Islam memuat 5 sub-bahasan dengan 265 hadits di dalamnya, dan merupakan salah satu dari 54 tema pokok situs ini.
Riwayatnya bersumber dari Imam Ahmad, Imam Muslim, Imam Bukhari, dan 5 kitab lainnya. Tiap kutipan tampil lengkap — teks Arab beserta terjemahannya — disertai nama kitab dan nomor hadits agar dapat dicocokkan dengan kitab aslinya. Bahasan yang diriwayatkan lewat lebih dari satu jalur ditampilkan seluruhnya sebagai penguat, tidak diringkas menjadi satu.
Kerangka tema selengkapnya dapat dijelajahi lewat beranda.
Telah menceritakan kepada kami [Hasan] ia berkata, Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] ia berkata, Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abu Habib] ia berkata, telah mengabarkan kepadaku [Suwaid bin Qais] dari [Qais bin Summi] bahwa [Amru bin Ash] berkata; Saya berkata, "Wahai Rasulullah, saya berba'iat kepadamu agar engkau mengampuni dosa-dosaku yang telah lalu." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Sesungguhnya Islam itu menghapus dosa-dosa yang telah lalu, dan hijrah juga menghapus dosa-dosa yang telah lalu." Amru berkata, "Demi Allah, saya adalah orang yang paling malu terhadap beliau, saya tidak pernah memandang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan tidak pula meminta pertimbangan beliau terhadap sesuatu yang saya inginkan hingga beliau meninggal."
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] ia berkata, Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] ia berkata, telah menceritakan kepadaku [Yazid bin Abi Habib] dari [Rasyid] budaknya Habib bin Abu Aus Ats Tsaqafi, dari [Habib bin Abu Aus] ia berkata, telah menceritakan kepadaku [Amru bin Ash] dari mulutnya,--ketika itu Amru bin’ash belum islam-- ia berkata; Ketika kami bubar dari peperangan Khandaq, maka saya mengumpulkan orang-orang Quraisy yang mereka mengerti kedudukanku dan mendengar ucapanku, kukatakan kepada mereka “Demi Allah, kalian tahu sendiri, sungguh kulihat sepak terjang Muhammad sangat onar dan menggerahkan, aku punya suatu ide, bagaimana tanggapan kalian ? “Apa idemu?” Tanya para sahabatnya. Kata Amru bin ‘Ash, kupunya ide, sebaiknya kita temui Najasyi, dan kita terus disisinya. Kalaulah Muhammad menang atas kaum kita, kita telah berada di Najasyi. Kita dibawah perlindungannya adalah lebih kita sukai daripada kita dibawah kekuasaan Muhammad, sebaliknya kalaulah kaum kita yang menang, kita telah dikenal oleh Najasy, sehingga tidaklah kaum muslimin menemui kita selain dengan membawa kebaikan semata. “Ini ide yang cukup bagus.” Jawab para sahabat. Kata Amru, maka kukatakan kepada mereka “Sekarang tolong kumpulkanlah hadiah untuk sang raja, dan hadiah yang paling beliau sukai dari tanah air kita adalah kulit yang disamak. Maka kami kumpulkan sekian banyak kulit yang telah disamak. Kami terus berangkat hingga kami temui Najasyi. Demi Allah, ketika kami disisinya, tiba-tiba Amru bin Umayyah Adhdhamri datang yang Rasulullah telah mengutusnya untuk menyampaikan perihal ja’far bin abi Thalib dan kawan-kawannya. Rupanya Amru bin Umayyah menemui najasyi sebentar dan pamitan. Kata Amru, maka kukatakan kepada para sahabatku ‘Amru bin Umayyah rupanya telah datang, kalaulah nanti kutemui Najasyi maka aku akan memintanya agar ia mau menyerahkan Amru bin Umayyah dan kutebas lehernya. Kalaulah bisa kulakukan yang demikian, dan quraisy melihat tindakakanku, berarti telah kulakukan pembalasan yang sepadan sebagai obat hati quraisy, karena aku berhasil membunuh utusan Muhammad. Segera kutemui Najasyi, aku bersujud kepadanya sebagaimana biasa aku lakukan. Kata Najasyi “Selamat datang atas kedatanganmu hai sahabatku, dan atas hadiahmu kepadaku dari tanah airmu. Kujawab “Benar hai paduka raja, telah kupersembahkan untukmu sekian banyak kulit yang disamak.” Kulit-kulit itu kusajikan didepannya. Ia sangat terkesan dan terkagum-kagum. Kemudian aku sampaikan maksudku “Wahai paduka raja, telah kulihat tadi seseorang pamitan dari sisimu, rupanya dia adalah utusan seseorang yang menjadi musuh kami, tolong serahkanlah orang itu agar bisa kupenggal lehernya, sebab ia telah mencederai orang-orang terhormat dan pemimpin-pemimpin kami.” Najasyi seketika itu marah sambil menjulurkan tangannya dan ia tempelengkan ke arah hidung Amru bin ‘ash (dirinya), hingga kutaksir hidungku sampai remuk, hingga aku berangan-angan kalaulah bumi terbelah, maka akan kumasuki saking rasa takutnya. Kemudian aku katakan “Duhai paduka raja, kalaulah engkau tak berkenan terhadap permohonanku ini, aku tak akan memintanya.” Najasyi menjawab “apakah engkau memintaku untuk menyerahkan utusan seseorang yang didatangi malaikat teragung (Jibril) yang pernah mendatangi Musa dengan maksud untuk kau bunuh ! Kata Amru, kukatakan; “Apakah benar sedemikian ?” Najasyi melanjutkan “huss, celaka engkau wahai Amru bin ‘Ash,,,taatlah engkau kepadaku, dan taatilah dia, demi Allah, sungguh ia dalam kebenaran, dan Allah pasti memenangkannya atas siapa saja yang menyelisihinya sebagaimana Musa mengalahkan Firaun dan bala tentaranya. Kukatakan “Tolong baiatlah aku kepadanya untuk Islam.” “baik.” Jawab najasyi. Najasyi terus menjulurkan tangannya dan aku berbaiat kepadanya untuk Islam. Kemudian aku pamitan dan pikiranku sudah berubah daripada semula dan kurahasiakan keislamanku kepada para sahabatku. Terus aku sengaja menemui Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam untuk menyatakan keislaman. Kutemui Khalid bin Walid dan itu beberapa saat sebelum Fathu Makkah dan Khalid tengah pulang dari Makkah. AKu berujar “Mau kemana engkau hai Abu Sulaeman ? Khalid menjawab “Demi Allah, jalan petunjuk telah terang, si laki-laki itu betul-betul seorang nabi , berangkatlah sana untuk aku temui, demi Allah, masuklah ke dalam Islam, sampai kapan lagi ! Kujawab “Saya datang untuk menyatakan keislaman.” Maka kami temui Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Khalid datang dan masuk islam dan menyatakan baiatnya, kemudian aku mendekat dan kutanyakan “Wahai Rasulullah, aku berbaiat kepadamu agar engkau memaafkan dosaku yang akan datang, dan tidak aku sebutkan ‘dan yang telah lewat.” Lantas Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berujar “Wahai Amru, berbaiatlah, sebab Islam memutus (dosa-dosa) yang telah lewat, dan hijrah menghapus kesalahan sebelumnya. Maka aku berbaiat kepada beliau dan aku pulang. Ibn Ishaq mengatakan, Telah menceritakan kepada kami Seseorang yang tidak aku ragukan, Usman bin Tolhah bin Abu Tolhah masuk islam bersamanya
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ishaq] telah mengabarkan kepada kami [Laits bin Sa'd] dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Abu Syimamah] bahwa [Amru bin Ash] berkata, "Ketika Allah 'azza wajalla menempatkan Islam dalam hatiku, maka aku mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam agar beliau membaiatku. Kemudian beliau mengulurkan tangannya kepadaku, lalu aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku tidak akan membaiatmu sebelum engkau memberi maaf atas kesalahan-kesalahanku yang telah lalu." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadaku: "Wahai Amru, tidakkah kamu tahu bahwa hijrah menghapus dosa yang telah lalu? Wahai Amru, tidakkah kamu tahu bahwa Islam menghapus dosa yang telah lalu?"
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin al-Mutsanna al-Anazi] dan [Abu Ma'n ar-Raqasyi] serta [Ishaq bin Manshur] semuanya dari [Abu Ashim] dan lafazh tersebut milik Ibnu al-Mutsanna, telah menceritakan kepada kami [adl-Dlahhak] -yaitu Abu Ashim- dia berkata, telah mengabarkan kepada kami [Haiwah bin Syuraih] dia berkata, telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abu Habib] dari [Ibnu Syimasah al-Mahri] dia berkata, "Kami menghadiri [Amru bin al-Ash], sementara dia sedang memandikan orang yang meninggal, lalu dia menangis lama dan memalingkan wajahnya ke tembok, maka mulailah anaknya berkata, 'Wahai bapakku, tidakkah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan kabar gembira kepadamu dengan hal demikian, tidakkah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan kabar gembira kepadamu dengan hal demikian.' Perawi berkata, 'Maka dia menghadap dengan wajahnya seraya berkata, 'Sesungguhnya sesuatu yang paling utama yang kita anggap adalah persaksian bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah, dan bahwa Muhammad utusan Allah, sesungguhnya aku berada pada tiga keadaan; saya telah melihat diriku, namun tidak ada seorang pun yang lebih membenci Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam daripadaku, dan tidak ada sesuatu yang lebih aku sukai daripada aku dekat dengan beliau, sehingga aku bisa membunuhnya, kalau seandainya aku meninggal dalam keadaan tersebut niscaya aku termasuk pengguhi neraka. Ketika Allah menjadikan Islam di dalam hatiku, maka aku mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan kukatakan, 'Bentangkan tangan kananmu, maka aku akan membaiatmu', maka beliau membentangkan tangan kanannya." Amru bin al Ash berkata, 'Lalu aku memegang tanganku'. Beliau bertanya: 'Ada apa denganmu wahai Amru? ' Aku menjawab, 'Aku ingin memberikan persyaratan.' Beliau bersabda: "Kamu meminta syarat apa? ' Aku menjawab, 'Dengan syarat aku diampuni.' Beliau bersabda: "Apakah kamu tidak tahu bahwa Islam telah menghapuskan dosa yang telah terdahulu, dan bahwa hijrah juga menghapuskan dosa yang terdahulu, dan haji juga menghapuskan dosa yang terdahulu.' Dan tidak ada seorang pun yang lebih saya cintai daripada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan tidak ada yang lebih jelas pada mataku daripada beliau, dan aku tidak mampu untuk memenuhi kedua mataku (dengan sesuatupun) daripada beliau karena pengagungan kepada beliau, kalau aku diminta untuk menggambarkannya, niscaya aku tidak mampu, karena aku belum memenuhi mataku dari beliau. Dan kalau aku mati pada kondisi itu, niscaya aku berharap menjadi salah seorang penduduk surga. Kemudian kami melalui sesuatu yang mana aku tidak mengetahui apa keadaanku di dalamnya, maka apabila aku meninggal, maka janganlah wanita yang menangis meraung-raung menemaniku, dan tidak pula api. Apabila kalian menguburkanku maka taburkanlah tanah padaku, kemudian berdirilah kalian di sekitar kuburanku sekitar jarak unta disembelih dan dibagikan dagingnya, hingga aku mendengar kalian dan melihat apa yang dibawa utusan Rabbku."
