neraka, dan sungguh ada seseorang yang beramal dengan amalan penghuni neraka namun telah tertulis dalam Al-Kitab bahwa dia termasuk penghuni surga oleh karena itu jika sebelum mati ia berubah dan beramal dengan amalan penghuni surga lalu ia mati maka ia akan masuk surga."
Telah bercerita kepada kami ['Ali bin Ishaq] berkata, telah mengkabarkan kepada kami [Abdullah] berkata, telah mengkabarkan kepada kami [Sa`id bin Yazid] dari [As Samh] dari [`Isa bin Hilal Ash Shodafiy] dari [Abdullah bin 'Amru] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda, "Sekiranya sebuah peluru -beliau mengisyaratkan dengan sesuatu mirip dengan lingkaran- dilempar dari langit menuju bumi -yaitu perjalanan lima ratus tahun-maka sungguh akan sampai di bumi sebelum datangnya waktu malam. Dan sekiranya peluru tersebut dilemparkan dari kepada rantai (ujungnya) pastilah ia akan memakan waktu empat puluh tahun perjalanan siang dan malam sebelum ia sampai pada dasarnya (jahannam) ". Telah bercerita kepada kami [Al Hasan bin 'Isa] berkata, telah mengkabarkan kepada kami [Abdullah bin Mubarak] berkata, telah mengkabarkan kepada kami [Sa`id bin Yazid Abu Syuja`] dari [Abu As Samh] dari [`Isa bin Hilal] dari [Abdullah bin 'Amru] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam sebagaimana dalam hadis.
Telah menceritakan kepada kami [Suwaid] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Sa'id bin Yazid] dari [Abu as Samh] dari [Isa bin Hilal ash Shadafi] dari [Abdullah bin Amru bin al 'Ash] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kalau seandainya timah seperti ini -dan beliau menunjuk seperti wadah kecil- dikirim dari langit menuju ke bumi yang jaraknya sepanjang perjalanan lima ratus tahun, niscaya ia akan sampai di bumi sebelum malam, dan kalau seandainya ia dikirim dari puncak 'rantai', niscaya akan (memerlukan) perjalanan empat puluh tahun siang dan malam sebelum mencapai dasarnya atau keraknya." Abu Isa berkata; 'Hadits ini sanadnya hasan shahih. Dan Sa'id bin Yazid adalah seorang Mesir. Al Laits bin Sa'id dan bukan satu imam saja yang telah meriwayatkan hadits darinya."
Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Laits] dari [Thawus] dari [Ziyad Sinin kusy] dari [Abdullah bin 'Amru], bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam pernah bersabda: "Akan terjadi sebuah fitnah yang akan menimpa seluruh orang arab. Orang yang mati dalam fitnah itu akan menjadi penghuni neraka. Di dalamnya ucapan lisan lebih tajam daripada tebasan pedang."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ubaid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Thawus] dari seorang laki-laki yang bernama [Ziyad] dari [Abdullah bin Amru] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Akan terjadi fitnah, yang akan membersihkan bangsa Arab, orang-orang yang terbunuh akan masuk ke dalam neraka (karena perebutan harta dan kekuasaan), dan lisan pada hari itu lebih tajam dari sabetan pedang." Abu Dawud berkata, "Hadits diriwayatkan oleh [Ats Tsauri] dari [Laits], dari [Thawus], dari [Al A'jam]." Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isa bin Ath Thaba']." Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdul Qudus] berkata, "Ziyad adalah seorang laki-laki yang berkuping putih."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Mu'awiyah Al Jumahi] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Thawus] dari [Ziyad bin Simin Kusy] dari [Abdullah bin 'Amru] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Akan terjadi fitnah, orang-orang arab yang berusaha membersihkan korban-korbannya akan masuk neraka, dan lidah pada waktu itu lebih tajam dari pedang." Abu Isa berkata: Hadits ini gharib, aku telah mendengar Muhammad bin Isma'il berkata: Tidak dikenal dari Ziyad bin Simin kusy selain hadits ini. Hammad bin Salamah telah meriwayatkan hadits ini dari Laits dan memarfu'kannya (sampai kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam), sedangkan Hammad bin Zaid telah meriwayatkannya dari Laits namun memauqufkannya (hanya sampai pada sahabat).
