Masuk ke dalam Islam memuat 8 sub-bahasan dengan 48 hadits di dalamnya, dan berada di bawah Islam.
Riwayatnya bersumber dari Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, dan 5 kitab lainnya. Tiap kutipan tampil lengkap — teks Arab beserta terjemahannya — disertai nama kitab dan nomor hadits agar dapat dicocokkan dengan kitab aslinya. Bahasan yang diriwayatkan lewat lebih dari satu jalur ditampilkan seluruhnya sebagai penguat, tidak diringkas menjadi satu.
Kerangka tema selengkapnya dapat dijelajahi lewat beranda.
Telah menceritakan kepada kami [Bahz] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sulaiman Ibnul Mughirah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dari [Anas bin Malik] bahwa 'Itban merasakan sakit pada matanya, lalu ia dikirim menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ia menceritakan perihal sakit yang menimpanya, ia berkata; "Wahai Rasulullah, kemarilah shalat di rumahku hingga aku dapat menjadikannya sebagai tempat shalat." Anas berkata; Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun datang bersama beberapa orang dari para sahabatnya yang berkenan ikut, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian berdiri dan shalat, sedangkan para sahabatnya saling berbicara antara sebagian dengan sebagian yang lain. Mereka menyebut-nyebut tentang apa yang mereka dapati dari orang-orang munafik, dan mereka sandarkan yang paling parah adalah kepada Malik bin Dukhaisyam. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun berpaling seraya bersabda: "Bukankah ia telah bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah, dan aku adalah utusan Allah!" lalu berkatalah seorang laki-laki, "Benar, tapi bagaimana dengan isi hatinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda: "Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah dan aku adalah utusan Allah, maka sekali-kali ia tidak akan dimakan oleh neraka, " atau beliau mengatakan, "sekali-kali ia tidak akan masuk ke dalam neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Yunus] dari [Humaid bin Hilal] dari [Hishshan bin Al Kahin], ia berkata; Saya masuk masjid Jami' di Bashrah, saya duduk mendekati [seorang Syeikh] yang sudah beruban rambut dan jenggotnya. Ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Mu'adz bin Jabal] dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, beliau bersabda; "Tidaklah jiwa meninggal dunia sementara ia bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang haq) selain Allah dan aku utusan Allah, dan itu semua kembali ke hati yang meyakini, kecuali Allah akan mengampuninya." Saya bertanya padanya; 'Kau mendengarnya dari Mu'adz? ' Pertanyaanku ini sepertinya menjadikan orang-orang bersikap keras kepadaku. Maka orangtua itu berkata; 'Jangan kalian bersikap keras padanya dan jangan mencelanya, biarkan dia.' Ya, saya mendengarnya dari Mu'adz menceritakannya dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam. Isma'il sesekali meriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, ia berkata; saya berkata kepada sebagaian dari mereka; Siapa itu. Ia menjawab; Ia 'Abdur Rahman bin Samuroh. Telah menceritakan kepada kami ['Abdul A'la] dari [Yunus] dari [Humaid bin Hilal] dari [Hishshan bin Al Kahin], -ayahnya seorang dukun dimasa jahiliyah- ia berkata; Saya masuk masjid 'Utsman bin 'Affan, disana ada seorang [Syaikh] beruban rambut dan jenggotnya menceritakan dari [Mu'adz] dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam kemudian ia menyebutkan hadis diatas.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qotadah] dari [Anas] dari [Mu'adz], ia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa meninggal dunia sementara ia bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang haq) selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah tulus dari hati maka ia masuk surga." Berkata Syu'bah; saya tidak bertanya kepada Qotadah apakah ia mendengarnya dari Anas.
Telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Muhammad] telah bercerita kepada kami [Laits] dari [Ibnu 'Ajlan] dari [Muhammad bin Yahya bin Habban] dari [Ibnu Muhairiz] dari [Ash Shunabihi] bahwa ia menemui ['Ubadah bin Ash Shamit] ketika ia dalam keadaaan sakit parah, saya menangis hingga ia berkata: Sebentar, kenapa kamu menangis? demi Allah jika saya diminta untuk bersaksi maka saya akan bersaksi untukmu dan jika saya diberi syafaat maka saya bersyafaat untukmu dan jika saya mampu maka saya akan memberi manfaat kepadamu, kemudian ia berkata: Demi Allah, tidak ada satu hadispun yang berisi kebaikan untuk kalian melainkan saya telah menceritakannya kepada kalian kecuali satu hadis, dan pada hari ini saya akan menceritakannya kepada kalian, sungguh hadis tersebut telah meliputi diriku, saya mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barang siapa bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka dirinya diharamkan dari api neraka". Telah bercerita kepadaku [Qutaibah] hadis serupa, ia berkata dalam riwayatnya: "Allah Tabaaroka wa Ta'aala mengharamkan neraka atasnya."
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Hisyam] berkata, telah menceritakan kepadaku [Bapakku] dari [Qatadah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Anas bin Malik] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menunggang kendaraan sementara Mu'adz membonceng di belakangnya. Beliau lalu bersabda: "Wahai Mu'adz bin Jabal!" Mu'adz menjawab, "Wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu." Beliau memanggil kembali: "Wahai Mu'adz!" Mu'adz menjawab, "Wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu." Hal itu hingga terulang tiga kali, beliau lantas bersabda: "Tidaklah seseorang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah, tulus dari dalam hatinya, kecuali Allah akan mengharamkan baginya neraka." Mu'adz lalu bertanya, "Apakah boleh aku memberitahukan hal itu kepada orang, sehingga mereka bergembira dengannya?" Beliau menjawab: "Nanti mereka jadi malas (untuk beramal)." Mu'adz lalu menyampaikan hadits itu ketika dirinya akan meninggal karena takut dari dosa."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman], telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Aghar] dari [Khalifah bin Hushain] dari kakeknya yaitu [Qais bin 'Ashim] bahwa dia masuk Islam, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkannya agar mandi dengan air yang di campur dengan daun bidara."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'], telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al Aghar Al Minqari] dari [Khalifah bin Hushain bin Qais bin 'Ashim] dari [Ayahnya] bahwa Kakeknya, dia masuk Islam di zaman Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam, lalu beliau memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun bidara."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Katsir Al 'Abdi] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepada kami [Al Aghar] dari [Khalifah bin Hushain] dari [kakeknya, Qais bin 'Ashim] dia berkata; Saya pernah menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk masuk Islam, maka beliau memerintahkanku untuk mandi dengan air dan daun bidara.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al Agharr bin As Shabbah] dari [Khalifah bin Hushain] dari [Qais bin 'Ashim] setelah dia masuk Islam, Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam menyuruhnya untuk mandi dengan air dan daun bidara. Abu 'Isa berkata, hadits semakna juga diriwayatkan dari Abu Hurairah dan ini adalah hadits hasan, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur ini. Ahlul ilmi mengamalkannya dengan berpendapat sunnah bagi orang yang baru masuk Islam untuk mandi dan mencuci pakaiannya.
Telah mengabarkan kepada kami [Amr bin Ali] telah menceritakan kepada kami [Yahya] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al Aghar yaitu Ibnu Shabah] dari [Khalifah bin Hushain] dari [Qais bin 'Ashim] bahwa dia masuk Islam, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyuruhnya mandi dengan air dan sidr (Daun Bidara).
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrozaq] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] berkata; telah mengabarkan kepadaku, dari ['Utsaim bin Kulaib] dari [Bapaknya] dari [kakeknya] dia datang kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dan berkata; saya telah masuk Islam. (Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam) bersabda: "Buanglah bulu-bulu kekafiran darimu" Dan bersabda: "Cukurlah." ('Utsaim Radliyallahu'anhu) berkata; telah mengabarinya orang lain yang bersamanya, Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda kepada orang lain itu, "Buanglah bulu-bulu kekafiran darimu dan berkhitanlah."