Ahmad Bin Hambal berkata; aku membacakan kepada [Yahya Bin Sa'id] dari ['Utsman Bin Ghiyats] Telah menceritakan kepadaku [Abdullah Bin Buraidah] dari [Yahya Bin Ya'mar] dan [Humaid Bin Abdurrahman Al Himyari] keduanya berkata; kami bertemu [Abdullah Bin Umar] kemudian kami sebutkan tentang taqdir dan apa yang mereka katakan tentang taqdir, maka dia menjawab; "Jika kalian kembali kepada mereka, maka sampaikanlah; 'Bahwa Ibnu Umar berlepas diri dari kalian dan kalian berlepas diri darinya (sebanyak tiga kali) '." Kemudian dia berkata; "Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Al Khaththab], bahwa ketika mereka sedang duduk di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tiba tiba beliau didatangi oleh seorang lelaki yang berjalan kaki, yang berwajah tampan, berambut indah dan berpakaian serba putih, maka orang-orang saling pandang, kami tidak mengetahui kalau dia adalah seorang musafir, kemudian dia berkata; "Wahai Rasulullah saya datang kepadamu, " Nabi menjawab: "Ya" maka dia datang dan meletakkan kedua lututnya menempel di kedua lutut beliau dan kedua tangannya di atas kedua paha beliau, kemudian dia bertanya; "Apa Islam itu?" Nabi menjawab: "Bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhaq disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan kamu menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadlan dan melaksanakan haji, " dia bertanya lagi; "Apa itu Iman?" Nabi menjawab: "Hendaknya kamu beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Syurga dan Neraka, kebangkitan setelah mati dan kepada semua Taqdir." Dia bertanya; "Apa itu Ihsan?" Nabi menjawab: "Hendaknya kamu beramal karena Allah seakan akan kamu melihat Allah, dan jika kamu tidak dapat melihatnya maka sesungguhnya Dia melihatmu." Dia bertanya; "Dan kapan terjadi kiamat?" Nabi menjawab: "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari penanya." Dia bertanya; "Maka apa tanda tandanya?" Nabi menjawab: "Apabila orang yang tidak memiliki pakaian, tidak memiliki alas kaki dan orang yang miskin mereka berlomba lomba meninggikan bangunan, dan para budak wanita melahirkan tuannya." Umar berkata; kemudian beliau bersbda: "Hadapkanlah lelaki tadi kepadaku!" Kemudian mereka mencarinya, namun mereka tidak melihatnya sama sekali, maka setelah berselang dua atau tiga hari kemudian beliau berkata: "Wahai Ibnul Khaththab tahukah kamu siapa yang bertanya tentang ini dan ini?" Umar menjawab; "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Nabi berkata: "Itu adalah Jibril datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang perkara Dien (agama) kalian." Umar berkata; "Dan beliau ditanya oleh seorang lelaki dari Juhainah atau Muzainah dia berkata; "Wahai Rasulullah yang mana yang kami lakukan, apakah sesuatu yang sudah selesai atau berlalu atau apakah sesuatu yang baru sekarang?" Nabi menjawab; "Sesuatu yang sudah berlalu (sudah ada), " maka berkatalah seorang lelaki atau sebagian orang; "Wahai Rasulullah lalu untuk apa kami beramal?" Maka Nabi menjawab: "Calon penghuni Syurga mereka dimudahkan untuk berbuat amalan penghuni Syurga, dan calon penghuni Neraka dimudahkan berbuat amalan penghuni Neraka." Yahya berkata; "Demikianlah sebagaimana kamu membacakannya kepada saya."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Kahmas] dari [Ibnu Buraidah] dari [Yahya Bin Ya'mar] dari [Ibnu Umar] bahwa Jibril bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Apakah iman itu?" Maka beliau menjawab: "Hendaknya engkau beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, para Rasul-Nya, Hari Akhir dan kepada Taqdir yang baik dan yang buruk." Kemudian Jibril berkata kepada beliau; "Kamu benar." Dia (Ibnu Umar) berkata; "Maka kami merasa heran kepadanya karena dia bertanya kemudian membenarkannya, " dia berkata; kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Itu adalah Jibril datang kepada kalian untuk mengajari kalian perkara Dien kalian."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Kahmas] dari [Ibnu Buraidah]. Dan telah menceritakan kepada kami [Yazid Bin Harun] Telah menceritakan kepada kami [Kahmas] dari [Ibnu Buraidah] dari [Yahya Bin Ya'mar] yang telah mendengar [Ibnu Umar] berkata; Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Khaththab], dia berkata; "Suatu hari ketika kami sedang berada di samping Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba tiba muncul seorang lelaki di hadapan kami, pakaiannya sangat putih dan rambutnya sangat hitam, " - [Yazid] berkata; - "kami tidak melihatnya ada tanda tanda pernah bepergian dan tidak ada seorangpun dari kami yang mengenalnya. Kemudian dia duduk dihadapan Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam dan menempelkan kedua lututnya kepada lutut beliau, dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua paha beliau, kemudian dia berkata; "Wahai Muhammad, beritahukanlah kepadaku apakah Islam itu!" Beliau menjawab: "Islam adalah kamu bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, kemudian menegakkan shalat, membayar zakat, puasa di Bulan Ramadlan dan melaksanakan ibadah Haji jika kamu mampu." Dia (lelaki) berkata; "Benar kamu". Dia (Umar) berkata; "Maka kami merasa heran dengannya, dia bertanya tapi kemudian membenarkannya". Umar berkata; kemudian dia berkata; "Beritahukanlah kepadaku apakah Iman itu?" Beliau menjawab: "Iman adalah kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab Kitab-Nya, para Rasul-Nya, Hari akhir dan kepada Taqdir yang baik dan yang buruk." Dia berkata; "Benar kamu", dia berkata; "Lalu beritahukanlah kepadaku apakah Ihsan itu?" Yazid berkata; beliau menjawab: "Kamu beribadah kepada Allah seakan akan melihat-Nya dan jika tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu". Dia berkata; "Lalu beritahukanlah kepadaku tentang kiamat!" Beliau menjawab: "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari penanya", dia berkata; "Kalau begitu beritahukanlah kepadaku tentang tanda tandanya!" Beliau menjawab: "Apabila budak budak perempuan melahirkan tuannya, apabila kamu melihat orang-orang yang telanjang kakinya (tidak bersandal atau sepatu) dan tidak berpakaian dan para penggembala kambing saling berlomba lomba meninggikan gedung (bermegah megahan) ". Umar berkata; "Kemudian lelaki tersebut pergi." Umar berkata; "Tidak berselang lama." Yazid berkata; "Tiga hari "kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadaku: "Wahai Umar, tahukah kamu siapakah penanya tersebut?" Umar menjawab; aku berkata; "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Beliau berkata: "Itu adalah Jibril, dia datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang Dien (agama) kalian."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Alqamah Bin Martsad] dari [Sulaiman Bin Buraidah] dari [Ibnu Ya'mar] dia berkata; aku berkata kepada [Ibnu Umar]; "Kami bepergian keseluruh penjuru bumi, kemudian kami bertemu dengan suatu kaum yang mengatakan tidak ada takdir." Ibnu Umar berkata; "Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka beritahukan kepada mereka bahwa Abdullah Bin Umar berlepas diri dari mereka, dan merekapun berlepas diri darinya, " sebanyak tiga kali. Lalu dia menceritakan sebuah hadis; Ketika kami sedang berada di dekat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba tiba seorang lelaki datang - Ibnu Umar menyebutkan ciri cirinya - Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Mendekatlah!" lalu lelaki tersebut mendekat, kemudian Rasulullah bersabda lagi: "Mendekatlah!" Maka lelaki tersebut semakin mendekat, sehingga kedua lutunya hampir saling bersentuhan. Lalu dia berkata; "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku apakah Iman itu?" Atau, "Beritahukanlah kepadaku tentang Iman?" Beliau menjawab: "Kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab kitab-Nya, para Rasul-Nya, Hari Akhir dan beriman kepada Taqdir". Sufyan berkata; saya mengiranya beliau menyebutkan: "Yang baik dan yang buruk." Lelaki tersebut bertanya; "Apakah Islam Itu?" Beliau menjawab: "Menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji, puasa di bulan Ramadlan dan mandi dari Junub", semua jawaban beliau dikomentari; "Benar kamu, benar kamu." Para sahabat berkata; "Kami tidak pernah melihat seorang lelaki yang memuliakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melebihi lelaki ini, sepertinya dia mengetahui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Kemudian dia berkata; "Wahai Rasulullah beritahukanlah kepadaku tentang Ihsan!" Beliau menjawab: "Kamu beribadah kepada Allah atau beribadah kepada-Nya seakan akan kamu melihat-Nya, apabila kamu tidak dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu." Kami semuanya mengatakannya; kami tidak pernah melihat seorang lelaki yang memuliakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melebihi lelaki ini, lalu dia berkata; "Benar kamu, benar kamu." Dia berkata; "Beritahukanlah kepadaku tentang Kiamat!" Beliau menjawab: "Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahuinya dari penanya". Dia berkata; lalu lelaki tersebut berkata; "Benar kamu." Dia selalu mengatakan demikian, dan kami tidak pernah melihat seorang lelaki yang memuliakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melebihi lelaki ini, lalu lelaki tersebut pergi. -Sufyan berkata; - "Kemudian sampai berita kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Carilah dia!" Akan tetapi mereka tidak menemukannya, beliau berkata: "Lelaki ini adalah Jibril, dia datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang dien kalian, tidak pernah dia menemuiku dengan menyerupai sesuatu kecuali aku mengenalnya selain kali ini." Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Alqamah Bin Martsad] dari [Sulaiman Bin Buraidah] dari [Ibnu Ya'mar] dia berkata; aku bertanya kepada [Ibnu Umar] atau dia (Ibnu Umar) ditanya oleh seorang lelaki; "Sesungguhnya kami pernah mengembara di muka bumi ini dan bertemu dengan suatu kaum yang mengatakan tidak ada takdir, " kemudian Ibnu Umar menjawab; "Jika kamu bertemu dengan mereka, sampaikan kepada mereka bahwa Ibnu Umar berlepas diri dari mereka, dan mereka berlepas diri dari Ibnu Umar", dia mengatakannya tiga kali, kemudian dia menceritakan kepada kami dan berkata; ketika kami sedang berada di dekat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba tiba seorang lelaki datang dan berkata "Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mendekat?" Beliau menjawab: "Mendekatlah!" Kemudian dia mendekat selangkah, lalu dia berkata; "Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mendekat?" Beliau menjawab: "Mendekatlah!" Kemudian dia mendekat selangkah dan berkata lagi; "Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mendekat?" Beliau menjawab: "Mendekatlah!" Kemudian dia mendekat selangkah sehingga kedua lututnya hampir menyentuh lutut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia berkata; "Wahai Rasulullah apakah Iman itu?" Kemudian Ibnu Umar menyebutkan hadis di atas secara makna.
Masih melalui periwayatan yang sama dari [Ibnu Abbas]; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk di tempatnya, lalu Jibril 'alaihi salam datang menemuinya dan duduk di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan menempatkan kedua tangannya di atas kedua lutut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu Jibril berkata; "Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku apakah Islam itu?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Islam adalah engkau menyerahkan wajahmu hanya untuk Allah, engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan (engaku bersaksi) bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya." Jibril berkata; "Jika aku melaksanakan hal itu, apakah aku telah menjadi seorang muslim?" Beliau menjawab: "Jika kamu melaksanakan hal itu, maka kamu menjadi seorang muslim." Jibril bertanya lagi; "Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku apakah iman itu?" beliau menjawab: "Iman adalah engkau percaya kepada Allah, hari Akhir, para Malaikat, kitab-kitab, para Nabi dan engkau percaya kematian dan kehidupan setelah kematian, engkau juga percaya adanya Surga, Neraka, Hisab, Mizan (timbangan) dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk." Jibril berkata; "Jika aku melaksanakan hal itu, apakah aku telah beriman?" Beliau menjawab; "Jika kamu melaksanakan hal itu, berarti kamu telah beriman." Jibril berkata; "Wahai Rasulullah, jelaskanlah padaku apakah Ihsan itu?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Ihsan adalah engkau beramal karena Allah seolah-olah engkau melihatnya, bila engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu." Jibril berkata; "Wahai Rasulullah, ceritakanlah kepadaku kapankah terjadi hari Kiamat?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Subhanallah, ada lima perkara ghaib yang tidak ada seorangpun yang mengetahuinya kecuali Allah, Sesungguhnya Allah, Hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok, dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal QS Luqman; 34. tapi bila engkau mau, aku akan menceritakan kepadamu tentang tanda-tandanya." Jibril berkata; "Tentu wahai Rasulullah, ceritakanlah kepadaku!." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila engkau telah melihat seorang budak melahirkan tuannya -atau beliau mengatakan (dengan redaksi) 'Rabbataha (tuannya) '- engkau melihat para penggembala kambing saling berlomba-lomba meninggikan bangunan, dan engkau telah melihat seorang yang serba kekurangan berpakaian dan makanan menjadi para pemimpin manusia, maka itulah diantara tanda-tanda kiamat dan gejala-gejalanya." Jibril berkata; "Wahai Rasulullah, siapakah yang dimaksud dengan para penggembala dan orang yang serba kekurangan pakaian dan makanan?" beliau menjawab: "Yaitu bangsa Arab."