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Mu'awiyah Al Jumahi] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Laits] dari [Thawus] dari [Ziyad Saimin Kusy] dari [Abdullah 'Amru] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Akan terjadi suatu fitnah yang akan menimpa seluruh orang Arab, orang yang mati dalam fitnah itu akan menjadi penghuni neraka, dan saat itu ucapan lisan lebih tajam daripada tebasan pedang."
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Jami'] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa yang bersumpah untuk mengambil harta seorang muslim, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam kondisi Dia murka." Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membacakan kepada kami pembenarannya dari Kitabullah Azza wa Jalla: (Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka.)
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang bersumpah di mana ia berbuat jahat di dalamnya, untuk merampas harta seorang muslim, niscaya ia akan bertemu Allah Azza wa Jalla sedangkan Dia murka." [Al Asy'ats] berkata; Demi Allah, itu terjadi kepadaku, karena pernah antara aku dan seorang laki-laki yahudi ada sebidang tanah, lalu ia mengingkariku, aku pun mengajukannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan kepadaku: "Apakah engkau memiliki bukti? Aku menjawab; Tidak. Beliau meminta kepada orang yahudi: "Bersumpahlah." Aku berkata; Wahai Rasulullah, jika ia bersumpah maka ia akan pergi membawa hartaku. Maka Allah Azza wa Jalla: (Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit) hingga akhir ayat.
Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin Amir] ia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Abu Bakr] dari ['Ashim] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang merampas harta seorang muslim tanpa hak, niscaya ia akan bertemu Allah Azza wa Jalla dan Dia marah kepadanya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang bersumpah dengan satu sumpah untuk merampas harta seorang muslim, niscaya ia akan berjumpa dengan Allah 'azza wajalla sedangkan Dia murka kepadanya." [Al Asy'ats] berkata; Demi Allah, itu terjadi kepadaku, karena pernah sebidang tanah dipersengketakan antara aku dan seorang laki-laki yahudi, lalu ia mengingkariku, aku pun mengajukannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan kepadaku: "Apakah engkau memiliki bukti? Aku menjawab; Tidak. Beliau meminta kepada orang yahudi: "Bersumpahlah." Aku berkata; Wahai Rasulullah, jika ia bersumpah maka ia akan pergi bersama hartaku. Maka Allah Azza wa Jalla: (Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit) hingga akhir ayat.
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang bersumpah dengan satu sumpah untuk merampas harta seorang muslim, dan ia berbuat curang, niscaya ia akan berjumpa dengan Allah 'azza wajalla sedangkan Dia murka kepadanya." Ia melanjutkan; Dan turunlah ayat: (Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit) hingga akhir ayat.
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Jami'] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa yang bersumpah untuk mengambil harta seorang muslim, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam kondisi Dia murka." Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membacakan kepada kami pembenarannya dari Kitabullah Azza wa Jalla: (Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka.)
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang bersumpah di mana ia berbuat jahat di dalamnya, untuk merampas harta seorang muslim, niscaya ia akan bertemu Allah Azza wa Jalla sedangkan Dia murka." [Al Asy'ats] berkata; Demi Allah, itu terjadi kepadaku, karena pernah antara aku dan seorang laki-laki yahudi ada sebidang tanah, lalu ia mengingkariku, aku pun mengajukannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan kepadaku: "Apakah engkau memiliki bukti? Aku menjawab; Tidak. Beliau meminta kepada orang yahudi: "Bersumpahlah." Aku berkata; Wahai Rasulullah, jika ia bersumpah maka ia akan pergi membawa hartaku. Maka Allah Azza wa Jalla: (Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit) hingga akhir ayat.
Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin Amir] ia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Abu Bakr] dari ['Ashim] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang merampas harta seorang muslim tanpa hak, niscaya ia akan bertemu Allah Azza wa Jalla dan Dia marah kepadanya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang bersumpah dengan satu sumpah untuk merampas harta seorang muslim, niscaya ia akan berjumpa dengan Allah 'azza wajalla sedangkan Dia murka kepadanya." [Al Asy'ats] berkata; Demi Allah, itu terjadi kepadaku, karena pernah sebidang tanah dipersengketakan antara aku dan seorang laki-laki yahudi, lalu ia mengingkariku, aku pun mengajukannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan kepadaku: "Apakah engkau memiliki bukti? Aku menjawab; Tidak. Beliau meminta kepada orang yahudi: "Bersumpahlah." Aku berkata; Wahai Rasulullah, jika ia bersumpah maka ia akan pergi bersama hartaku. Maka Allah Azza wa Jalla: (Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit) hingga akhir ayat.
