Pada hari kiamat memuat 43 sub-bahasan dengan 491 hadits di dalamnya, dan berada di bawah Kiamat, Surga dan Neraka.
Riwayatnya bersumber dari Imam Ahmad, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, dan 6 kitab lainnya. Tiap kutipan tampil lengkap — teks Arab beserta terjemahannya — disertai nama kitab dan nomor hadits agar dapat dicocokkan dengan kitab aslinya. Bahasan yang diriwayatkan lewat lebih dari satu jalur ditampilkan seluruhnya sebagai penguat, tidak diringkas menjadi satu.
Kerangka tema selengkapnya dapat dijelajahi lewat beranda.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Mush'ab] berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] dari [Yahya] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Aku adalah pemimpin anak Adam, orang yang pertama kali dibuka kuburnya, yang pertama kali memberi syafa'at dan diberi syafa'at."
Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ali bin Zaid] dari [Abu Nadhrah] dari [Abu Sa'id] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku adalah pemimpin anak Adam pada hari kiamat, dan ini bukannya aku sombong, aku adalah orang yang pertama kali dibuka kuburnya pada hari kiamat dan ini bukannya aku sombong, serta aku yang pertama kali yang memberi syafa'at dan ini bukannya aku sombong."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Isra`il] berkata; Berkata [Abu Ishaq] dari ['Abdullah bin Ghalib] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] berkata; Pemimpin keturunan Adam pada hari kiamat adalah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam.
Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah bercerita kepada kami [Syuraik] dari [Abu Ishaq] dari ['Abdullah bin Ghalib] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] berkata; Pemimpin keturunan Adam pada hari kiamat adalah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam.
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Muhammad] telah bercerita kepada kami [Syuraik] dari [Abu Ishaq] dari ['Abdullah bin Ghalib] dari [Hudzaifah bin Al Yaman] berkata; Pemimpin keturunan Adam pada hari kiamat adalah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam.
Telah menceritakan kepada kami [Ammar bin Muhammad] anak saudarinya Sufyan Ats Tsauri dari [Ibrahim] dari [Abu Al Ahwash] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengutus pada hari kiamat seorang pemanggil yang memanggil; Wahai anak Adam, sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk mengirirm utusan dari keturunanmu ke neraka. Lalu Adam berkata; Wahai Rabb, dari berapa? Dia mengatakan kepadanya: Dari setiap seratus, sembilan puluh sembilan." Lalu ada seorang laki-laki dari suatu kaum berkata; Siapa yang selamat dari kami setelah ini wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "Apakah kalian tahu, dari manusiakah itu? kamu tidak lain hanyalah seperti tahi lalat yang ada di dada keledai." Telah menceritakan kepada kami [Ubaidah] dari [Ibrahim bin Muslim Abu Ishaq Al Hajari] lalu dia menyabutkan maknanya dan berkata; Adam berkata wahai Robbku berapa yang harus saya utus?.
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Abdul 'Aziz bin Muhammad] dari [Tsaur] dari [Abu Al Ghaits] dari [Abu Hurairah] berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang pertama kali dipanggil pada hari kiamat adalah Adam, maka dikatakan; 'Ini adalah Adam bapak kalian, ' ia berkata; 'Wahai Tuhanku, aku telah memenuhi panggilan-Mu dan berbahagia dengan panggilan-Mu, ' maka kemudian Rabb kita berfirman kepadanya: 'Ambillah bagian Jahannam dari keturunanmu, ' Adam berkata; 'Berapa wahai Tuhanku? ' Allah berfirman: 'Keluarkan sembilan puluh sembilan dari setiap seratus." maka kami bertanya; "Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika setiap seratus orang dari kami diambil sembilan puluh sembilan, maka apa lagi yang tersisa dari kita?." beliau bersabda: "Sesungguhnya umatku seperti bulu putih pada sapi yang berwarna hitam."
Telah menceritakan kepadaku [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [saudaraku] dari [Sulaiman] dari [Tsaur] dari [Abu Al Ghaits] dari [Abu Hurairah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Yang pertama-tama dipanggil pada hari kiamat adalah Adam, lantas anak cucu keturunannya kelihatan dan diperkenalkan kepada mereka; 'Ini ayah pertama-tama kalian, Adam.' Adam menjawab; 'Baik dan aku memenuhi panggilan-Mu.' Allah bertitah; 'Datangkanlah utusan-utusan Jahannam dari anak cucumu! ' Adam bertanya; 'Wahai Rabb, berapa aku datangkan? ' Allah menjawab; 'datangkanlah dari setiap seratus orang, Sembilan puluh Sembilan orang!" Para sahabat berujar; 'Wahai Rasulullah, jika setiap seratus dari kami diambil Sembilan sepuluh orang, kami tinggal berapa? ' Nabi menjawab: "Umatku dibandingkan umat-umat lainnya hanyalah bagaikan sehelai rambut putih di seekor sapi hitam."
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Abu syaibah al-'Absyi] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [al-A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Sa'id] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berfirman, "Wahai Adam! Lalu Adam menyahut, "Aku penuhi panggilan-Mu dengan senang hati, dan kebaikan ada di tangan-Mu." Allah berfirman: "Keluarkan orang yang dikirimkan ke Neraka." Adam bertanya, "Berapa orang yang dikirim ke Neraka itu?" Allah berfirman: "Dari setiap seribu orang, dikeluarkan sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semua itu terjadi ketika anak-anak beruban: '(Wanita yang hamil akan gugur kandungan dan manusia berada di dalam keadaan mabuk, sedangkan sebenarnya mereka tidak mabuk tetapi siksa Allah yang amat dahsyat) ' (Qs. Al Hajj: 2). Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tersebut membingungkan para Sahabat. Maka mereka bertanya, "Wahai Rasulullah. Siapakah lelaki itu di antara kami dari seribu orang ini?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bergembiralah kamu karena di antara seribu itu ialah Yakjuj dan Makjuj, sedangkan dari kamu hanya satu orang." Kemudian beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku mengharapkan kamu menjadi seperempat dari penduduk Surga". Maka kami (para Sahabat) memuji Allah dan bertakbir. Beliau bersabda lagi: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku mengharapkan kamu akan menjadi sepertiga dari penduduk Surga." Kami memuji Allah dan bertakbir. Kemudian beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku mengharapkan kamu menjadi setengah dari penduduk Surga. Perumpamaan kamu di tengah-tengah umat lain, bagaikan sehelai bulu putih pada lembu hitam atau seperti tanda di betis Keledai." Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Waki']. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Abu Muawiyah] keduanya meriwayatkan dari [al-A'masy] dengan sanad ini, hanya saja keduanya menyebutkan, "Tidaklah kalian berada pada manusia pada waktu itu meliankan seperti bula putih pada sapi hitam atau bulu hitam pada sapi putih." Dan keduanya tidak menyebutkan, "Seperti tanda di betis keledai."
Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Sawwar] telah menceritakan kepada kami [Laits bin Sa'ad] dari [Mu'awiyah bin Shalih] bahwa [Abu 'Abdur Rahman] menceritakan kepadanya dari [Abu Umamah] bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Pada hari kiamat matahari mendekat seukuran satu mil, panasnya ditambahkan sekian dan sekian, serangga-serangga akan mendidih layaknya tungku, mereka mengeluarkan keringat berdasarkan kesalahan-kesalahan mereka, diantara mereka ada yang mencapai dua mata kaki, ada yang mencapai dua betis, ada yang mencapai pertengahannya dan ada yang dikekang keringat."
Telah bercerita kepada kami ['Ali bin Ishaq] telah bercerita kepada kami [Ibnu Al Mubarak] dari ['Abdur Rahman bin Yazid bin Jabir] telah bercerita kepadaku [Sulaim bin 'Amir] telah bercerita kepadaku [Al Miqdad, sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam] berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda: " "Ketika hari kiamat kelak, matahari akan didekatkan kepada manusia hingga seukuran satu atau dua mil, mereka disengat oleh matahari hingga mereka kebanjiran keringat menurut kadar amal mereka, diantara mereka ada yang dibanjiri keringat hingga dua mata kakinya, diantara mereka ada yang dibanjiri keringat hingga kedua lututnya, dan diantara mereka ada yang dibanjiri keringat hingga lehernya dan bahkan ada diantara mereka yang benar-benar ditenggelamkan."
Telah menceritakan kepada kami [Al Hakam bin Musa Abu Shalih] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Hamzah] dari [Abdurrahman bin Jabir] telah menceritakan kepadaku [Sulaim bin Amir] telah menceritakan kepadaku [Al Miqdad bin Al Aswad] berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: " Pada hari kiamat, matahari di dekatkan ke manusia hingga sebatas satu mil -berkata Sulaim bin Amir: Demi Allah, aku tidak tahu apakah beliau memaksudkan jarak bumi ataukah mil yang dipakai bercalak mata- lalu mereka berada dalam keringat sesuai amal perbuatan mereka, di antara mereka ada yang berkeringat hingga tumitnya, ada yang berkeringat hingga lututnya, ada yang berkeringat hingga pinggang dan ada yang benar-benar tenggelam oleh keringat." Al Miqdad berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam menunjuk dengan tangan ke mulut beliau.
Telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin Nashr] telah mengkhabarkan kepada kami [Ibnu Al Mubarak] telah mengkhabarkan kepada kami [Abdurrahman bin Yazid bin Jabir] telah menceritakan kepadaku [Sulaim bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Al Miqdad] sahabat Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam, berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Pada hari kiamat, matahari di dekatkan ke manusia hingga sebatas satu atau dua mil -berkata Sulam: Aku tidak tahu apakah maksud dua mil itu jarak bumi ataukah mil yang dipakai bercalak mata- lalu matahari melehkan mereka, lalu mereka berada dalam keringat sesuai amal perbuatan mereka, di antara mereka ada yang berkeringat hingga tumitnya, ada yang berkeringat hingga lututnya, ada yang berkeringat hingga pinggang dan ada yang benar-benar tenggelam oleh keringat." Aku melihat Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam menunjukkan tangan ke mulut, maksudnya benar-benar tenggelam. Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih dan dalam hal ini ada hadits serupa dari Abu Sa'id dan Ibnu Umar.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ubaidullah] telah menceritakan kepadaku [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, firman Allah: ' ((yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam) ' (Qs. Al Muthaffifiin: 6), beliau mengatakan: " (Yaitu) pada hari itu manusia berdiri di atas keringatnya hingga sebatas pertengahan daun telinganya."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ubaidullah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang firman-Nya: ' ((yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?) ' (Qs. Al Mutahffifiin: 6), beliau bersabda: "Ia berdiri di atas keringatnya hingga mencapai sebatas kedua telinganya."
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Ayyub] dari [Nafi'] dari [Abdullah bin Umar] radliyallahu Ta'ala 'anhuma, ia memarfu'kan hadis dalam firman-Nya Ta'ala: ' (Hari dimana semua manusia dibangkitkan menghadap Rabb semesta alam) ' (Qs Al Muthaffifiin: 6), beliau bersabda: "Mereka berdiri pada hari kiamat dalam genangan air keringat hingga sebatas pertengahan telinga mereka."
Telah menceritakan kepada kami [Hasan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Ayyub] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca ayat ini: YAUMA YAQUMUN NASU LI RABBIL ALAMIN (Ketika Manusia bangkit menuju Rabb semesta Alam) beliau bersabda: "Mereka bangkit sehingga keringat mereka mencapai telinga mereka."