Telah menceritakan kepada kami [Bahz] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sulaiman Ibnul Mughirah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dari [Anas bin Malik] bahwa 'Itban merasakan sakit pada matanya, lalu ia dikirim menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ia menceritakan perihal sakit yang menimpanya, ia berkata; "Wahai Rasulullah, kemarilah shalat di rumahku hingga aku dapat menjadikannya sebagai tempat shalat." Anas berkata; Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun datang bersama beberapa orang dari para sahabatnya yang berkenan ikut, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian berdiri dan shalat, sedangkan para sahabatnya saling berbicara antara sebagian dengan sebagian yang lain. Mereka menyebut-nyebut tentang apa yang mereka dapati dari orang-orang munafik, dan mereka sandarkan yang paling parah adalah kepada Malik bin Dukhaisyam. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun berpaling seraya bersabda: "Bukankah ia telah bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah, dan aku adalah utusan Allah!" lalu berkatalah seorang laki-laki, "Benar, tapi bagaimana dengan isi hatinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda: "Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah dan aku adalah utusan Allah, maka sekali-kali ia tidak akan dimakan oleh neraka, " atau beliau mengatakan, "sekali-kali ia tidak akan masuk ke dalam neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Yunus] dari [Humaid bin Hilal] dari [Hishshan bin Al Kahin], ia berkata; Saya masuk masjid Jami' di Bashrah, saya duduk mendekati [seorang Syeikh] yang sudah beruban rambut dan jenggotnya. Ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Mu'adz bin Jabal] dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, beliau bersabda; "Tidaklah jiwa meninggal dunia sementara ia bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang haq) selain Allah dan aku utusan Allah, dan itu semua kembali ke hati yang meyakini, kecuali Allah akan mengampuninya." Saya bertanya padanya; 'Kau mendengarnya dari Mu'adz? ' Pertanyaanku ini sepertinya menjadikan orang-orang bersikap keras kepadaku. Maka orangtua itu berkata; 'Jangan kalian bersikap keras padanya dan jangan mencelanya, biarkan dia.' Ya, saya mendengarnya dari Mu'adz menceritakannya dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam. Isma'il sesekali meriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, ia berkata; saya berkata kepada sebagaian dari mereka; Siapa itu. Ia menjawab; Ia 'Abdur Rahman bin Samuroh. Telah menceritakan kepada kami ['Abdul A'la] dari [Yunus] dari [Humaid bin Hilal] dari [Hishshan bin Al Kahin], -ayahnya seorang dukun dimasa jahiliyah- ia berkata; Saya masuk masjid 'Utsman bin 'Affan, disana ada seorang [Syaikh] beruban rambut dan jenggotnya menceritakan dari [Mu'adz] dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam kemudian ia menyebutkan hadis diatas.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qotadah] dari [Anas] dari [Mu'adz], ia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa meninggal dunia sementara ia bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang haq) selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah tulus dari hati maka ia masuk surga." Berkata Syu'bah; saya tidak bertanya kepada Qotadah apakah ia mendengarnya dari Anas.
Telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Muhammad] telah bercerita kepada kami [Laits] dari [Ibnu 'Ajlan] dari [Muhammad bin Yahya bin Habban] dari [Ibnu Muhairiz] dari [Ash Shunabihi] bahwa ia menemui ['Ubadah bin Ash Shamit] ketika ia dalam keadaaan sakit parah, saya menangis hingga ia berkata: Sebentar, kenapa kamu menangis? demi Allah jika saya diminta untuk bersaksi maka saya akan bersaksi untukmu dan jika saya diberi syafaat maka saya bersyafaat untukmu dan jika saya mampu maka saya akan memberi manfaat kepadamu, kemudian ia berkata: Demi Allah, tidak ada satu hadispun yang berisi kebaikan untuk kalian melainkan saya telah menceritakannya kepada kalian kecuali satu hadis, dan pada hari ini saya akan menceritakannya kepada kalian, sungguh hadis tersebut telah meliputi diriku, saya mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barang siapa bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka dirinya diharamkan dari api neraka". Telah bercerita kepadaku [Qutaibah] hadis serupa, ia berkata dalam riwayatnya: "Allah Tabaaroka wa Ta'aala mengharamkan neraka atasnya."
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Hisyam] berkata, telah menceritakan kepadaku [Bapakku] dari [Qatadah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Anas bin Malik] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menunggang kendaraan sementara Mu'adz membonceng di belakangnya. Beliau lalu bersabda: "Wahai Mu'adz bin Jabal!" Mu'adz menjawab, "Wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu." Beliau memanggil kembali: "Wahai Mu'adz!" Mu'adz menjawab, "Wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu." Hal itu hingga terulang tiga kali, beliau lantas bersabda: "Tidaklah seseorang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah, tulus dari dalam hatinya, kecuali Allah akan mengharamkan baginya neraka." Mu'adz lalu bertanya, "Apakah boleh aku memberitahukan hal itu kepada orang, sehingga mereka bergembira dengannya?" Beliau menjawab: "Nanti mereka jadi malas (untuk beramal)." Mu'adz lalu menyampaikan hadits itu ketika dirinya akan meninggal karena takut dari dosa."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Abu Wa`il] dari [Ibnu Mas'ud] ia berkata; Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; Apakah salah seorang dari kami akan disiksa dengan perbuatan di masa jahiliyah? Beliau menjawab: "Barangsiapa yang berbuat kebaikan di dalam Islam, ia tidak akan disiksa dengan perbuatan di masa jahiliyah dan barangsiapa yang berbuat buruk di dalam Islam, ia akan siksa awal dan akhir."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrozaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az-Zuhri] dari ['Urwah Az-Zubair] dari [Hakim bin Hizam] berkata; Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat anda tentang perkara-perkara kebaikan yang pernah saya lakukan pada masa Jahiliyyah seperti memerdekakan budak dan menyambung kekerabatan, apakah saya mendapatkan pahala darinya? Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda kepadanya, "Setelah kamu masuk Islam, kamu akan mendapatkan pahala atas kebaikan yang pernah kamu lakukan."
Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah mengabarkan kepada kami [Syarik] dari [Simak] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas], -dan ia merafa'kannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, - beliau bersabda: "Setiap perjanjian di masa jahiliyah, Islam tidak akan menambah kecuali semakin menguatkannya dan mempererat."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Simak] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] dan dia merafa'nya, beliau bersabda: "Seluruh kemitraan (koalisi, ikrar kesepakatan) semasa jahiliyah, Islam tidak menambahnya semakin kuat dan kokoh."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Abdullah] ia berkata; Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata; Wahai Rasulullah, apabila aku berbuat baik dalam Islam, apakah aku akan disiksa dengan apa yang telah aku lakukan di masa jahiliyah? Beliau pun bersabda: "Bila engkau berbuat baik dalam Islam, engkau tidak akan disiksa dengan apa yang telah engkau lakukan di masa jahiliyah. Dan apabila engkau berbuat buruk dalam Islam, maka engkau akan disiksa dengan yang pertama dan terakhir."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman], telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Aghar] dari [Khalifah bin Hushain] dari kakeknya yaitu [Qais bin 'Ashim] bahwa dia masuk Islam, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkannya agar mandi dengan air yang di campur dengan daun bidara."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'], telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al Aghar Al Minqari] dari [Khalifah bin Hushain bin Qais bin 'Ashim] dari [Ayahnya] bahwa Kakeknya, dia masuk Islam di zaman Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam, lalu beliau memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun bidara."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Katsir Al 'Abdi] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepada kami [Al Aghar] dari [Khalifah bin Hushain] dari [kakeknya, Qais bin 'Ashim] dia berkata; Saya pernah menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk masuk Islam, maka beliau memerintahkanku untuk mandi dengan air dan daun bidara.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al Agharr bin As Shabbah] dari [Khalifah bin Hushain] dari [Qais bin 'Ashim] setelah dia masuk Islam, Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam menyuruhnya untuk mandi dengan air dan daun bidara. Abu 'Isa berkata, hadits semakna juga diriwayatkan dari Abu Hurairah dan ini adalah hadits hasan, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur ini. Ahlul ilmi mengamalkannya dengan berpendapat sunnah bagi orang yang baru masuk Islam untuk mandi dan mencuci pakaiannya.
Telah mengabarkan kepada kami [Amr bin Ali] telah menceritakan kepada kami [Yahya] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al Aghar yaitu Ibnu Shabah] dari [Khalifah bin Hushain] dari [Qais bin 'Ashim] bahwa dia masuk Islam, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyuruhnya mandi dengan air dan sidr (Daun Bidara).
Ahmad Bin Hambal berkata; aku membacakan kepada [Yahya Bin Sa'id] dari ['Utsman Bin Ghiyats] Telah menceritakan kepadaku [Abdullah Bin Buraidah] dari [Yahya Bin Ya'mar] dan [Humaid Bin Abdurrahman Al Himyari] keduanya berkata; kami bertemu [Abdullah Bin Umar] kemudian kami sebutkan tentang taqdir dan apa yang mereka katakan tentang taqdir, maka dia menjawab; "Jika kalian kembali kepada mereka, maka sampaikanlah; 'Bahwa Ibnu Umar berlepas diri dari kalian dan kalian berlepas diri darinya (sebanyak tiga kali) '." Kemudian dia berkata; "Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Al Khaththab], bahwa ketika mereka sedang duduk di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tiba tiba beliau didatangi oleh seorang lelaki yang berjalan kaki, yang berwajah tampan, berambut indah dan berpakaian serba putih, maka orang-orang saling pandang, kami tidak mengetahui kalau dia adalah seorang musafir, kemudian dia berkata; "Wahai Rasulullah saya datang kepadamu, " Nabi menjawab: "Ya" maka dia datang dan meletakkan kedua lututnya menempel di kedua lutut beliau dan kedua tangannya di atas kedua paha beliau, kemudian dia bertanya; "Apa Islam itu?" Nabi menjawab: "Bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhaq disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan kamu menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadlan dan melaksanakan haji, " dia bertanya lagi; "Apa itu Iman?" Nabi menjawab: "Hendaknya kamu beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Syurga dan Neraka, kebangkitan setelah mati dan kepada semua Taqdir." Dia bertanya; "Apa itu Ihsan?" Nabi menjawab: "Hendaknya kamu beramal karena Allah seakan akan kamu melihat Allah, dan jika kamu tidak dapat melihatnya maka sesungguhnya Dia melihatmu." Dia bertanya; "Dan kapan terjadi kiamat?" Nabi menjawab: "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari penanya." Dia bertanya; "Maka apa tanda tandanya?" Nabi menjawab: "Apabila orang yang tidak memiliki pakaian, tidak memiliki alas kaki dan orang yang miskin mereka berlomba lomba meninggikan bangunan, dan para budak wanita melahirkan tuannya." Umar berkata; kemudian beliau bersbda: "Hadapkanlah lelaki tadi kepadaku!" Kemudian mereka mencarinya, namun mereka tidak melihatnya sama sekali, maka setelah berselang dua atau tiga hari kemudian beliau berkata: "Wahai Ibnul Khaththab tahukah kamu siapa yang bertanya tentang ini dan ini?" Umar menjawab; "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Nabi berkata: "Itu adalah Jibril datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang perkara Dien (agama) kalian." Umar berkata; "Dan beliau ditanya oleh seorang lelaki dari Juhainah atau Muzainah dia berkata; "Wahai Rasulullah yang mana yang kami lakukan, apakah sesuatu yang sudah selesai atau berlalu atau apakah sesuatu yang baru sekarang?" Nabi menjawab; "Sesuatu yang sudah berlalu (sudah ada), " maka berkatalah seorang lelaki atau sebagian orang; "Wahai Rasulullah lalu untuk apa kami beramal?" Maka Nabi menjawab: "Calon penghuni Syurga mereka dimudahkan untuk berbuat amalan penghuni Syurga, dan calon penghuni Neraka dimudahkan berbuat amalan penghuni Neraka." Yahya berkata; "Demikianlah sebagaimana kamu membacakannya kepada saya."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Kahmas] dari [Ibnu Buraidah] dari [Yahya Bin Ya'mar] dari [Ibnu Umar] bahwa Jibril bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Apakah iman itu?" Maka beliau menjawab: "Hendaknya engkau beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, para Rasul-Nya, Hari Akhir dan kepada Taqdir yang baik dan yang buruk." Kemudian Jibril berkata kepada beliau; "Kamu benar." Dia (Ibnu Umar) berkata; "Maka kami merasa heran kepadanya karena dia bertanya kemudian membenarkannya, " dia berkata; kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Itu adalah Jibril datang kepada kalian untuk mengajari kalian perkara Dien kalian."