Penerima Zakat memuat 5 sub-bahasan dengan 121 hadits di dalamnya, dan berada di bawah Zakat dan Sedekah.
Riwayatnya bersumber dari Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, dan 6 kitab lainnya. Tiap kutipan tampil lengkap — teks Arab beserta terjemahannya — disertai nama kitab dan nomor hadits agar dapat dicocokkan dengan kitab aslinya. Bahasan yang diriwayatkan lewat lebih dari satu jalur ditampilkan seluruhnya sebagai penguat, tidak diringkas menjadi satu.
Kerangka tema selengkapnya dapat dijelajahi lewat beranda.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Syu'bah] telah menceritakan kepadaku [Buraidah bin Abu Maryam] dari [Abu Al Haura` As Sa'idi] berkata; Aku bertanya pada Al Hasan bin Ali; "Masalah apakah yang paling engkau ingat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" [Al Hasan] menjawab; "yang aku ingat adalah bahwa aku pernah mengambil sebutir kurma dari kurma sedekah dan aku memasukkannya ke dalam mulutku. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengeluarkan kurma tersebut yang sudah bercampur dengan air liur, kemudian beliau membuangnya ke gundukan kurma lainnya." Ada seseorang yang bertanya; "Memangnya kenapa jika engkau memakan kurma tersebut?" Al Hasan menjawab; "Sesungguhnya kami (ahlul bait) tidak memakan sedekah."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] yaitu Az Zubair, telah menceritakan kepada kami [Al 'Ala` bin Shalih] telah menceritakan kepadaku [Buraidah bin Abu Maryam] dari [Abu Al Haura`] berkata; ketika aku sedang bersama [Hasan bin Ali], dia ditanya; "Apakah yang paling engkau ingat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" dia menjawab; "Pada suatu hari saya berjalan bersama beliau, kemudian lewatlah di tempat pengumpulan dan pengeringan kurma sedekah. Lalu saya mengambil sebutir kurma dan memasukkannya ke dalam mulutku, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memasukkan jarinya ke mulutku dan mengeluarkan kuma tersebut yang sudah bercampur dengan air liurku. Kemudian ada sebagian sahabat bertanya; "Memangnya kenapa jika engkau membiarkannya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab; "Sesungguhnya kami keluarga Muhammad, tidak halal sedekah bagi kami". Dan saya hapal dari beliau shalat lima waktu."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] berkata; saya mendengar [Buraidah bin Abu Maryam] dari [Abu Al Haura`] berkata; Aku bertanya kepada [Al Hasan bin Ali]; "Apakah yang paling engkau ingat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" dia menjawab; "Aku ingat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa saya mengambil sebutir kurma dari kurma sedekah dan memasukkannya ke dalam mulutku." Al Hasan berkata; "Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membuangnya beserta dengan air ludah yang ada. Hal itu ditanyakan; "Wahai Rasulullah, memangnya kenapa dengan kurma ini pada anak kecil ini?" beliau menjawab; "Sesungguhnya kami keluarga Muhammad, tidak halal sedekah bagi kami."
Telah memberitakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Tsabit bin 'Umarah] dari [Rabi'ah bin Syaiban] berkata; Aku bertanya pada [Al Husain bin Ali] radliallahu 'anhu; "Apa yang paling berkesan bagimu tentang diri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Ia menjawab; Aku pernah masuk ke ruang sedekah bersama beliau, lalu aku mengambil sebutir kurma dan memasukkannya ke dalam mulutku. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; "Buang kurma itu, sesungguhnya sedekah itu tidak halal bagi kita (ahlul bait)."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Musa bin Salim, Abu Jahdlam] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin 'Ubaidullah bin Abbas], dia mendengar [Ibnu Abbas] berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah seorang hamba yang diperintah, beliau telah menyampaikan -demi Allah- apa yang beliau diutus dengannya. Beliau tidak mengkhususkan kami sedikitpun dari kaum yang lain, beliau memerintahkan kepada kami dengan tiga hal: Memerintahkan kepada kami agar kami menyempurnakan dan memperbagus wudhu, tidak memakan harta sedekah dan tidak mengawinkan keledai dengan kuda." Musa berkata; Aku menemui Abdullah bin Hasan dan berkata; "Sesungguhnya Abdullah bin Ubaidillah mengatakan kepadaku begini dan begitu." Dia berkata; "kuda milik Bani Hasyim jumlahnya sedikit, sehingga mereka lebih suka jika kuda mereka bertambah banyak."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Sa'd bin Ibrahim] dari [Raihan bin Yazid Al Amir] dari [Abdullah bin Amr] dia berkata; Nabi SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM bersabda: "Shadaqah itu tidak halal diberikan kepada orang yang kaya dan tidak pula kepada orang yang masih mempunyai kekuatan yang utuh."