Telah menceritakan kepada kami [Affan] telah menceritakan kepada kami [Shakhr bin Juwairiyah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata, Pernah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam membaca ayat "YAUMA YAQUUMUN NAASU LIROBBIL'AALAMIIN' (pada hari dimana manusia berdiri untuk menghadap Allah), tiba-tiba salah seorang dari mereka tenggelam dalam cucuran keringatnya yang mencapai setengah kedua telinganya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Maryam] Telah mengabarkan kepada kami [Al Mughirah bin 'Abdur Rahman] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh pada hari kiamat akan datang seseorang yang berbadan gemuk namun di sisi Allah timbangannya tidak dapat melebihi berat sayap seekor nyamuk. Bacalah ayat; …dan kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari kiamat, (Al Kahfi: 105). Dan dari [Yahya bin Bukair] dari [Al Mughirah bin Abdurrahman] dari [Abu Az Zinad] dengan Hadits yang serupa.
Telah menceritakan kepadaku [Abu Bakr bin Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] telah menceritakan kepadaku [Al Mughirah Al Hizami] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: Sungguh pada hari kiamat akan datang seseorang yang berbadan gemuk namun di sisi Allah timbangannya tidak dapat melebihi berat sayap seekor nyamuk. Bacalah ayat; …dan kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari kiamat (Al Kahfi: 105).
Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman], telah memberitakan kepada kami [Syu'aib] telah menceritakan kepada kami [Abu Az Zanad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] radliyallahu'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Dihari kiamat Allah menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya seraya mengatakan; 'Akulah Sang Raja, mana yang mendakwakan diri raja-raja bumi?"
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Hasan Al Asyqar] telah menceritakan kepada kami [Abu Kudainah] dari ['Atho`] dari [Abu Adl Dluha] dari [Ibnu Abbas], ia berkata; "Seorang Yahudi lewat di depan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang sedang duduk, lalu berkata; "Wahai Abul Qasim bagaimana menurutmu ketika Allah menciptakan langit seperti itu." Seraya menunjuk dengan telunjuknya."Bumi seperti ini, air seperti ini, gunung-gunung seperti ini dan semua makhluk seperti itu?" semuanya ditunjuk dengan jari telunjuknya. Maka Allah menurunkan ayat: (Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya.)
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Hasan Al Asyqar] telah menceritakan kepada kami [Abu Kudainah] dari ['Atha`] dari [Abu Adl Dluha] dari [Ibnu Abbas] ia berkata; Seorang yahudi lewat di depan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, saat itu beliau sedang duduk, lalu ia berkata; Wahai Abu Al Qosim, bagaimana menurutmu ketika Allah menciptakan langit seperti ini, sambil menunjuk dengan telunjuknya, bumi seperti ini, air seperti ini, gunung-gunung seperti ini, dan semua makhluk seperti ini? ---Semuanya ia isyaratkan dengan jari-jarinya---, ia [Ibnu Abbas] berkata; maka Allah Tabaraka wa Ta'ala menurunkan ayat, 'Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya.' (QS. Azzumar; 67).
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dari [Abdullah] ia berkata; Seorang laki-laki dari Ahlu Kitab datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu ia berkata; Wahai Abu Al Qosim, apakah telah sampai kepada engkau, bahwa Allah Azza wa Jalla membawa para makhlukNya pada satu jari, langit pada satu jari, bumi pada satu jari, pepohonan pada satu jari dan tanah pada satu jari. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tertawa hingga terlihat gerahamnya, maka Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat: (Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya.).
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Sufyan] telah menceritakan kepadaku [Manshur] dan [Sulaiman] dari [Ibrahim] dari [Abidah] dari [Abdullah] bahwa seorang yahudi mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata; Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah memegang langit di atas satu jari, bumi di atas satu jari, gunung di atas satu jari, para makhlukNya pada satu jari dan pepohonan pada satu jari. Kemudian ia berkata; Aku adalah malaikat. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tertawa hingga terlihat gerahamnya dan Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat: (Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya). Yahya berkata; berkata [Fudlail yaitu Ibnu Iyadl] merasa ta'jub dan membenarkannya.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Khalid] dari [Sa'id bin Abu Hilal] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atho' bin yasar] dari [Abu Sa'id Al Khudzri], Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada hari kiamat bumi bagaikan sekeping roti, Allah Al Jabbar memutar-mutarnya dengan tangan-Nya sebagaimana salah seorang diantara kalian bisa memutar-mutar rotinya dalam perjalanan sebagai kabar gembira penghuni surga." Selanjutnya ada seorang yahudi dan berujar; 'Kiranya Allah Arrahman memberkatimu wahai Abul Qasim, maukah kamu kuberitahu kabar gembira penghuni surga dihari kiamat nanti? ' "baik" Jawab Nabi. Lanjut si yahudi; 'Bumi ketika itu bagaikan sekeping roti' sebagaimana disabdakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Lantas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memandang kami dan tertawa hingga terlihat gigi serinya, kemudian Nabi berujar; "Maukah kamu kuberitahu lauk penghuni surga?" Lanjut beliau; "lauk mereka adalah sapi dan ikan paus." Mereka bertanya; 'Apa keistimewaan daging ini? ' Nabi menjawab: "sobekan hati ikan paus dan sapi itu, bisa disantap untuk tujuh puluh ribu orang."
Telah menceritakan kepada kami ['Abdul Malik bin Syu'aib bin Al Laits] telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [kakekku] telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Yazid] dari [Sa'id bin Abu Hilal] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atha bin Yasar] dari [Abu Sa'id Al Khudri] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Pada hari kiamat bumi itu akan seperti satu potong roti yang akan di ratakan oleh Allah dengan tangan-Nya hingga menjadi seimbang. Sebagaimana roti yang diratakan oleh salah seorang dari kalian diperjalanannya. sebagai hidangan bagi penghuni surga. Kemudian seorang laki-laki dari yahudi datang, ia berkata kepada beliau; "semoga Allah memberkahi kepadamu wahai Abu Qasim, beliau berkata kepadanya; maukah kamu kuberitahu tentang hidangan penghuni surga pada hari kiamat? Dia menjawab; 'Ya.' Beliau bersabda: bumi akan menjadi satu potong roti -sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tadi.- maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat kepada kami dan tertawa hingga terlihat gigi serinya. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bertanya; maukah kuberitahukan kepadamu tentang lauk pauk mereka. Dia menjawab; lauknya adalah balaam (bahasa Ibarahin) dan nun. Para sahabat bertanya; apakah itu? Beliau menjawab; yaitu seekor sapi, sedangkan nun adalah daging yang paling baik dari hatinya yang akan dimakan oleh tujuh puluh ribu penghuni surga yang masuk tanpa hisab.
Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Maryam] telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abu Hazim] mengatakan, aku mendengar [Sahal bin Sa'd] mengatakan, aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada hari kiamat manusia dikumpulkan diatas tanah putih cemerlang bagaikan roti yang bersih." Kata Sahal, disana tak ada satu tanda pun bagi seseorang.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Makhlad] dari [Muhammad bin Ja'far bin Abu Katsir] telah menceritakan kepadaku [Abu Hazim bin Dinar] dari [Sahl bin Sa'd] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Pada hari kiamat kelak manusia akan dikumpulkan di bumi yang sangat putih berbentuk bulat pipih dan datar tanpa ada tanda bagi siapapun di atasnya."
Telah menceritakan kepada kami [Mu'alla bin Asad] telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] dari [Ibnu Thawus] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] radliallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda: "Manusia dikumpulkan di hari kiamat dengan tiga jalan, untuk manusia yang harap-harap cemas, dua jalan untuk mereka yang menunggang unta, tiga jalan lagi untuk mereka yang menunggang unta, empat jalan lagi untuk mereka yang menunggang unta, dan sepuluh jalan lagi untuk mereka yang menunggang unta, sedang sisanya disatukan oleh neraka, neraka itu selalu menyertai mereka ketika mereka tidur siang, tidur malam, berpagi hari, dan bersore hari."
Telah menceritakan kepadaku [Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Ishaq]. Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Hatim] telah menceritakan kepada kami [Bahz] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Thawus] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Manusia dibangkitkan atas tiga kelompok, ada yang dalam keadaan senang ada pula yang merasa ketakutan. Ada dua orang yang menunggangi satu onta, ada tiga orang yang menunggangi satu onta, ada empat orang yang menunggangi satu onta bahkan ada sepuluh orang yang menunggangi satu onta, lalu sisanya dikumpulkan oleh api yang selalu menyertai mereka pada malam dan siang." Mereka berkata: "Pada pagi dan sore hari."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Al Mubarak] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Hisyam] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Wuhaib bin Khalid Abu Bakr] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Thawus] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Manusia akan dihimpun pada hari kiamat berdasarkan tiga kelompok: Mereka dalam keadaan berharap serta takut, dua orang di atas unta, tiga orang di atas unta, empat orang di atas unta, sepuluh orang di atas unta dan selebihnya dihimpun oleh api, api itu tidur siang bersama mereka ketika mereka tidur siang, bermalam bersama mereka ketika mereka bermalam, berada di pagi hari bersama mereka ketika mereka di pagi hari, dan api itu berada di sore hari ketika mereka di sore hari."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah mengabarkan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman Al A'masy] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Setiap pengkhianat akan memiliki bendera pada hari kiamat."
Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Dawud] telah mengabarkan kepada kami [Syu'bah] dari [Al A'masy] ia mendengar [Abu Wa`il] menceritakan dari [Abdullah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: "Setiap pengkhianat akan memiliki bendera, dikatakan ini adalah bendera fulan."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] dan ['Affan] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman], 'Affan berkata; Telah menceritakan kepada kami Sulaiman dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: "Setiap penghianat memiliki bendera pada hari kiamat." Ibnu Ja'far berkata; "Dikatakan; Ini penghianat fulan."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman] ia berkata; Aku mendengar [Abu Wa`il] menceritakan dari [Abdullah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: "Setiap penghianat memiliki bendera pada hari kiamat." Ibnu Ja'far berkata; "Dikatakan; Ini penghianat fulan."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ubaidullah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Para pengkhianat akan dikibarkan bendera baginya pada hari kiamat, dan dikatakan, 'Inilah pengkhianatan fulan bin fulan'."
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sulaim] berkata; aku mendengar [Isma'il bin Umayyah] menceritakan dari [Sa'id bin Abi Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: 'Tiga golongan yang Aku bersengketa dengan mereka pada hari kiamat, dan siapa yang Aku bersengketa dengannya maka Aku akan memusuhinya; seorang laki-laki yang memberi pemberian dengan nama-Ku kemudian ia menyelisihinya, seorang laki-laki yang menjual orang merdeka kemudian ia memakan hasil penjualannya dan seorang laki-laki yang menyewa seorang pekerja lalu pekerja itu menepatinya tetapi laki-laki itu tidak menepati bayarannya."
Telah menceritakan kepada saya [Bisyir bin Marhum] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sulaim] dari [Isma'il bin Umayyah] dari [Sa'id bin Abi Sa'id] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: Ada tiga jenis orang yang Aku menjadi musuh mereka pada hari qiyamat, seseorang yang bersumpah atas namaku lalu mengingkarinya, seseorang yang menjual orang yang telah merdeka lalu memakan (uang dari) harganya dan seseorang yang memperkerjakan pekerja kemudian pekerja itu menyelesaikan pekerjaannya namun tidak dibayar upahnya".