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Kahmas] dari [Ibnu Buraidah]. Dan telah menceritakan kepada kami [Yazid Bin Harun] Telah menceritakan kepada kami [Kahmas] dari [Ibnu Buraidah] dari [Yahya Bin Ya'mar] yang telah mendengar [Ibnu Umar] berkata; Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Khaththab], dia berkata; "Suatu hari ketika kami sedang berada di samping Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba tiba muncul seorang lelaki di hadapan kami, pakaiannya sangat putih dan rambutnya sangat hitam, " - [Yazid] berkata; - "kami tidak melihatnya ada tanda tanda pernah bepergian dan tidak ada seorangpun dari kami yang mengenalnya. Kemudian dia duduk dihadapan Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam dan menempelkan kedua lututnya kepada lutut beliau, dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua paha beliau, kemudian dia berkata; "Wahai Muhammad, beritahukanlah kepadaku apakah Islam itu!" Beliau menjawab: "Islam adalah kamu bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, kemudian menegakkan shalat, membayar zakat, puasa di Bulan Ramadlan dan melaksanakan ibadah Haji jika kamu mampu." Dia (lelaki) berkata; "Benar kamu". Dia (Umar) berkata; "Maka kami merasa heran dengannya, dia bertanya tapi kemudian membenarkannya". Umar berkata; kemudian dia berkata; "Beritahukanlah kepadaku apakah Iman itu?" Beliau menjawab: "Iman adalah kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab Kitab-Nya, para Rasul-Nya, Hari akhir dan kepada Taqdir yang baik dan yang buruk." Dia berkata; "Benar kamu", dia berkata; "Lalu beritahukanlah kepadaku apakah Ihsan itu?" Yazid berkata; beliau menjawab: "Kamu beribadah kepada Allah seakan akan melihat-Nya dan jika tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu". Dia berkata; "Lalu beritahukanlah kepadaku tentang kiamat!" Beliau menjawab: "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari penanya", dia berkata; "Kalau begitu beritahukanlah kepadaku tentang tanda tandanya!" Beliau menjawab: "Apabila budak budak perempuan melahirkan tuannya, apabila kamu melihat orang-orang yang telanjang kakinya (tidak bersandal atau sepatu) dan tidak berpakaian dan para penggembala kambing saling berlomba lomba meninggikan gedung (bermegah megahan) ". Umar berkata; "Kemudian lelaki tersebut pergi." Umar berkata; "Tidak berselang lama." Yazid berkata; "Tiga hari "kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadaku: "Wahai Umar, tahukah kamu siapakah penanya tersebut?" Umar menjawab; aku berkata; "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Beliau berkata: "Itu adalah Jibril, dia datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang Dien (agama) kalian."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Alqamah Bin Martsad] dari [Sulaiman Bin Buraidah] dari [Ibnu Ya'mar] dia berkata; aku berkata kepada [Ibnu Umar]; "Kami bepergian keseluruh penjuru bumi, kemudian kami bertemu dengan suatu kaum yang mengatakan tidak ada takdir." Ibnu Umar berkata; "Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka beritahukan kepada mereka bahwa Abdullah Bin Umar berlepas diri dari mereka, dan merekapun berlepas diri darinya, " sebanyak tiga kali. Lalu dia menceritakan sebuah hadis; Ketika kami sedang berada di dekat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba tiba seorang lelaki datang - Ibnu Umar menyebutkan ciri cirinya - Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Mendekatlah!" lalu lelaki tersebut mendekat, kemudian Rasulullah bersabda lagi: "Mendekatlah!" Maka lelaki tersebut semakin mendekat, sehingga kedua lutunya hampir saling bersentuhan. Lalu dia berkata; "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku apakah Iman itu?" Atau, "Beritahukanlah kepadaku tentang Iman?" Beliau menjawab: "Kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab kitab-Nya, para Rasul-Nya, Hari Akhir dan beriman kepada Taqdir". Sufyan berkata; saya mengiranya beliau menyebutkan: "Yang baik dan yang buruk." Lelaki tersebut bertanya; "Apakah Islam Itu?" Beliau menjawab: "Menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji, puasa di bulan Ramadlan dan mandi dari Junub", semua jawaban beliau dikomentari; "Benar kamu, benar kamu." Para sahabat berkata; "Kami tidak pernah melihat seorang lelaki yang memuliakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melebihi lelaki ini, sepertinya dia mengetahui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Kemudian dia berkata; "Wahai Rasulullah beritahukanlah kepadaku tentang Ihsan!" Beliau menjawab: "Kamu beribadah kepada Allah atau beribadah kepada-Nya seakan akan kamu melihat-Nya, apabila kamu tidak dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu." Kami semuanya mengatakannya; kami tidak pernah melihat seorang lelaki yang memuliakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melebihi lelaki ini, lalu dia berkata; "Benar kamu, benar kamu." Dia berkata; "Beritahukanlah kepadaku tentang Kiamat!" Beliau menjawab: "Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahuinya dari penanya". Dia berkata; lalu lelaki tersebut berkata; "Benar kamu." Dia selalu mengatakan demikian, dan kami tidak pernah melihat seorang lelaki yang memuliakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melebihi lelaki ini, lalu lelaki tersebut pergi. -Sufyan berkata; - "Kemudian sampai berita kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Carilah dia!" Akan tetapi mereka tidak menemukannya, beliau berkata: "Lelaki ini adalah Jibril, dia datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang dien kalian, tidak pernah dia menemuiku dengan menyerupai sesuatu kecuali aku mengenalnya selain kali ini." Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Alqamah Bin Martsad] dari [Sulaiman Bin Buraidah] dari [Ibnu Ya'mar] dia berkata; aku bertanya kepada [Ibnu Umar] atau dia (Ibnu Umar) ditanya oleh seorang lelaki; "Sesungguhnya kami pernah mengembara di muka bumi ini dan bertemu dengan suatu kaum yang mengatakan tidak ada takdir, " kemudian Ibnu Umar menjawab; "Jika kamu bertemu dengan mereka, sampaikan kepada mereka bahwa Ibnu Umar berlepas diri dari mereka, dan mereka berlepas diri dari Ibnu Umar", dia mengatakannya tiga kali, kemudian dia menceritakan kepada kami dan berkata; ketika kami sedang berada di dekat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba tiba seorang lelaki datang dan berkata "Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mendekat?" Beliau menjawab: "Mendekatlah!" Kemudian dia mendekat selangkah, lalu dia berkata; "Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mendekat?" Beliau menjawab: "Mendekatlah!" Kemudian dia mendekat selangkah dan berkata lagi; "Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mendekat?" Beliau menjawab: "Mendekatlah!" Kemudian dia mendekat selangkah sehingga kedua lututnya hampir menyentuh lutut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia berkata; "Wahai Rasulullah apakah Iman itu?" Kemudian Ibnu Umar menyebutkan hadis di atas secara makna.
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Manshur] dari [Salim bin Abu Al Ja'd] dari [Yazid bin Bisyr] dari [Ibnu Umar] ia berkata, "Islam dibangun di atas lima dasar; bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji dan puasa Ramadan." Yazid melanjutkan, "Lalu seorang laki-laki berkata kepadanya, "Dan jihad fi sabilillah?" Ibnu Umar menjawab, "Jihad adalah amalan yang baik, beginilah yang diberitahukan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Sallam kepada kami."
Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah menceritakan kepada kami [Syaiban] telah menceritakan kepada kami [Manshur] dari [Salim bin Abul Ja'd] dari [Salamah bin Nu'aim] salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menjumpai Allah dalam keadaan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun maka ia akan masuk surga, meskipun ia berzina atau mencuri."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Washil Al Ahdab] dari [Ma'rur] berkata, Aku mendengar [Abu Dzar] menceritakan dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda: "Jibril Alaihis Salam mendatangiku dan memberi kabar gembira." Dan telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman] dari [Zaid bin Wahb] dari [Abu Dzar Al Ghifari] dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda: "Jibril memberi kabar gembira padaku bahwa siapa saja yang mati dari umatmu sedang ia tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu pun maka ia akan masuk surga." Abu Dzar berkata, "Aku bertanya, "Walaupun ia berzina dan mencuri?" Beliau bersabda: "Walau ia berzina dan mencuri."
Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadhr] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah Sayiban] dari [Manshur] dari [Salim bin Abu Al Ja'd] dari [Salamah bin Nu'aim] -salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam-, berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam bersabda; "Barangsiapa bertemu Allah tanpa menyekutukanNya dengan sesuatu pun, ia masuk surga meski berzina dan meski mencuri."
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] dari ['Ashim] dari [seorang penduduk Makkah] bahwa Yazid bin Mu'awiyah memimpin pasukan dimana Abu Ayyub Al Anshari ada didalamnya lalu Yazid masuk ke kediamannya saat sekarat, [Abu Ayyub Al Anshari] berkata padanya: Bila aku meninggal, sampaikan salamku pada orang-orang dan kabarkan kepada mereka bahwa aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Barangsiapa meninggal dunia dengan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, Allah menempatkan disurga." Hendaklah mereka berangkat bersamaku dan pergi ke negeri jauh bersamaku di kawasan Romawi semampu mereka. Di kemudian hari Yazid memberitahukan orang-orang saat Abu Ayyub Al Anshari meninggal dunia, orang-orang terpukul dan mereka pun mengantarkan jenazahnya.
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Mahdiy bin Maymun] telah menceritakan kepada kami [Washil Al Ahdab] dari [Al Ma'rur bin Suaid] dari [Abu Dzar radliallahu 'anhu] berkata; Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Baru saja datang kepadaku utusan dari Rabbku lalu mengabarkan kepadaku" atau Beliau bersabda: "Telah datang mengabarkan kepadaku bahwa barangsiapa yang mati dari ummatku sedang dia tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun maka dia pasti masuk surga". Aku tanyakan: "Sekalipun dia berzina atau mencuri?" Beliau menjawab: "Ya, sekalipun dia berzina atau mencuri".
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ma'mar] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir Al 'Aqadi] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Al Mughirah] dari [Tsabit] dari [Anas] dia berkata; "Dalam Al Qur'an kita dilarang bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang sesuatu. Sangat mengherankan kami jika ada seorang yang berakal dari penduduk kampung hendak datang lalu bertanya kepada beliau. kemudian seorang dari penduduk kampung itu pun datang seraya berkata; "Wahai Muhammad, utusanmu telah datang kepada kami, lalu ia memberitahukan kepada kami bahwa kamu menganggap Allah Azza wa Jalla telah mengutusmu?" beliau menjawab: "Benar." Ia bertanya; "Lalu siapa yang telah menciptakan langit?" Beliau menjawab, "Allah." Ia bertanya; "Siapakah yang menegakkan gunung-gunung?" Beliau menjawab: "Allah." Ia bertanya; "Siapa yang telah menjadikan berbagai manfaat di dalamnya." Beliau menjawab: "Allah." Ia bertanya; "Demi Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi, menegakkan gunung-gunung dan menjadikan manfaat di dalamnya, Apakah Allah telah mengutusmu?" Beliau menjawab: "Ya." Ia bertanya; "Dan utusanmu menganggap bahwa kita diwajibkan untuk mengerjakan shalat lima waktu sehari semalam?" Beliau menjawab: "Benar." Ia bertanya; "Maka demi Dzat yang telah mengutusmu, apakah Allah memerintahkanmu untuk mengerjakan hal ini?" Beliau menjawab: "Ya." Ia bertanya; "Utusanmu menganggap bahwa kita berkewajiban untuk mengeluarkan zakat harta benda kita?" Beliau menjawab: "Benar." Ia bertanya; "Demi Dzat yang telah mengutusmu, Apakah Allah telah memerintahkanmu untuk mengerjakan hal ini? Beliau menjawab: "Ya." Dia bertanya lagi; "Dan utusanmu menganggap bahwa kita diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadlan pada setiap tahunnya?" Beliau menjawab: "Benar." Ia bertanya; "Maka demi Dzat yang telah mengutusmu, apakah Allah memerintahkanmu untuk mengerjakan hal ini?" Beliau menjawab: "Ya. Dia bertanya lagi; 'Dan utusanmu menganggap bahwa kita di wajibkan untuk menunaikan haji bagi siapa yang mampu mengadakan perjalanannya?" Beliau menjawab: "Benar." Ia bertanya; "Demi Dzat yang telah mengutusmu, apakah Allah telah memerintahkanmu untuk melakukan hal ini?" Beliau menjawab: "Ya." Ia berkata; "Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran, sungguh aku tidak akan menambah sedikit pun atas semua itu dan tidak akan menguranginya." Setelah ia pergi, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh jika ia benar, niscaya masuk surga."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrozaq] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] berkata; telah mengabarkan kepadaku, dari ['Utsaim bin Kulaib] dari [Bapaknya] dari [kakeknya] dia datang kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dan berkata; saya telah masuk Islam. (Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam) bersabda: "Buanglah bulu-bulu kekafiran darimu" Dan bersabda: "Cukurlah." ('Utsaim Radliyallahu'anhu) berkata; telah mengabarinya orang lain yang bersamanya, Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda kepada orang lain itu, "Buanglah bulu-bulu kekafiran darimu dan berkhitanlah."
Telah menceritakan kepada kami [Makhlad bin Khalid] telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] dia berkata; Telah [dikabarkan kepadaku] dari ['Utsaim bin Kulaib] dari [Ayahnya] dari [kakeknya] bahwasanya dia pernah datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata; Saya masuk Islam. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Buanglah rambut kafirmu". Maksudnya beliau bersabda: "Cukurlah". Dan perawi lain telah mengabarkan kepadaku bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada orang lain yang bersamanya: "Cukurlah rambut kafirmu dan berkhitanlah".
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib Muhammad bin 'Ala' bin Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin 'Ayasy] dari [A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dia berkata, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: " Pada malam pertama bulan Ramadlan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satupun pintu yang tertutup, serta seorang penyeru menyeru, wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah, Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadlan". (perawi) berkata, dalam bab ini (ada juga riwayat -pent) dari Abdurrahman bin 'Auf dan Ibnu Ma'ud serta Salman.
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Bakr bin Mudhar] dari [Umarah bin Ghaziah] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Iman memiliki enam puluh delapan pintu, yang paling tinggi adalah perkataan LAA ILAAHA ILLA ALLAH, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalan."