Telah menceritakan kepada kami [Waqi'] dan [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Sa'd bin Ibrahim] dari [Raihan bin Yazid Al 'Amiri] dari [Abdullah bin 'Amru] berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sedekah tidak halal bagi orang kaya dan juga orang yang sehat nan kuat." Abdurrahman berkata: yakni orang yang kuat. Dan Abdurrahman bin Mahdi berkata: hadis itu tidak dimarfu'kan oleh Sa'd atau anaknya -Ibrahim bin Sa'd-.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ishaq] telah mengabarkan kepadaku [Abu Bakr bin 'Ayyasy] berkata; telah memberitakan kepada kami [Abu Hashin] dari [Salim bin Abi Al Ja'd] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya sedekah tidak halal diberikan kepada orang kaya dan orang yang memiliki kekuatan dan sehat jasmaninya."
Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] dan [Husain] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin 'Ayyasy] dari [Abu Hashin] dan [Yahya bin Ishaq]. Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin 'Ayyasy] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Hashin] dari [Salim bin Abi Ja'd] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sedekah tidak halal untuk orang kaya dan orang yang punya badan sehat dan kuat."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Laila] dari ['Athiyyah] dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Harta sedekah tidak halal bagi orang kaya kecuali pada tiga tempat; di jalan Allah, ibnu sabil dan seorang laki-laki yang mempunyai seorang tetangga, ia bersedekah kepadanya lalu dia memberikan hadiah untuknya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Ashim Adh-Dlohhak bin Makhlad] dari [Zakariya' bin Ishaq] dari [Yahya bin 'Abdullah bin Shayfiy] dari [Abu Ma'bad] dari [Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma] bahwa ketika Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mengutus Mu'adz radliallahu 'anhu ke negeri Yaman, Beliau berkata,: "Ajaklah mereka kepada syahadah (persaksian) tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah. Jika mereka telah mentaatinya, maka beritahukanlah bahwa Allah mewajibkan atas mereka shalat lima waktu sehari semalam. Dan jika mereka telah mena'atinya, maka beritahukanlah bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka shadaqah (zakat) dari harta mereka yang diambil dari orang-orang kaya mereka dan diberikan kepada orang-orang faqir mereka".
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Zakaria bin Ishaq Al Makki] dari [Yahya bin Abdullah bin Shaifi] dari [Abu Ma'bad] dari [Ibnu 'Abbas], bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika mengutus Mu'adz bin Jabal ke Yaman beliau bersabda: "Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab, maka serulah mereka kepada syahadah tiada Ilah selain Allah dan aku adalah utusan Allah, jika mereka mentaatimu dalam masalah ini, pahamkanlah mereka bahwasanya Allah telah mewajibkan kepada mereka lima kali shalat setiap hari dan malam. Jika mereka telah mentaatimu maka pahamkanlah mereka bahwa Allah mewajibkan sedekah dalam harta mereka, engkau ambil dari orang-orang kaya mereka dan dikembalikan kepada orang-orang miskin mereka. Jika mereka mentaatimu dalam masalah itu maka jauhilah kemuliaan harta mereka dan takutlah terhadap doa orang teraniaya karena doa antara dia dengan Allah tidak ada penghalang apapun."
Telah menceritakan kepada kami [Umayyah bin Bistham] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai'] telah menceritakan kepada kami [Rauh bin Al Qasim] dari [Isma'il bin Umayyah] dari [Yahya bin 'Abdullah bin Shayfiy] dari [Abu Ma'bad] dari [Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma] bahwa ketika Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mengutus Mu'adz radliallahu 'anhu ke negeri Yaman, Beliau berkata,: "Kamu akan mendatangi Ahlul Kitab, maka hendaklah da'wah yang pertama kali lakukan kepada mereka adalah mengajak mereka untuk ber'ibadah kepada Allah. Jika mereka telah mengenal Allah, maka beritahukanlah bahwa Allah mewajibkan atas mereka shalat lima waktu sehari semalam. Dan jika mereka telah melaksanakannya, maka beritahukanlah bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka shadaqah (zakat) dari harta mereka yang akan diberikan kepada orang-orang faqir dari mereka. Jika mereka telah menaatinya, maka ambillah dari mereka (sesuai ketentuannya) dan peliharalah kesucian harta manusia".