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang bersumpah dengan satu sumpah untuk merampas harta seorang muslim, dan ia berbuat curang, niscaya ia akan berjumpa dengan Allah 'azza wajalla sedangkan Dia murka kepadanya." Ia melanjutkan; Dan turunlah ayat: (Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit) hingga akhir ayat.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] dan [Ahmad bin Umar Al Waki'i] berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Fudhail] dari [ayahnya] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah] ia memarfu'kan hadis ini, ia berkata: Di neraka jarak antara kedua pundak orang kafir ialah sejauh tiga hari perjalanan seorang penunggang yang menunggangi kendaraannya dengan cepat." Al Waki'I tidak menyebutkan: "Di neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Asad] telah mengabarkan kepada kami [Al Fadhl bin Musa] telah mengabarkan kepada kami [Al Fudhail] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu'alaihiwasallam, beliau bersabda: "(Di neraka), jarak antara kedua pundak orang kafir sejauh perjalanan tiga hari bagi pengendara yang memacu kendaraannya dengan cepat, " [sedang Ishaq bin Ibrahim] mengatakan; telah mengabarkan kepada kami [Al Mughirah bin Salamah] telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] dari [Abu Hazim] dari [Sahal bin Sa'd] dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasalalm, beliau bersabda: "Dalam surga ada sebatang pohon yang sekiranya bayangannya dilewati oleh pengendara selama seratus tahun, dia tak akan mampu menyelesaikannya." Kata [Abu Hazim]; selanjutnya kuceritakan hadits ini kepada [Nu'man bin Abu 'Ayyasy], maka ia menuturkan telah mengabarkan kepadaku [Abu sa'id], dari Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Sungguh dalam surga ada sebatang pohon yang sekiranya ditempuh oleh seorang pengendara yang mengendarai kuda pacu pilihan yang cepat larinya selama seratus tahun, niscaya dia tak akan bisa menyelesaikannya."
Telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin Sa'id] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Furat] dari [Muharib bin Ditsar] dari [Ibnu Umar] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sekali-kali kedua kaki orang yang bersumpah palsu tidak akan bergeser hingga Allah memasukannya ke dalam neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] berkata; aku mendengar [Sulaiman] dari [Mujahid] bahwa orang-orang melakukan thawaf sementara [Ibnu Abbas] sedang duduk bersama Mihjan, maka ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " (firman Allah): (Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam), "Seandainya setetes zaqqum diteteskan, niscaya akan membuat pahit (mencemarkan) makanan (kehidupan) penduduk bumi, lalu bagaimana orang yang tidak memiliki makanan kecuali zaqqum."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman] dari [Mujahid] dari [Ibnu Abbas] bahwa ketika itu ia berada di dekat batu dan ia memiliki tongkat untuk memukul batu itu dan ia menciumnya. Lalu ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkomentar mengenai ayat: (Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam), (QS. Ali'Imran 102), seandainya setetes dari Zaqqum yang menetes ke bumi, tentulah akan memahitkan kehidupan penghuni bumi, maka bagaimana orang-orang yang memakannya dan tidak makanan selainnya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] ia berkata; Aku mendengar [Sulaiman] menceritakan dari [Muslim Al Bathin] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] bahwa ia berkata; Seorang wanita mengarungi lautan, ia bernadzar akan berpuasa selama satu bulan, namun ia meninggal sebelum berpuasa, lalu saudarinya menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan menyampaikan hal itu kepada beliau, beliau pun menyuruhnya untuk berpuasa atas namanya. Telah menceritakan kepada kami Al Qawariri telah menceritakan kepada kami Fudlail bin 'Iyadl dari Sulaiman yakni Al A'masy dari Abu Yahya dari Mujahid dari Ibnu Abbas beliau berkata: "Seandainya setetes Zaqqum." Lalu ia menyebutkannya.
Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] dan [Hasan] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dia berkata; Hasan yaitu Abu Zaid berkata; Abdushshamad berkata; telah menceritakan kepada kami [Hilal] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diisra'kan dari Baitul Maqdis, kemudian beliau kembali pada malam itu juga, lalu beliau menceritakan kepada mereka tentang perjalanannya, ciri Baitul Maqdis dan rombongan unta mereka, lalu orang-orang berkata. Hasan berkata; Kami mempercayai apa yang dikatakan Muhammad. Namun mereka kembali kufur, maka Allah memenggal kepala mereka termasuk Abu Jahal. Abu Jahal berkata; Muhammad menakut-nakuti kita dengan pohon zaqqum? Beliau juga melihat Dajjal dalam wujud aslinya, beliau melihat dengan mata kepalanya, bukan dalam mimpi. Beliau juga melihat Isa, Musa dan Ibrahim Shalawatulahi 'alaihim. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang Dajjal, beliau pun menjawab: "Sangat putih." Hasan berkata; Beliau bersabda: "Aku melihatnya bening sangat putih salah satu matanya, ia berdiri seperti binatang cemerlang rambutnya seperti ranting-ranting pohon. Dan aku melihat Isa sebagai pemuda putih berambut ikal, bersorot mata tajam, berpostur sedang (tidak tinggi dan tidak rendah). Dan aku melihat Musa berkulit sangat coklat dan berambut lebat." Hasan berkata; Rambutnya sangat tebal, dan aku melihat Ibrahim maka aku tidak melihat ciri-ciri fisiknya kecuali seperti aku melihat diriku. Ia seperti sahabat kalian ini (maksudnya diri beliau). Lalu Jibril 'alaihis salam berkata; Ucapkanlah salam kepada Malik, maka aku pun mengucapkan salam kepadanya."
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya dari [Sa'ad bin Malik]; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sekiranya seember nanah penduduk neraka dituang ke bumi, sungguh ia akan menjadikan seluruh penduduk bumi mencium bau busuknya."
Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Bin Al Qasim] Telah menceritakan kepada kami [Ikrimah yaitu Ibnu 'Ammar] Telah menceritakan kepadaku [Simak Al Hanafi Abu Zamil] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Abdullah Bin Abbas] Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata; ketika terjadi perang Khaibar sekelompok dari sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam datang kepada beliau sambil berkata; si fulan syahid si fulan syahid, sehingga mereka melewati seorang lelaki dan mereka berkata; fulan syahid, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak, sesungguhnya aku melihatnya masuk nereka karena kain atau mantel yang dia curi." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Ibnul Khaththab pergilah dan sampaikan kepada orang-orang bahwa tidak akan masuk syurga kecuali orang-orang beriman." Umar berkata; maka aku keluar dan menyeru kepada orang-orang; "Ketahuilah bahwa tidak akan masuk Syurga kecuali orang-orang beriman."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Ikrimah Bin 'Ammar] Telah menceritakan kepada kami [Abu Zumail] Telah menceritakan kepadaku [Ibnu Abbas] Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata; ketika terjadi perangan Khaibar, datanglah sekelompok orang dari para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, mereka mengatakan; "Si fulan mati syahid dan si fulan mati syahid, " sampai mereka melewati seorang lelaki, mereka mengatakan; "si fulan mati syahid." maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sekali kali tidak, sesungguhnya aku melihat dia diseret ke dalam api neraka karena sebuah jubah yang dia ambil, wahai Umar, pergilah, dan serukan kepada orang-orang bahwa tidak akan masuk ke dalam syurga kecuali orang-orang yang beriman."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Muhammad]; Telah menceritakan kepada kami [Muawiyah bin Amru]; Telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Malik bin Anas] katanya; telah menceritakan kepadaku [Tsaur] katanya; telah menceritakan kepadaku [Salim] -mantan budak- Ibnu Muthi' ia mendengar [Abu Hurairah] radliallahu 'anhu mengatakan; "Kami menaklukkan Khaibar dan tidak kami peroleh ghanimah berupa emas dan tidak pula perak, ghanimah yang kami peroleh hanyalah berupa sapi, unta, perbekalan, dan kebun-kebun. Kemudian kami pergi bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ke Wadil qura dan beliau ditemani seorang budaknya yang bernama Mid'am, budak yang dihadiahkan oleh salah seorang Bani Dhubab. Ketika ia sedang menurunkan barang-barang bawaan unta muatannya, ia terkena anak panah yang menyasar sehingga budak itu tewas. Karenanya, para sahabat berkomentar; 'Duhai alangkah senangnya dia peroleh kesyahidan.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menampik ucapan mereka dengan bersabda: 'Bahkan demi Dzat yang diriku berada di tangan-Nya, bahwasanya kain yang diambilnya saat perang Khaibar dari barang-barang ghanimah yang belum resmi dibagi, akan menyalakan api baginya.' Spontan ada seseorang membawa satu tali sandal atau sepasang tali sandal setelah mendengar komentar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tersebut. Selanjutnya orang itu berkata; 'Aku mendapatkan tali sandal ini.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam langsung berkomentar: 'Itu satu atau sepasang tali sandal neraka.'