Telah menceritakan kepada saya [Yusuf bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada saya [Yahya bin Sulaim] dari [Isma'il bin Umayyah] dari [Sa'id bin Abi Sa'id] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: Ada tiga jenis orang yag aku berperang melawan mereka pada hari qiyamat, seseorang yang bersumpah atas namaku lalu mengingkarinya, seseorang yang berjualan orang merdeka lalu memakan (uang dari) harganya dan seseorang yang memperkerjakan pekerja kemudian pekerja itu menyelesaikan pekerjaannya namun tidak dibayar upahnya".
Telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin Sa'id] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sulim] dari [Isma'il bin Umayyah] dari [Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga orang yang akan menjadi musuhku pada hari kiamat, dan barangsiapa aku sebagai lawannya, maka aku akan memusuhinya pada hari kiamat; seorang laki-laki yang memberi dengan namaku tetapi dia berkhianat, seorang laki-laki yang menjual orang merdeka kemudian dia memakan hasil penjualan, dan seorang laki-laki yang menyewa pekerja, kemudian saat diminta pembayaran dia tidak mau membayar upahnya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Tiga golongan yang Allah tidak akan mengajak mereka bicara, tidak melihat mereka, tidak akan dibersihkan dari dosa-dosa, dan bagi mereka siksa yang pedih; seorang laki-laki yang berada di suatu tempat yang gersang ia mempunyai kelebihan air tetapi melarangnya dari orang lain, seorang laki-laki yang berbai'at kepada seorang imam ia tidak membai'atnya kecuali untuk nikmat dunia; jika ia mendapatkan pemberian ia akan tepati janji tetapi jika tidak mendapatkan pemberian ia ingkar janji, dan seorang laki-laki yang yang menjual barang setelah shalat `ashar lalu ia bersumpah atas nama Allah bahwa ia telah membelinya dengan harga sekian dan sekian, lalu si pembeli percaya, padahal tidak demikian halnya."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat dan tidak membersihkan dosanya pada hari kiamat, dan bagi mereka adalah siksa yang pedih; Seorang lelaki yang menghalangi ibnu sabil dari kelebihan air yang ia punya, Seorang lelaki yang bersumpah palsu untuk menjual dagangan setelah ashar, dan Seorang lelaki yang membai'at imam, jika mendapatkan santunan ia tepati dan jika tidak mendapatkan santunan ia ingkari."
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami ['Abdul Wahid bin Ziyad] dari [Al A'masy] berkata, aku mendengar [Abu Shalih] berkata, aku mendengar [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga jenis orang yang Allah Ta'ala tidak akan melihat mereka pada hari qiyamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka disediakan siksa yang pedih, yaitu seorang yang memiliki kelebihan air di jalan lalu dia tidak memberikannya kepada musafir, seorang yang membai'at imam dan dia tidak membai'atnya kecuali karena kepentingan-kepentingan duniawi, kalau dia diberikan dunia dia ridho kepadanya dan bila tidak dia marah dan seorang yang menjual dagangannya setelah 'Ashar lalu dia bersumpah; demi Allah Dzat yang tidak ada Ilah selain Dia subgguh aku telah memberikan (shadaqah) ini dan itu lalu sumpahnya itu dibenarkan oleh seseorang". Kemudian Beliau membaca ayat ini: artinya ("Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit…").
Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dari [Abu Shalih Tabi'in (As-Samman] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga jenis orang yang Allah Ta'ala tidak akan berbicara dengan mereka dan tidak akan melihat mereka pada hari qiyamat, yaitu seorang penjual yang bersumpah terhadap dagangannya dan dia mengaku telah memberi lebih kepada si pembeli dibandingkan yang ia berikan kepada manusia lainnya, padahal dia berdusta, dan seorang yang bersumpah dengan sumpah palsu setelah 'Ashar yang dengan sumpahnya itu dia berambisi untuk mengambil harta orang muslim, dan seseorang yang menolak membagi-bagikan kelebihan air sehingga Allah akan berfirman pada hari kiamat: "Aku tidak akan beri karuniaKu kepadamu karena kamu telah menghalangi sesutau yang bukan buah hasil kerja kamu". ['Ali] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sufyan] berulang kali dari ['Amru] yang dia mendengar [Abu Shalih] yang katanya dia dapat dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin 'Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Jarir bin 'AbdulHamid] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga golongan yang Allah tidak akan mengajak mereka bicara pada hari kiamat, tidak memandang mereka dan tidak pula mensucikan mereka, serta bagi mereka disediakan siksa yang pedih, yaitu seseorang yang memiliki kelebihan air di jalan lalu dia enggan memberikannya kepada ibnu sabil, seseorang yang berbai'at kepada seorang (pemimpin) dan dia tidak berbai'at kepadanya kecuali demi kepentingan duniawi, bila dia diberikan apa yang sesuai dengan keinginannya maka dia memelihara janjinya, namun bila tidak maka dia tidak memelihara janjinya, dan seseorang yang menawar barang dagangan kepada seseorang setelah waktu 'Ashar, lalu dia bersumpah atas nama Allah; sungguh dengan harga sekian sekian aku memperoleh barang seperti ini, padahal dia dusta belaka".
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Tiga golongan yang Allah tidak akan mengajak mereka bicara, tidak melihat mereka, tidak akan dibersihkan dari dosa-dosa, dan bagi mereka siksa yang pedih; seorang laki-laki yang berada di suatu tempat yang gersang ia mempunyai kelebihan air tetapi melarangnya dari orang lain, seorang laki-laki yang berbai'at kepada seorang imam ia tidak membai'atnya kecuali untuk nikmat dunia; jika ia mendapatkan pemberian ia akan tepati janji tetapi jika tidak mendapatkan pemberian ia ingkar janji, dan seorang laki-laki yang yang menjual barang setelah shalat `ashar lalu ia bersumpah atas nama Allah bahwa ia telah membelinya dengan harga sekian dan sekian, lalu si pembeli percaya, padahal tidak demikian halnya."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat dan tidak membersihkan dosanya pada hari kiamat, dan bagi mereka adalah siksa yang pedih; Seorang lelaki yang menghalangi ibnu sabil dari kelebihan air yang ia punya, Seorang lelaki yang bersumpah palsu untuk menjual dagangan setelah ashar, dan Seorang lelaki yang membai'at imam, jika mendapatkan santunan ia tepati dan jika tidak mendapatkan santunan ia ingkari."
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami ['Abdul Wahid bin Ziyad] dari [Al A'masy] berkata, aku mendengar [Abu Shalih] berkata, aku mendengar [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga jenis orang yang Allah Ta'ala tidak akan melihat mereka pada hari qiyamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka disediakan siksa yang pedih, yaitu seorang yang memiliki kelebihan air di jalan lalu dia tidak memberikannya kepada musafir, seorang yang membai'at imam dan dia tidak membai'atnya kecuali karena kepentingan-kepentingan duniawi, kalau dia diberikan dunia dia ridho kepadanya dan bila tidak dia marah dan seorang yang menjual dagangannya setelah 'Ashar lalu dia bersumpah; demi Allah Dzat yang tidak ada Ilah selain Dia subgguh aku telah memberikan (shadaqah) ini dan itu lalu sumpahnya itu dibenarkan oleh seseorang". Kemudian Beliau membaca ayat ini: artinya ("Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit…").
Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin 'Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Jarir bin 'AbdulHamid] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga golongan yang Allah tidak akan mengajak mereka bicara pada hari kiamat, tidak memandang mereka dan tidak pula mensucikan mereka, serta bagi mereka disediakan siksa yang pedih, yaitu seseorang yang memiliki kelebihan air di jalan lalu dia enggan memberikannya kepada ibnu sabil, seseorang yang berbai'at kepada seorang (pemimpin) dan dia tidak berbai'at kepadanya kecuali demi kepentingan duniawi, bila dia diberikan apa yang sesuai dengan keinginannya maka dia memelihara janjinya, namun bila tidak maka dia tidak memelihara janjinya, dan seseorang yang menawar barang dagangan kepada seseorang setelah waktu 'Ashar, lalu dia bersumpah atas nama Allah; sungguh dengan harga sekian sekian aku memperoleh barang seperti ini, padahal dia dusta belaka".
Telah menceritakan kepada kami ['Abdan] dari [Abu hamzah] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] mengatakan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga orang yang Allah tidak mengajak bicara pada hari kiamat, tidak menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang pedih, seseorang yang terus membiarkan kelebihan air di jalan untuk mencegah ibnus sabil, dan seseorang yang berbaiat kepada imam, yang ia tidak berbaiat kepadanya selain untuk duniawi, jika imam memberi yang diinginkannya maka ia memenuhinya, namun jika tidak, ia tidak menunaikannya, dan seseorang yang melakukan transaksi jual beli dengan seseorang setelah `ashr, lantas si pembeli bersumpah dengan nama Allah, bahwa ia pernah membeli dengan harga sekian-sekian dan itu diberikan, lantas si penjual memberikannya (membenarkannya), sehingga si pembeli bisa mengambilnya padahal sebenarnya dengan harga tawarannya tak bisa mendapat barang."
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [Ashim bin Muhammad yakni Ibnu Zaid bin Abdillah bin Umar bin Khaththab] dari saudaranya [Umar bin Muhammad] dari [Abdullah bin Yasar] (budak Ibnu Umar) saya menyaksikan, saya mendengar [Salim] berkata, [Abdullah Radliyallahu'anhuma] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga golongan yang tidak masuk surga dan Allah tidak melihat mereka kelak pada hari kiamat yaitu, seorang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, seorang wanita yang menyerupai laki-laki dan Dayyuts. Dan tiga golongan yang Allah tidak melihat mereka kelak pada hari kiamat yaitu, seorang yang durhaka kepada kepada kedua orangtuanya, pecandu khamer dan orang yang mengungkit-ngungkit pemberian."
Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zura'i] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami ['Umar bin Muhammad] dari ['Abdullah bin Yasar] dari [Salim bin 'Abdullah] dari [Bapaknya] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat; anak yang durhaka kepada orang tua, wanita yang menyerupai laki-laki, dan Dayyuts, yaitu seorang yang merelakan keluarganya berbuat kekejian. Dan tiga golongan mereka tidak akan masuk surga; anak yang durhaka kepada orang tua, pecandu khamer, dan orang yang selalu menyebut-nyebut pemberiannya."
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [Ashim bin Muhammad yakni Ibnu Zaid bin Abdillah bin Umar bin Khaththab] dari saudaranya [Umar bin Muhammad] dari [Abdullah bin Yasar] (budak Ibnu Umar) saya menyaksikan, saya mendengar [Salim] berkata, [Abdullah Radliyallahu'anhuma] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga golongan yang tidak masuk surga dan Allah tidak melihat mereka kelak pada hari kiamat yaitu, seorang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, seorang wanita yang menyerupai laki-laki dan Dayyuts. Dan tiga golongan yang Allah tidak melihat mereka kelak pada hari kiamat yaitu, seorang yang durhaka kepada kepada kedua orangtuanya, pecandu khamer dan orang yang mengungkit-ngungkit pemberian."
Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zura'i] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami ['Umar bin Muhammad] dari ['Abdullah bin Yasar] dari [Salim bin 'Abdullah] dari [Bapaknya] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat; anak yang durhaka kepada orang tua, wanita yang menyerupai laki-laki, dan Dayyuts, yaitu seorang yang merelakan keluarganya berbuat kekejian. Dan tiga golongan mereka tidak akan masuk surga; anak yang durhaka kepada orang tua, pecandu khamer, dan orang yang selalu menyebut-nyebut pemberiannya."
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [Ashim bin Muhammad yakni Ibnu Zaid bin Abdillah bin Umar bin Khaththab] dari saudaranya [Umar bin Muhammad] dari [Abdullah bin Yasar] (budak Ibnu Umar) saya menyaksikan, saya mendengar [Salim] berkata, [Abdullah Radliyallahu'anhuma] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga golongan yang tidak masuk surga dan Allah tidak melihat mereka kelak pada hari kiamat yaitu, seorang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, seorang wanita yang menyerupai laki-laki dan Dayyuts. Dan tiga golongan yang Allah tidak melihat mereka kelak pada hari kiamat yaitu, seorang yang durhaka kepada kepada kedua orangtuanya, pecandu khamer dan orang yang mengungkit-ngungkit pemberian."
Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zura'i] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami ['Umar bin Muhammad] dari ['Abdullah bin Yasar] dari [Salim bin 'Abdullah] dari [Bapaknya] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat; anak yang durhaka kepada orang tua, wanita yang menyerupai laki-laki, dan Dayyuts, yaitu seorang yang merelakan keluarganya berbuat kekejian. Dan tiga golongan mereka tidak akan masuk surga; anak yang durhaka kepada orang tua, pecandu khamer, dan orang yang selalu menyebut-nyebut pemberiannya."
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [Ashim bin Muhammad yakni Ibnu Zaid bin Abdillah bin Umar bin Khaththab] dari saudaranya [Umar bin Muhammad] dari [Abdullah bin Yasar] (budak Ibnu Umar) saya menyaksikan, saya mendengar [Salim] berkata, [Abdullah Radliyallahu'anhuma] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga golongan yang tidak masuk surga dan Allah tidak melihat mereka kelak pada hari kiamat yaitu, seorang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, seorang wanita yang menyerupai laki-laki dan Dayyuts. Dan tiga golongan yang Allah tidak melihat mereka kelak pada hari kiamat yaitu, seorang yang durhaka kepada kepada kedua orangtuanya, pecandu khamer dan orang yang mengungkit-ngungkit pemberian."
Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zura'i] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami ['Umar bin Muhammad] dari ['Abdullah bin Yasar] dari [Salim bin 'Abdullah] dari [Bapaknya] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat; anak yang durhaka kepada orang tua, wanita yang menyerupai laki-laki, dan Dayyuts, yaitu seorang yang merelakan keluarganya berbuat kekejian. Dan tiga golongan mereka tidak akan masuk surga; anak yang durhaka kepada orang tua, pecandu khamer, dan orang yang selalu menyebut-nyebut pemberiannya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Nadlr] dan [Husain] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Asy'ats] telah menceritakan kepadaku [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Allah tidak sudi melihat kepada musbil (orang yang memanjangkan kainnya menutupi mata kaki)."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah mengabarkan kepada kami [Ayyub] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya orang yang menjulurkan pakaiannya karena sombong, Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat." [Nafi'] berkata, " [Telah diberitahukan kepadaku] bahwa [Ummu Salamah] bertanya, "Lalu bagaimana dengan kami?" Beliau menjawab: "Turunkanlah satu jengkal." Ummu Salamah bertanya lagi, "Kalau begitu, telapak kaki kami terlihat?" Beliau menjawab: "Turunkanlah satu jengkal dan tidak lebih dari itu."
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Zaid bin Aslam], cucunya Abdullah bin Waqid mendengar [Ibnu Umar], "Hai anakku, Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah 'azza wajalla tidak akan melihat kepada orang yang menujulurkan kainnya karena sombong."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Dawud] yakni Ibnu Qais dari [Zaid bin Zaid bin Aslam] ia berkata, "Ayahku pernah mengutusku ke rumah [Ibnu Umar], lalu aku berkata, 'Bolehkah aku masuk? ' Ibnu Umar pun mengenal suaraku lalu berkata, 'Wahai anakku, jika engkau mendatangi suatu kaum maka ucapkanlah; 'ASSALAAMU 'ALAIKUM', jika mereka menjawab salammu maka katakan, 'Bolehkah aku masuk? ' Ibnu Umar melanjutkan, "Kemudian ia melihat anaknya menjulurkan kainnya, ia pun mengatakan, 'Naikkanlah kainmu! Sungguh, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena kesombongan, niscaya Allah tidak akan melihatnya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] Aku mendengar [Muharib bin Ditsar] Aku mendengar [Ibnu Umar] mengatakan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena kesombongannya, niscaya Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu 'Ajlan] aku mendengar [bapakku] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tiga golongan yang tidak Allah lihat, yaitu pada hari kiamat; seorang pemimpin yang pendusta, orang lansia pezina dan pekerja (miskin) yang angkuh."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Al A'masy] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat dan tidak membersihkan dosanya pada hari kiamat, dan bagi mereka adalah siksa yang pedih; orang tua pezina, pemimpin pendusta dan orang fakir yang sombong."
Dan telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dan [Abu Muawiyah] dari [al-A'masy] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga orang yang mana Allah tidak mengajak mereka berbicara pada hari kiamat, dan tidak mensucikan mereka." Abu Mu'awiyah menyebutkan, "Dan tidak melihat kepada mereka. Dan mereka mendapatkan siksa yang pedih: yaitu orang tua yang pezina, pemimpin yang pendusta, dan orang miskin yang sombong."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu 'Ajlan] dia berkata; Aku mendengar [Bapakku] bercerita dari [Abu Hurairah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat; 'Seorang yang sudah tua berzina, orang miskin namun sombong, dan pemimpin yang pendusta."
Telah bercerita kepada kami ['Umar bin Hafsh bin Ghiyats] telah bercerita kepada kami [bapakku] telah bercerita kepada kami [Al A'masy] berkata telah bercerita kepadaku ['Abdullah bin Murrah] dari [Masruq] dari ['Abdullah radliallahu 'anhu] berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak satupun jiwa yang terbunuh secara zhalim melainkan anak Adam yang pertama ikut menanggung dosa pertumpahan darah itu karena dialah orang pertama yang mencontahkan pembunuhan".
Telah menceritakan kepada kami [Umar bin Hafsh] telah menceritakan kepada kami [Ayahku] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] telah menceritakan kepadaku [Syaqiq], aku mendengar [Abdullah] radhilayyahu'anhu mengatakan; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Yang pertama-tama diputuskan diantara manusia (dihari kiamat) adalah masalah darah."
Telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin Musa] dari [Al A'masy] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] mengatakan; 'Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Masalah pertama yang diputuskan hari kiamat adalah masalah darah."
Telah menceritakan kepada kami [Qabishah] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al A'masy] dari ['Abdullah bin Murrah] dari [Masruq] dari [Abdullah] radliallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seseorang membunuh, melainkan anak Adam pertama (Qabil) turut menanggung dosanya."
Telah menceritakan kepada kami [Al Humaidi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari ['Abdullah bin Murrah] dari [Masruq] dari [Abdullah] mengatakan, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seseorang dibantai secara zhalim, selain anak Adam pertama turut menanggung dosanya." Adakalanya Sufyan menyebutkan dengan redaksi, "Menanggung dosa darah yang ditumpahkan, sebab dialah yang pertama-tama melakukannya."
Telah menceritakan kepada kami ['Abbad bin 'Abbad] dari [Ayyub] dari ['Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menggambar suatu gambar (makhluk hidup), niscaya dia akan disiksa pada Hari Kiamat untuk meniupkan ruh padanya padahal dia tidak mampu melakukannya. Barangsiapa mengaku telah bermimpi padahal dia tidak bermimpi, niscaya akan disiksa pada Hari Kiamat untuk mengikat dua biji gandum padahal dia tidak akan mampu. Barangsiapa mendengar pembicaraan suatu kaum yang mereka tidak ingin pembicaran itu didengarnya, niscaya akan disiksa dengan dituangkan pada kedua telinganya pada Hari Kiamat."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [An Nadlr bin Anas] berkata; Aku berada di sisi [Ibnu 'Abbas], saat itu dia sedang memberi fatwa kepada orang-orang, dia tidak menyandarkan sedikit pun dari fatwa-fatwanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, hingga seorang dari penduduk Iraq mendatanginya dan berkata; "Aku adalah seorang penduduk Iraq dan akulah yang membuat gambar gambar itu, maka Ibnu 'Abbas berkata kepadanya; "Mendekatlah." Dia mengatakan dua atau tiga kali lalu dia pun mendekat. Ibnu 'Abbas berkata kepadanya; Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menggambar suatu gambar di dunia maka pada hari kiamat akan dibebankan kepadanya untuk meniupkan ruh ke dalamnya sedangkan ia tidak akan sanggup meniupkan ruh."
Telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la bin Abdul A'la] dari [Yahya] yakni Ibnu Abu Ishaq, dari [Sa'id bin Abu Al Hasan] berkata; seorang laki-laki datang kepada [Ibnu Abbas] lalu berkata; "Wahai Abu Al Abbas, sesungguhnya aku adalah orang yang menggambar gambar-gambar ini dan aku yang membuat gambar-gambar ini." Ibnu Abbas berkata; "Dekatkan ia padaku." Lalu orang itu mendekat kepadanya sampai meletakkan tangannya di atas kepalanya. Ibnu Abbas berkata; "Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Setiap penggambar di Neraka. Akan dibuatkan jiwa untuknya pada setiap gambar yang digambarnya, yang akan menyiksanya di dalam Jahannam." Jika engkau harus melakukannya maka gambarlah pepohonan atau sesuatu yang tidak memiliki nyawa."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bisyr] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu 'Arubah] bahwa ia menyaksikan [Abu Nadlr bin Anas], ia menceritakan kepada Qatadah bahwa ia menyaksikan [Abdullah bin Abbas] memberi fatwa kepada kepada manusia dan ia tidak menyebut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam fatwanya hingga datang seorang laki-laki lalu berkata; Aku adalah seorang laki-laki dari Iraq dan akulah yang membuat patung-patung itu. Maka ia (Ibnu Abbas) berkata dua atau tiga kali; Mendekatlah, aku telah mendengar Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, atau ia berkata; Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang menggambar suatu gambar (bernyawa) di dunia, pada hari kiamat nanti ia akan dibebankan untuk meniupkan ruh di dalamnya, sementara ia tidak dapat melakukannya."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barang siapa yang menggambar suatu gambar, maka ia akan diminta untuk meniupkan ruh padanya pada hari kiamat nanti, ia akan disiksa dan ia tidak akan pernah bisa meniupkannya. Barang siapa yang mengaku telah bermimpi (padahal dusta), maka ia akan diminta untuk menyimpulkan dua rambut." Atau beliau bersabda: "Di antara dua rambut. Kemudian ia akan disiksa dan ia tidak akan pernah mampu untuk menyimpulnya. Barang siapa mendengar perkataan suatu kaum, yang kaum itu membencinya, akan dituangkan cairan timah pada lubang telinganya pada hari kiamat." Isma'il berkata; Yakni Ar Rashash yaitu cairan timah.