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Muqatil] telah mengabarkan kepada kami ['Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Zakariya' bin Ishaq] dari [Yahya bin 'Abdullah bin Shayfiy] dari [Abu Ma'bad] sahayanya [Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berkata, kepada Mu'adz bin Jabal Radhiyalahu'anhu ketika Beliau mengutusnya ke negeri Yaman: "Sesungguhnya kamu akan mendatangi kaum Ahlul Kitab, jika kamu sudah mendatangi mereka maka ajaklah mereka untuk bersaksi tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Jika mereka telah mentaati kamu tentang hal itu, maka beritahukanlah mereka bahwa Allah mewajibkan bagi mereka shalat lima waktu pada setiap hari dan malamnya. Jika mereka telah mena'ati kamu tentang hal itu maka beritahukanlah mereka bahwa Allah mewajibkan bagi mereka zakat yang diambil dari kalangan orang mampu dari mereka dan dibagikan kepada kalangan yang faqir dari mereka. Jika mereka mena'ati kamu dalam hal itu maka janganlah kamu mengambil harta-harta terhormat mereka dan takutlah terhadap do'anya orang yang terzholimi karena antara dia dan Allah tidak ada hijab (pembatas yang menghalangi) nya".
Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin 'Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Isma'il] dari [Qais] aku mendengar [Jarir radliallahu 'anhu] berkata: "Aku berbai'at kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk bersyahadah Laa ilaaha illallah wa anna Muhammadar rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, mendengar dan tho'at serta setia kepada setiap muslim".
(Ahmad bin Hanbal) berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Aun] dari [Hafshah binti Sirin] dari [Ar-Rabab binti Shulaih] dari [Salman bin 'Amir Ad-Dlabby] berkata; Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Sedekah bagi kaum miskin mendapat pahala sedekah, adapun sedekah untuk kerabat dekat mendapat pahala silaturrahim dan pahala sedekah."
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya, dari [Salman bin Amir]; Dan bersabda: "Sedekah bagi kaum miskin mendapat pahala sedekah, adapun sedekah untuk kerabat dekat mendapat pahala silaturrahim dan pahala sedekah."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] berkata; telah menghabarkan kepada kami [Hisyam] dari [Hafshah] dari [Salman bin 'Amir Adz-Dlabby] berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Sedekah bagi kaum miskin mendapat pahala sedekah, adapun sedekah untuk kerabat dekat mendatangkan dua pahala, pahala sedekah dan pahala menyambung tali kerabat."
[Salman bin 'Amir Adl-Dlabby] berkata; saya mendengar beliau bersabda: "Sedekahmu kepada orang miskin sekedar mendapat pahala, namun jika kau sedekahkan kepada orang yang mempunyai tali persaudaraan, mendatangkan dua pahala, yaitu pahala sedekah dan pahala mempererat kekerabatan."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu 'Adi] dari [Ibnu 'Aun] dari [Hafshah binti Sirin] dari [Umu Ar-Ra`Ih binti Shulaih] dari [Salman bin 'Amir Adz-Dlabby] Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Sedekah kepada orang miskin sekedar mendapat pahala sedekah biasa, namun jika kepada orang yang punya tali persaudaraan mendapatkan dua pahala, yaitu pahala sedekah dan pahala mempererat kekerabatan."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Muslim Al Hajari] dari [Abu Al Ahwash] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang miskin bukanlah orang yang berkeliling (meminta-minta) dan bukan yang ditolak, (karena) satu atau dua kurma, satu atau dua suap, akan tetapi orang miskin itu adalah orang yang menjaga harga diri, tidak meminta-minta kepada manusia dan tidak menampakkan (kemiskinannya) sehingga diberi sedekah."
Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] dia berkata; telah mengabarkan kepada kami [As Sa`ib Bin Yazid] anak saudara perempuan Namir, bahwa [Huwaithib Bin Abdul 'Uzza] telah mengabarkan kepadanya, bahwa [Abdullah Bin Sa'di] telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia datang kepada Umar Bin Al Khaththab pada saat kekhilafahannya, maka Umar berkata kepadanya; "Belum diceritakan kepadaku (tentang satu perihal), bahwa kamu bertugas mengurusi pekerjaan orang-orang, kemudian apabila kamu diberi upah kamu tidak tidak menyukainya?" Abdullah Bin Sa'di berkata; maka aku menjawab; "Betul" Umar berkata; "apa yang kamu kehendaki dari itu?" Dia menjawab; maka aku menjawab; "Sesungguhnya aku punya beberapa kuda dan budak, dan saya dalam keadaan berkecukupan, aku ingin upahku disedekahkan kepada kaum muslimin." [Umar] berkata; "Jangan kamu lakukan demikian, karena sesungguhnya akupun menghendaki seperti yang kamu kehendaki, akan tetapi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberiku pemberian dan aku katakan; 'Berikanlah itu kepada orang yang lebih fakir dari saya, ' sampai pada suatu ketika beliau memberiku harta dan aku katakan; 'Berikanlah kepada orang yang lebih fakir dariku' maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menegurku dan berkata: "Ambillah dan kembangkanlah (infestasikan) harta itu kemudian berinfaqlah dengannya. Apa yang datang kepadamu dari harta ini sedangkan kamu tidak mengharapkannya dan tidak meminta-mintanya maka ambillah, dan apabila tidak seperti demikian maka janganlah kamu mengklaimnya menjadi milikmu."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Yaman] telah memberitakan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] Telah menceritakan kepada kami [Salim Bin Abdullah] bahwa [Abdullah Bin Umar] berkata; aku mendengar [Umar] berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberiku sebuah pemberian, maka aku berkata; "Berikan saja kepada orang yang lebih membutuhkan ketimbang aku." Sampai suatu ketika beliau memberiku harta dan aku berkata; "Berikan saja kepada orang yang lebih membutuhkan ketimbang aku." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ambillah dan kembangkanlah (infestasikan) harta itu kemudian berinfaqlah dengannya. Apa yang datang kepadamu dari harta ini sedangkan kamu tidak mengharapkannya dan tidak meminta-mintanya maka ambillah, dan apabila tidak seperti demikian maka janganlah kamu mengklaimnya menjadi milikmu." Telah menceritakan kepada kami [Harun] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahab] Telah menceritakan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dari [Salim] dari [Bapaknya] dia berkata; aku mendengar [Umar] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberiku sebuah pemberian, " kemudian dia menyebutkan makna hadis.
Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] Telah menceritakan kepada kami [Laits] Telah menceritakan kepadaku [Bukair Bin Abdullah] dari [Busr Bin Sa'id] dari [Ibnu As Sa'idi] Al Maliki bahwa dia berkata; [Umar Bin Al Khaththab] menugaskanku sebagai pemungut zakat, setelah aku selesai melaksanakannya aku serahkan (Zakat) kepadanya, lalu Umar memerintahkanku untuk mengambil uang (upah), maka aku berkata kepadanya; "Aku bekerja hanya untuk Allah dan balasanku hanya dari Allah." Umar menjawab; "Ambillah apa yang diberikan kepadamu, karena aku pernah mengalaminya pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau menugaskanku (untuk memungut zakat) lalu aku mengatakan seperti perkataanmu, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadaku: "Apabila kamu diberi sesuatu tanpa kamu memintanya, maka makanlah dan bersedekahlah."
Telah menceritakan kepada kami Abdullah ia berkata; Aku membacakan kepada ayahku Telah menceritakan kepadamu [Amru bin Mujammi'] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim Al Hajari] dari [Abu Al Ahwash] dari [Abdullah bin Mas'ud] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang miskin bukanlah orang yang berkeliling (meminta-minta) yang ditolak karena satu dan dua suap atau satu dan dua kurma." Aku bertanya; Wahai Rasulullah, lalu siapakah orang miskin itu? Beliau menjawab: "Ia adalah orang yang tidak meminta-minta kepada manusia namun ia tidak mendapati apa yang dibutuhkannya, dan tidak menampakkan (kemiskinannya) sehingga diberi sedekah."
Situs ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda dan menayangkan iklan. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kebijakan Privasi