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] mengatakan; telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Tsaur bin Zaid ad Daili] dari [Abul Ghaits maula Ibnu Muthi'] dari [Abu Hurairah] mengatakan: kami berangkat bersama Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam saat perang khaibar. Kami tidak memperoleh ghanimah berupa emas dan perak, hanya kami mendapat harta, pakaian dan perabot. Seorang dari bani dhubaib yang dikenal dengan nama Rifa'ah bin Zaid memberi hadiah Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berupa seorang pelayan namanya Mid'am. Kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengutus Mid'am ke Wadil qura, hingga ketika ia sampai di Wadil qura, tepatnya ketika Mid'am mengendarai hewan tunggangan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, sebatang anak panah nyasar mengenai dirinya hingga terbunuh. Para sahabat kemudian berseru; 'sungguh bahagia, baginya surga! ' langsung Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam menegur dengan bersabda: "Sekali-kali tidak, demi dzat yang jiwaku berada di tangan-NYA, baju yang diambilnya dari ghanimah yang belum dibagi di hari Khaibar telah menyalakan api baginya." Ketika para sahabat mendengar sabda beliau, tiba-tiba seseorang membawa seutas tali atau sepasang tali kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan Nabi bersabda: "seutas tali neraka, atau sepasang tali neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Hasyim bin al-Qasim] telah menceritakan kepada kami [Ikrimah bin Ammar] dia berkata, telah menceritakan kepada kami [Simak al-Hanafi Abu Zumail] dia berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abbas] dia berkata, telah menceritakan kepada kami [Umar bin al-Khaththab] dia berkata, "Ketika terjadi perang Khaibar, maka sejumlah sahabat menghadap Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata, 'Fulan mati syahid, fulan mati syahid', hingga mereka melewati seorang laki-laki lalu berkata, 'fulan mati syahid.' Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak demikian, sesungguhnya aku melihatnya di neraka dalam pakaian atau mantel yang dia ambil (sebelum dibagi).' Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda lagi: 'Wahai Ibnu al-Khaththab, pergi dan serukanlah kepada manusia bahwa tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang beriman.' Maka Umar berkata, 'Aku keluar seraya berseru, 'Ketahuilah, tidak akan masuk surga kecuali orang mukmin'."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Syarik] dari [Abdullah bin 'Ushm], dan [Isra`il bin 'Ishmah] berkata; [Waki'] berkata; dia adalah Ibnu 'Ushm, ia berkata; Aku mendengar [Ibnu Umar] mengatakan, "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Sallam bersabda: "Sesungguhnya di Tsaqif itu ada orang yang perusak dan pendusta."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abdullah bin Ashim] dari [Ibnu Umar] dia berkata, saya mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: " Di Tsaqif akan muncul seorang seorang pendusta dan orang yang sangat zhalim."
Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dan [Aswad bin Amir], mereka berdua berkata, telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abdullah bin Ushm Abu Alwan Al-Hanafi] saya mendengar [Ibnu Umar] berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Di Tsaqif akan muncul seorang pembohong dan juga seorang yang berbuat kerusakan."
Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abdullah bin Ashim] saya mendengar [Ibnu Umar] berkata, Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Di (kabilah) Tsaqif akan muncul seorang pendusta dan pembuat kezhaliman yang besar."