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Hasan Al Asyqar] telah menceritakan kepada kami [Abu Kudainah] dari ['Atho`] dari [Abu Adl Dluha] dari [Ibnu Abbas], ia berkata; "Seorang Yahudi lewat di depan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang sedang duduk, lalu berkata; "Wahai Abul Qasim bagaimana menurutmu ketika Allah menciptakan langit seperti itu." Seraya menunjuk dengan telunjuknya."Bumi seperti ini, air seperti ini, gunung-gunung seperti ini dan semua makhluk seperti itu?" semuanya ditunjuk dengan jari telunjuknya. Maka Allah menurunkan ayat: (Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya.)
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Hasan Al Asyqar] telah menceritakan kepada kami [Abu Kudainah] dari ['Atha`] dari [Abu Adl Dluha] dari [Ibnu Abbas] ia berkata; Seorang yahudi lewat di depan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, saat itu beliau sedang duduk, lalu ia berkata; Wahai Abu Al Qosim, bagaimana menurutmu ketika Allah menciptakan langit seperti ini, sambil menunjuk dengan telunjuknya, bumi seperti ini, air seperti ini, gunung-gunung seperti ini, dan semua makhluk seperti ini? ---Semuanya ia isyaratkan dengan jari-jarinya---, ia [Ibnu Abbas] berkata; maka Allah Tabaraka wa Ta'ala menurunkan ayat, 'Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya.' (QS. Azzumar; 67).
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dari [Abdullah] ia berkata; Seorang laki-laki dari Ahlu Kitab datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu ia berkata; Wahai Abu Al Qosim, apakah telah sampai kepada engkau, bahwa Allah Azza wa Jalla membawa para makhlukNya pada satu jari, langit pada satu jari, bumi pada satu jari, pepohonan pada satu jari dan tanah pada satu jari. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tertawa hingga terlihat gerahamnya, maka Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat: (Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya.).
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Sufyan] telah menceritakan kepadaku [Manshur] dan [Sulaiman] dari [Ibrahim] dari [Abidah] dari [Abdullah] bahwa seorang yahudi mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata; Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah memegang langit di atas satu jari, bumi di atas satu jari, gunung di atas satu jari, para makhlukNya pada satu jari dan pepohonan pada satu jari. Kemudian ia berkata; Aku adalah malaikat. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tertawa hingga terlihat gerahamnya dan Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat: (Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya). Yahya berkata; berkata [Fudlail yaitu Ibnu Iyadl] merasa ta'jub dan membenarkannya.
Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Manshur bin Al Mu'tamir] dari [Ibrahim] dari [Abidah As Salmani] dari [Abdullah bin Mas'ud] ia berkata, "Seorang pendeta Yahudi mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata, "Wahai Muhammad, Atau, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya pada hari kiamat Allah 'azza wajalla memegang langit di atas satu jari, bumi di atas satu jari, gunung di atas satu jari, pepohonan pada satu jari, air dan embun di atas satu jari dan seluruh makhluk-Nya pada satu jari seraya berfirman: 'Aku adalah Penguasa'." Abdullah bin Mas'ud berkata, "Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tertawa hingga terlihat gerahamnya sebagai pembenaran dari ucapannya, beliau lalu membaca ayat: ' (Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya) ' (Qs. Az Zumar: 67). Telah menceritakan kepada kami [Aswad] telah menceritakan kepada kami [Isra`il] dari [Manshur], lalu ia menyebutkannya dengan sanad dan maknanya. Abdullah bin Mas'ud berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tertawa hingga terlihat gerahamnya sebagai bentuk pembenarannya atas ucapan Yahudi tersebut."
Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman], telah memberitakan kepada kami [Syu'aib] telah menceritakan kepada kami [Abu Az Zanad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] radliyallahu'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Dihari kiamat Allah menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya seraya mengatakan; 'Akulah Sang Raja, mana yang mendakwakan diri raja-raja bumi?"
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Muqatil] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri] telah menceritakan kepadaku [Said bin Al Musayyab] dari [Abu Hurairah] radliyallahu'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Allah menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya seraya mengatakan; 'Akulah Sang Raja, mana yang mendakwakan diri raja-raja bumi?"
Telah menceritakan kepadaku [Harmalah bin Yahya] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Wahb] telah mengabarkan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] telah menceritakan kepadaku [Ibnul Musayyab] bahwasanya [Abu Hurairah] berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Kelak di hari kiamat Allah Tabaraka wa Ta'ala akan menggenggam bumi dan menggulung langit dengan tangan kanan-Nya. Kemudian Dia berfirman: 'Akulah Raja (penguasa)! Mana yang mengaku raja-raja di bumi? '"
Dan telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari ['Umar bin Hamzah] dari [Salim bin 'Abdullah] telah mengabarkan kepadaku ['Abdullah bin 'Umar] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Pada hari kiamat kelak, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan melipat langit. Setelah itu, Allah akan menggenggamnya dengan tangan kanan-Nya sambil berkata: 'Akulah Sang Maha Raja. Di manakah sekarang orang-orang yang selalu berbuat sewenang-wenang? Dan di manakah orang-orang yang selalu sombong dan angkuh? ' Setelah itu, Allah akan melipat bumi dengan tangan kiri-Nya sambil berkata: 'Akulah Sang Maha Raja. Di manakah sekarang orang-orang yang sering berbuat sewenang-wenang? Di manakah orang-orang yang sombong? '"
Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Manshur] telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin 'Abdurrahman] telah menceritakan kepadaku [Abu Hazim] dari ['Ubaidullah bin Miqsam] bahwsanya dia pernah bertanya kepda ['Abdulah bin 'Umar]; Apa yang diceritakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam? Dia menjawab; Beliau bersabda: "Allah Azza Wa Jalla, menggenggam langit dan bumi dengan tangan-Nya seraya berfirman: Akulah Allah. Kemudian Dia genggam dan bentangkan jari-jari-Nya seraya berseru: 'Akulah Raja. Ibnu Umar berkata: hingga aku melihat bagian bawah mimbar bergerak-gerak. Sampai-sampai aku bergumam; "Apakah mimbar tersebut akan roboh bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam? Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Manshur] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Abu hazim] telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari ['Ubaidullah bin Miqsam] dari ['Abdullah bin 'Umar] dia berkata; aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berada di atas mimbar seraya bersabda: "Dzat yang Maha Perkasa, menggenggam langit dan bumi dengan tangan-Nya. -lalu dia menyebutkan yang serupa dengan Hadis Ya'qub.-
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Khalid] dari [Sa'id bin Abu Hilal] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atho' bin yasar] dari [Abu Sa'id Al Khudzri], Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada hari kiamat bumi bagaikan sekeping roti, Allah Al Jabbar memutar-mutarnya dengan tangan-Nya sebagaimana salah seorang diantara kalian bisa memutar-mutar rotinya dalam perjalanan sebagai kabar gembira penghuni surga." Selanjutnya ada seorang yahudi dan berujar; 'Kiranya Allah Arrahman memberkatimu wahai Abul Qasim, maukah kamu kuberitahu kabar gembira penghuni surga dihari kiamat nanti? ' "baik" Jawab Nabi. Lanjut si yahudi; 'Bumi ketika itu bagaikan sekeping roti' sebagaimana disabdakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Lantas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memandang kami dan tertawa hingga terlihat gigi serinya, kemudian Nabi berujar; "Maukah kamu kuberitahu lauk penghuni surga?" Lanjut beliau; "lauk mereka adalah sapi dan ikan paus." Mereka bertanya; 'Apa keistimewaan daging ini? ' Nabi menjawab: "sobekan hati ikan paus dan sapi itu, bisa disantap untuk tujuh puluh ribu orang."
Telah menceritakan kepada kami ['Abdul Malik bin Syu'aib bin Al Laits] telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [kakekku] telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Yazid] dari [Sa'id bin Abu Hilal] dari [Zaid bin Aslam] dari ['Atha bin Yasar] dari [Abu Sa'id Al Khudri] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Pada hari kiamat bumi itu akan seperti satu potong roti yang akan di ratakan oleh Allah dengan tangan-Nya hingga menjadi seimbang. Sebagaimana roti yang diratakan oleh salah seorang dari kalian diperjalanannya. sebagai hidangan bagi penghuni surga. Kemudian seorang laki-laki dari yahudi datang, ia berkata kepada beliau; "semoga Allah memberkahi kepadamu wahai Abu Qasim, beliau berkata kepadanya; maukah kamu kuberitahu tentang hidangan penghuni surga pada hari kiamat? Dia menjawab; 'Ya.' Beliau bersabda: bumi akan menjadi satu potong roti -sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tadi.- maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat kepada kami dan tertawa hingga terlihat gigi serinya. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bertanya; maukah kuberitahukan kepadamu tentang lauk pauk mereka. Dia menjawab; lauknya adalah balaam (bahasa Ibarahin) dan nun. Para sahabat bertanya; apakah itu? Beliau menjawab; yaitu seekor sapi, sedangkan nun adalah daging yang paling baik dari hatinya yang akan dimakan oleh tujuh puluh ribu penghuni surga yang masuk tanpa hisab.
Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Maryam] telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abu Hazim] mengatakan, aku mendengar [Sahal bin Sa'd] mengatakan, aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada hari kiamat manusia dikumpulkan diatas tanah putih cemerlang bagaikan roti yang bersih." Kata Sahal, disana tak ada satu tanda pun bagi seseorang.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah]; telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Makhlad] dari [Muhammad bin Ja'far bin Abu Katsir] telah menceritakan kepadaku [Abu Hazim bin Dinar] dari [Sahl bin Sa'd] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Pada hari kiamat kelak manusia akan dikumpulkan di bumi yang sangat putih berbentuk bulat pipih dan datar tanpa ada tanda bagi siapapun di atasnya."
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Ishaq] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Mubarak] dari [Yunus] daru [Az Zuhri] berkata; telah menceritakan kepadaku [Sa'id Ibnul Musayyab] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Allah akan mengenggam bumi serta melipat langit dengan tangan kanan-Nya, kemudian berfirman; "Akulah raja maka dimana para raja bumi?"
Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin 'Ufair] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Al Laits] dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin Khalid bin Musafir] dari [Ibnu Syihab] dari [Abu Salamah] bahwa [Abu Hurairah] berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanannya seraya berkata: 'Akulah Raja, mana yang mengaku raja dibumi? '"
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Shalih] telah menceritakan kepada kami [Ibn Wahb] telah mengabarkan kepadaku [Yunus] dari [Ibn Syihab] dari [Sa'id] -yaitu Ibnul Musayyab- dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada hari kiamat Allah menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya serta berkata 'Akulah sang raja, mana raja-raja bumi?" Dan [Syu'aib] dan [Azzubaidi] dan [Ibn Musafir] dan [Ishaq bin Yahya] juga berkata dari [Az Zuhri] dan [Abu Salmah] semisalnya."
Telah menceritakan kepada kami [Muqaddam bin Muhammad bin Yahya] berkata, telah menceritakan kepadaku pamanku [Alqasim bin Yahya] dari [Ubaidullah] dari [Nafi'] dari [Ibn Umar] radliyallahu'anhuma, dari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, beliau bersabda: "Pada hari kiamat Allah menggenggam bumi dan langit berada di tangan kanan-Nya, lantas Allah berfirman 'Aku lah sang raja'." [Sa'id] meriwayatkannya dari [Malik] dan [Umar bin Hamzah] berkata, 'Aku mendengar [Salim] aku mendengar [Ibn Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan hadis ini." Dan [Abul Yaman] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Azzuhri] telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah] bahwa [Abu Hurairah] berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah menggenggam bumi."