Berkata; telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Suhail bin Abu Shalih] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Iman itu mempunyai tujuh puluh sekian cabang pintu, yang paling utama adalah ucapan; LAA ILAAHA ILLA ALLAH, dan yang paling ringan adalah membuang duri dari jalan, dan malu adalah cabang dari iman."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Suhail bin Abu Shalih] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Iman itu ada tujuh puluh tiga cabang lebih, yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalan, sedang yang paling tinggi adalah ucapan: LAA ILAAHA ILLA ALLAH."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin Burqan] dari [Yazid bin Al Asham] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Iman itu ada tujuh puluh tiga cabang lebih, yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalan, sedang yang paling tinggi adalah ucapan: LAA ILAAHA ILLA ALLAH."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Muhammad Al Ju'fi] dia berkata, Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir Al 'Aqadi] yang berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Bilal] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan malu adalah bagian dari iman".
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Abdullah] ia berkata; Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata; Wahai Rasulullah, apabila aku berbuat baik dalam Islam, apakah aku akan disiksa dengan apa yang telah aku lakukan di masa jahiliyah? Beliau pun bersabda: "Bila engkau berbuat baik dalam Islam, engkau tidak akan disiksa dengan apa yang telah engkau lakukan di masa jahiliyah. Dan apabila engkau berbuat buruk dalam Islam, maka engkau akan disiksa dengan yang pertama dan terakhir."
Telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] berkata; Orang-orang berkata; Wahai Rasulullah, Apakah kami akan disiksa karena perbuatan kami semasa jahiliyah? Beliau menjawab: "Barangsiapa di antara kalian berbuat baik di dalam Islam, maka tidak akan disiksa, sedang siapa yang berbuat buruk, akan disiksa karena perbuatannya yang pertama dan terakhir."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Abu Wa`il] dari [Ibnu Mas'ud] ia berkata; Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; Apakah salah seorang dari kami akan disiksa dengan perbuatan di masa jahiliyah? Beliau menjawab: "Barangsiapa yang berbuat kebaikan di dalam Islam, ia tidak akan disiksa dengan perbuatan di masa jahiliyah dan barangsiapa yang berbuat buruk di dalam Islam, ia akan siksa awal dan akhir."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Sufyan] telah menceritakan kepada kami [Manshur] dan [Sulaiman] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] seorang laki-laki berkata; Wahai Rasulullah, apakah kami akan disiksa karena amalan kami di waktu jahiliyah? Beliau menjawab: "Jika engkau berbuat baik, tidak akan disiksa dan jika engkau berbuat buruk di dalam Islam, engkau akan disiksa dari awal dan akhir."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dan [Ibnu Numair] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] ia berkata; Kami bertanya; Wahai Rasulullah. Dan telah menceritakan kepada kami [Ibnu Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman] ia berkata; Aku mendengar [Abu Wa`il] menceritakan dari [Abdullah] ia berkata; Kami bertanya; Wahai Rasulullah, apakah kami akan disiksa karena amalan kami di waktu jahiliyah? Ia berkata; Beliau menjawab: "Barangsiapa yang berbuat baik, tidak akan disiksa karena amalan sewaktu jahililyah dan barangsiapa yang berbuat buruk di dalam Islam, ia akan disiksa dari awal dan akhir."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman] telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Abu Uwais] telah menceritakan kepada kami [Katsir bin Abdullah bin Amru bin Auf bin Zaid bin Milhah] dari [bapaknya] dari [kakeknya] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Sesunggunya agama (Islam) akan kembali bersarang ke Hijaz sebagaimana ular bersarang ke liangnya, dan pasti agama ini akan terbentengi dengan Hijaz sebagaimana kambing betina menjadikan puncak gunung sebagai benteng. Sesungguhnya Islam itu bermula dalam keadaan asing dan akan kembali asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing, yaitu orang orang yang memperbaiki salah satu dari sunnahku yang telah dirusak oleh orang-orang setelahku". Abu Isa berkata; 'Hadits ini hasan shahih.'
Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Usamah] telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah] dari [Khubaib bin Abdurrahman] dari [Hafsh bin 'Ashim] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya iman akan bersarang di madinah sebagaimana ular yang bersarang di lubangnya."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Al Umawi] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah] dari [Khubaib bin Abdurrahman] dari [Hafsh bin 'Ashim] dari [Abu Hurairah] berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh, Islam akan bersarang ke Madinah sebagaimana ular bersarang ke dalam lubangnya."
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah] dari [Khubaib bin Abdurrahman] dari [Hafsh bin 'Ashim] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya keimanan akan bersarang ke kota Madinah sebagaimana ular bersarang ke dalam lubangnya."
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Al Mundzir] telah menceritakan kepada kami [Anas bin 'Iyadh] berkata, telah menceritakan kepada saya ['Ubaidullah] dari [Khubaib bin 'Abdurrahman] dari [Hafsh bin 'Ashim] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Iman akan menyebar di Madinah sebagaimana ular yang keluar (mencari makan) lalu masuk kedalam lubangnya (untuk berlindung) ".
(Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya), [Musa] berkata, telah menceritakan kepadaku [Salim bin Abdullah], aku tidak mengetahuinya kecuali apa yang diceritakannya dari [Ibnu 'Umar] radliallahu 'anhuma, bahwa Zaid bin Amru bin Nufail pergi ke negeri Syam mencari agama yang hendak dia ikuti. Kemudian dia bertemu dengan seorang 'alim Yahudi (rahib) dan bertanya kepadanya tentang agama mereka. Zaid berkata; "Sungguh barangkali aku dapat memeluk agama kalian. Untuk itu tolong terangkan kepadaku". Maka rahib itu berkata; "Janganlah kamu mengikuti agama kami kecuali jika kamu mau mendapat bagian dari murka Allah". Zaid berkata; "Tidaklah aku lari melainkan karena menghindar dari murka Allah, dan selamanya aku tidak mau menanggung sedikitpun dari murka Allah. Maka bagaimana mungkin aku mampu menanggungnya?. Apakah engkau dapat menunjukkan aku kepada agama yang lain?". Rahib Yahudi itu berkata; "Aku tidak tahu kecuali agama yang hanif". Zaid bertanya; "Apakah yang dimaksud dengan hanif itu?". Rahib itu berkata; "Agama Nabi Ibrahim 'alaihis salam, dan dia tidak beragama Yahudi dan tidak pula Nashrani, dia tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah". Maka Zaid pun pergi, kemudian dia bertemu dengan seorang 'alim Nashrani (pendeta) dan menceritakan seperti tadi, tetapi sang pendeta berkata; "sekali-kali tidaklah kamu mengikuti agama kami kecuali kamu akan mendapat bagian dari laknat Allah". Maka Zaid berkata; "Tidaklah aku lari melainkan karena menghindar dari murka Allah, dan selamanya aku tidak mau menanggung sedikitpun dari laknat Allah dan murka Allah. Maka bagaimana mungkin aku mampu menanggungnya? Apakah engkau dapat menunjukkan aku kepada agama yang lain?". Pendeta Nashrani itu berkata; "Aku tidak tahu kecuali agama yang hanif". Zaid bertanya; "Apakah yang dimaksud dengan hanif itu?" Pendeta itu berkata; "Agama Nabi Ibrahim 'alaihis salam, dan dia tidak beragama Yahudi dan tidak pula Nashrani, dia tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah". Setelah Zaid merenungkan apa yang mereka katakan tentang Ibrahim 'alaihis salam, Zaid pergi dan setelah nampak dia berdo'a; "Ya Allah, aku bersaksi bahwa aku memeluk agama Ibrahim". Dan Al Laits berkata; Hisyam menulis surat kepadaku dari bapaknya dari Asma' biti Abu Bakr radliallahu 'anhuma berkata; Aku melihat Zaid bin 'Amru bin Nufail berdiri sambil menyandarkan punggungnya di Ka'bah seraya berseru; "Wahai sekalian kaum Quraisy, demi Allah, tidak ada seorangpun dari kalian yang berada di atas agama Ibrahim selain aku". Zaid dahulu adalah orang yang mempertahankan hidup anak perempuan yang biasanya dikubur hidup-hidup dan dia berkata kepada seseorang yang hendak membunuh putrinya; "Janganlah kamu membunuhnya karena aku yang akan mencukupi kebutuhan hidupnya". Maka dia mengambil anak perempuan itu dan apabila anak perempuan itu sudah beranjak menjadi dewasa, Zaid berkata kepada bapak anak perempuan itu; "Jika kamu mau aku serahkan anak ini kepadamu, dan jika kamu mau aku bebaskan kamu dari kebutuhan hidupnya".
Telah menceritakan kepada kami [Amru bin Muhammad bin Bukair an-Naqid] telah menceritakan kepada kami [Hasyim bin al-Qasim Abu an-Nadlr] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin al-Mughirah] dari [Tsabit] dari [Anas bin Malik] dia berkata, "Kami terhalangi untuk bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang sesuatu, yaitu kekaguman kami terhadap kedatangan seorang laki-laki dari penduduk gurun yang berakal (cerdas), lalu dia bertanya, sedangkan kami mendengarnya, lalu seorang laki-laki dari penduduk gurun datang seraya berkata, 'Wahai Muhammad, utusanmu mendatangi kami, lalu mengklaim untuk kami bahwa kamu mengklaim bahwa Allah mengutusmu.' Rasulullah menjawab: 'Benar'. Dia bertanya, 'Siapakah yang menciptakan langit? ' Rasulullah menjawab: 'Allah.' Dia bertanya, 'Siapakah yang menciptakan bumi? ' Rasulullah menjawab: 'Allah.' Dia bertanya, 'Siapakah yang memancangkan gunung-gunung ini dan menjadikan isinya segala sesuatu yang Dia ciptakan? ' Beliau menjawab: 'Allah.' Dia bertanya, 'Maka demi Dzat yang menciptakan langit, menciptakan bumi, dan memancangkan gunung-gunung ini, apakah Allah yang mengutusmu? ' Beliau menjawab: 'Ya.' Dia bertanya, 'Utusanmu mengklaim bahwa kami wajib melakukan shalat lima waktu sehari semalam, (apakah ini benar)? ' Beliau menjawab: 'Benar'. Dia bertanya, 'Demi Dzat yang mengutusmu, apakah Allah menyuruhmu untuk melakukan ini? ' Beliau menjawab: 'Ya'. Dia bertanya, 'Utusanmu mengklaim bahwa kitab wajib melakukan puasa Ramadlan pada setiap tahun kita, (apakah ini benar)? ' Beliau menjawab: 'Ya'. Dia bertanya, 'Demi Dzat yang mengutusmu, apakah Allah menyuruhmu untuk melakukan ini? ' Beliau menjawab: 'Ya'. Dia bertanya, 'Utusanmu mengklaim bahwa kami wajib melakukan haji bagi siapa di antara kami yang mampu menempuh jalan-Nya, (apakah ini benar)? ' Beliau menjawab, 'Ya benar'. Kemudian dia berpaling dan berkata, 'Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak akan menambah atas kewajiban tersebut dan tidak akan mengurangi darinya'. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika benar (yang dikatakannya), sungguh dia akan masuk surga'." Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Hasyim al-Abdi] telah menceritakan kepada kami [Bahz] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin al-Mughirah] dari [Tsabit] dia berkata, [Anas] berkata, "Kami terhalangi untuk bertanya tentang sesuatu dari al-Qur'an kepada Rasulullah." Lalu dia membawakan hadis dengan semisalnya.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Ali bin Abdul Hamid Al Kufi] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Al Mughirah] dari [Tsabit] dari [Anas bin Malik] dia berkata, kami suka berharap datangnya seorang baduwi yang pintar untuk bertanya kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam, sewaktu kami seperti itu, datanglah seorang baduwi lantas duduk diatas kedua lututnya di hadapan Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam seraya berkata, Wahai Muhammad, utusanmu mengklaim bahwa kamu mengaku sebagai utusan Allah? Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam menjawab, Iya. dia berkata, Demi Dzat yang telah mengangkat langit, mendatarkan bumi dan menancapkan gunung-gunung, benarkah Allah telah mengutusmu? Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam menjawab: "Iya." dia berkata, utusanmu juga mengklaim bahwa tuan mengatakan wajib atas kami mengerjakan lima kali shalat sehari semalam? Beliau menjawab, dia berkata benar. dia berkata, Demi Dzat yang telah mengutusmu, benarkah Allah telah memerintahkan ini? Beliau menjawab, Iya. Dia berkata, utusanmu juga mengklaim bahwa tuan mengatakan wajib atas kami berpuasa satu bulan penuh dalam setahun? Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Dia berkata benar." dia berkata, Demi Dzat yang telah mengutusmu, benarkah Allah telah memerintahkan ini? Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam menjawab: "Iya." dia berkata, utusanmu juga mengklaim bahwa tuan mengatakan, kami wajib mengeluarkan zakat dari harta-harta kami? Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam menjawab: "Dia berkata benar." dia berkata, Demi Dzat yang telah mengutusmu, benarkah Allah telah memerintahkan ini? Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam menjawab: "Iya." dia berkata, utusanmu juga mengklaim bahwa tuan mengatakan, wajib bagi siapa yang mampu untuk berhaji ke baitullah, Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Dia berkata benar." Dia berkata, Demi Dzat yang telah mengutusmu benarkah Allah telah memerintahkan ini? Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam menjawab: "Iya." lantas dia berkata, Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, sungguh saya tidak akan meninggalkan satupun darinya dan tidak akan saya tambah dengan yang lain, kemudian beranjak dan pergi. Lalu Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Jika seorang baduai tersebut melakukannya maka dia akan masuk surga." Abu 'Isa berkata, melalui jalur ini hadits ini adalah hasan gharib, hadits ini juga diriwayatkan melalui sanad lain yaitu dari Anas bin Malik dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam, saya telah mendengar Muhammad bin Ismail berkata, sebagian Ahlul ilmi berkata, hukum yang dapat diambil dari hadits ini ialah, boleh menuntut ilmu dengan Qira'ah kepada seorang syaikh sebagaimana juga bolehnya Sama' (menyimak dari lafazh dari syaikh), karena orang baduwi juga membacanya dihadapan Nabi Shalallahu 'alaihi wa salam lalu beliau membenarkannya.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ismail] telah menceritakan kepada kami [Amir] dia berkata; Seorang laki-laki mendatangi [Abdullah bin Amr] maka dia pun berkata; Saya telah mendengar Rasulullah SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM bersabda: "Sesungguhnya orang muslim itu adalah siapa yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. Dan seorang Muhajir (orang yang berhijrah) adalah siapa yang meninggalkan apa yang telah dilarang Allah."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Isma'il] dia berkata; telah mengkhabarkan kepadaku ['Amir] dia berkata; seorang lelaki datang kepada Abdullah bin 'Amru sedang disampingnya banyak para sahabat, lelaki tersebut nekat melangkahi orang-orang untuk sampai kepadanya, sehingga mereka pun berusaha menghalang-halanginya. Maka Abdullah pun berkata: "Biarkan dia." Lalu lelaki itu mendekat dan duduk disampingnya seraya berkata: "Kabarkanlah kepadaku sesuatu yang telah engkau dengar dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam." [Abdullah] menjawab; aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Seorang muslim adalah jika kaum muslimin selamat dari kejahatan lisan dan tangannya, dan seorang muhajir adalah orang yang meninggalkan sesuatu yang telah dilarang oleh Allah."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al hakam] dia berkata; aku mendengar [Saif] menceritakan dari [Rusyd Al Hajari] dari [bapaknya], dia berkata; bahwa seorang lelaki berkata kepada Abdullah bin 'Amru; "Ceritakanlah kepadaku apa yang engkau dengar dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, dan tinggalkanlah untukku apa yang engkau dapat dari perang yarmuk." Dia ([Abdullah bin 'Amru]) berkata; aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Seorang muslim adalah jika kaum muslimin selamat dari bahaya lisan dan tangannya." Telah menceritakan kepada kami, [Husain] telah menceritakan kepada kami, [Syu'bah] telah menceritakan kepada kami, [Al Hakam] aku mendengar [Saif] bercerita dari [Rusyaid Al Hajari] kemudian ia menyebutkan hadis tersebut. Kecuali lafazh yang dia katakan; "dan tinggalkanlah untuk kami dan apa-apa yang engkau dapat dari perang yarmuk."