Telah menceritakan kepada kami [Makhlad bin Khalid] telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] dia berkata; Telah [dikabarkan kepadaku] dari ['Utsaim bin Kulaib] dari [Ayahnya] dari [kakeknya] bahwasanya dia pernah datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata; Saya masuk Islam. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Buanglah rambut kafirmu". Maksudnya beliau bersabda: "Cukurlah". Dan perawi lain telah mengabarkan kepadaku bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada orang lain yang bersamanya: "Cukurlah rambut kafirmu dan berkhitanlah".
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Abdullah] ia berkata; Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata; Wahai Rasulullah, apabila aku berbuat baik dalam Islam, apakah aku akan disiksa dengan apa yang telah aku lakukan di masa jahiliyah? Beliau pun bersabda: "Bila engkau berbuat baik dalam Islam, engkau tidak akan disiksa dengan apa yang telah engkau lakukan di masa jahiliyah. Dan apabila engkau berbuat buruk dalam Islam, maka engkau akan disiksa dengan yang pertama dan terakhir."
Telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] berkata; Orang-orang berkata; Wahai Rasulullah, Apakah kami akan disiksa karena perbuatan kami semasa jahiliyah? Beliau menjawab: "Barangsiapa di antara kalian berbuat baik di dalam Islam, maka tidak akan disiksa, sedang siapa yang berbuat buruk, akan disiksa karena perbuatannya yang pertama dan terakhir."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Abu Wa`il] dari [Ibnu Mas'ud] ia berkata; Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; Apakah salah seorang dari kami akan disiksa dengan perbuatan di masa jahiliyah? Beliau menjawab: "Barangsiapa yang berbuat kebaikan di dalam Islam, ia tidak akan disiksa dengan perbuatan di masa jahiliyah dan barangsiapa yang berbuat buruk di dalam Islam, ia akan siksa awal dan akhir."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Sufyan] telah menceritakan kepada kami [Manshur] dan [Sulaiman] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] seorang laki-laki berkata; Wahai Rasulullah, apakah kami akan disiksa karena amalan kami di waktu jahiliyah? Beliau menjawab: "Jika engkau berbuat baik, tidak akan disiksa dan jika engkau berbuat buruk di dalam Islam, engkau akan disiksa dari awal dan akhir."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dan [Ibnu Numair] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] ia berkata; Kami bertanya; Wahai Rasulullah. Dan telah menceritakan kepada kami [Ibnu Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman] ia berkata; Aku mendengar [Abu Wa`il] menceritakan dari [Abdullah] ia berkata; Kami bertanya; Wahai Rasulullah, apakah kami akan disiksa karena amalan kami di waktu jahiliyah? Ia berkata; Beliau menjawab: "Barangsiapa yang berbuat baik, tidak akan disiksa karena amalan sewaktu jahililyah dan barangsiapa yang berbuat buruk di dalam Islam, ia akan disiksa dari awal dan akhir."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] telah menceritakan kepada kami [Hafsh bin Ghiyats] telah menceritakan kepada kami [Dawud bin Abu Hind] dari ['Amru bin Sa'id] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas], ia berkata; "Dlimad Al Azdi tiba di Makkah lalu ia melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sementara anak-anak tengah membuntutinya, lalu ia berkata; "Wahai Muhammad, sesungguhnya aku bisa mengobati kegilaan." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan: "Sesungguhnya segala puji milik Allah, kami memohon pertolongan kepadaNya dan memohon ampunan kepadaNya, dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa kami. Barangsiapa yang ditunjuki Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan, maka tidak ada yang dapat menunjukkinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan utusanNya." Ia Ibnu Abbas berkata; Kemudian beliau bersabda: "Coba ucapkan kepadaku kalimat-kalimat ini." Ibnu Abbas berkata; Ia berkata; "Aku pernah mendengar syair, mantra dan perdukunan (jampi), namun aku belum pernah mendengar seperti kalimat-kalimat ini, sungguh itu telah mencapai kamus lautan, dan sungguh aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan utusanNya." Lalu ia pun memeluk Islam, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Atas namamu dan kaummu?" Ibnu Abbas berkata; Ia menjawab; "Ya, atas namaku dan kaumku." Ia berkata; Lalu setelah itu, sepasukan yang terdiri dari para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berpapasan dengan kaum Dlimad, sehingga sebagian mereka memperoleh dari mereka barang-barang perabotan dan yang selainnya, maka mereka berkata; "mereka dalah kaumnya Dlimad, kembalikanlah (barang-barang itu)." Ibnu Abbas berkata; Maka mereka mengembalikannya.