Telah menceritakan kepada kami [Harmalah bin Yahya] dan [Yunus bin Abdul A'la] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Wahab] berkata, telah mengabarkan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dari [Sa'id bin Al Musayyab] bahwa [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah akan menggenggam bumi pada hari kiamat dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya, kemudian berfirman: 'Akulah raja, mana raja-raja bumi? '"
Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Sawwar] telah menceritakan kepada kami [Laits bin Sa'ad] dari [Mu'awiyah bin Shalih] bahwa [Abu 'Abdur Rahman] menceritakan kepadanya dari [Abu Umamah] bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Pada hari kiamat matahari mendekat seukuran satu mil, panasnya ditambahkan sekian dan sekian, serangga-serangga akan mendidih layaknya tungku, mereka mengeluarkan keringat berdasarkan kesalahan-kesalahan mereka, diantara mereka ada yang mencapai dua mata kaki, ada yang mencapai dua betis, ada yang mencapai pertengahannya dan ada yang dikekang keringat."
Telah bercerita kepada kami ['Ali bin Ishaq] telah bercerita kepada kami [Ibnu Al Mubarak] dari ['Abdur Rahman bin Yazid bin Jabir] telah bercerita kepadaku [Sulaim bin 'Amir] telah bercerita kepadaku [Al Miqdad, sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam] berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda: " "Ketika hari kiamat kelak, matahari akan didekatkan kepada manusia hingga seukuran satu atau dua mil, mereka disengat oleh matahari hingga mereka kebanjiran keringat menurut kadar amal mereka, diantara mereka ada yang dibanjiri keringat hingga dua mata kakinya, diantara mereka ada yang dibanjiri keringat hingga kedua lututnya, dan diantara mereka ada yang dibanjiri keringat hingga lehernya dan bahkan ada diantara mereka yang benar-benar ditenggelamkan."
Telah bercerita kepada kami [Musaddad] telah bercerita kepada kami ['Abdul 'Aziz Al Mukhtar] telah bercerita kepada kami ['Abdullah Ad Danaj] berkata telah bercerita kepadaku [Abu Salamah bin 'Abdur Rahman] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Matahari dan bulan akan digulung pada hari qiyamat".
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Kita datang paling akhir dan paling pertama nanti dihari kiamat, Cuma setiap umat, " dan satu kali dia berkata; "Cuma bahwa" Ibnu Thawus menggabungkannya, lalu dia berkata; salah satu dari keduanya berkata: "Cuma bahwa, " dan yang lain mengatakan; "Cuma setiap umat telah diberikan kitab sebelum kita, sedangkan kita diberikan setelah mereka. Dan hari ini adalah hari dimana Allah telah menetapkan atas mereka lalu mereka berselisih di dalamnya, dan Allah memberikan petunjuk kepada kita sehingga manusia mengikuti kita dalam perkara ini (hari raya, pent), untuk Yahudi besok hari dan untuk Nasrani hari setelahnya."
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Thawus] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dan [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] dan sanad hadis ini sampai kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau bersabda: "Kita datang terakhir dan kita yang pertama nanti di hari kiamat, Cuma mereka telah diberikan kitab sebelum kita sebagaimana kita telah diberikan kitab sesudah mereka. Dan inilah hari (jum'at) yang mana Allah `Azza Wa Jalla telah menetapkan atas mereka tetapi mereka menyeselisihinya. Lalu Allah memberikan kepada kita petunjuk atas penetapan itu, maka manusia adalah pengikut bagi kita, hari untuk Yahudi adalah besok dan untuk Nasrani adalah setelahnya." Salah satu dari keduanya berkata; "baida" dan yang lainnya berkata; "baaida"
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Idris] berkata; aku mendengar dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Kita datang terakhir dan kita yang pertama nanti di hari kiamat, Cuma mereka diberikan kitab sebelum kita dan kita diberikan kitab setelah mereka, dan inilah hari di mana mereka diperintahkan tetapi mereka menyelisihinya, sehingga Allah menjadikan hari ini sebagai hari raya buat kita, hari ini adalah untuk kita, besok bagi Yahudi dan setelah besoknya bagi Nasrani."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Kita datang terakhir dan akan bangkit pertama kali kelak dihari kiamat, kita adalah manusia pertama yang akan masuk ke dalam surga, meskipun mereka telah diberi al kitab sebelum kita dan kita diberikan setelah mereka, lalu Allah memberikan hidayah kepada kita terhadap kebenaran yang mereka berpecah belah di dalamanya. Dan inilah hari (hari jum'at) yang Allah memberikan petunjuk kepada kita, manusia mengikuti kita dihari ini, besok untuk yahudi dan besoknya lagi untuk nashrani."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Ibnu Thawus] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah]. Dan dari [Hammam bin Munabbih] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Kita terakhir dan pertama kelak di hari kiamat meskipun mereka telah diberi al kitab sebelum kita dan kita diberi al kitab setelah mereka, maka ini adalah hari dimana mereka mendapatkan kewajiban tapi kemudian mereka menyelisihi, lalu Allah berikan hidayah kepada kita pada hari itu, maka manusia mengikuti kita pada hari itu, besok untuk yahudi dan besoknya lagi untuk nashrani."
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sulaim] berkata; aku mendengar [Isma'il bin Umayyah] menceritakan dari [Sa'id bin Abi Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: 'Tiga golongan yang Aku bersengketa dengan mereka pada hari kiamat, dan siapa yang Aku bersengketa dengannya maka Aku akan memusuhinya; seorang laki-laki yang memberi pemberian dengan nama-Ku kemudian ia menyelisihinya, seorang laki-laki yang menjual orang merdeka kemudian ia memakan hasil penjualannya dan seorang laki-laki yang menyewa seorang pekerja lalu pekerja itu menepatinya tetapi laki-laki itu tidak menepati bayarannya."
Telah menceritakan kepada saya [Bisyir bin Marhum] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sulaim] dari [Isma'il bin Umayyah] dari [Sa'id bin Abi Sa'id] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: Ada tiga jenis orang yang Aku menjadi musuh mereka pada hari qiyamat, seseorang yang bersumpah atas namaku lalu mengingkarinya, seseorang yang menjual orang yang telah merdeka lalu memakan (uang dari) harganya dan seseorang yang memperkerjakan pekerja kemudian pekerja itu menyelesaikan pekerjaannya namun tidak dibayar upahnya".
Telah menceritakan kepada saya [Yusuf bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada saya [Yahya bin Sulaim] dari [Isma'il bin Umayyah] dari [Sa'id bin Abi Sa'id] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: Ada tiga jenis orang yag aku berperang melawan mereka pada hari qiyamat, seseorang yang bersumpah atas namaku lalu mengingkarinya, seseorang yang berjualan orang merdeka lalu memakan (uang dari) harganya dan seseorang yang memperkerjakan pekerja kemudian pekerja itu menyelesaikan pekerjaannya namun tidak dibayar upahnya".
Telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin Sa'id] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sulim] dari [Isma'il bin Umayyah] dari [Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga orang yang akan menjadi musuhku pada hari kiamat, dan barangsiapa aku sebagai lawannya, maka aku akan memusuhinya pada hari kiamat; seorang laki-laki yang memberi dengan namaku tetapi dia berkhianat, seorang laki-laki yang menjual orang merdeka kemudian dia memakan hasil penjualan, dan seorang laki-laki yang menyewa pekerja, kemudian saat diminta pembayaran dia tidak mau membayar upahnya."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Al A'masy] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat dan tidak membersihkan dosanya pada hari kiamat, dan bagi mereka adalah siksa yang pedih; orang tua pezina, pemimpin pendusta dan orang fakir yang sombong."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu 'Ajlan] aku mendengar [bapakku] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tiga golongan yang tidak Allah lihat, yaitu pada hari kiamat; seorang pemimpin yang pendusta, orang lansia pezina dan pekerja (miskin) yang angkuh."
Dan telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dan [Abu Muawiyah] dari [al-A'masy] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga orang yang mana Allah tidak mengajak mereka berbicara pada hari kiamat, dan tidak mensucikan mereka." Abu Mu'awiyah menyebutkan, "Dan tidak melihat kepada mereka. Dan mereka mendapatkan siksa yang pedih: yaitu orang tua yang pezina, pemimpin yang pendusta, dan orang miskin yang sombong."
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu 'Ajlan] dia berkata; Aku mendengar [Bapakku] bercerita dari [Abu Hurairah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat; 'Seorang yang sudah tua berzina, orang miskin namun sombong, dan pemimpin yang pendusta."
Telah mengabarkan kepada kami [Abu Dawud] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami ['Arim] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Hammad] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin 'Umar] dari [Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Empat golongan yang Allah Azza wa Jalla membenci mereka; "Penjual yang suka bersumpah, orang fakir yang sombong, orang tua renta yang berzina, dan pemimpin yang durjana."
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [Ashim bin Muhammad yakni Ibnu Zaid bin Abdillah bin Umar bin Khaththab] dari saudaranya [Umar bin Muhammad] dari [Abdullah bin Yasar] (budak Ibnu Umar) saya menyaksikan, saya mendengar [Salim] berkata, [Abdullah Radliyallahu'anhuma] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga golongan yang tidak masuk surga dan Allah tidak melihat mereka kelak pada hari kiamat yaitu, seorang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, seorang wanita yang menyerupai laki-laki dan Dayyuts. Dan tiga golongan yang Allah tidak melihat mereka kelak pada hari kiamat yaitu, seorang yang durhaka kepada kepada kedua orangtuanya, pecandu khamer dan orang yang mengungkit-ngungkit pemberian."
Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zura'i] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami ['Umar bin Muhammad] dari ['Abdullah bin Yasar] dari [Salim bin 'Abdullah] dari [Bapaknya] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat; anak yang durhaka kepada orang tua, wanita yang menyerupai laki-laki, dan Dayyuts, yaitu seorang yang merelakan keluarganya berbuat kekejian. Dan tiga golongan mereka tidak akan masuk surga; anak yang durhaka kepada orang tua, pecandu khamer, dan orang yang selalu menyebut-nyebut pemberiannya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ubaid] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] ia berkata; [Abdullah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perkara pertama yang akan diputuskan di antara manusia pada hari kiamat adalah dalam masalah darah (pembunuhan)."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman] berkata; Aku mendengar [Abu Wa`il] menceritakan [Abdullah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya perkara pertama yang akan ditegakkan di antara para hamba adalah dalam urusan darah."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dan [Humaid Ar Ru`asi] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Wa`il], [Humaid] berkata; [Syaqiq bin Salamah] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perkara pertama yang akan ditegakkan di antara manusia pada hari kiamat adalah dalam urusan darah." Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman] ia berkata; Aku mendengar [Abu Wa`il], lalu ia menyebutkannya.
Telah menceritakan kepada kami [Umar bin Hafsh] telah menceritakan kepada kami [Ayahku] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] telah menceritakan kepadaku [Syaqiq], aku mendengar [Abdullah] radhilayyahu'anhu mengatakan; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Yang pertama-tama diputuskan diantara manusia (dihari kiamat) adalah masalah darah."
Telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin Musa] dari [Al A'masy] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] mengatakan; 'Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Masalah pertama yang diputuskan hari kiamat adalah masalah darah."
Telah menceritakan kepada kami [Suraij], telah menceritakan kepada kami [Hasyraj] dari [Abu Nushairah] dari [Abu 'Asib] dia berkata; "Suatu malam Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam keluar dan melewatiku, beliau memanggilku, maka akupun keluar, kemudian beliau melewati Abu Bakar dan memanggilnya, maka diapun keluar menemui beliau, beliau melewati Umar dan memanggilnya, Umarpun keluar menemui beliau, beliau berjalan hingga memasuki suatu kebun milik salah seorang sahabat Anshar, seraya bersabda kepada pemilik kebun; "Berilah kami kurma!." Si pemilik kebun datang dengan membawa segantang kurma, lalu ia meletakkan kurma tersebut dan memakannya, Rasulullah beserta para sahabatnyapun ikut memakannya, kemudian beliau meminta air dingin dan meminumnya lalu bersabda: "Pasti nikmat ini akan di tanyakan pada hari Kiamat kelak." [Abu 'Asib] berkata; kemudian Umar mengambil segantang kurma dan membantingnya ke tanah sehingga berceceranlah kurma itu di hadapan Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam, ia bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah kita akan ditanya tentang ini pada hari Kiamat kelak?." Beliau menjawab: "Ya, kecuali dari tiga hal; secarik kain yang digunakan seseorang untuk menutup auratnya atau secuil makanan untuk menghilangkan rasa laparnya atau sebongkah batu yang dia masukkan untuk menghindari panas dan dingin."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah]; Telah menceritakan kepada kami [Khalaf bin Khalifah] dari [Yazid bin Kaisan] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah] ia berkata; Pada suatu hari atau suatu malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pergi keluar rumah, tiba-tiba beliau bertemu dengan Abu Bakar dan 'Umar. Lalu beliau bertanya: "Mengapa kalian keluar rumah malam-malam begini?" Mereka menjawab; 'Kami lapar, ya Rasulullah! ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Allah yang jiwaku dalam Tangan-Nya, aku juga keluar karena lapar seperti kalian. Marilah!" Mereka pergi mengikuti beliau ke rumah shahabat Anshar (Abu Haitsam bin At Taihan). Namun sayang dia sedang tidak di rumah. Tetapi tatkala istrinya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang, dia mengucapkan; "Marhaban wa Ahlan (selamat datang)." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Kemana si Fulan (Abu Haitsam)?"' Isterinya menjawab; 'Dia sedang mengambil air tawar untuk kami.' Tiba-tiba suaminya datang dan melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beserta dua sahabat beliau, maka dia berkata; 'Alhamdulillah, tidak ada orang yang lebih bahagia dariku hari ini, karena kedatangan tamu yang mulia.' Lalu dia mengambil setandan kurma, di antaranya ada yang masih muda, yang mulai masak, dan yang sudah masak betul. Katanya; 'Silakan dimakan ini.' Sambil dia mengambil pisau. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Jangan disembelih yang lagi mempunyai susu.' Maka dipotongnya seekor kambing, lalu mereka makan kambing, makan kurma setandan, dan minum. Setelah semuanya kenyang dan puas makan dan minum, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Abu Bakar dan 'Umar: 'Demi Allah yang jiwaku berada dalam Tangan-Nya, kalian akan ditanya pada hari kiamat tentang nikmat yang kalian peroleh ini. Kalian keluar dari rumah karena lapar dan pulang sesudah memperoleh nikmat ini.' Telah menceritakan kepadaku [Ishaq bin Manshur]; Telah mengabarkan kepada kami [Abu Hisyam] yaitu Al Mughirah bin Salamah; Telah menceritakan kepada kami ['Abdul Wahid bin Ziyad]; Telah menceritakan kepada kami [Yazid]; Telah menceritakan kepada kami [Abu Hazim] ia berkata; Aku mendengar [Abu Hurairah] berkata; Tatkala Abu Bakr dan Umar sedang duduk-duduk, tiba-tiba Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang kepada mereka, beliau bertanya: "Kenapa kalian duduk-duduk di sini?" Mereka menjawab; 'Kami lapar hingga kami keluar rumah.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Demi Allah yang jiwaku dalam Tangan-Nya, …" kemudian dia menyebutkan Hadis yang serupa dengan Hadis Khalfa bin Khalifah.
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi 'Adiy] dari [Syu'bah] dari [Al Ala`] dan [Muhammad bin Ja'far], dia berkata: aku mendengar [Al Ala`] menceritakan dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Pada hari kiamat kelak masing-masing hak akan dikembalikan kepada yang berhak menerimanya, hingga seekor kambing yang bertanduk akan diqishash atas perbuatannya menanduk kambing yang tidak mempunyai tanduk." Ibnu Ja'far berkata dalam hadis yang diriwayatkannya: "diberikan hak qishash bagi kambing yang tidak mempunyai tanduk."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah]; aku mendengar [Al 'Ala`] menceritakan dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Sungguh, pada hari kimat kelak setiap hak akan dikembalikan kepada pemiliknya, sehingga seekor kambing akan membalas kambing bertanduk yang menanduknya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Amir] berkata; telah menceritakan kepada kami [Zuhair] -yaitu Ibnu Muhammad- dari [Al 'Ala` bin Abdurrahman] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Sungguh setiap hak akan dikembalikan kepada pemiliknya, sehingga seekor kambing tak bertanduk akan membalas kambing bertanduk pada hari kiamat."
Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman] telah memberitakan kepada kami [Isma'il] telah mengabarkan kepadaku [Al 'Ala`] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] berkata; Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh, pada hari kiamat setiap hak benar-benar akan dikembalikan kepada yang berhak, sehingga seekor kambing tak bertanduk akan menanduk kambing yang bertanduk."
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya dari [Abu Hurairah] Dan dengan sanad ini, berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh, benar-benar setiap hak akan dikembalikan kepada pemiliknya, sehingga kambing yang tidak bertanduk akan balas menanduk kambing yang bertanduk."
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Aliy] dari [Zaidah] dari [Athaa bin As-Saa'ib] dari [Muharib bin Ditsar], dari [Ibnu Umar], ia berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Wahai manusia, takutlah kalian terhadap kezhaliman, karena ia kegelapan di hari kiamat."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Ashim] dari [Atha yakni Ibnu Saib] dari [Muharib yakni Ibnu Datsar] dari [Abdullah bin Umar] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam. bersabda: "Wahai sekalian manusia, jauhilah kezaliman karena kezaliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat."
Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah bin Amr] telah menceritakan kepada kami [Za`idah] dari [Athaa`] dari [Muharib bin Ditsar] dari [Abdullah bin Umar] dari Nabi Shallallahu'alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda: "Wahai sekalian manusia, takutlah kalian akan kezhaliman karena ia adalah kegelapan kelak pada hari kiamat."
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Dawud] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Abi Salamah] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu Umar] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Kezhaliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu Umar] bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Kezhaliman mendatangkan kegelapan kelak pada hari kiamat."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Urwah] dari [bapaknya] dari [Ibnu Hizam] dia pernah melewati orang-orang dzimmi yang dijemur di bawah matahari di Syam. Lalu dia bertanya, ada apa dengan mereka? Mereka menjawab, mereka masih memiliki tanggungan khoroj (pajak yang dibebankan kepada para orang kafir yang berada di bawah kekuasaan Islam). Lalu (Hakim bin Hizam Radliyallahu'anhuma) berkata; saya bersaksi saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Allah 'Azzawajalla pada Hari Kiamat menyiksa orang-orang yang menyiksa manusia" (Hisyam Radliyallahu'anhu) berkata; Amir mereka di Palestina pada waktu itu adalah 'Umair bin Sa'ad. Hisyam berkata; lalu (Hakim Radliyallahu'anhu) menemuinya dan menceritakannnya hingga melepaskan mereka. Telah berbicara kepada kami [Ibnu Numair] telah berbicara kepada kami [Hisyam] dari [bapaknya] dari [Hisyam bin Hakim] dia melewati sebuah kaum dari Anbath di Syam yang dijemur di bawah terik matahari, lalu ia menyebutkan makna hadis (seperti yang di atas).
Telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la] dari [Ma'mar] dari [Az-Zuhri] dan [Hisyam bin 'Urwah] keduanya menceritakannya dari ['Urwah bin Zubair] dari [Hisyam bin Hakim] melihat beberapa orang dari ahli Dzimmah dijemur di bawah Matahari. Lalu dia bertanya, siapakah mereka?. Mereka menjawab, dari ahlu jizyah. Lalu dia menemui 'Umair bin Sa'd, dia sedang berada di Syam. Hisyam berkata; saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barang siapa yang menyiksa manusia di dunia, maka Allah subhanahu wata'ala akan menyiksanya. Umair berkata; lepaskankanlah mereka.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Mughiroh] telah menceritakan kepada kami [Shafwan] telah menceritakan kepadaku [Syuraih bin 'Ubaid Al Hadlromi] dan yang lainnya berkata; ['Iyadl bin Ghonim] mencambuk orang Dariya ketika ditaklukkan. [Hisyam bin Hakim] meninggikan suaranya kepadanya untuk menegur sehingga 'Iyadl marah. ('Iyadl Radliyallahu'anhu) tinggal beberapa hari, lalu Hisyam bin Hakim mendatanginya, memberikan alasan. Hisyam berkata kepada 'Iyadl, tidakkah kau mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Orang yang paling keras siksaannya adalah orang-orang yang paling keras menyiksa manusia di dunia?." 'Iyadl bin ghanim berkata; Wahai Hisyam bin Hakim, kami pernah mendengar apa yang kau dengar dan kami juga melihat apa yang kau lihat, namun tidakkah kau mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa yang hendak menasehati penguasa dengan suatu perkara, maka jangan dilakukan dengan terang-terangan, tapi gandenglah tangannya dan menyepilah berdua. Jika diterima memang begitu, jika tidak maka dia telah melaksakan kewajibannya", kamu Wahai Hisyam, kamu sungguh orang yang berani, jika kamu berani kepada penguasa Allah, kenapa kamu tidak takut dibunuh penguasa dan kau menjadi korban penguasa Allah subhanahu wata'ala?.
Telah menceritakan kepada kami ['Utsman bin 'Umar] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Az-Zuhri] dari ['Urwah] telah sampai kepadanya [dari seseorang] bahwa, ['Iyadl bin Ghanim] melihat rakyat jelata yang dijemur karena masalah jizyah. Lalu berkata; saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Allah subhanahu wata'ala menyiksa orang yang menyiksa manusia di dunia."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syua'ib] dari [Az-Zuhri] telah mengabarkan kepadaku ['Urwah bin Az-Zubair] [Hisyam bin Hakim bin Hizam] mendapatkan 'Iyadl bin Ghanim di Himsh menjemur rakyat jelata dalam masalah pembayaran jizyah, lalu Hisyam berkata kepadanya, Wahai 'Iyadl, saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Allah subhanahu wata'ala menyiksa orang yang menyiksa manusia di dunia."