Telah menceritakan kepada kami [Ya'la bin Ubaid] berkata; telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abi Sa'd], dia berkata; seorang lelaki datang kepada Abdullah bin 'Amru lalu dia berkata; Aku hendak bertanya kepadamu perihal yang kamu dengar dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam dan aku tidak bertanya kepadamu tentang taurat. Maka dia ([Abdullah bin 'Amru]) berkata; aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Seorang muslim ialah yang jika kaum muslimin selamat dari lisannya dan tangannya."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Jawab] telah menceritakan kepada kami ['Ammar bin Ruzaiq] dari [Al A'masy] dari [Abi Sa'id] berkata; aku mendatangi [Abdullah bin 'Amru] dan aku berkata padanya, "Ceritakanlah kepadaku apa yang engkau dengar dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam, dan jangan engkau ceritakan dari taurot dan Injil kepadaku." Maka dia pun berkata; aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Seorang muslim adalah jika kaum muslimin selamat dari bahaya lisan dan tangannya, dan muhajir adalah orang yang menjauhi apa yang telah Allah larang."
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Yazid Al Muqri`] dari kitabnya, telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abi Ayub] telah menceritakan kepadaku [Syurahbil bin Syarik] dari [Abi Abdurrahman Al-Hubuliy] dari [Abdullah bin Amr bin Ash], bahwa Rasulullah SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM bersabda: "Sungguh beruntung orang yang masuk Islam dan ia diberikan kecukupan, serta Allah memberinya rasa qona'ah terhadap apa yang telah diberikan kepadanya."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ishaq] telah mengkhabarkan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Syurahbil bin Syarik] dari [Abu Abdurrahman Al Hubuli] dari [Abdullah bin 'Amru], ia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Telah beruntung seorang hamba yang beriman kepada Allah, diberi rezeki yang cukup dan ia bisa merasa puas (qona`ah) atas pemberian tersebut."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman Al Muqri] dari [Sa'id bin Abu Ayyub] telah menceritakan kepadaku [Syurahbil bin Syarik] dari [Abu Abdurrahman Al Hubali] dari [Abdullah bin Amru bin Ash] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh amat beruntunglah seorang yang memeluk Islam dan diberi rezeki yang cukup serta qana'ah terhadap apa yang diberikan Allah."
Telah menceritakan kepada kami [Al Abbas Ad Dauri] telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yazid Al Muqri] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Ayyub] dari [Syurahbil bin Syarik] dari [Abu Abdurrahman Al Hubuli] dari ['Abdullah bin 'Amru] bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Beruntunglah orang yang berserah diri, rizqinya dicukupkan dan Allah menjadikannya menerima apa adanya." Dia (Abu Isa) berkata: hadits ini hasan shahih.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] telah menceritakan kepada kami [Hafsh bin Ghiyats] telah menceritakan kepada kami [Dawud bin Abu Hind] dari ['Amru bin Sa'id] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas], ia berkata; "Dlimad Al Azdi tiba di Makkah lalu ia melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sementara anak-anak tengah membuntutinya, lalu ia berkata; "Wahai Muhammad, sesungguhnya aku bisa mengobati kegilaan." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan: "Sesungguhnya segala puji milik Allah, kami memohon pertolongan kepadaNya dan memohon ampunan kepadaNya, dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa kami. Barangsiapa yang ditunjuki Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan, maka tidak ada yang dapat menunjukkinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan utusanNya." Ia Ibnu Abbas berkata; Kemudian beliau bersabda: "Coba ucapkan kepadaku kalimat-kalimat ini." Ibnu Abbas berkata; Ia berkata; "Aku pernah mendengar syair, mantra dan perdukunan (jampi), namun aku belum pernah mendengar seperti kalimat-kalimat ini, sungguh itu telah mencapai kamus lautan, dan sungguh aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan utusanNya." Lalu ia pun memeluk Islam, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Atas namamu dan kaummu?" Ibnu Abbas berkata; Ia menjawab; "Ya, atas namaku dan kaumku." Ia berkata; Lalu setelah itu, sepasukan yang terdiri dari para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berpapasan dengan kaum Dlimad, sehingga sebagian mereka memperoleh dari mereka barang-barang perabotan dan yang selainnya, maka mereka berkata; "mereka dalah kaumnya Dlimad, kembalikanlah (barang-barang itu)." Ibnu Abbas berkata; Maka mereka mengembalikannya.
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Za`idah] dari [Dawud bin Abu Hind] dari [Amru bin Sa'id] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berbicara kepada seseorang dalam suatu hal, lalu beliau bersabda: "Segala puji hanya milik Allah, kami memujiNya dan meminta pertolonganNya. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barang siapa yang Dia sesatkan maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah saja tidak ada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] ia berkata; Aku mendengar [Abu Ishaq] menceritakan dari [Abu Ubaidah] dari [Abdullah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata; Beliau mengajarkan kami khutbah hajah (berbunyi): "Segala puji hanya milik Allah, kami memuji, meminta pertolongan, meminta ampun dan berlindung kepadaNya dari kejelekan-kejelekan jiwa kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Dia sesatkan, maka tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya." Kemudian beliau membaca tiga ayat: (Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam), (Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak, dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu), (Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu, Dan barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar). Kemudian engkau menyebutkan kebutuhanmu. Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah memberitakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Abu Ubaidah] dan [Abu Al Ahwash] ia berkata; Dan ini adalah hadis Abu Ubaidah dari [ayahnya] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan dua khutbah, khutbah hajat dan khutbah shalat (Jum'at): ALHAMDU LILLAHI atau INNAL HAMDA LILLAHI NASTA'INUHU, lalu ia menyebutkan maknanya.
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Ubaidah] dari [Abdullah] bahwa ia mengatakan dalam khutbah hajah; Segala puji milik Allah kami meminta pertolongan, memohon ampun dan berlindung kepada Allah dari kejelekan diri kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Kemudian ia membaca tiga ayat dari Kitabullah: (Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam), (Bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu), (Bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar) hingga akhir ayat. Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Isra`il] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Al Ahwash] dan [Abu Ubaidah] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajari kami khutbah hajah, lalu ia menyebutkan seperti hadis ini hanya saja ia tidak mengatakan INNA.
Telah bercerita kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Ja'far] dari [bapaknya] dari [Jabir] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dan berkhutbah, beliau memuji Alloh sesuai dengan hak-Nya. Beliau bersabda: "Barangsiapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Barang siapa yang disesatkan maka tidak ada yang memberinya petunjuk. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Sejelek-jelek perkara adalah hal yang baru, setiap hal yang baru adalah bid'ah". Beliau jika menyebutkan Hari Kiamat, memerahlahlah wajah dan kedua pipinya, dan meninggi suaranya. Beliau menampakkan kemarahannya seperti seorang komandan yang sedang memberikan perintah kepada pasukannya. Jagalah kalian pada pagi hari dan sore hari. Siapa yang meninggalkan harta maka itu menjadi hak ahli warisnya, siapa yang meninggalkan dloya' (anak atau keluarga) atau hutang maka menjadi hakku dan juga tanggunganku. Saya adalah wali (penolong dan teman dekat) orang-orang mukmin.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah bercerita kepada kami [Al A'masy] dari [Salim] dari [Tsauban] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda; "Beristiqomahlah dan kalian tidak akan menghitungnya. Ketahuilah bahwa amalan-amalan kalian yang terbaik adalah shalat dan tidak akan ada yang bisa memelihara wudhu kecuali mu`min."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dan [Ya'la] keduanya berkata; Telah bercerita kepada kami [Al A'masy] dari [Salim bin Abu Al Ja'd] dari [Tsauban] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda; " Beristiqomahlah dan kalian tidak bisa menghitungnya. Ketahuilah bahwa amalan-amalan kalian yang terbaik adalah shalat dan tidak akan ada yang memelihara wudhu kecuali mu`min."
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Manshur] dari [Salim bin Abu Al Ja'd] dari [Tsauban] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Beristiqamahlah kalian, dan sekali-kali kalian tidak akan dapat menghitungnya. Dan beramallah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah shalat, dan tidak ada yang menjaga wudlu kecuali orang mukmin."
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim bin Habib bin Syahid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Mu'tamir bin Sulaiman] dari [Laits] dari [Mujahid] dari [Abdullah bin 'Amru] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Beristiqamahlah kalian, dan sekali-kali kalian tidak akan dapat untuk menghitung. Ketahuilah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah shalat, dan tidak ada yang menjaga wudlu kecuali orang mukmin."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Maryam] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ayyub] berkata, telah menceritakan kepadaku [Ishaq bin Usaid] dari [Abu Hafsh Ad Dimasqi] dari [Abu Umamah] -dan ia memarfu'kan hadits ini-, ia berkata: "Istiqamahlah kalian, sebaik-baik perkara adalah jika kalian beristiqamah. Sebaik-baik amalan kalian adalah shalat, dan tidak ada yang menjaga wudlu kecuali orang mukmin."
Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin 'Abdur Rohim] telah bercerita kepada kami [Syababah bin Sawwar Al Fazariy] telah bercerita kepada kami [Isra'il] dari [Abu Ishaq] berkata aku mendengar [Al Bara' radliallahu 'anhu] berkata; Ada seorang laki-laki bertopeng besi datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata: "Apakah aku berperang atau masuk Islam lebih dulu?" Maka Beliau bersabda: "Kamu masuk Islam dulu kemudian berperang". Maka laki-laki itu masuk Islam lalu berperang hingga terbunuh. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang ini amalnya sedikit namun diberi pahala yang banyak".