Telah menceritakan kepada kami ['Uqbah bin Mukram Al 'Ammi]; Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] yaitu Ibnu Ishaq Al Hadhrami; Telah mengabarkan kepada kami [Al Aswad bin Syaiban] dari [Abu Naufal] dia berkata; "Saya pernah melihat Abdullah bin Zubair disalib di suatu perbukitan antara Madinah dan Makkah. OIeh karena itu, tidaklah mengherankan, apabila kaum Quraisy dan masyarakat muslim lainnya melintasi tempat tersebut. Sehingga Abdullah bin Umar juga melintasi Abdullah bin Zubair dan berdiri di dekatnya seraya berkata; 'Assalaamu 'alaika hai Abu Khubaib! # Assalaamu 'aIaika hai Abu Khubaib! # Assalaamu 'alaika hai Abu Khubaib! # Demi Allah, sungguh aku pernah melarangmu untuk berbuat seperti ini! # Demi Allah, sungguh aku pernah melarangmu untuk berbuat seperti ini! # Demi Allah, sungguh aku pernah melarangmu untuk berbuat seperti ini! ' # Abdullah bin Zubair berkata; 'Demi Allah, sepengetahuanku kamu adalah orang yang rajin bangun malam untuk melaksanakan shalat rajin menyambung tali silaturahim. Demi Allah, kamu adalah ornag yang paling buruk di tengah-tengah umat yang baik.' Setelah itu, Abdullah bin Umar pun pergi meninggalkannya. Sikap Abdullah bin Zubair dan ucapannya itu diketahui oleh Hajjaj Ats Tsaqafi. Lalu ia pun mengirim pasukan untuk menurunkannya dari tiang salib dan melemparkannya ke atas kuburan orang-orang Yahudi. Setelah itu, Al Hajjaj mengirim utusan kepada ibu Abdulah bin Zubair, yaitu Asma' binti Abu Bakar. Tetapi, Asma' tidak menghadap kepada Al Hajjaj. Lalu sekali lagi Al Hajjaj mengirim utusannya kepada Asma' binti Abu Bakar dengan membawa pesan khusus dari Al Hajjaj yang berbunyi; 'Kau datang menghadap kepadaku atau aku kirim pasukan untuk menyeretmu kehadapanku! ' Namun Asma' binti Abu Bakar tetap menolak sambil berkata; 'Demi Allah, aku tidak akan datang menghadapmu sampaipun kamu kirim pasukan untuk menyeretku ke hadapanmu! ' Al Hajjaj berkata; 'Hai pasukan siapkan kudaku! ' Kemudian Hajjaj mengenakan sepatunya dan berangkat dengan membawa pasukannya hingga mereka tiba di depan rumah [Asma' binti Abu Bakar]. Al Hajjaj bertanya kepadanya; 'Hai ibu tua, bagaimanakah pendapatmu tentang perbuatan yang telah aku lakukan kepada musuh Allah (maksudnya adalah anak laki-lakinya, yaitu Abdullah bin Zubair)? ' Asma' binti Abu Bakar pun menjawab dengan lantang; 'Menurutku, kamu telah menghancurkan dunianya sedangkan ia telah menghancurkan akhiratmu.' 'Aku dengar'; ujar Asma'; 'Kamu mengatakan kepadanya (maksudnya kepada Abdullah bin Zubair, puteranya); 'Hai anak seorang wanita yang mempunyai dua ikat pinggang! ' Demi Allah, akulah wanita yang mempunyai dua ikat pinggang itu. Yang satu, pernah aku gunakan untuk membawa makanan Rasulullah dan makanan Abu Bakar dari kendaraannya, sedangkan yang lainnya adalah ikat pinggang yang selalu dibutuhkan kaum wanita. Sesungguhnya RasuluIIah shallallahu 'alaihi wasallam pernah memberitahukan kepada kami bahwasanya di Tsaqif itu ada seorang pembohong dan seorang perusak. Pembohong tersebut telah kami ketahui, sedang perusak itu, kami tak punya prasangka lain selain engkau.' Abu Naufal berkata; 'Kemudian Al Hajjaj meninggalkan tempat Asma' binti Abu Bakar tanpa mengucapkan satu kata pun kepadanya.'
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Musa Ar Razi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Zaidah] ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Bapakku] dari [Amir] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wanita yang mengubur anaknya hidup-hidup dan yang dikubur masuk ke dalam neraka." [Yahya bin Zakariya] berkata; [Bapakku] berkata; [Abu Ishaq] menceritakan kepadaku bahwa [Amir] menceritakan hal itu kepadanya, dari [Alqamah], dari [Ibnu Mas'ud], dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Sa'id] dari [Abu Hurairah] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau bersabda: "Api neraka mengadu kepada Rabbnya seraya berkata: 'Sebagianku melahap sebahagian yang lain.' Kemudian Dia mengizinkannya dengan dua nafas; nafas di waktu musim dingin dan nafas di waktu musim panas, dan hawa yang paling panas adalah merupakan semburan dari neraka jahannam."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau bersabda: "Neraka mengeluh kepada Rabbnya seraya berkata; 'Wahai Rabb sesungguhnya sebagian dariku memakan sebagian yang lain, berilah aku waktu bernafas.' Lalu Allah pun memberinya waktu untuk bernafas dua kali dalam satu tahun, maka saat terdingin yang engkau temui adalah dari dinginnya jahannam dan saat terpanas yang engkau jumpai adalah dari panasnya jahannam."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid], dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Muhammad] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Neraka mengadu kepada Tuhannya 'azza wajalla, ia berkata; 'Sebagian dari kami memakan sebagian yang lain, ' lalu Allah memberinya kesempatan untuk bernafas dengan dua kali nafas, maka panas yang kalian dapatkan paling menyengat adalah dari panasnya, dan dingin yang kalian dapatkan paling menyengat adalah dari hawa dinginnya."