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Za`idah] dari [Dawud bin Abu Hind] dari [Amru bin Sa'id] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berbicara kepada seseorang dalam suatu hal, lalu beliau bersabda: "Segala puji hanya milik Allah, kami memujiNya dan meminta pertolonganNya. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barang siapa yang Dia sesatkan maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah saja tidak ada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] ia berkata; Aku mendengar [Abu Ishaq] menceritakan dari [Abu Ubaidah] dari [Abdullah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata; Beliau mengajarkan kami khutbah hajah (berbunyi): "Segala puji hanya milik Allah, kami memuji, meminta pertolongan, meminta ampun dan berlindung kepadaNya dari kejelekan-kejelekan jiwa kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Dia sesatkan, maka tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya." Kemudian beliau membaca tiga ayat: (Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam), (Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak, dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu), (Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu, Dan barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar). Kemudian engkau menyebutkan kebutuhanmu. Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah memberitakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Abu Ubaidah] dan [Abu Al Ahwash] ia berkata; Dan ini adalah hadis Abu Ubaidah dari [ayahnya] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan dua khutbah, khutbah hajat dan khutbah shalat (Jum'at): ALHAMDU LILLAHI atau INNAL HAMDA LILLAHI NASTA'INUHU, lalu ia menyebutkan maknanya.
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Ubaidah] dari [Abdullah] bahwa ia mengatakan dalam khutbah hajah; Segala puji milik Allah kami meminta pertolongan, memohon ampun dan berlindung kepada Allah dari kejelekan diri kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Kemudian ia membaca tiga ayat dari Kitabullah: (Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam), (Bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu), (Bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar) hingga akhir ayat. Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Isra`il] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Al Ahwash] dan [Abu Ubaidah] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajari kami khutbah hajah, lalu ia menyebutkan seperti hadis ini hanya saja ia tidak mengatakan INNA.
Telah bercerita kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Ja'far] dari [bapaknya] dari [Jabir] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dan berkhutbah, beliau memuji Alloh sesuai dengan hak-Nya. Beliau bersabda: "Barangsiapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Barang siapa yang disesatkan maka tidak ada yang memberinya petunjuk. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Sejelek-jelek perkara adalah hal yang baru, setiap hal yang baru adalah bid'ah". Beliau jika menyebutkan Hari Kiamat, memerahlahlah wajah dan kedua pipinya, dan meninggi suaranya. Beliau menampakkan kemarahannya seperti seorang komandan yang sedang memberikan perintah kepada pasukannya. Jagalah kalian pada pagi hari dan sore hari. Siapa yang meninggalkan harta maka itu menjadi hak ahli warisnya, siapa yang meninggalkan dloya' (anak atau keluarga) atau hutang maka menjadi hakku dan juga tanggunganku. Saya adalah wali (penolong dan teman dekat) orang-orang mukmin.
Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin 'Abdur Rohim] telah bercerita kepada kami [Syababah bin Sawwar Al Fazariy] telah bercerita kepada kami [Isra'il] dari [Abu Ishaq] berkata aku mendengar [Al Bara' radliallahu 'anhu] berkata; Ada seorang laki-laki bertopeng besi datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata: "Apakah aku berperang atau masuk Islam lebih dulu?" Maka Beliau bersabda: "Kamu masuk Islam dulu kemudian berperang". Maka laki-laki itu masuk Islam lalu berperang hingga terbunuh. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang ini amalnya sedikit namun diberi pahala yang banyak".
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Zakaria] dari [Abu Ishaq] dari [Al Barra] dia berkata, "Seorang laki-laki dari Bani Nabit datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Janab Al Mishshishi] telah menceritakan kepada kami [Isa] -yaitu Ibnu Yunus- dari [Zakaria] dari [Abu Ishaq] dari [Al Bara] dia berkata, "Seorang laki-laki dari Bani Nabit dari kabilah Anshar datang seraya berkata, "Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan sesungguhnya kamu adalah hamba dan utusan-Nya. Kemudian laki-laki itu maju bertempur hingga meninggal, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "(Orang ini) sedekit beramal, namun diganjar dengan pahala yang banyak."
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Adi] dari [Humaid] dari [Anas] bahwa berkata; "Abdullah bin Salam mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada waktu kunjungannya ke Madinah. Kemudian dia berkata; "Wahai Rasulullah, aku bertanya kepadamu tentang tiga perkara tidak akan ada yang dapat menjawab kecuali seorang Nabi." Beliau bersabda: "Bertanyalah!" ia berkata; "Apakah yang terjadi pertama kali dari tanda-tanda hari kiamat, apa yang pertama kali dimakan oleh penduduk surga, dan dari mana seseorang dapat menyerupai bapaknya atau ibunya?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jibril 'Alaihis Salam baru saja memberiku kabar, " beliau bersabda: "Dia adalah musuh yahudi dari kalangan malaikat, " beliau bersabda: "Tanda hari kiamat yang akan terjadi pertama kali adalah api yang keluar dari timur yang akan menggiring manusia ke barat, adapun sesuatu yang pertama kali dimakan penduduk surga adalah tambahan hati ikan hiu, adapun darimana seseorang dapat menyerupai bapak atau ibunya adalah apabila air mani laki-laki dapat mengungguli sel telur wanita maka akan keluar laki-laki, dan apabila sel telur wanita dapat mengungguli air mani laki-laki maka akan keluar wanita." Kemudian Abdullah bin Salam berkata; "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah." Kemudian dia berkata lagi, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang yahudi itu adalah kaum yang pendusta, kalau mereka mengetahui keIslamanku mereka pasti akan menghinaku dihadapanmu. Maka utuslah seseorang agar memanggil mereka dan tanyakan kepada mereka tentang aku." Beliau lalu mengutus seseorang untuk memanggil mereka, lalu beliau bertanya kepada mereka: "Siapakah Abdullah bin Salam di menurut kalian?" Mereka menjawab; "Dia adalah orang terbaik kami dan anak dari orang terbaik dari kami, dia adalah ulama kami dan anak dari ulama kami, dia adalah orang yang paling fakih di antara kami dan anak orang yang paling fakih di antara kami." Beliau bertanya lagi: "Bagaimana menurut kalian, kalau seandainya dia masuk Islam, apakah kalian akan masuk Islam juga?" mereka menjawab; "Mudah-mudahan Allah melindunginya dari hal itu (masuk Islam)." Anas berkata; "Maka Abdullah bin Salam keluar seraya mengatakan; "Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." Maka mereka berkata; "dia adalah orang yang paling jelek di antara kami dan anak dari orang yang paling jelek di antara kami, dia adalah orang yang paling bodoh di antara kami dan anak dari orang yang paling bodoh di antara kami." Lalu Abdullah bin Salam berkata; "Inilah yang paling aku khawatirkan."