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Zakaria] dari [Abu Ishaq] dari [Al Barra] dia berkata, "Seorang laki-laki dari Bani Nabit datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Janab Al Mishshishi] telah menceritakan kepada kami [Isa] -yaitu Ibnu Yunus- dari [Zakaria] dari [Abu Ishaq] dari [Al Bara] dia berkata, "Seorang laki-laki dari Bani Nabit dari kabilah Anshar datang seraya berkata, "Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan sesungguhnya kamu adalah hamba dan utusan-Nya. Kemudian laki-laki itu maju bertempur hingga meninggal, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "(Orang ini) sedekit beramal, namun diganjar dengan pahala yang banyak."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Idris] yaitu Asy Syafi'i, telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad] dari [Yazid] yaitu Ibnu Al Had, dari [Muhammad bin Ibrahim] dari ['Amir bin Sa'd] dari [Abbas bin Abdul Muththalib] bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Yang bisa merasakan manisnya iman adalah orang yang rela Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai diennya, dan Muhammad sebagai Rasulnya."
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Laits bin Sa'id] dari [Ibnu Al Had] dari [Muhammad bin Ibrahim bin Al Harits] dari ['Amir bin Sa'd] dari [Al Abbas bin Abdul Muththalib] bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Yang bisa merasakan manisnya iman adalah orang yang rela Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai diennya, dan Muhammad sebagai Rasulnya."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ishaq] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Khalid bin Abu Imran] dari [Abu Abdurrahman Al Hubuli] dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meraih tanganku lalu bersabda: "Wahai Abu Sa'id, ada tiga hal yang barangsiapa mengatakannya maka ia akan masuk surga, " aku bertanya, "Apa itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: "Barangsiapa yang ridla Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai Rasul-Nya, " kemudian beliau bersabda lagi: "Wahai Abu Sa'id, sedangkan yang keempatnya memiliki keutamaan sebagaimana antara langit dan bumi, yaitu berjihad di jalan Allah."
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Mis'ar] dari [Abu 'Aqil] dari [Sabiq] dari [Abu Sallam] dari [Khadim Nabi shallallahu 'alaihi wasallam] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa yang mengatakan, 'RADLITU BILLAHI RABBA WA BIL ISLAAMI DIINA WA BIMUHAMMADIN NABIYYA (Aku ridla Allah sebagai Rabb-ku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabi-ku).' saat ia memasuki sore hari sebanyak tiga kali dan di pagi hari tiga kali, maka wajib bagi Allah untuk meridlainya pada hari kiamat."
Telah menceritakan kepada kami [Hasyim bin Qasim] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Aqil Hasyim bin Bilal] dari [Sabiq bin Najiyah] dari [Abu Sallam] -dalam riwayat lain, telah berkata Abu An Nadlr Al Habasyi- ia berkata; [Seorang laki-laki] melewatinya di Masjid Himsh, kemudian dikatakanlah bahwa, "Ini adalah orang yang pernah menjadi Khadim (pelayan) Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Maka ia pun beranjak mendatangi laki-laki tersebut dan berkata, "Ceritakanlah kepadaku suatu hadis yang telah Anda dengar langsung dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan tidak seorang pun memperantarai antara kamu dan beliau." Laki-laki itu pun berkata; Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang hamba memasuki waktu sore dan pagi hari, kemudian ia membaca, 'RADLIITU BILLAHI RABBAA, WA BIL ISLAAMI DIINAA, WA BIMUHAMMAD SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM NABIYYAA (Aku rela Allah sebagai Rabb-ku, Islam sebagai agama-ku dan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sebagai Nabi-ku).' sebanyak tiga kali, kecuali telah menjadi keharusan bagi Allah untuk meridlainya."
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Adi] dari [Humaid] dari [Anas] bahwa berkata; "Abdullah bin Salam mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada waktu kunjungannya ke Madinah. Kemudian dia berkata; "Wahai Rasulullah, aku bertanya kepadamu tentang tiga perkara tidak akan ada yang dapat menjawab kecuali seorang Nabi." Beliau bersabda: "Bertanyalah!" ia berkata; "Apakah yang terjadi pertama kali dari tanda-tanda hari kiamat, apa yang pertama kali dimakan oleh penduduk surga, dan dari mana seseorang dapat menyerupai bapaknya atau ibunya?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jibril 'Alaihis Salam baru saja memberiku kabar, " beliau bersabda: "Dia adalah musuh yahudi dari kalangan malaikat, " beliau bersabda: "Tanda hari kiamat yang akan terjadi pertama kali adalah api yang keluar dari timur yang akan menggiring manusia ke barat, adapun sesuatu yang pertama kali dimakan penduduk surga adalah tambahan hati ikan hiu, adapun darimana seseorang dapat menyerupai bapak atau ibunya adalah apabila air mani laki-laki dapat mengungguli sel telur wanita maka akan keluar laki-laki, dan apabila sel telur wanita dapat mengungguli air mani laki-laki maka akan keluar wanita." Kemudian Abdullah bin Salam berkata; "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah." Kemudian dia berkata lagi, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang yahudi itu adalah kaum yang pendusta, kalau mereka mengetahui keIslamanku mereka pasti akan menghinaku dihadapanmu. Maka utuslah seseorang agar memanggil mereka dan tanyakan kepada mereka tentang aku." Beliau lalu mengutus seseorang untuk memanggil mereka, lalu beliau bertanya kepada mereka: "Siapakah Abdullah bin Salam di menurut kalian?" Mereka menjawab; "Dia adalah orang terbaik kami dan anak dari orang terbaik dari kami, dia adalah ulama kami dan anak dari ulama kami, dia adalah orang yang paling fakih di antara kami dan anak orang yang paling fakih di antara kami." Beliau bertanya lagi: "Bagaimana menurut kalian, kalau seandainya dia masuk Islam, apakah kalian akan masuk Islam juga?" mereka menjawab; "Mudah-mudahan Allah melindunginya dari hal itu (masuk Islam)." Anas berkata; "Maka Abdullah bin Salam keluar seraya mengatakan; "Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." Maka mereka berkata; "dia adalah orang yang paling jelek di antara kami dan anak dari orang yang paling jelek di antara kami, dia adalah orang yang paling bodoh di antara kami dan anak dari orang yang paling bodoh di antara kami." Lalu Abdullah bin Salam berkata; "Inilah yang paling aku khawatirkan."
Telah bercerita kepada kami [Isma'il] telah bercerita kepada kami [Humaid] dari [Anas], Abdullah bin Salam mendengar berita kedatangan Nabi Shallallahu'alaihi wasallam di Madinah, lalu (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) datang. Abdullah bin Salam tanyakan kepada beliau tentang beberapa hal. Aku, kata Abdullah bin Salam, akan bertanya beberapa hal yang tidak diketahui kecuali seorang nabi. Dia (Abdullah bin Salam) bertanya, apa tanda pertama hari kiamat, apa makanan pertama yang di makan penduduk surga dan bagaimana anak bisa menyerupai bapaknya dan juga sebaliknya. (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Jibril baru saja memberitahuku tadi". Ibnu Salam menimpali, itulah malaikat yang menjadi musuh bebuyutan kaum yahudi. (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) bersabda, "Tanda pertama hari kiamat yaitu api yang menggiring mereka dari timur sampai barat. Makanan pertama bagi penduduk surga yaitu sisa hati ikan paus. Sedangkan masalah anak, jika sperma laki-laki mendahului sperma wanita maka akan menyerupai ayahnya, dan jika sperma wanita mendahului sperma laki-laki maka akan menyerupai ibunya.
Bab. Telah menceritakan kepadaku [Hamid bin 'Umar] dari [Bisyir bin Al Mufadlal] telah menceritakan kepada kami [Humaid] telah menceritakan kepada kami [Anas] bahwa telah sampai berita kepada Abdullah bin Salam tentang kedatangan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di Madinah, lalu dia menanyakan beberapa perkara kepada beliau. Katanya; "Aku akan bertanya kepada anda tiga perkara yang tidak akan dapat diketahui kecuali oleh seorang Nabi. Apakah tanda-tanda pertama hari qiyamat?, dan apa makanan pertama yang akan dimakan oleh penghuni surga dan bagaimana seorang anak bisa mirip dengan ayahnya dan bagaimana ia mirip dengan ibunya?. Beliau menjawab: "Jibril baru saja memberitahuku." Abdullah bin Salam berkata; "Dia adalah malaikat yang menjadi musuh orang-orang Yahudi." Beliau bersabda: "Adapun tanda pertama hari qiyamat adalah api yang muncul dan akan menggiring orang-orang dari timur menuju barat. Dan makanan pertama penduduk surga adalah hati ikan hiu, sedangkan (miripnya) seorang anak, apabila sang suami mendatangi istrinya dan air maninya mendahului air mani istrinya, berarti akan lahir anak yang menyerupai bapaknya, namun bila air mani istrinya mendahului air mani suaminya, maka akan lahir anak yang mirip dengan ibunya." Mendengar itu Abdullah bin Salam berkata; "Aku bersaksi tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan engkau adalah Rasulullah." Kemudian dia berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang Yahudi adalah kaum yang sangat suka berbohong (menuduh). Untuk itu, tanyalah mereka tentang aku sebelum mereka mengetahui keIslamanku." Estela itu orang-orang Yahudi datang, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bagaimana pendapat kalian tentang seorang laki-laki yang bernama Abdullah bin Salam?". Mereka menjawab; "Dia adalah seorang 'alim kami dan putra dari 'alim kami dan orang kepercayaan kami dan putra dari orang kepercayaan kami." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bagaimana pendapat kalian jika Abdullah bin Salam memeluk Islam?." Mereka menjawab; "Semoga dia dilindungi Allah dari perbuatan itu." Beliau mengulangi pertanyaannya kepada mereka, Namur mereka tetap menjawab seperti tadi. Lalu Abdullah bin Salam keluar seraya berkata; "Aku bersaksi tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." Maka mereka berkata; "Dia ini orang yang paling buruk diantara kami dan putra dari orang yang buruk." Mereka terus saja meremehkan Abdullah bin Salam. Lalu Abdullah bin Salam berkata; "Inilah yang aku khawatirkan tadi, wahai Rasulullah."
Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] -yaitu Ibnu Husain- dari [Ali bin Zaid] dari [Anas bin Hakim Adl Dlabbi] berkata: [Abu Hurairah] berkata kepadaku; "Jika engkau telah sampai pada penduduk kotamu maka sampaikan kepada mereka bahwa aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Yang pertama kali dihisab dari amalan hamba pada hari kiamat adalah shalat wajib, jika baik shalatnya, -dan suatu kali Yazid berkata; "Jika ia menyempurnakannya dengan baik, dan jika tidak maka akan ditambahkan dengan amalan-amalan sunnah yang ia kerjakan, kemudian semua amalan-amalan lain yang fardhu akan dilakukan seperti itu juga."
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah mengabarkan kepada kami [Yunus] -yaitu Ibnu 'Ubaid- dari [Al Hasan] dari [Anas bin Hakim Adh dhabbi], bahwasannya ia merasa ketakutan pada masa pemerintahan Ziyad atau Ibnu Ziyad, maka ia pun datang ke Madinah dan berjumpa dengan [Abu Hurairah], ia berkata; Abu Hurairah memintaku untuk menyebutkan garis nasabku, lalu aku pun menyebutkan untuknya." Ia berkata kepadaku; "Wahai anak muda, maukah engkau aku bacakan sebuah hadis, semoga dengannya Allah memberimu manfa'at?" aku berkata; "Ya, semoga Allah merahmatimu." Abu Hurairah berkata; "Sesungguhnya pada hari kiamat pertama kali yang akan dihisab oleh Allah pada diri manusia adalah shalatnya." Abu Hurairah berkata; "Rabb kita 'azza wajalla berfirman kepada para malaikatnya, dan Dia lebih tahu: "Lihatlah shalat hamba-Ku, sempurna atau ia kurang, " jika sempurna maka akan ditulis sempurna, dan jika ada sesuatu yang kurang darinya, maka Allah berirman; "Lihatlah, apakah hamba-Ku masih mempunyai ibadah-ibadah sunnah, " jika ia mempunyai ibadah-ibadah sunnah, maka Allah berfirman: "Sempurnakanlah ibadah wajib hamba-ku yang kurang dengan ibadah sunnahnya, " dan setiap amalan kalian proses penghitungannya akan demikian." Yunus berkata; "Dan aku mengira bahwasanya Abu Hurairah telah menyebutkannya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."
(Ahmad bin Hanbal radliyallahu'anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Al Arzaq bin Qais] dari [Yahya bin Ya'mar] dari [salah seorang sahabat Nabi Shallallahu'alaihiwasallam] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Yang pertama kali dihisab dari seorang hamba adalah shalatnya, jika dia menyempurnakannya maka akan ditulis secara sempurna. Jika dia tidak menyempurnakannya, maka Allah Azza wa jalla berfirman: 'Lihatlah kalian, apakah kalian mendapatkan pada hamba-Ku amalan sunah sehingga menjadi sempurna kewajibannya?, lalu zakatnya demikian juga, semua amal akan diperiksa seperti itu."
Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Musa] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Al Arzaq bin Qais] dari [Yahya bin Ya'mar] dari [salah seorang sahabat Nabi Shallallahu'alaihiwasallam] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada Hari Kiamat adalah shalatnya. Jika dia mendirikannya secara sempurna, maka ditulis secara sempurna. Jika tidak, Allah Azzawajalla berfirman: 'Lihatlah kalian, apakah kalian mendapatkan amalan sunnah pada hamba-Ku sehingga bisa menyempurnakan shalat wajibnya?. Lalu zakatnya juga akan dihitung seperti ini, lalu semua amalnya juga akan dihisab dengan cara seperti ini?." Telah menceritakan kepada kami [Hasan] telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Humaid] dari [Al Hasan] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana diatas. Telah menceritakan kepada kami [Hasan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Daud bin Abu Hind] dari [Zurarah bin Aufa] dari [Tamim Ad-Dari] dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam, sama dengan hadis di atas.
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Humaid] dari [Al Hasan] dari [seorang laki-laki] dari [Abu Hurairah] dan [Daud] dari [Zurarah] dari [Tamim Ad-Dari] dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Yang pertama kali dihisab dari amalan seorang hamba pada Hari Kiamat adalah shalat. Jika dia melengkapinya, maka akan ditulis secara lengkap. Jika dia tidak melengkapinya, (Allah Azzawajalla) berfirman kepada para Malaikat: 'Lihatlah, apakah kalian mendapatkan amalan sunnah dari hamba-Ku? lengkapilah kewajiban yang kurang dipenuhinya dengan shalat sunnahnya! '. Lalu zakatnya juga dihitung seperti ini, lantas semua amalnya juga."
Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abu Khalaf Musa bin Khalaf] seorang yang berasal dari jama'ah Balda`, ia berkata, Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Katsir] dari [Zaid bin Sallam] dari kakeknya [Mamthur] dari [Al Harits Al Asy'ari], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah 'azza wajalla telah memerintah Yahya bin Zakariya untuk mengamalkan lima perkara, dan agar ia juga perintahkan hal itu kepada Bani Isra`il untuk mengamalkannya, namun hal itu agaknya hampir terabaikan. Maka Isa pun berkata kepada Yahya, 'Kamu telah diperintahkan untuk mengamalkan lima perkara, dan juga memerintahkan Bani Isra`il agar mereka beramal dengannya. Karena itu, terserah padamu, apakah kamu yang akan menyampaikannya atau aku yang menyampaikannya.' Yahya berkata, 'Wahai saudaraku, sesungguhnya saya khawatir akan mendapat siksa atau ditenggelamkan jika kamu mendahuluiku dalam menyampaikannya.' Maka Yahya pun mengumpulkan Bani Isra`il di dalam Baitul Maqdis, hingga Masjid itu pun penuh. Kemudian Yahya duduk di atas tempat yang tinggi, ia lalu mengucapkan pujian dan sanjungan kepada Allah. Setelah itu Yahya berkata, 'Sesungguhnya Allah 'azza wajalla telah memerintahkan kepadaku dengan lima kalimat, yaitu agar aku beramal dengannya. Dan saya memerintahkan kalian untuk beramal dengannya. Yang pertama, hendaklah kalian beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan perumpamaan hal itu adalah seperti seorang laki-laki yang membeli seorang budak dengan perak atau emas dari hartanya sendiri, lalu budak itu pun bekerja dan menyerahkan hasil pekerjaan kepada selain tuannya. Maka siapakah di antara kalian yang senang jika budaknya seperti itu? Dan sungguh, Allah 'azza wajalla telah menciptakan kalian dan memberi rezeki kepada kalian, karena itu, beribadahlah kalian kepadanya, dan janganlah kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Kedua, Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan shalat. Dan sesungguhnya Allah 'azza wajalla menghadapkan wajah-Nya ke hadapan wajah hamba-Nya selama ia tidak menoleh. Maka jika kalian shalat, janganlah kalian memalingkan muka (menoleh kesana kemari). Ketiga, Allah memerintahkan kalian untuk berpuasa. Dan permisalan hal itu adalah, seperti seorang laki-laki yang memiliki wadah berisi misk (minyak wangi) di tengah-tengah rombongan, hingga semua orang akan mendapatkan wangi semerbaknya. Sesungguhnya bau mulut seorang yang sedang berpuasa adalah lebih wangi di sisi Allah daripada wanginya Misk. Keempat, Allah memerintahkan kalian untuk mengeluarkan Zakat. Dan perumpamaan zakat itu adalah seperti seorang laki-laki yang ditawan oleh musuh, lalu mereka mengikat kedua tangan laki-laki itu dan meletakkannya dileher, lalu mereka menyeretnya untuk menebas batang lehernya. Kemudian laki-laki itu berkata, 'Apakah kalian mau, agar aku menebus diriku dari tekanan kalian.' maka laki-laki itu pun menebus dirinya dari musuh dengan seluruh hartanya, hingga ia pun bebas. Kelima, Allah memerintahkan kalian untuk banyak berdzikir kepada Allah. Dan perumpamaan Dzikir itu adalah seperti seorang laki-laki yang dikejar oleh pasukan musuh untuk mencari jejaknya. Lalu laki-laki itu mendatangi benteng yang kuat lagi kokoh, maka ia pun berlindung di dalamnya. Dan seorang hamba akan terbebas dari gangguan setan, jika ia senantiasa berdzikir kepada Allah 'azza wajalla.'" Al Haris berkata; Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku perintahkan kepada kalian lima perkara yang Allah telah memerintahkannya kepadaku untuk mengamalkannya; berjama'ah, siap mendengar dan taat, hijrah serta jihad di jalan Allah. Karena itu, siapa yang keluar dari jama'ah meskipun satu jengkal, maka ia telah melepas tali ikatan Islam dari lehernya hingga ia kembali. Dan barangsiapa menyeru dengan seruan jahiliyah, maka ia akan menjadi bagian batu dari batu-batu neraka jahannam." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, meskipun ia puasa dan shalat." beliau menjawab, "Meskipun ia puasa dan shalat serta mengaku sebagai muslim. Karena itu, panggillah kaum muslimin dengan sebutan yang telah diberikan Allah yakni Al Muslimin, Al Mukminin, hamba-hamba Allah 'azza wajalla."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Aban bin Yazid] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Katsir] dari [Zaid bin Sallam] bahwa [Abu Sallam] telah menceritakan kepadanya bahwa [Al Harits Al Asy'ari] telah menceritakan kepadanya bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah memerintahkan lima kalimat kepada Yahya bin Zakariya agar diamalkan dan memerintahkan Bani Israil supaya mengamalkannya, dan sesungguhnya ia hampir saja memperlambatnya. Isa berkata; "Sesungguhnya Allah memerintahkan lima kalimat padamu agar kamu amalkan dan agar Bani Israil kamu perintahkan untuk mengamalkannya, perintahlah mereka atau aku yang memerintah mereka." Yahya menjawab; "Aku khawatir bila kamu mendahuluiku menyampaikannya, aku akan dibenamkan atau disiksa." Isa kemudian mengumpulkan manusia di Baitul Maqdis, masjid penuh sesak hingga ke teras, Isa berkata; "Sesungguhnya Allah memerintahkanku lima kalimat agar aku amalkan dan aku perintahkan kalian untuk mengamalkannya, pertama; sembahlah Allah dan jangan menyekutukanNya dengan sesuatu pun, sesungguhnya perumpamaan orang yang menyekutukan Allah sama seperti seseorang membeli budak dengan uang emas atau perak lalu ia berkata; Ini rumahku dan ini pekerjaanku, bekerjalah dan tunaikan untukku. Tapi budak itu malah bekerja dan menunaikan untuk orang lain, siapa di antara kalian yang mau budaknya seperti itu? Sesungguhnya Allah memerintahkan shalat pada kalian, bila kalian shalat, maka janganlah menoleh, karena Allah menghadapkankan wajah-Nya ke wajah hambaNya saat shalat, selama ia tidak menoleh. Aku memerintahkan kalian puasa, dan perumpamaannya seperti seseorang berada di tengah-tengah sekelompok orang, ia membawa kantong berisi minyak kesturi, kalian semua kagum atau semerbak baunya mengagumkan, seseungguhnya bau (mulut) orang yang berpuasa lebih harum bagi Allah melebihi minyak kesturi, aku juga memerintahkan kalian bersedekah, perumpamaannya seperti seseorang yang ditawan musuh, mereka membelenggu tangannya ke leher, mereka lalu memajukannya untuk ditebas lehernya, kemudian ia berkata; "Aku menebusnya dari kalian dengan yang sedikit dan yang banyak, " lalu tawanan tersebut menebus dirinya dari mereka. Aku memerintahkan kalian untuk mengingat Allah, sesungguhnya perumpamaannya seperti seseorang yang dikejar musuh dengan cepat, hingga ketika tiba di benteng yang kokoh, ia menjaga dirinya dari mereka, demikian halnya hamba, ia tidak menjaga diri dari setan kecuali dengan mengingat Allah." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dan aku memerintahkan lima hal pada kalian yang diperintahkan Allah padaku, yaitu; mendengar, taat, jihad, hijrah dan jama'ah, sebab barangsiapa meninggalkan jama'ah barang sejengkal, maka ia telah melepas tali Islam dari lehernya, kecuali jika ia kembali. Dan barangsiapa menyerukan seruan jahiliyah, maka ia termasuk bangkai neraka jahanam." Seseorang bertanya; "Wahai Rasulullah, meski ia shalat dan puasa?" Beliau menjawab: "Meski ia shalat dan puasa, oleh karena itu, serukanlah seruan Allah yang menyebut kalian sebagai kaum muslimin, mu`minin dan hamba-hamba Allah." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih gharib. Abu Isa berkata; Muhammad bin Isam'il Al Harits Al Asy'ari pernah bertemu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan ia memiliki hadits lain selain hadits ini. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Abu Dawud Ath Thayalisi] telah menceritakan kepada kami [Aban bin Yazid] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Zaid bin Sallam] dari [Abu Sallam] dari [Al Harits Al Asy'ari] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti di atas dengan maksud yang sama." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih gharib, dan Abu Sallam Al Habasyi namanya adalah Mamthur. [Ali bin Al Mubarak] telah meriwayatkan hadits ini dari [Yahya bin Abu Katsir].
Telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Al Hubab] ia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abdurrahman bin Tsauban] ia berkata; Aku mendengar [Amru bin Dinar] berkata; telah mengabarkan kepadaku [orang] yang mendengar [Ibnu Abbas] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Agama itu nasihat." Mereka berkata; Untuk siapa? Beliau bersabda: "Untuk Allah, RasulNya dan pemimpin kaum mukminin."
telah menceritakan kepadaku [Shafwan] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu 'Ajlan] dari [Al Qo'qo'] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dien adalah nasehat" -beliau ulangi tiga kali-, Abu Hurairah berkata; lalu dikatakan; "Wahai Rasulullah untuk siapa?", Beliau bersabda: "Untuk Allah dan kitab-Nya, serta untuk para imam kaum muslimin."
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Suhail bin Abu Shalih] dari ['Atha` bin Yazid Al Laitsi] dari [Tamim Ad-Dari] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Agama itu kebaktian diri, hanyasanya agama itu adalah kebaktian diri." Mereka bertanya, "Kebaktian diri kepada siapa Rasulullah?" beliau menjawab, "Bagi Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan mereka secara umum."
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Sufyan] berkata; telah bercerita kepadaku [Suhail bin Abu Shalih] dari ['Atha` bin Yazid] dari [Tamim Ad-Dari] dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Hanyasanya agama itu kebaktian diri." Ada yang bertanya, "Bagi siapa?" beliau menjawab, "Bagi Allah, Rasul-Nya, kitab-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan mereka secara umum." Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] dari [Sufyan] dari [Suhail bin Abu Shalih] lalu dia menyebutkan sama dengan yang di atas kecuali dengan redaksi, "Hanyasanya agama itu adalah kebaktian diri, " ia ucapkan tiga kali.
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dari [Suhail bin Abu Shalih] dari ['Atha` bin Yazid Al Laitsi] dari [Tamim Ad-Dari] sesungguhnya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Agama itu adalah kebaktian diri, sesungguhnya agama itu adalah kebaktian diri, agama itu adalah kebaktian diri nasehat." Mereka bertanya, "Bagi siapa, Wahai Rasulullah?" beliau menjawab, "Bagi Allah, kitab-Nya, Nabi-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan mereka secara umum." Abu Abdurrahman berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Abbad] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] berkata; saya berkata kepada [Suhail bin Abu Shalih] pada suatu hadis, yang telah ['Amr bin Dinar] menceritakannya, dari [Al Qa'qa' bin Hakim] dari [Bapaknya] lalu [Suhail] berkata; saya telah mendengar dari orang yang bapakku juga mendengar darinya, saya mendengar ['Atha` bin Yazid Al Laitsi] menceritakan dari [Tamim Ad-Dari] dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam sebagaimana hadis bapakku dari Ibnu 'Uyainah
Situs ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda dan menayangkan iklan. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kebijakan Privasi