Telah bercerita kepada kami [Abu Al Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhriy] berkata telah bercerita kepadaku [Abu Salamah bin 'Abdur Rahman] bahwa dia mendengar [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Neraka mengadu kepada Rabbnya seraya berkata; "Wahai Tuhanku, sebagianku (api) saling memakan satu sama lain". Maka neraka diizinkan untuk berhembus dua kali. Satu kali pada saat musim dingin dan satu kali lagi pada saat musim panas. Maka hawa panas yang kamu rasakan merupakan hawa panas dari hembusan api neraka dan hawa dingin yang kamu rasakan merupakan hawa dingin dari zamharir (hawa dingin) jahannam".
Dan telah menceritakan kepadaku ['Amru bin Sawwad] dan [Harmalah bin Yahya] sedangkan lafadznya dari Harmalah, telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Wahb] telah mengabarkan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa dia mendengar [Abu Hurairah] mengatakan; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Neraka menyampaikan keluh kesahnya kepada Rabbinya dan berujar; "Wahai rabb, mengapa kami satu sama lain saling memakan?. Allah pun mengijinkan neraka untuk bernapas dua kali, bernapas ketika musim dingin dan bernapas ketika musim panas, kedua napas itulah yang kalian dapatkan ketika panas menyengat dan dingin membeku."
Telah bercerita kepada kami [Abu Ahmad Az Zubairi] telah bercerita kepada kami [Qois Bin Sulaim Al 'Anbari] telah bercerita kepadaku [Yazid Al Faqir] telah bercerita kepada kami [Jabir bin Abdullah] berkata; Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya akan ada suatu kaum yang keluar dari neraka dan mereka telah terbakar, kecuali sekitar wajah mereka saja, sampai mereka masuk ke surga".
Telah bercerita kepada kami [Zaid Bin Al Habhab] telah bercerita kepada kami [Al Husain Bin Waqid Al Laitsi] telah bercerita kepadaku [Abu Az-Zubair] telah bercerita kepadaku [Jabir] berkata; saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Ada suatu kaum, mereka keluar dari neraka setelah mereka gosong di dalamnya, lalu mereka dibawa ke suatu sungai di surga yang bernama sungai kehidupan, mereka mandi di sana lalu keluar seperti keadaan pohon tsa'aroh (jenis tumbuhan yang buah dan bunganya dalam keadaan putih)."
Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj bin asy-Sya'ir] telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad az-Zubairi] telah menceritakan kepada kami [Qais bin Sulaim al-Anbari] dia berkata, telah menceritakan kepadaku [Yazid al-Faqir] telah menceritakan kepada kami [Jabir bin Abdullah] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh, suatu kaum dikeluarkan dari neraka dalam keadaan terbakar di dalamnya, kecuali wajah mereka, hingga mereka masuk surga."
Telah bercerita kepada kami [Hajjaj] telah bercerita kepada kami [Ibnu Juraij] telah menghabarkan kepadaku [Abu Az Zubair] sesungguhnya telah mendengar [Jabir] berkata; Telah datang seorang budak Hathib bin Abi Balta'ah salah seorang Bani Asad yang mengadu pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang tuannya, maka ia berkata; Wahai Rasulullah Hathib pasti akan masuk neraka.Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda padanya, "Engkau telah berdusta, ia tidak akan memasukinya, sesungguhnya ia telah mengikuti Perang Badar serta bergabung dalam Perjanjian Hudaibiyyah".
Telah bercerita kepada kami [Hujain] dan [Yunus] berkata; telah bercerita kepada kami [Al Laits bin Sa'd] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir bin Abdullah] Sesungguhnya seorang budak milik Hatib datang kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam mengadukan Hatib. Dia berkata; Wahai Rasulullah, semoga Hatib masuk neraka. Lalu Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Kamu telah berdusta, dia tidak akan memasukinya, sesungguhnya dia telah ikut dalam Perang Badar dan Hudaibiyah."