Telah menceritakan kepadaku ['Abbas bin 'Abdul 'Azhim Al 'Anbari] telah menceritakan kepada kami [Abu Muhammad An Nadhr bin Muhammad bin Musa Al Yamani] telah menceritakan kepada kami ['Ikrimah] telah menceritakan kepada kami [Iyas] telah menceritakan kepadaku [bapakku], dia berkata; "Kami pernah menjenguk seseorang yang menderita sakit panas dan demam bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Salamah berkata; 'Saya sentuhkan kedua tangan saya pada tubuh orang itu sambil berkata; 'Demi Allah, saya tidak pernah melihat orang yang menderita sakit panas seperti ini.' Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Maukah kamu aku tunjukkan orang yang lebih panas daripada orang yang sakit panas ini pada hari kiamat kelak? Itulah dua orang laki-laki yang mengendarai hewan dengan berboncengan.' Pada saat itu, beliau menunjuk kepada dua orang sahabat yang menjadi orang munafik yang sedang berlalu.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Thalhah bin Yahya] dari [Abu Burdah] dari [Abu Musa] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kelak pada hari kiamat setiap mukmin akan diserahi seorang laki-laki dari Ahlul Milal (pemeluk-pemeluk agama lain) dan (Allah berfirman) padanya, 'Ini adalah tebusanmu dari api neraka.'"
Telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Thalhah bin Yahya] dari [Abu Burdah] dari [Abu Musa] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila hari kiamat terjadi, setiap mukmin diserahi seorang laki-laki dari Ahlul Milal (pemeluk agama-agama lain), lalu dikatakanlah padanya, 'Ini adalah tebusanmu dari api neraka.'"
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Thalhah bin Yahya] dari [Abu Burdah] dari [Abu Musa] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Pada hari kiamat kelak, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menyerahkan seorang Yahudi ataupun seorang Nasrani kepada setiap orang muslim. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala akan berkata; 'Inilah penebusmu dari siksa api neraka.'"
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Amru bin 'Abbad bin Jabalah bin Abu Rawwad] Telah menceritakan kepada kami [Harami Ibnu 'Umarah] telah menceritakan kepada kami [Syaddad Abu Thalhah Ar Rasibi] dari [Ghailan bin Jarir] dari [Abu Burdah] dari [bapaknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Di hari kiamat kelak, sekelompok dari kaum muslimin akan datang membawa dosa mereka sebesar gunung. Lalu Allah mengampuni dosa-dosanya, kemudian dibebankan-Nya kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani." (Itu menurut perkiraanku). Rauh berkata; 'aku tidak tahu dari siapa keraguan ini.' Abu Burdah berkata; Maka hal ini aku ceritakan kepada Umar bin Abdul Aziz. Lalu dia bertanya; 'Apakah Bapakmu menceritakan hal ini dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam? aku menjawab; 'Ya.'
Telah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ibrahim] dari [Hisyam Ad Dastawa'i] dari [Qatadah] dari [Shafwan bin Muhriz] dia berkata; "Seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Umar; 'Bagaimana kamu mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang pernyataan Allah dengan berbisik? ' [Ibnu Umar] menjawab; 'Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Pada hari kiamat orang mukmin akan dihadapkan kepada Allah Azza Wa Jalla dengan sangat dekat sekali hingga tubuhnya menyentuh Allah. Setelah itu, Allah akan memberikan pengukuhan atas dosa-dosanya. Kemudian Allah akan bertanya: 'Apakah kamu tahu dosamu? ' Orang mukmin itu menjawab; 'Ya Tuhanku. Saya tahu dosa saya. Allah berfirman: Sesungguhnya Aku telah menyembunyikannya untukmu ketika di dunia dan pada hari ini Aku telah mengampunimu. Lalu orang mukmin itu diberi catatan amal baiknya. Sementara orang-orang kafir dan munafik akan di panggil dengan suara yang keras di hadapan semua makhluk: 'Mereka inilah orang-orang yang telah mendustakan Allah Azza Wa Jalla.'"
Telah menceritakan kepada kami [Hummaid bin Mas'adah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Al Harits] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Shafwan bin Muhriz Al Mazini] ia berkata; "Tatkala kami sedang bersama [Abdullah bin Umar] melaksanakan thawaf di ka'bah, tiba-tiba seorang lelaki menghampirinya dan bertanya; "Wahai Ibnu Umar, bagaimana yang anda dengar ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan tentang bermunajat?" ia menjawab: "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada hari kiamat orang mukmin akan didekatkan kepada Rabbnya hingga diletakkan padanya naungan-Nya, kemudian ia mengakui dosa-dosanya. Allah lalu berfirman: 'Apakah kamu mengetahui? ' ia menjawab; 'Wahai Rabb, ya aku mengetahuinya.' Maka ketika dosanya telah menggunung sesuai kehendak Allah, Allah pun berfirman: 'Aku telah menutupi dosa itu di dunia untukmu, maka Aku akan mengampuninya pada hari ini.' Beliau bersabda: "Kemudian ia diberi catatan kebaikannya, atau kitabnya dengan tangan kanan-Nya." Beliau bersabda: "Adapun orang kafir atau munafiq, ia diseru di hadapan khalayak." Khalid berkata; "Di hadapan khalayak ada sesuatu yang terputus; "Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka. Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zhalim."
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya; dari [Abu Hurairah]; Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Sesungguhnya pada jasad manusia ada satu tulang yang tidak akan dimakan oleh bumi selamanya, darinya Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat, " para sahabat berkata; "Tulang apa?" beliau bersabda: "Tulang ekor."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hafsh] telah mengabarkan kepada kami [Warqo`] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Setiap anak cucu Adam akan dimakan oleh tanah kecuali tulang ekor, karena darinya manusia diciptakan dan darinya pula ia akan dibentuk kembali."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu 'Ajlan] telah menceritakan kepada kami [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda: "Setiap anak cucu Adam akan hancur dan dimakan oleh tanah kecuali tulang ekor, karena sesungguhnya darinya manusia dicipta dan akan dibangkitkan."
Telah menceritakan kepada kami ['Amru bin Mujami' Abul Mundzir Al Kindi], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibrahim Al Hajari] dari [Abu 'Iyadh] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap tulang anak cucu Adam akan musnah kecuali tulang ekor, dan darinya makhluk (manusia) akan dibentuk kembali pada hari kiamat."
Telah menceritakan kepada kami [Amru bin Hafsh] Telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dia berkata; Aku mendengar [Abu Shalih] berkata; Aku mendengar [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Antara dua tiupan sangkakala terdapat empat puluh." Mereka bertanya: Hai Abu Hurairah? Empat puluh harikah? Abu Hurairah berkata: 'Aku enggan menjawab.' Mereka bertanya: Empat puluh tahunkah? Abu Hurairah berkata: Aku enggan menjawab. Mereka bertanya: 'Empat puluh bulankah? ' Abu Hurairah berkata: Aku enggan menjawab. Ia berkata: Tidak ada sesuatupu pun melainkan telah hancur kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor. Dari situlah manusia disusun.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin An Nadhr bin Abu An Nadhr] telah menceritakan kepadaku [Hasyim bin Al Qasim] telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah Al Asyja'i] dari [Sufyan Ats Tsauri] dari [Ubaid Al Muktib] dari [Fudhail] dari [Asy Sya'bi] dari [Anas bin Malik] berkata: Suatu ketika kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau tertawa dan bertanya: "Tahukah kalian apa yang membuatku tertawa?" Ia berkata: Kami menjawab: Allah dan RasulNya lebih tahu. Beliau bersabda: Aku menertawakan percakapan seorang hamba dengan Rabbnya. Ia berkata: 'Wahai Rabb, bukankah Engkau telah menghindarkanku dari kelaliman? ' Dia menjawab: 'Ya.' Ia berkata: 'Sesungguhnya aku tidak mengizinkan jiwaku kecuali untuk menjadi saksi atas diriku sendiri." Beliau meneruskan: "Diapun berkata: 'Kalau begitu pada hari ini cukuplah jiwamu yang menjadi saksi atas dirimu, ' (Al Israa`: 16) dan juga para malaikat yang mulia yang mencacat amalanmu menjadi para saksi." Beliau meneruskan: "Lalu dibungkamlah mulut dan dikatakan kepada anggota badannya: 'Bicaralah.' Maka anggota badannya pun mengungkap semua amal perbuatan yang dilakukannya." Beliau meneruskan: "Kemudian dilepaskanlah antara ia dan ucapannya hingga ia berkata: 'Celakalah kalian, bukankah aku dulu membelamu?"
Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Anas Bin Malik], Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Pada hari kiamat nanti orang kafir didatangkan dan ditanya, maukah kau seandainya sepenuh bumi emas milikmu, dan kau gunakan untuk menebus dirimu?."ya wahai robbku", jawabnya. Maka mereka diberondong kritik "Dahulu kau diminta suatu hal yang jauh lebih sepele daripada itu", Dan itulah maksud firmanNya 'azza wajalla "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu."
Telah menceritakan kepada kami Abdulloh Telah menceritakan kepadaku bapakku Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Abdulloh] Telah menceritakan kepada kami [Mu'adz Bin Hisyam] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Qatadah] dari [Anas Bin Malik] Nabiyulloh shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dikatakan kepada orang kafir 'Apa pendapatmu jika kamu memiliki emas sepenuh bumi, apakah kamu mau menebus dengannya?" maka ia berkata; Ya. (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) bersabda: "Dikatakan padanya, "Sungguh kamu telah diminta yang lebih mudah dari itu".
Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Mu'adz Al Ambari] telah menceritakan kepada kami [ayahku] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Imran Al Jauni] dari [Anas bin Malik] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Allah Tabaraka wa Ta'ala bertanya kepada penduduk neraka yang siksanya paling ringan: 'Andai kau memiliki dunia seisinya, apa kau akan menebusnya? ' orang itu menjawab: 'Ya.' Allah berfirman: 'Aku telah menginginkan yang lebih ringan dari (siksaan) ini saat kau masih berada ditulang rusuk Adam agar kau tidak menyekutukan -saya (Anas) kira beliau bersabda: 'Dan Aku tidak memasukkanmu ke neraka, tapi kau enggan dan tetap menyekutukan." Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Imran] berkata: Aku mendengar [Anas bin Malik] menceritakan dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam sepertinya, hanya saja ia tidak menyebut: Dan Aku tidak memasukkanmu ke neraka.
Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Umar Al Qawariri], [Ishaq bin Ibrahim], [Muhammad bin Al Mutsanna] dan [Ibnu Basyar], [Ishaq] berkata: Telah mengkhabarkan kepada kami dan yang lainnya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Hisyam] telah menceritakan kepada kami [ayahku] dari [Qatadah] telah menceritakan kepada kami [Anas bin Malik] bahwa nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Pada hari kiamat orang kafir ditanya: 'Andai kau memiliki emas sepenuh bumi, apa akan kau jadikan penebus? ' ia menjawab: 'Ya.' Dikatakan padanya: 'Kau pernah diminta yang lebih ringan darinya'." Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Rouh bin Ubadah]. Telah menceritakan kepadaku [Amru bin Zurarah] telah mengkhabarkan kepada kami [Abdulwahahb bin Atho`], keduanya dari [Sa'id bin Abu Urubah] dari [Qatadah] dari [Anas] dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam sepertinya, hanya saja ia berkata: Lalu dikatakan padanya: "Kau pernah diminta sesuatu yang lebih ringan darinya."
Masuk Islam, klik di siniSyahadat, klik di sini
Situs ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda dan menayangkan iklan. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kebijakan Privasi