Telah bercerita kepada kami [Isma'il] telah bercerita kepada kami [Humaid] dari [Anas], Abdullah bin Salam mendengar berita kedatangan Nabi Shallallahu'alaihi wasallam di Madinah, lalu (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) datang. Abdullah bin Salam tanyakan kepada beliau tentang beberapa hal. Aku, kata Abdullah bin Salam, akan bertanya beberapa hal yang tidak diketahui kecuali seorang nabi. Dia (Abdullah bin Salam) bertanya, apa tanda pertama hari kiamat, apa makanan pertama yang di makan penduduk surga dan bagaimana anak bisa menyerupai bapaknya dan juga sebaliknya. (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Jibril baru saja memberitahuku tadi". Ibnu Salam menimpali, itulah malaikat yang menjadi musuh bebuyutan kaum yahudi. (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) bersabda, "Tanda pertama hari kiamat yaitu api yang menggiring mereka dari timur sampai barat. Makanan pertama bagi penduduk surga yaitu sisa hati ikan paus. Sedangkan masalah anak, jika sperma laki-laki mendahului sperma wanita maka akan menyerupai ayahnya, dan jika sperma wanita mendahului sperma laki-laki maka akan menyerupai ibunya.
Bab. Telah menceritakan kepadaku [Hamid bin 'Umar] dari [Bisyir bin Al Mufadlal] telah menceritakan kepada kami [Humaid] telah menceritakan kepada kami [Anas] bahwa telah sampai berita kepada Abdullah bin Salam tentang kedatangan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di Madinah, lalu dia menanyakan beberapa perkara kepada beliau. Katanya; "Aku akan bertanya kepada anda tiga perkara yang tidak akan dapat diketahui kecuali oleh seorang Nabi. Apakah tanda-tanda pertama hari qiyamat?, dan apa makanan pertama yang akan dimakan oleh penghuni surga dan bagaimana seorang anak bisa mirip dengan ayahnya dan bagaimana ia mirip dengan ibunya?. Beliau menjawab: "Jibril baru saja memberitahuku." Abdullah bin Salam berkata; "Dia adalah malaikat yang menjadi musuh orang-orang Yahudi." Beliau bersabda: "Adapun tanda pertama hari qiyamat adalah api yang muncul dan akan menggiring orang-orang dari timur menuju barat. Dan makanan pertama penduduk surga adalah hati ikan hiu, sedangkan (miripnya) seorang anak, apabila sang suami mendatangi istrinya dan air maninya mendahului air mani istrinya, berarti akan lahir anak yang menyerupai bapaknya, namun bila air mani istrinya mendahului air mani suaminya, maka akan lahir anak yang mirip dengan ibunya." Mendengar itu Abdullah bin Salam berkata; "Aku bersaksi tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan engkau adalah Rasulullah." Kemudian dia berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang Yahudi adalah kaum yang sangat suka berbohong (menuduh). Untuk itu, tanyalah mereka tentang aku sebelum mereka mengetahui keIslamanku." Estela itu orang-orang Yahudi datang, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bagaimana pendapat kalian tentang seorang laki-laki yang bernama Abdullah bin Salam?". Mereka menjawab; "Dia adalah seorang 'alim kami dan putra dari 'alim kami dan orang kepercayaan kami dan putra dari orang kepercayaan kami." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bagaimana pendapat kalian jika Abdullah bin Salam memeluk Islam?." Mereka menjawab; "Semoga dia dilindungi Allah dari perbuatan itu." Beliau mengulangi pertanyaannya kepada mereka, Namur mereka tetap menjawab seperti tadi. Lalu Abdullah bin Salam keluar seraya berkata; "Aku bersaksi tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." Maka mereka berkata; "Dia ini orang yang paling buruk diantara kami dan putra dari orang yang buruk." Mereka terus saja meremehkan Abdullah bin Salam. Lalu Abdullah bin Salam berkata; "Inilah yang aku khawatirkan tadi, wahai Rasulullah."
Masuk Islam, klik di siniSyahadat, klik di sini
Situs ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda dan menayangkan iklan. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kebijakan Privasi