Telah bercerita kepada kami [Hujain] dan [Yunus] berkata; telah bercerita kepada kami [Al Laits bin Sa'd] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] dari Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam sesungguhnya beliau bersabda: "Tidak akan masuk neraka seorangpun yang telah berbaiat di bawah pohon".
Telah menceritakan kepada kami [Abu Muawiyah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Sufyan] dari [Jabir] dari [Ummu Mubasyir] dari [Hafshah] berkata; Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya aku ingin jika Allah berkehendak untuk tidak memasukkan para syuhada Badar dan Hudaybiyah ke neraka, " ia berkata; aku berkata; "Bukankah Allah telah telah berfirman: WAINNA MINKUM ILLA WARIDUHA (Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu). beliau bersabda; "Aku mendengar Allah berfirman: TSUMMA NUNAJJILLADZINAT TAQAU WA NADZARUZH ZHOLIMINA FIHA JITSIYYA (Kemudian kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut)."
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Idris] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Sufyan] dari [Jabir] dari [Ummu Mubasyir] isteri Zaid bin Haritsah, ia berkata, "Saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berada di rumah Hafshah, beliau bersabda: "Tidak akan masuk neraka seseorang yang mengikuti perang Badar dan Hudaibiyah." Hafshah berkata, "Bukankah Allah Azza Wa Jalla berfirman: '(Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu) ' (Qs. Maryam: 71). Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda: "Lalu bagaimana dengan firman Allah Ta'ala: '(Kemudian kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa) ' (Qs. Maryam: 72).
Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Sa'id bin Abu Burdah] dari [bapaknya] dari [Abu Musa Al Asy'ari] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang mukmin meninggal kecuali Allah 'azza wajalla akan menggantikan tempatnya di neraka dengan orang Yahudi atau Nasrani." Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] dari [Qatadah] dari [Sa'id bin Abu Burdah] dan ['Aun bin Utbah] bahwa keduanya telah menyaksikan [Abu Burdah] menceritakan hadis ini kepada Umar bin Abdul Aziz, 'Aun berkata; Kemudian Abu burdah bersumpah dengan nama Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Dia, bahwasanya [bapaknya] telah berkata kepadanya bahwasanya ia medengarnya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Said tidak mengingkari 'Aun bahwa ia bersumpah.
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] bahwa ['Aun] dan [Sa'id bin Abu Burdah] keduanya telah menceritakan kepadanya, bahwa keduanya telah menyaksikan [Abu Burdah] menceritakan kepada Umar bin Abdul Aziz dari [bapaknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, kecuali Allah 'azza wajalla akan menggantingan tempatnya di neraka dengan seorang Yahudi atau Nasrani." Maka Umar meminta kepadanya untuk bersumpah dengan nama Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia sebanyak tiga kali, bahwa bapaknya telah menceritakan kepadanya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Maka Abu Burdah kemudian bersumpah. Qatadah berkata; Akan tetapi Sa'id tidak menceritakan kepadaku, bahwa Umar meminta Abu Burdah untuk bersumpah. Dan ia juga tidak mengingkari ungkapan 'Aun.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami ['Affan bin Muslim] telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] bahwasanya ['Aun] dan [Sa'id bin Abu Burdah] telah menceritakan kepada [Qatadah] bahwa keduanya menyaksikan [Abu Burdah] bercerita kepada 'Umar bin 'Abdul 'Aziz dari [bapaknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Tidaklah seorang muslim meninggal kecuali Allah akan memasukkan (memperlihatkan) ke dalam tempatnya neraka Yahudi atau Nashrani." Qatadah berkata; Maka Umar bin Abdul Aziz meminta Abu Burdah agar bersumpah atas nama Allah yang tidak ada Ilah selainnya sebanyak tiga kali jika ia memang benar telah mendengar bapaknya bercerita kepadanya tentang Hadis tersebut dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Qatadah berkata; Abu Burda pun bersumpah kepadanya. Qatadah berkata; Namun Sa'id tidak menceritakan kepadaku bahwa Umar meminta sumpah kepada Abu Darda, tapi dia juga tidak mengingkari perkataan Aun. Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dan [Muhammad bin Al Mutsanna] semuanya dari ['Abdush Shamad bin 'Abdul Warits] telah mengabarkan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dengan sanad ini seperti hadis 'Affan dan telah berkata 'Aun bin 'Utbah.
Masuk Islam, klik di siniSyahadat, klik di sini
Situs ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda dan menayangkan iklan. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kebijakan Privasi